
Dikediaman Elios Gavriel.
Terlihat Xena sedang menonton sendirian diruang tamu sembari memeluk dan menyemil makanan ringan yang sudah ia persiapkan sebelum hendak menikmati harinya dengan menonton siaran kartun favoritenya.
“krauukk.. krauukkk..” terdengar nyaring suara Xena kecil yang tengah mengunyah makanan ringannya hingga membuat ayahnya yang baru saja turun dari tangga pun sedikit terusik.
“Nana.. kau masih disini nak?
Tidak jadi liburan dirumah Oma?” tutur sang ayah seraya berjalan santai menuju ruang tamu kemduain duduk disamping putri semata wayangnya itu.
“hmm.. engga yah.. lagi pengen sama ayah aja disini. Ayah shift malan kan hari ini?” sahut Xena seraya melirik ke pinggir sejenak sebelum kembali memfokuskan pandangannya pada layar televisi yang tengah menayangkan kartun spongebob.
“begitu ya. Kenapa?
Biasanya semangat sekali kalau libur sekolah suka minta langsung diantar ke rumah Oma.” Respon Elios seraya mengusap lembut bagian atas kepala Xena lengkap dengan senyuman hangatnya yang mengarah pada sisi wajah putrinya yang tengah asyik menyemil itu.
“lagi ga suka Oma aja sekarang.” Celetuknya masih dengan pandangan lurus ke depan.
“loh kenapa nak?” sahut Elios seraya mengerutkan dahinya.
“Oma selalu melarangku bermain dengan Nining, cuma karena Nining berasal dari panti asuhan. Katanya Nining ga cocok menjadi temanku. Itu benar-benar menyebalkan, ayah.” Adunya seraya memanyun-manyunkan bibirnya.
Elios pun tersenyum dan kembali membelai kepala putrinya dengan penuh kasih sayang untuk menenangkan emosi putri kecilnya itu.
“Nanaa gak boleh gitu nak, walau bagaimana pun Oma kan ibu dari Bundanya Nanaa. Mungkin Oma ingin memberikan yang terbaik untuk Nana dengan sedikit membatasi ruang lingkup pergaulan Nana seperti itu.” tutur ayahnya lembut dengan diiringi senyuman hangat seperti biasanya yang membuat siapa saja akan merasa nyaman berada didekatnya.
“sama seperti perjodohan ayah dengan bunda dulu?
Apa itu hal yang terbaik untuk ayah dan bunda?”
Elios membulatkan kedua matanya seketika saat Xena tiba-tiba saja membahas hal yang tak pernah ia duga.
Bagaimana mungkin Xena bisa mengetahui latarbelakang dari pernikahannya dengan Arrabella istrinya, hal yang sama sekali tak pernah ia duga.
“amm.. aku tak sengaja menguping pembicaraan Oma dan Oppa.” Akunya yang kemudian menyudahi menyemil serta beranjak dari kursinya dan mengelap jemarinya dengan tisu basah yang berada diatas meja, sebelum meraih gelas yang berisi air mineral dan kembali duduk dengan nyaman disamping ayahnya.
“Nanaa, ayah sudah pernah bilang bukan, jika menguping itu adalah yang tidak terpuji. Terlebih lagi menguping pembicaraan orang dewasa.” Tegur ayahnya masih dengan nada yang sama sembari kembali membelai kepala Xena yang sedang mengaliri kerongkongannya dengan air.
__ADS_1
“lalu.. apa berbohong juga perbuatan yang terpuji ayah?” sahut Xena seraya melirik tajam ke arah ayahnya setelah meneguk habis air mineralnya, membuat Elios lagi-lagi terperanjat.
“ayah berbohong tentang kedekatan ayah dengan tante Ahreum. Dan juga.. alasan tante Ahreum ga bisa ikut dengan kita ke pernikahan om Ansell itu bukan karena tante Ahreum ada kegiatan dikampusnya. Tapi karena hari itu adalah hari pernikahan tante Ahreum dan om Ansell.” jelasnya yang membuat Elios terenyuh.
“kenapa ayah lakukan hal tak terpuji seperti itu?
Kenapa ayah bisa menyukai perempuan yang menjadi istri om Ansell?!” Xena meninggikan suaranya untuk menyelipkan kekesalan yang sedari tadi ia pendam seraya meremas gelas yang berada dalam genggaman tangan mungilnya.
“kemarin Nana pura-pura tidur?” sahut Elios masih dengan raut wajah lembutnya seraya mengusap pipi mulus putrinya dengan punggung jari telunjuknya.
“Nana memang masih kecil ayah, tapi Nana ga bodoh, kenapa ayah ngelakuin ini ke Nanaa? Padahal Nana udah seneng banget sama tante Ahreum, baru kali ini ada tante yang memperhatikan Nana juga.
Ga seperti tante-tante lainnya yang hanya menyukai ayah dan ngeliat ke ayah aja. Mereka cuma pura-pura perhatian sama Nana. Padahal kalau ga ada ayah tante-tante itu selalu nyuekin Nana. Hikkksss.. hikksss..” tangisnya pun pecah kala mengingat ketulusan dan kehangatan Ahreum pada dirinya.
