Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO

Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO
Episode 259


__ADS_3

“Apa boleh buat, karena kalian sudah  berani mempermainkanku, sebaiknya ku bunuh saja kalian berdua!!” geramnya penuh emosi yang langsung mengacungkan pistol tepat ke arah Ahreum berdiri.


DOOORRR!!


Karena gerakannya yang sangat cepat membuat Ahreum lengah dan tak dapat menghindari peluru yang melayang ke arahnya.


Elios yang hendak bergerak menghalangi peluru yang akan menembus tubuh Ahreum sektika terdiam, kala mendapati sosok Ansell yang tiba-tiba muncul lalu memblokir peluru yang tadinya ditujukan untuk Ahreum namun kini malah bersarang dipundak Ansell.


Baik Ahreum maupun Elios sangat terkejut melihat insiden tragis yang terjadi dihadapannya, Ansell mulai kehilangan tenaganya, kedua kakinya melemah bersamaan dengan darah yang merembes keluar dari area sekitar peluru bersarang.


“An.. sel..” ucap Ahreum gemetar sembari memegangi tubuh suaminya yang berangsur terjatuh ke lantai.


“Ansell!” panik Elios yang juga ikut memeriksa keadaan keponakannya itu sementara wanita yang masih berdiri ditempatnya tampak terkejut kala sasarannya berubah pada seseorang yang tak pernah diduganya akan berada disini.


Dengan kedua mata menyalak Ahreum bangkit bersamaan dengan gerakan tangannya yang langsung menembak pundak kanan Cassandra, giliran Cassandra yang kini lengah dan membiarkan peluru itu bersarang dipundaknya tanpa menghindar.


DOORRR!!!


Ahreum mulai menarik langkah masih dengan tangan yang bersiap untuk melayangkan peluru selanjutnya ke bahu kiri Cassandra. Meski Cassandra hendak melakukan pembalasan namun nyatanya gerakan Ahreum lebih cepat hingga membuat ia kembali mendapatkan peluru disisi yang berbeda.


DOOORR!!


Suara tembakan peluru yang begitu nyaring ditelinga membuat Elios merasa ketakutan, apalagi saat melihat gadis mungil yang dikenalnya sebagai gadis manis, periang dan juga penuh dengan kehangatan. Bagaimana mungkin bisa melakukan hal semengerikan ini?


Hal yang sama pun dirasakan oleh Ansell yang kini tak berdaya terkapar dilantai dengan darah yang mulai keluar dari sudut mulutnya saat ia terbatuk.


Matanya membulat kala mendapati keganasan Ahreum yang tak pernah ia duga sebelumnya, iya, seakan belum puas menembaki Cassandra di 2 titik, ia memberikan tendangan memutarnya tepat ke kepalanya hingga membuat Cassandra lantas terlempar jauh dan tubuhnya menghantam sebuah lemari besi yang berada disudut.


Cassandra meringis kesakitan dengan rembesan darah segar yang berlomba keluar dari mulutnya, namun tampaknya ia masih sanggup bangkit dan terduduk sembari menahan rasa sakit dikedua pundaknya yang sudah terluka parah.



“Sudah kuduga! (ucap Cassandra diiringi senyum penuh artinya dengan deretan gigi yang dipenuhi cairan darah)


Kau…, (lanjut Cassandra yang berusaha berdiri dengan sisa tenaganya meski harus terhuyung kesana kemari)


Bukan gadis normal, Hhhaaha!” pekik Cassandra yang membuat Ahreum semakin tak dapat mengendalikan dirinya.


Tak ingin mendengar Cassandra kembali meracau, dengan cepat Ahreum mencekik kuat leher Cassandra lalu mendorongnya kasar sampai menghantam dinding, perlahan ia mengangkat tubuh Cassandra yang membuat wanita itu kesulitan bernafas.

__ADS_1


Karena kedua tangannya yang terluka akibat peluru yang bersarang di pundaknya, ia tak bisa meronta atau melepaskan cengkraman kuat 1 tangan Ahreum dari lehernya.


Alhasil ia hanya bisa meringis dalam kesakitannya.


Sampai…,


“Ahreum, tidak Ahreum,” gumam Ansell yang berusaha bangkit.


“Kau tunggu disini, paman yang akan menghentikannya,” tahan Elios, ia pun bergegas bangkit dan mengambil langkah panjang menuju keberadaan Ahreum dan gadis yang berada dalam cengkraman kuatnya.


Namun baru saja beberapa langkah, Elios langsung mendapat sambutan yang tak bersahabat dari Ahreum.


Karena ia tak ingin Elios mengacaukan niatnya untuk melenyapkan Cassandra, Ahreum menodongkan pistol ke arah Elios lengkap dengan lirikan tajamnya sebagai tanda peringatan baginya untuk tidak ikut campur.


Refleks Elios menghentikan langkahnya dengan seluruh tubuh yang mulai bergetar hebat kala Ahreum menodongkan pistol ke arahnya.


