
Beberapa hari kemudian setelah pertemuan pertama mereka di pesta pernikahan, mereka berdua pun kembali bertemu tidak sengaja untuk yang kedua kalinya di sebuah mall besar di Jakarta.
Seperti sebelumnya Ilona selalu bersama dengan 2 temannya yang bernama Rene dan Elish, mereka tengah mengantri untuk membeli tiket bioskop yang akan menayangkan film KKN yang sedang viral kala itu.
“amm.. aku beli minuman dulu ya, kau mau beli apa?” ucap Ilona yang menawarkan diri untuk berpindah tempat mengantri ke bagian minuman dan makanan.
“oke, aku mau popcorn yang asin aja ya sama cola.” Sahut Elish.
“kalau begitu beli pop corn asin yang ukuran besar saja kita bagi 2, tapi aku minumannya milo ya, thank’s.” timpal Rene.
“oke.” Respon Ilona sebelum pergi meninggalkan kedua temannya untuk berpindah ke bagian makanan dan minuman yang tak jauh dari antrian tiket bioskop.
15 menit kemudian, setelah semua pesanan Ilona siap, salah satu staff makanan dan minuman pun memanggil namanya untuk mengambil pesanan miliknya.
“kak Ilona.” Panggil staff tersebut.
Ilona pun bangkit dari tempat duduknya dan hendak menghampiri seseorang yang memanggilnya di bagian pick up makanan.
“makasih ya, sisanya nanti aku kembali lagi kesini.” Ucap Ilona saat ia sudah mengambil pesanan miliknya sendiri, sedangkan untuk kedua temannya ia tinggalkan lebih dahulu untuk memanggil teman-temannya sebab kedua tangannya hanya bisa membawa pesanan miliknya saja.
Namun ketika ia membalikan tubuhnya, ia begitu terkejut mendapati seorang lelaki yang tiba-tiba saja berada dihadapannya, membuat minuman cola yang digenggamnya goyang dan sedikit tumpah mengenai bajunya sendiri.
“augh, ****.” Umpatnya seraya meratapi kaos putihnya yang terkena tumpahan cola.
Sedangkan lelaki yang berada dihadapannya tampak tertawa renyah melihat gadis yang dihadapannya tengah menggerutu pada dirinya sendiri.
“kau..” ucap Ilona saat ia mengarahkan pandangannya pada lelaki yang masih berdiri dihadapannya tersebut.
“bagaimana..” lanjut Ilona yang masih kebingungan karena tak mengira jika akan bertemu kembali dengan lelaki yang sudah meminjamkan jas nya pada malam itu.
“kau senang sekali ya main basah-basahan.” godanya lengkap dengan tawa renyahnya ia terus memperhatikan Ilona dari bawah sampai atas.
“amm hehehe..” Ilona hanya nyengir sebab merasa canggung dan kehabisan kata-kata.
“kak Ilona, pesanannya?” timbrung salah satu staff tadi, karena pesanan Ilona masih belum diambil dari beberapa menit yang lalu.
“ahh iya baik sebentar ya.” Timpal Ilona yang kemudian berjalan pergi begitu saja meninggalkan Ansell, tak tinggal diam Ansell pun berjalan 1 langkah mendahului Ilona dengan memberikan ponselnya ke depan wajah Ilona, yang membuat Ilona semakin kebingungan.
“berikan aku kontakmu.” Pintanya penuh percaya diri.
“amm, seperti yang kau lihat, kedua tanganku..” sahutnya seraya menunjukan kedua tangannya, tangan kanan memegang pop corn dan tangan kiri memegang cola.
“kalau begitu ijinkan aku mengambil ponselmu.” Katanya yang tak kehabisan akal, Ansell pun langsung mengarahkan pandangnnya pada tas kecil yang Ilona pakai saat itu, kemudian mencoba mengambil ponsel milik Ilona.
__ADS_1
“ehh..” kaget Ilona, namun ia tidak bisa memberontak sebab jauh dari dalam hatinya pun ia memang sudah menyukai Ansell dari sejak awal mereka bertemu dipesta pernikahan itu.
Setelah berhasil mengambil ponsel milik Ilona, jemari Ansell pun langsung mengetikan nomornya pada ponsel Ilona, kemudian menelfonnya agar ia juga bisa mendapatkan kontak Ilona, hanya jaga-jaga saja jika Ilona tidak menghubunginya nanti.
