Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO

Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO
Episode 56


__ADS_3

“Ansell! Apa yang..” belum sempat menyelesaikan kalimatnya Ahreum kembali disuguhkan oleh sebuah hal yang sangat mengejutkan.



Tampak Ansell tengah terduduk disudut dapur seraya menutup wajahnya dengan kedua tangan yang penuh dengan darah segar yang mengalir dari telapak tangannya, keyakinan terbesar saat ini adalah Ansell melukai dirinya sendiri dengan pecahan kaca yang disekelilinganya.


Tapi kenapa?! apa yang sebenarnya terjadi dengannya, fikir Ahreum seraya perlahan mendekati Ansell yang terlihat sangat kesakitan dalam isak tangisnya.



“Ansell, sadarlah, apa yang kau lakukan?!” ucap Ahreum dengan meninggikan nada suaranya diakhir kalimat, seraya menggenggam erat kedua tangan Ansell yang gemetar lalu menjauhkannya dari wajahnya agar Ahreum bisa melihat dengan jelas wajah kacau suaminya itu.



Dilihatnya kedua mata bulat itu sudah memerah tak tahu sejak kapan ia mulai menangis seperti ini, ditambah bau menyengat alkohol yang langsung menusuk indra penciuman Ahreum, hingga membuatnya sedikit menjauh dari suaminya dan melepaskan genggamannya, serta reflex mengibaskan 1 tangannya di depan wajahnya karena tak tahan dengan bau menyengat yang berasal dari sekujur tubuh suaminya.


Alih-alih merespon perkataan istrinya, Ansell malah seperti orang yang kebingungan dengan pandangan kosongnya ia hanya terdiam dan menatap ke sembarang arah. Dengan nafas yang masih tak beraturan ia berusaha mencoba untuk menghentikan tangisannya, namun tidak dengan kedua tangannya yang masih gemetar tak tahu apa yang menjadi pemicunya.


Tidak tega dengan keadaan suaminya yang kini tengah mengkhawatirkan itu, ia pun kembali mendekatkan dirinya seraya memegang kedua pipi Ansell dan mengarahkan wajah suaminya itu tepat pada wajahnya.


“apa yang sebenarnya terjadi Ansell?” tanya Ahreum kembali dengan tatapan hangatnya ia mencoba untuk kembali membuat Ansell tersadar.


Saat kedua mata itu bertemu entah kenapa Ansell kembali tampak emosional seolah ingin meluapkan lagi tangisan dan juga rintihannya, ditambah kedua tangannya yang semakin bergetar hebat. Hingga Ahreum pun memutuskan untuk menarik tubuh suaminya itu untuk masuk ke dalam dekapannya lalu mengusap punggung lebarnya itu dengan lembut.



Meski sebenarnya ia tidak tahan dengan bau yang semakin menusuk indra penciumannya, namun ia tidak bisa membiarkan Ansell kembali merintih kesakitan seperti yang sebelumnya ia lakukan.


“maafkan aku Ilona, karena aku tidak bisa melindungimu, maafkan aku.” Gumam Ansell dalam dekapan Ahreum.


Mendengar nama itu disebut membuat kedua mata Ahreum langsung membulat, ‘apa karena dia melihat sendiri kematian Ilona, dia jadi seperti ini.’ Ahreum membatin, tiba-tiba saja ia teringat kembali saat dirinya tengah mendengarkan sebuah rekaman yang tengah memutar kejadian dihari penangkapan dan juga sekaligus menjadi hari kematian Ilona yang tragis.

__ADS_1


“hari ini.. aku melihat gadis itu tengah berdiri menatapku dengan sorot mata yang dipenuhi kebencian, mungkinkah dia berfikir jika ini tidak adil?


Seharusnya aku merenungi perbuatanku padanya, namun aku malah tampak bahagia dengan kehidupanku saat ini, bermain dan tertawa bersamamu, mungkinkah hal itu yang membuatnya kembali bangkit dan menemuiku.” Begitu menyelesaikan kalimatnya yang cukup panjang, Ansell pun langsung tak sadarkan diri dalam pelukan Ahreum.


Karena tak mampu menahan tubuh besar suaminya itu yang semakin mendorongnya ke belakang, alhasil keduanya pun terjatuh dengan Ahreum yang menjadi alas untuk tubuh besar suaminya.


“aaww..” rintih Ahreum kala tubuhnya mendarat cukup keras dilantai ditambah beban berat yang kini menimpa tubuh mungilnya membuat dadanya semakin terasa sesak.


“aduuh, kau berat sekali sih, uhuuk..” gerutu Ahreum yang diakhiri dengan batuk sebab pernafasannya yang sedikit terganggu.