Merasa sudah benar-benar diujung tanduk, Cassandra pun mencoba mengumpulkan segenap kekuatannya lalu menendang kuat bagian pinggul Ahreum yang lantas membuat Ahreum terdorong beberapa langkah ke belakang.


Cassandra pun terjatuh begitu lehernya sudah terbebas dari cekikan Ahreum.


“YAK!! WANITA GILA!! LIHAT INI!!” seru seseorang dari sisi lain, yang membuat Ahreum dan Elios menoleh ke arah sumber suara.


Di lihatnya Ansell tengah dipegangi oleh 2 orang berotot besar dengan wajah Ansell yang dipenuhi luka lebam seakan sudah dipukuli sebelumnya.


“Ansell!!” panik Elios seraya mencoba berjalan mendekati keberadaan keponakannya.


Namun tentu saja anak buah Cassandra itu tak tinggal diam, ia langsung melayangkan tembakannya ke langit-langit sebagai tanda peringatan baginya untuk tidak gegabah.


Saking terkejutnya Elios sampai refleks berjongkok dan menutupi kepalanya.


Sementara itu Ahreum tampak tenang tak sedikitpun terintimidasi oleh kedua anak buah Cassandra yang kini tengah menyandera suaminya.


“Oke, aku akan menyerahkan diriku..” ucap Ahreum seraya menarik langkah mencoba mendekat dengan kedua tangan yang ia angkat ke atas sebagai tanda penyerahan dirinya.


“Jatuhkan pistolmu!” perintahnya.


“Jangan Ahreum!” cegah Elios seraya menahan tangan Ahreum kala langkah Ahreum telah sampai ditempatnya.


“DIAM KAU!! LEPASKAN DIA!!” pekik pria tersebut yang langsung membuat Elios terkaget-kaget karena suara lantang dan todongan pistolnya.

__ADS_1


Ahreum kembali melangkah dengan santai.


“KUBILANG JATUHKAN PISTOLMU!!” perintah pria itu sekali lagi yang lantas membuat langkah Ahreum terhenti, ia pun menurunkan tubuhnya untuk meletakan pistolnya dilantai namun dengan pandangan yang masih memindai gerak-gerik kedua lelaki bekepala pelontos itu.


DOOORR!! DOORRRR!!


Tak diduga dengan gerakan secepat kilat Ahreum melayangkan pelurunya tepat ke bagian pinggul kedua lelaki yang tengah memegangi Ansell, dalam hitungan detik kedua lelaki itu pun terkulai lemah dengan cairan darah yang mengalir membasahi area perutnya.


Karena kedua lelaki yang memegangi tubuh Ansell kini telah tumbang, membuat tubuh Ansell goyah dan hampir terjatuh, namun dengan cepat Ahreum membawa tubuh suaminya itu ke dalam pelukan hangatnya.


“Maafkan aku, seharusnya aku yang melindungimu…,” gumam Ansell dengan mata tertutupnya.


Dari arah belakang Elios berlarian menuju keberadaan Ahreum dan Ansell.


“Biar ku bantu membawa Ansell,” kata Elios yang langsung mengambil alih tubuh kekar suaminya.


“AYAAAHHHH!!!” panggil Xena yang berlarian dari arah samping dengan Abi dan Rihanna yang ikut berlarian disampingnya.


“Maaf.. maafkan aku, aku sangat terlambat, tak kuduga anak buah Cassandra sangat banyak sekali, anak buah kak Ben saja hampir kewalahan mengatasinya,” lapor Rihanna begitu ia sampai ditempat Ahreum berada.


“Nana sayang, nana baik-baik saja kan nak?” seru Elios seraya menggendong putrinya begitu Ansell diambil alih oleh Abighail.


“Iya ayah, Nana baik-baik aja, tapi tadi itu benar-benar sangat menakutkan ayah! Nana takut sekali hikssss!! Hikssss!!” tangis Xena pun pecah begitu sang ayah mendekapnya erat.


“Iya sayang maafkan ayah ya, ayah tak janji tidak akan pernah membuat Nana berada disituaasi seperti ini lagi,” ucap Elios lembut yang mencoba menenangkan gadi kecil yang tengah kalap itu.


...****************...


Diluar gedung, para medis dengan sigap berlarian ke arah Ansell dengan mendorong ambulance stretcher guna untuk membaringkan Ansell dan membawanya masuk ke dalam mobil ambulan.


“Tolong temani Ansell ke rumah sakit, dokter El,” ucap Ahreum begitu Ansell sudah terbaring diatas ambulance stretcher.


“Kau? Tidak akan ikut ke rumah sakit?” tanya Elios seraya mengerutkan dahinya.


“Tidak,” sahut Ahreum singkat diiringi senyum tipisnya.


Namun Ansell keburu menahan tangannya saat Ahreum hendak pergi meninggalkannya, hingga membuatnya menoleh ke arah Ansell yang perlahan membuka kedua matanya.


“Kau sudah berjanji bukan tidak akan pernah meninggalkanku!” ucap Ansell.

__ADS_1


...****************...


 Bersambung...


__ADS_2