
“kurasa kita salah jalan, jalan ini menuju ke jurang.” Ucap Ahreum seraya menghentikan langkahnya seraya menyoroti sekelilingnya dengan lampu senter yang ada diponselnya.
“masa sih, aku yakin sekali kok ini jalan yang benar, duuhh.. aku udah ga tahan nih.” Bantah Prilly sembari memegangi perut dan bokongnya.
“iya, kita salah jalan prill, pasti ada yang mengubah papan nama didepan, ayo, lebih baik kita kembali lagi ke jalan utama aja.” Ajak Ahreum kemudian memutar balik tubuhnya dan pergi lebih dulu untuk memimpin jalan.
“augghh!! Kamvrett ada-ada aja sih, orang pake iseng mainin papan nama!” gerutu Prilly yang terpaksa kembali berjalan dan menahan rasa mules yang tiada henti menyerang perut dan bokongnya.
Namun ketika mereka berdua baru saja berjalan 2 langkah, tiba-tiba saja seorang pria muncul dari arah depan sembari merentangkan kedua tangan lengkap dengan pandangan mesumnya yang tak hentinya menggerayangi kedua tubuh gadis yang tengah berada dihadapannya itu.
“HHHHHAAAAAA!! Ayoo mau kemana manis?”
Membuat kedua gadis itu mundur beberapa langkah.
“astaga! Itu apaan Ahreum.” Bisik Prilly seraya memegangi lengan Ahreum karena saking takutnya dengan pria aneh tersebut.
Sementara itu Ahreum yang tampak mencoba tenang, ia menggiring Prilly untuk mundur secara perlahan.
“bagaimana? Siapa yang mau ikut dengan om? Tenang aja, om ga akan serakah kok, om cuma mau 1 orang aja.” Lanjut pria cabul itu seraya berjalan mendekati para gadis, dan perlahan menurunkan risleting jaketnya.
“yang belakang boleh tuh, gemoy-gemoy gitu. Om suka, om suka hehehe. Ikut dengan om yuk, nanti om beliin jajan.” Bujuknya, seakan tengah membujuk seorang bocah berumur 5 tahun.
Brroootthh!! Terdengar suara kentut dari belakang tubuh Prilly, membuat langkah pria cabul itu terhenti seiring dengan perubahan raut wajahnya yang kini mengerut.
“aughh!! Bau sekali kentutmu.” Celetuk pria tersebut seraya mengibaskan tangan didepan wajahnya.
Melihat ada kesempatan untuk kabur, Prilly pun berniat untuk melarikan diri, namun sebelum itu, dengan teganya Prilly mendorong tubuh Ahreum pada lelaki cabul itu. Karena jika tidak mengorbankan temannya mungkin pria cabul itu akan kembali mengejar mereka, mengingat kondisi perutnya tidak memungkinkan sepertinya akan sulit berlari normal nantinya.
Jadi pada akhirnya ia hanya akan mengorbankan temannya agar bisa terbebas dari situasi menjijikan itu.
“maafkan aku Ahreum.” Gumam Prilly seraya berusaha berlari secepat yang ia bisa, sementara itu dengan sigap sang pria cabul menangkap tubuh kecil Ahreum. Lalu menarik lengannya pergi dari tempat tersebut.
“aughh sh**itt!! Lepaskan aku!” pekik Ahreum yang mencoba melepas genggaman erat pria cabul terus yang terus menariknya masuk ke dalam hutan.
“YAK!! lepaskan aku, TOLONG!!” teriak Ahreum yang membuat pria cabul itu terkejut kemudian menarik tubuhnya hingga kini posisinya berada didepan pria cabul seraya mengeluarkan sebilah pisau dan mendekatkannya tepat ke leher Ahreum, hingga membuat nafas Ahreum terhenti sesaat karena saking terkejutnya mendapati situasi yang mengerikan tersebut.
__ADS_1
“jika kau tidak bisa diam, aku akan memotong lehermu secara perlahan, agar kau merasakan rasa sakit yang cukup lama dan tak tertahankan. Hehe.” Bisiknya.
Begitu Ahreum mulai tenang pria cabul itu pun mendorong kasar tubuh Ahreum hingga tersungkur membentur bebatuan kecil.
“aarghh..” ringis Ahreum.
Tak cukup sampai disitu sang pria cabul pun menarik langkah cepat menuju keberadaan Ahreum kemudian menjambak rambutnya hingga kepalanya pun ikut tertarik ke belakang.
“meskipun kau ga segemoy temanmu yang tadi, tapi setelah ku lihat-lihat kau ternyata lebih cantik darinya. Hidungmu yang mancung, bibirmu yang pink dan kedua mata..” belum sempat ia menuntaskan kalimatnya, sekilas telinganya seolah menangkap suara langkah yang tengah menuju padanya hingga membuat tatapannya pun beralih memutar ke belakang untuk melihat siapa yang datang mengganggu konsentrasinya tersebut.
“Ansell..” ucap Ahreum saat melihat suaminya kini tiba-tiba saja muncul dihadapannya.
“aku.. belum terlambatkan?” respon Ansell lengkap dengan senyum hangatnya dan nafas yang masih belum stabil usai berlarian kesana kemari mencari keberadaan istri mungilnya.
