
“hey.. hey.. sudah hentikan, apa kalian anak-anak hah, harus bertengkar seperti ini.” ucap Franky yang mencoba menengahi seraya menjauhkan Nayeon dari Hanna.
Begitupun dengan Abi yang juga ikut berusaha menjauhkan Hanna dari Nayeon.
Namun tentu saja tidak semudah itu, Nayeon semakin membabi buta dan kini ikut menjambak ujung rambut Franky dengan 1 tangannya. Sementara tatapan tajamnya masih mengarah pada Hanna yang juga tengah menatapnya dengan penuh emosional.
“sudah hentikan, Hanna, lepaskan tanganmu.” Pinta Abi seraya terus mencoba menarik tubuh Hanna.
“KENAPA HARUS AKU YANG MENGALAH!! PADAHAL SELALU DIA YANG MEMICU KERIBUTAN!! DIA INI BIANG ONAR SEBENARNYA!! DASAR GADIS GILA!!” bentak Hanna yang membuat Abi sontak saja terkejut mendapat teriakan nyaring dekat ditelinganya.
Selang beberapa menit berlalu, begitu mereka berdua telah berhasil dipisahkan, mereka pun tampak masih saling melempar tatapan penuh amarah dengan rambut kacau seperti orang yang sudah tersengat listrik.
“sudah baikan?
Ini minum dulu.” Ucap Abi seraya memberikan gelas yang sudah ia isikan air mineral pada kekasihnya.
Meski masih terasa emosional, namun Hanna mencoba berusaha meredam amarahnya lalu memutuskan pandangannya pada Nayeon. Dan menerima air mineral yang diberikan oleh Abi.
“Jadi apa yang mau kau tonton?
Jangan horror ya, genre romcom juga gak kalah serunya kok.” Bujuk Abi saat Hanna masih menikmati segarnya air mineral yang mengalir dikerongkongannya.
Sementara itu disisi lain pun, tampak Franky menyodorkan air mineral pada Nayeon yang kini telah berhenti menatap Hanna dan beralih membawa pandangannya ke sembarang arah dengan emosi yang masih belum bisa ia redam sepenuhnya.
“dimana Ahreum?” tanya Ansell yang baru kembali bergabung diantara mereka, sontak saja semua yang berada dikursi pun menoleh ke arahnya.
“Ahreum sudah masuk ke dalam.” Respon Franky yang mewakili keseluruhan temannya.
“kalian habis kesambar petir?” celetuk Ansell seraya menaikan 1 alisnya saat melihat keadaan Hanna dan Nayeon yang tampak kacau balau. Sebelum melenggang pergi meninggalkan area pekarangan belakang Villa, dan masuk ke dalam untuk mencari istri mungilnya.
“ayo kak Abi.” Ajak Hanna seraya beranjak dari kursi kemudian menarik lengan kekasihnya, setelah menaruh gelas yang sudah habis terkuras olehnya.
“YAK! Kau tak ingin minum dulu?!” seru Nayeon kala Hanna dan Abi telah melangkahkan kakinya.
(Minum disini dalam artian alcohol ya, bukan air mineral hahaa).
Mendengar lengkingan suara yang memekakan telinganya, Hanna pun lantas kembali berbalik dan menatap tajam kedua mata Nayeon yang tengah memelototinya.
__ADS_1
“KAU FIKIR AKU SUDI MINUM DENGANMU!! SETELAH APA YANG KAU LAKUKAN PADAKU!!” geram Hanna yang hendak kembali adu jotos dengan Nayeon, namun dengan sigap Abi menahan tubuhnya dan mencoba menyeretnya pergi dari area tersebut sebelum terjadi baku hantam sesi kedua diantara kekasihnya dan karibnya itu.
“sudah cukup Nay, kau kenapa sih?
Dari tadi emosian mulu, nih minum lagi.” Ucap Franky yang kembali mengisi gelas Nayeon dengan air mineral kemudian menyodorkannya lagi pada Nayeon.
“gak mau, berikan aku minumannya (alcohol). Tadi kau simpan dimana?!” pekik Nayeon seraya celingak celinguk mencari keberadaan minuman yang ia cari.
“ada dikotak pendingin itu, tapi kurasa kau tak boleh minum Nay.” Sahut Franky.
“kenapa?!” tanya Nayeon ngegas.
“kau benar-benar tak bisa mengendalikan dirimu saat mabuk.” Imbuh Franky.
“aku gak perduli!! Mana minumannya, bawa kemari!!” perintah Nayeon yang sudah seperti memerintah pada pelayannya sendiri.
Franky pun hanya bisa menggeleng kepala dan menghela nafas dalam sebelum beranjak dari kursi dan menarik langkah menuju kotak pendingin tempat dimana beberapa alcohol disimpan.
“kau yakin?” tanya Franky yang ingin kembali memastikan sebelum membuka tutup botol alcohol yang kini sudah berada dalam genggamannya.
“Iya yakin sekali!! Cepat buka!!” seru Nayeon yang sudah tak sabar ingin meneguk alcohol dan membawa dirinya melayang ke alam bawah sadar.