Meski baru beberapa kali bertemu, namun gadis kecil itu tampak merasakan sekali ketulusan dan kehangatan Ahreum yang benar-benar menyayanginya.
Tidak seperti wanita-wanita yang selalu mendeketi Elios, yang hanya melihat ke arah Elios saja dan mengabaikan Xena.
Elios pun mengambil alih gelas yang sedari tadi berada dalam genggaman tangan mungil Xena lalu meletekannya ke meja.
Sebelum akhirnya mengangkat ketiak Xena kemudian mendudukan bokongnya dikedua pahanya dan memeluknya hangat seraya mengusap bagian belakang kepala Xena dengan penuh kasih.
ayah tak bermaksud mematahkan harapanmu. Hanya saja ayah juga tidak bisa melakukan apa-apa. Ketika ayah tahu kalau tante Ahreum adalah wanita yang sudah dijodohkan dengan om Ansell sedari dulu oleh kakek dan nenekmu.
Ayah juga baru mengetahui hal itu sehari sebelum pernikahan tante Ahreum.” jelas Elios ditengah isak tangis putrinya yang semakin menjadi-jadi karena merasa telah dikhianati oleh ayahnya sendiri.
“hikkksss.. hikkksss… hikkssss…”
Elios hanya bisa terus mengelus bagian punggung putrinya karena tak ada kata-kata yang bisa menghibur putrinya saat ini selain dengan membiarkannya melepaskan rasa sakit itu dengan tangisan nyaringnya.
***
Kita kembali ke area parkiran resto yang sebelumnya menjadi tempat makan siang 2 pasangan itu.
Didalam mobil yang dikendarai oleh Abi, dan tentunya yang kini duduk disampingnya adalah Rihanna yang tengah memasang safety belt ke tubuhnya.
Sementara itu dikursi belakang ada Ahreum dan Ansell yang juga tengah memasang sefaty beltnya.
__ADS_1
“kemana kita sekarang nona Ahreum? aparteman?” tanya Abi setelah menyalakan mesin mobil.
“yak! kenapa kau bertanya padanya, memang dia bos mu?!” timpal Ansell dengan nada ngegas seperti biasanya seraya menendang kursi pengemudi.
“astagaa, santai aja dong ngegas mulu lu!” bela Rihanna seraya menengok ke belakang.
“yak! aku tak setuju kau berkencan dengan wanita ini Abi. Sebaiknya kalian putus sekarang juga, atau kau akan terkontaminasi olehnya.” Dumel Ansell dengan balasan tatapan lebih tajam
“sudah-sudah, kalian ini bertengkar terus, jadi mau kemana sekarang?” kata Abi lagi seraya memutar tubuhnya ke belakang dan menatap Abi serta Ahreum secara bergantian untuk mendapatkan jawaban dari keduanya.
“amm.. “ lain hal nya dengan Ahreum yang malah menyahut Abi dengan dehaman panjang seakan ia tengah berfikir, Ansell langsung menimpalinya dengan tujuan yang dikehendakinya “aparteman.”
“tunggu..” timbrung Rihanna kala ponselnya berdering didalam tas kecilnya.
“apa yang kau tunggu! Cepat ke aparteman sekarang, aku mau mandi!” tukas Ansell tajam karena Abi masih belum melajukan kendaraannya.
Dengan hembusan nafas kasarnya akhirnya Abi pun menginjakan gas dikakinya segera mobil yang mereka tumpangipun keluar dari area pekarangan resto.
“tumben gadis ini menelfonku.” Gumam Hanna sebelum memutuskan untuk menerima panggilan tersebut.
“halo, ada apa?!” ketus Hanna.
“siapa?” tanya Ahreum yang penasaran sembari mencondongkan tubuhnya ke depan.
“duduk yang benar!” kata Ansell seraya mendorong dahi Ahreum dengan telapak tangannya hingga membuat tubuh Ahreum pun kembali bersandar dikursinya.
“ciiihh..” dengus Ahreum.
Melihat lengan baju training Ahreum yang kepanjangan Ansell pun menghela nafas kasarnya sebelum meraih tangan Ahreum dan mencoba menggulungkan baju training miliknya yang kini tengah dikenakan oleh istri mungilnya itu.
“APA!! bagaimana mungkin, dasar lelaki breng***!!”
Mendengar umpatan kasar dan nyaring yang keluar dari mulut gadis yang tengah menerima panggilan telfon itu, sontak ketiganya pun langsung melirik ke arah Rihanna dengan tatapan terkejutnya.
“jangan kemana-mana! Aku kesana sekarang!” tandasnya seraya mengkhiri percakapan singkatnya kemudian memasukan kembali ponsel ke dalam tas kecilnya dengan emosi yang menggebu-gebu.
“putar balik! Kita ke Lode wood sekarang!” perintah Rihanna pada Abi yang dibalas dengan kernyitan kening. Karena tentu saja ia tidak mengerti kenapa tiba-tiba saja Rihanna ingin ke Lode wood.
__ADS_1
Bersambung...