Dengan sekuat tenaga yang ia miliki, ia pun mencoba untuk menyingkirikan tubuh suaminya itu dari atas tubuh mungilnya, tak ingin kepala Ansell membentur lantai ia pun menaruh telapak tanganya tepat dibelakang kepala Ansell, agar saat tubuh Ansell berhasil menyingkir dari tubuhnya, kepala Ansell tetap berada dalam posisi aman.


Butuh beberapa kali percobaan sampai tubuh Ansell berhasil terangkat dan berpindah ke sisi yang lain, hingga membuat Ahreum terengah-engah karena kelelahan mengangkat beban yang mungkin lebih 2 kali lipat darinya.



“huhh.. hahh.. astaga, otot-otonya sungguh luar biasa, padahal dia tidak gendut tapi beratnya seperti melebihi berat ayahku.” Dumelnya kembali setelah berhasil menyingkirkan tubuh Ansell, ia pun terduduk seraya masih memandangi wajah suaminya yang benar-benar tampak kacau tersebut.


Tak ada yang ingin ia katakan kembali, gadis mungil itu hanya menghela nafasnya sejenak sebelum ia beranjak dari tempat duduknya, kemudian mengeluarkan ponsel dari dalam saku celana trainningnya, dan dilanjutkan mengetik angka 2 yang akan langsung tersambung pada seseorang.


***


Yaitu diruangan Presdir KT. Group, yang tak lain adalah ruangan Andrew dirgantara, karena Ansell yang tak kunjung datang dalam rapat yang berlangsung dipagi hari, pada akhirnya Andrew lah yang turun tangan dan menghandle rapat bersama dengan para kolega bisnis dan juga karyawannya.


Begitu rapat selesai, Andrew pun langsung meminta Abighail untuk datang ke ruangannya. 10 menit telah berlalu, namun Adrew masih juga belum bersuara, ia hanya memandangi layar computer besar dihadapannya dan membiarkan Abi terus berdiri tegap didepan mejanya.


“sa..” baru juga Abi ingin membuka percakapan namun Andrew langsung memotongnya.


“jujur saja, apa yang sebenarnya terjadi pada Ansell?! Apa yang sedang kau tutupi dari saya.” Tukas Andrew yang langsung menuju ke intinya lengkap dengan kedua sorot mata yang mengintimidasi membuat Abi sedikit gugup.


“mak.. sudnya pak?” tanya Abi hati-hati.

__ADS_1


“Ansell memang memiliki karakter yang buruk dan dia juga sangat membenci kami, tapi akhir-akhir ini dia semakin diluar kendali, sebenarnya apa yang terjdi padanya? Kau pasti tahu sesuatu kan, Abi. Jujur saja, apa karena kematian kekasihnya itu yang bernama Ilona?” tembak Andrew.


“amm..”


“apa kalian berdua mengira jika kami penyebab kematian gadis berandal itu!” pekiknya.


“maaf jika Abi lancang, tapi pak Andrew apa tidak keterlaluan menyebut nona Ilona seperti itu, Abi sangat mengerti sekali jika pak Andrew memang tidak menyukai nona Ilona, terlebih lagi nona Ilona yang hanya gadis biasa dan terlahir dari panti asuhan, pasti tidak sebanding dengan nona Ahreum yang memiliki latar belakang luar biasa.


Nona Ahreum berasal dari keluarga yang terpandang juga pendidikan yang jauh lebih baik dari nona Ilona, Abi sangat tahu hal itu.”


“ciih!! Kalian berdua sudah benar-benar tertipu oleh tingkah polosnya.” Tukas Andrew yang kemudian berdiri seraya membuang wajahnya ke arah lain.


***


Kembali ke aparteman.


Tampak Ahreum dan Hanna yang tengah berdiri seraya memandangi tubuh pria yang masih terbaring dilantai, mencoba memikirkan cara untuk memindahkan pria berotot itu ke atas ranjangnya.


Selang beberapa menit kemudian terdengar suara bel yang menandakan jika ada orang lain yang hendak bertamu ke aparteman tersebut, membuat keduanya spontan menengok ke arah pintu secara bersamaan.



“jangan bilang kau menghubungi Nayeon juga?!” pekik Hanna, saat Ahreum mulai menarik langkah menuju pintu.


“yak!! kenapa kau menyuruhnya kemari juga sih!” dumel Hanna yang ikut menyusul langkah karibnya itu.


Namun Ahreum tak menggubrisnya ia malah terus berjalan tanpa merespon gerutuan Rihanna yang kesal karena ternyata Ahreum juga menghubungi wanita yang menjadi rivalnya itu.


Benar saja, begitu pintu itu terbuka lebar Hanna pun langsung bisa melihat dengan jelas wajah Nayeon yang kini tengah berdiri tak jauh dari keberadaannya lengkap dengan kedua bola matanya yang membulat seketika, sebab tidak menduga akan mendapat sambutan yang begitu ekslusif dari musuh bebuyutannya tersebut.


__ADS_1


bersambung...


*** 


__ADS_2