Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO

Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO
Episode 202


__ADS_3

Sebelumnya..


Disaat yang lainnya berlarian keluar menyelamatkan diri, Ahreum tampak tenang menuruni tangga selangkah demi selangkah dengan pandangan tajam yang mengarah pada lelaki yang tengah meringis kesakitan itu.


“dimana orang yang membunuh temanku Rene!” tanya Ahreum seraya menginjak salah satu kaki pria berotot tersebut dengan kekuatan penuh hingga membuat pria itu pun berteriak histeris.


“Aaarggghh!!”


Kreeekkk!! Terdengar suara retakan yang ditimbulkan dari kaki pria yang sudah tak berdaya itu.


“aku.. aku tidak tahu.. bukan aku yang membunuhunya!” elak pria tersebut disela rintihan rasa sakit yang semakin melemahkan tubuhnya.


Bersamaan dengan berakhirnya kalimat yang dilontarkan pria itu, satu tendangan mematikan pun mendarat diarea pipinya yang membuat tubuh gempalnya ikut terdorong ke sisi lain, hingga rembesan darah segarpun kini mengalir dari sudut bibirnya.


“uhuukk.. uhuukkk..” pria itu terbatuk dengan cairan darah yang terus saja mengalir melumuri area bibirnya yang tebal.


Belum puas sampai disitu, kini kaki mungil Ahreum berpijak diatas dada bidang pria tersebut yang membuat pria itu kesulitan mendapat asupan oksigen seiring dengan tekanan yang luar bisa Ahreum berikan pada pria yang sudah tak memiliki tenaga untuk berontak.


“ba.. bagaimna?”


“kau terkejut?


Hhhaaha!! Aku.. bisa membuatmu mati secara perlahan. Ini hukumanmu karena kau sudah melukai kedua temanku.” ucap Ahreum yang mencoba mengerahkan seluruh tenaganya untuk mematahkan tulang rusuk yang dimiliki oleh pria gempal itu.


“aku minta maaf.. aku minta maaf.. aku janji akan membayar kembali  apa yang telah ku lakukan pada temanmu, tapi tolong ampuni aku.” Rintihnya disela rasa sakit yang kian meremukan sekujur tubuhnya.


“oke!” sahut Ahreum yang langsung menyingkirkan 1 kakinya dari dada pria yang kini tengah terbatuk-batuk.


“bawa aku pada bos mu!” lanjut Ahreum disertai senyum dan tatapan menyeringai layaknya seorang psycho pada umumnya.


“tidak.. uhuukk.. uhuukk.. aku tidak mengerti.” Respon pria tersebut yang mencoba bangun dengan tenaga sisa yang ia miliki.


“bukankah seharusnya kau memintaku untuk melepaskanmu, alih-alih memintaku membawamu pada bos ku.” Ocehnya lagi seraya memegangi bagian dadanya yang masih terasa sedikit ngilu.


“ciihh!!


Hahhaaa!! Yak! Jika ingin kabur, aku sudah melakukannya sejak tadi. Tol**ol!!” ejek Ahreum seraya memutar kedua bola matanya dan melipat kedua tangan diatas dadanya.

__ADS_1


“kau gadis yang tidak takut mati rupanya!” timpal pria tersebut seraya mencoba berdiri meski area sensitivenya masih terasa nyut-nyutan.


“aahh sudahlah, berhenti mengoceh!


Aku akan membiarkanmu menangkapku, dan menerima pujian dari atasanmu. Sebagai gantinya kau harus benar-benar bisa membawaku pada atasan aslimu. Mengerti!!


Jika tidak, aku akan kembali mencarimu, lalu memecahkan lato-latomu seperti tadi aku menekan dada bidangmu itu!!” Perintah Ahreum seraya melirik ke area lato-lato milik pria tersebut, hingga membuat pria itu pun dengan sigap melindungi area sensitivenya dengan kedua tangan besarnya.


***


Setibanya Clay dipekarangan hotel, mata elangnya langsung bisa menemukan keberadaan gadis bernama Ahreum yang kini tengah dibawa oleh salah satu pria bertubuh besar itu.


Ahreum yang terlihat tak sadarkan diri itu pun dimasukan ke dalam sebuah mobil berwarna hitam. Mereka pun bergegas menuju kursi masing-masing lalu pergi menjauh dari area pekarangan hotel, setelah tugas menangkap Ahreum selesai.


“si**al!!” umpat Clay kala dirinya mendapati telah tertinggal selangkah oleh para gangster tersebut.


Belum lama mobil hitam yang membawa Ahreum pergi, muncul 1 mobil yang baru saja memarkirkan mobilnya diarea pekarangan hotel.


Dengan tergesa-gesa dirinya pun turun kemudian berlari menuju lobi hotel.


Hal itu membuat Clay penasaran lalu mengikuti pria yang kini tengah berlarian masuk ke dalam hotel.