“apa sebegitu senangnya mendapat kontakku?” tanya Ansell seraya memasukan kembali ponsel milik Ilona ke tas kecilnya.
“hah?” respon Ilona.
“muka mu memerah tuh.” Tambah Ansell lengkap dengan tawa jailnya, lalu ia pun pergi meninggalkan Ilona yang semakin gugup dan salting.
😳
“aughh sial! aku ketahuan.” Gumam Ilona yang kemudian berlari kecil untuk menemui kedua temannya yang masih mengantri di bagian tiket bioskop.
Ansell yang kembali berbalik untuk melihat Ilona, ia pun tersenyum lebar melihat tingkah menggemaskan Ilona.
“lucunya..” gumam Ansell sebelum kembali melanjutkan langkahnya.
“pak Ansell.” Panggil Abi yang baru saja menghampirinya.
“audy 5 kursi C9.” Sambungnya seraya menyerahkan tiket bioskop pada Ansell.
“iya pak, kursi nona Ilona berada disamping pak Ansell.” Paparnya.
“oke terimakasih, ah iya mana tiketmu, kau tak akan nonton?” tanya Ansell saat melihat tiket yang dibawa Abi hanya ada 1 saja.
“tidak pak, saya tidak suka film horror hehe.” Sahutnya seraya tertawa kecil.
“kau ini, masih sama aja.” Respon Ansell seraya menggelengkan kepalanya kemudian pergi berlalu menuju audy 5, sebab penayangan filmnya akan segera dimulai beberapa menit lagi.
“bagaimana ini, kau tak apa kan terpisah dari kita?” tanya Rene pada Ilona yang baru saja bergabung kembali dengan kedua temannya tersebut.
“ah begitu ya.” Respon Ilona yang tampak sedikit kecewa.
😔
“atau aku saja yang duduk dikursi ini.” Ucap Elish yang menawarkan dirinya untuk terpisah dari kedua temannya.
“bagaimana dengan pop corn?” kata Rene, mengingat dirinya dan Elish membeli 1 pop corn asin untuk berdua, akan sulit berbagi jika tempat duduk mereka berjauhan, sedangkan Ilona yang memesan pop corn caramel tidak akan ada masalah jika ia yang harus duduk terpisah.
__ADS_1
“ah iya ya.” Respon Elish yang baru menyadari hal tersebut.
“yaudah gak apa-apa kok, biar aku aja yang duduknya terpisah.” pasrah Ilona seraya menyunggingkan senyum terpaksanya.
“kau yakin akan baik-baik saja?
Kau kan penakut, bagaimana nanti kalau kau menggigit tangan orang yang berada disebelahmu? seperti yang sering kau lakukan padaku.” ucap Elish yang khawatir jika Ilona menyebabkan masalah dengan orang yang berada disebelahnya nanti.
“iya, aku yakin hehe, kita sudah lama mengantri masa hanya karena masalah bangku, ngga jadi nonton hehe, ayo masuk.” Serunya seraya mulai berjalan lebih dulu menuju tempat pick up makanan dan minuman, sebab pesanan Rene juga Elish masih belum diambil, sebelum mereka bertiga melanjutkan perjalanan menuju audi 5.
Saat sudah berada didalam audy, Ilona pun berjalan terpisah sebab bangku nya terpisah jauh dari kedua temannya. Dengan langkah yang malas ia pun terus mencoba menaiki anak tangga 1 per 1 menuju bangkunya.
“huffttt..” ia pun menghela nafas berat saat sudah sampai lalu duduk di bangkunya, tanpa memperhatikan sekitar ia hanya terfokus pada layar besar dihadapannya.
Setelah menaruh colanya ditempat khusus yang dibuat untuk meletakan minuman, ia beralih untuk memposisikan pop corn diatas kedua pahanya, kemudian mencoba mengeluarkan ponsel dengan salah satu tangannya sementara 1 tangannya yang lain mencoba menahan pop corn agar tetap berada diposisinya.
Dan tiba saatnya penayangan film KKN, Ilona mulai gugup hingga rasa haus menjalar ke kerongkongannya, ia pun menaruh kembali ponselnya ke dalam tas, lalu beralih untuk meminum cola yang berada disampingnya.
"hey.." sapa seseorang disampingnya, karena terkejut Ilona pun sampai memuncratkan cola yang tengah disedotnya tepat ke wajah lelaki yang menyapanya tersebut yang tak lain adalah, Ansell dirgantara.
***
bersambung...
__ADS_1