***
“apa yang kau lakukan disini?” tanya Hanna begitu ia bergabung dan duduk disebelah Ahreum sedangkan Abi duduk di single sofa sembari ikut menikmati siaran televisi dihadapannya.
“memangnya kau tak lihat apa yang sedang aku lakukan sekarang?!” ketus Ahreum yang masih tampak merajuk.
“Ciihh.. gitu aja ngambek. Kau tak ingat tadi sore juga kau ngisengin aku mulu.” Timpalnya seraya menaikan kedua kaki ke atas sofa lalu menyilangkannya dan melipat tangan diatas dadanya.
“ngapain kau kesini? Jadi, mau nonton film birunya?” celetuk Ahreum yang membuat Abi terhentak dan terbatuk seketika kala Ahreum bicara begitu entengnya.
“uhuukk..uhuukk..”
“huuh.. tak kusangka ternyata kak Abi pria yang seperti itu.” lanjut Ahreum seraya beranjak dari sofa berniat meninggalkan kedua karibnya.
Namun dengan cepat Hanna menahan lengan Ahreum hingga Ahreum pun kembali terduduk ditempatnya semula. Ahreum pun lantas menoleh dengan tatapan penuh tanda tanya.
__ADS_1
“mau kemana? Kukira tadi Ansell mencarimu.” Kata Hanna yang masih ingin mengobrol dengan karibnya itu.
“tenang saja, aku bukan orang yang tidak pengertian, kalian mau bermesraan kan disini?! Aku mau menyemil buahku didapur aja bersama dengan kak Bona dan yang lainnya.” Ujar Ahreum seraya kembali bangkit dari sofanya dengan membawa piring kecil yang berisikan beragam potongan buah segar.
“yak! Ahreum, kau tidak penasaran dimana suamimu? Kurasa tadi dia sudah masuk ke dalam.” Kata Hanna lagi yang menaikan nada suaranya sebab Ahreum tampak tidak tertarik dengan pembahasan keberadaan suaminya.
Sementara itu Abi terlihat celingak celinguk mencoba mencari sosok Ansell yang menghilang entah kemana.
“mungkin dia sedang menerima panggilan telfon, memangnya apa yang kau fikirkan?” celetuk Ahreum seraya menarik langkah menjauh dari ruang tamu.
“hmm..” Rihanna menggeleng kepala seraya menatap kepergian karibnya itu yang melangkah menuju dapur.
“sepertinya ada yang aneh, aku akan mencari Ansell dulu sebentar.” Ucap Abi seraya beranjak dari sofa dengan pandangan yang tak pernah henti menelusuri setiap sudut ruangan.
“tidak perlu! Mungkin benar apa kata Ahreum, dia hanya sedang menerima telfon. Berhentilah mengkhawatirkan atasanmu, bukankah kita kesini untuk menghabiskan malam bersama sebelum kakak pergi dinas ke luar negeri?!” dumel Hanna sebal lantaran kekasihnya itu selalu saja memikirkan atasannya bahkan saat diluar jam kantor.
“tapi Hanna..” bantah Abi, namun melihat Hanna yang langsung memolotinya tanpa ampun membuat dirinya akhirnya menghembuskan nafas dan menyerah, kemudian berjalan lalu mendudukan bokongnya disamping kekasihnya yang masih tampak merajuk.
Abi memiringkan duduknya ke arah Hanna, perlahan ia mengangkat tangannya kemudian menyingkirkan beberapa helai rambut Hanna yang tak terikat, dan diapitkannya ke belakang telinga Hanna lengkap dengan tatapan lembutnya.
“Hanna.. maukah kau berjanji 1 hal padaku?” tanya Abi begitu helaian rambut Hanna sudah tak lagi menghalangi pipinya yang mulus.
Hanna pun lantas menoleh untuk menanggapi pertanyaan Abi. “Janji?” ulang Hanna.
Abi pun mengangguk disertai senyum hangatnya membuat Rihanna kebingungan untuk menjelaskan situasi serius yang terjadi saat ini.
“Janji apa?” lanjut Hanna.
Abi kembali mengangkat tangannya dan diletakannya disamping wajah Rihanna, ia mengusap pipi Hanna lembut dengan ibu jarinya.
“Jika suatu saat nanti perasaanmu berubah, tolong beritahu aku lebih dulu. Beritahu aku juga saat hatimu mulai goyah entah karena ada yang lain yang lebih baik dariku, atau kau mulai merasa bosan denganku.
Tentu sudah pasti aku akan sedih saat perasaanmu berubah, tapi hatiku akan jauh lebih sakit bila aku tak tahu apa-apa. Jadi..”
Belum sempat Abi meneruskan kalimat yang ia rangkai sedemikian rupa dalam benaknya, Hanna melingkarkan kedua tangannya di tengkuk Abi kemudian menariknya hingga bibir mereka pun saling bertabrakan, hal itu sontak saja membuat Abi membelalakan kedua matanya lantaran terkejut dengan aksi tak terduga yang Hanna lakukan padanya.
Awalnya ia ragu, sebab dirinya tahu jika kekasihnya itu sangatlah berbeda dengan pria-pria yang pernah ia kencani sebelumnya. Namun ia tetap memberanikan diri untuk membungkam mulut Abi dengan cara menciumnya.
__ADS_1
***