“maaf tuan, untuk sementara ini kami tidak bisa menerima tamu terlebih dahulu.” Ucap salah seorang karyawan tersebut yang langsung menghampiri pria yang baru saja masuk yang tak lain adalah Arya.


“tidak.. tidak.. saya tidak ingin memesan kamar. Hanya saja, apa anda pernah melihat gadis ini, Ahreum Nathania.” Respon Arya sembari merogoh ponselnya kemudian menunjukan foto gadis cantik nan mungil yang bernama Ahreum.


Mendengar nama Ahreum disebut sontak saja Clay pun ikut terhentak dan mengangkat 1 alisnya.


“kau mengenal nona Ahreum?” sambar Clay yang membuat Arya pun kini memutar tubuhnya untuk menanggapi pertanyaan seseorang yang berada dibelakang tubuhnya.


“Iya.. iya kurasa gadis itu yang tadi dicari oleh orang-orang seram itu pak. Mungkin dia juga sudah dibawa pergi, kami pun sudah melaporkan kejadian ini pada pihak polisi.” Timbrung karyawan yang bernama Karin yang ikut bergabung ditengah percakapan serius tersebut setelah melihat sekilas foto yang berada dilayar ponsel Arya.


“siapa kau?!” tanya Arya lengkap dengan tatapan menyelidiknya kemudian kembali memasukan ponselnya ke dalam saku jasnya.


“saya Clay polisi yang ditugaskan pak Bennedict kakak laki-laki dari nona Ahreum untuk menjaganya. Kalau begitu ayo cepat!!


Kita tidak punya waktu, mereka sudah pergi 5 menit yang lalu.” Seru Clay yang kemudian mengambil langkah pertama mendahului Arya.

__ADS_1


Didalam mobil yang dikendarai oleh Arya, Arya pun memberikan ponselnya pada Clay yang telah kembali terkoneksi pada lokasi gps Ahreum terkini.


“lokasi gps dari ponsel nona Ahreum setiap 5 menit sekali.” jelas Arya yang membuat Clay pun langsung menatap layar ponsel Arya dengan tatapan serius sebelum memulai mengomandokan ke arah mana mereka pergi.


***


Dilokasi yang tidak diketahui alamat pastinya. Tampak Ahreum tengah terbaring diatas ranjang dengan kedua matanya yang tertutup rapat oleh kain hitam juga kedua tangan dan kakinya yang diikat kencang sehingga membuatnya tak bisa berkutik.


Sebenarnya ia sudah siuman sejak beberapa menit yang lalu, namun ia memutuskan untuk tetap berpura-pura tidur dan menunggu waktu yang tepat untuk bertindak.


Sampai..


Ceklek.. suara pintu berbunyi yang disusul dengan suara langkah sepatu heels yang menghantam area permukaan lantai marmer tuk.. tuk.. tuk semakin jelas terdengar seiring dengan langkahnya yang terus mendekat ke area ranjang.


“apa dia sudah terbangun?” tanya seseorang yang suaranya tampak familiar ditelinga Ahreum.


“belum bos, mungkin pengaruh obat bius itu sangat kuat hingga membuatnya tertidur selama berjam-jam.” Jawab anak buahnya yang terdengar seperti suara lelaki dengan kisaran umur 30 tahunan.


“oke bagus!


Minta Lilian untuk merias dan memakaikan dia gaun yang sangat cantik, setelah itu bawa dia ke kamar nomor 77. Tua Bangka itu sepertinya sudah tidak sabar ingin menikmati tubuh istri dari mantan atasannya yang sudah memecatnya secara tidak hormat. Hahhaa!!” perintahnya yang kemudian pergi setelah puas memandangi tubuh Ahreum yang masih terbaring diatas ranjang.


“siap bos!!


Amm.. tapi bos.. Sebelum itu bolehkan saya mencicipinya sedikit.” Pintanya ragu-ragu, yang membuat wanita tersebut perlahan memutar tubuhnya dan menatap tajam anak buahnya itu.


“Aku akan membuatmu tidak bisa menikmati indahnya ber**cin**ta kembali, jika kau berani menyentuhnya secuilpun. MENGERTI!!” bentak wanita tersebut lengkap dengan sorot mata mengintimidasinya yang membuat anak buahnya itu gemetar seketika.


“ba.. baik bos!” sahutnya terbata.


…..


Begitu bos wanitanya pergi ia pun langsung memutar tubuhnya dan berjalan mendekati tubuh Ahreum yang masih tak bergeming diatas ranjangnya.


“aissh!! Sayang sekali, padahal dia benar-benar typeku. Meski tubuhnya tidak segemoy bos Cassandra tapi wajahnya sangat menarik dan membangkitkan bi**rahiku!!”


Mendengar nama Cassandra disebut oleh lelaki itu sontak saja Ahreum terhentak, ternyata dugaannya benar dalang dibalik rentetan insiden buruk yang selalu terjadi adalah Ilona yang kini telah berganti nama menjadi Cassandra.

__ADS_1


***


Bersambung…


__ADS_2