Melihat kedatangan Ansell, pria cabul tersebut dengan cepat mengangkat tubuh Ahreum dan memposisikan Ahreum tepat didepan ia berdiri seraya mendekatkan pisau kecil ke leher Ahreum untuk membuat Ansell berhenti berjalan ke arahnya.
“TETAP DISANA! JIKA TIDAK, AKU AKAN MEMOTONG LEHER GADIS INI!” teriak pria cabul tersebut seraya menekan pisaunya lebih dalam hingga membuat leher Ahreum berdarah.
“arggh..” Ahreum kembali meringis kala tajamnya pisau mulai menyayat lehernya yang mulus.
“HHAHAHA!! Ternyata gadis kecil ini adalah istrimu! Tapi bagaimana dong, mulai malam ini dia akan menjadi milikku!” ocehnya yang semakin membuat emosi Ansell tak terkendali hingga ia pun hendak berlari menghampiri keduanya.
“Ansell!!” cegah Rihanna yang baru saja datang seraya menahan lengan Ansell, kemudian menggeleng kepala tanda ia melarang Ansell bertindak gegabah.
“AUGHH SHI***TTT!! YAK!! JIKA KAU MEMBUAT GERAKAN SECARA TIBA-TIBA LAGI, AKU AKAN MEMBAWA ISTRI KECILMU INI MELOMPAT!!” ancamnya seraya menunjuk kearah jurang dengan sorot matanya yang letaknya tidak terlalu jauh dari keberadaan mereka berdiri.
“bagaimana?! Kau akan membiarkan kita berdua pergi atau kau ingin aku melompat dengan istrimu?” lanjut pria cabul tersebut yang tak ingin menyerah pada tujuan awalnya, yaitu mendapatkan gadis mungil yang kini tengah menjadi sanderanya, seraya mencoba mundur selangkah demi selangkah mendekati tepi jurang.
“do you have a gun?” tanya Rihanna seraya melirik ke arah Ansell.
“ya.” Sahut Ansell.
“Listen up!
__ADS_1
I'll try to take off my clothes to distract him.” Lanjut Hanna lagi yang membuat pria cabul itu mengernyitkan keningnya karena tidak mengerti apa yang sedang gadis itu bicarakan.
“and when he's off guard, you step on his feet. Ahreum!” tambah Hanna seraya mengalihkan pandangannya pada Ahreum, Ahreum pun mengangguk pelan menandakan jika ia mengerti akan rencana karibnya tersebut.
“and you, shoot his hand! oke.” Pungkas Rihanna lagi yang mulai bersiap untuk membuka risleting jaket milik Bennedict yang dipakainya kini.
“YAK!! APA KALIAN SEDANG MEMPERMAINKANKU!!” geram pria cabul tersebut yang mulai merasa ada yang tidak beres.
“aughh!! Sepertinya disini gerah sekali..” keluh Hanna yang kemudian melepas jaket milik Bennedict secara perlahan hingga membuat pria cabul itu merasa terangsang.
Tak cukup dengan melepas jaket, Hanna pun berlanjut menurunkan celana trainningnya.
“auughh.. aughhh aku harus bagaimana dong panas sekali disini.” Dumelnya lagi seraya melempar celana trainningnya ke sembarang tempat dan menunjukan gerakan yang mampu membuat pria cabul itu merasa tidak tahan, yang akhirnya melonggarkan cengkraman kuatnya dari tubuh Ahreum.
Jangan salah ya paham guys, Rihanna ga telan**jang bulat kok, ingat? Rihanna masih memakai baju minimnya.
Selagi pria cabul itu lengah dengan terus menatap tubuh semok Rihanna yang kini kembali dengan dress mini nya. Diam-diam satu tangan Ansell menjalar ke belakang tubuhnya untuk meraih pistol yang ia sembunyikan di saku celananya.
“AARGGGHH!!” sesuai rencana Ahreum pun menginjak kaki lelaki tersebut dengan segenap kekuatan yang ia miliki, hingga membuat pria cabul itu melepas Ahreum dan beralih memegangi kakinya.
Tepat saat Ahreum hendak melangkahkan kakinya menjauh dari pria cabul tersebut, dengan cepat jemarinya menyambar kunciran rambut Ahreum.
Bersamaan dengan itu Ansell pun menembakan 1 peluru kearah lengan pria cabul tersebut hingga membuatnya sempoyongan dan menjatuhkan pisaunya.
Hingga akhirnya Ahreum pun kembali terlepas dari cengkraman kuat pria cabul tersebut, ia pun berlari dengan senyuman merekahnya kearah suaminya, lalu memeluknya erat dengan melepaskan rasa takut yang sedari tadi ia rasakan.
Sementara itu Hanna yang merasa tugasnya telah selesai, ia pun berniat untuk kembali memungut celana training dan memakainya lagi.
Disaat ketiganya merasa sudah aman, pria cabul itu kembali bergerak lalu bangkit secara tiba-tiba dan berlari secepat kilai kearah berdirinya Ahreum dengan menodongkan sebilah pisau yang hendak menusuknya dari belakang.
Sontak hal itu membuat Hanna yang baru saja memasukan satu kakinya melongo dan begitu terkejut dengan serangan mendadak dari pria cabul tersebut.
"HIYAAAAAAA!!!"
__ADS_1
Bersambung...
***