Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO

Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO
Episode 214


__ADS_3

“ada apa nih?” ujar Franky kala dirinya bergabung ditengah kekacauan yang ada.


Dilihatnya Ahreum tengah berusaha keras memisahkan keduanya, namun seperti yang kita tahu Ahreum lebih mungil dari mereka berdua hingga dirinya pun berulang kali terhempas oleh kedua karibnya yang sama-sama berada dipuncak emosi.


“yak! Bantu aku, tarik Nayeon!” seru Ahreum yang kembali mendekat ke area pertempuran dan langsung menarik tubuh Rihanna.


Sedangkan Franky berlari ke sisi lain untuk menarik Nayeon.


“yak! yak! sudah cukup, banyak orang yang memvidiokan kalian, apa kalian tidak memiliki rasa malu?!” pekik Franky seraya berusaha menarik ketiak Nayeon dan membawanya jauh dari jangkauan Hanna.


Untunglah Franky hadir disaat yang tepat, sebelum situasi semakin kacau dan banyak orang-orang yang memvidiokan.


Dan beberapa orang yang memvidiokan itu kini bubar begitu perkelahian kedua gadis bar-bar ditaman telah usai dengan hasil seri.


“ada apa sih sebenarnya?” dumel Franky sembari masih memegangi kedua bahu Nayeon, takut jika Nayeon kebali menyerang Hanna tanpa peringatan.


“itulah mengapa sebabnya aku tidak bisa berteman dengannya! Dia gadis yang menyebalkan, seolah dunia hanya berputar mengelilinginya. Dia sangat egois!” racau Hanna penuh kedengkian yang menyelimuti dirinya kini.


“Aku?! Egois?!


Yak! kau saja yang selalu tidak mau mengalah denganku, kau iri kan karena aku selalu lebih baik darimu!!” balas Nayeon tak kalah ngegasnya.


“sudah Hanna. Hentikan.” Timbrung Ahreum yang seraya memeluk Hanna erat dari belakang.


“YAK!” bentak Hanna seraya melepas pelukan Ahreum secara kasar.


“Aku juga sangat membencimu Ahreum!


Kau selalu membelanya disaat pertengkaran terjadi. Padahal kau tahu dia yang selalu memulai semuanya! Tapi kau hanya berteriak padaku. Hentikan Hanna, hentikan Hanna!!


Apa aku bukan temanmu hah?!” geram Hanna yang kemudian pergi meninggalkan semua temannya.


“kau mau kemana?” tanya Nayeon kala Ahreum hendak pergi menyusul karibnya yang tengah merajuk.


“yak! Ahreum! Kau lebih memilih dia daripada aku hah?!” teriak Nayeon kembali begitu Ahreum melangkahkan kakinya.


“antarkan Nayeon pulang, aku akan mengejar Hanna.” Ucap Ahreum dengan tatapan yang mengarah pada Franky dan mengabaikan rengekan Nayeon.


“sudahlah Nay. Kau seperti anak kecil saja.” Kata Franky yang langsung dibalas tatapan tajam oleh Nayeon yang kini sudah berderai air mata.


***


“Hanna..” panggil Ahreum yang mencoba mengejar langkah cepat Hanna menuju parkiran tempat Rihanna memarkirkan sepeda motornya.


“Hanna..” panggil Ahreum lagi seraya menarik tangann Hanna.


“Apa lagi?!


Kenapa kau malah mengikutiku, bukannya pergi bersama dengan gadis manja itu!!” katanya penuh emosi.


“Karena kau temanku, tidak..

__ADS_1


Kau adalah kakak perempuanku, aku selalu memanggil namamu karena hanya ada namamu difikiranku, hanya denganmu aku merasa nyaman dan bebas menjadi diriku sendiri.


Aku.. tak perlu memakai topeng jika sedang bersamamu.”


Tak dapat menahan rasa harunya, tangis Hanna pun pecah bersamaan dengan mendaratnya pelukan hangat penuh kasih sayang ditubuh mungil Ahreum.


“maafkan aku jika selama ini, aku sudah melukai hatimu. Aku tak bermaksud untuk selalu memihak Nayeon. Hanya saja aku masih merasa canggung dihadapannya, aku tak bisa memarahinya atau menegurnya.” Tambah Ahreum disela isak tangis Rihanna yang kian menjadi.


“tidak.. aku yang harusnya meminta maaf padamu, karena sudah salah paham. Aku sangat menyayangimu Ahreum. Hikssss..” ungkapnya yang dipenuhi rintihan tangis harunya.


Ahreum pun tersenyum bahagia seraya mengusap punggung karibnya mencoba menenangkannya.


“hey.. hey lihat itu, apa mereka berdua kaum minoritas (Les**bi).” celetuk seseorang yang kebetulan melewati Rihanna dan Ahreum yang tengah berpelukan mesra.


“aiisshhh.. Terang-terangan sekali, ditempat umum pula.” Celetuk temannya seraya masih sesekali melirik ke belakang dengan tatapan julidnya.


Buru-buru keduanya pun melepaskan pelukan karena tak ingin mengundang lebih banyak perhatian orang-orang yang berlalu lalang diarea parkir.


“hari sudah mulai sore, mau jalan-jalan sebentar?


Nanti ku antar kau pulang.” Tawar Rihanna seraya menyeka bulir air mata yang membanjiri kedua pipi gembilnya.


Ahreum pun mengangguk antusias dengan senyuman lebarnya.


“sebentar, aku harus pamit dulu pada supirku.” Katanya yang langsung pergi menuju keberadaan mobilnya.


“oke.” Sahut Hanna.


***


Tak seperti biasanya, kini hidangan diatas meja cukup berlimpah, lantaran akan kedatangan 2 tamu special yang sudah diundang oleh Enzy sebelumnya.


Enzy menyilangkan kedua tangannya diatas dada sembari mengamati seluruh hidangan yang tengah disusun sedemikian rupa oleh para pelayannya.


“dokter Elios masih belum datang mah?” tanya Seno yang baru saja bergabung diruang makan keluarga seraya merangkul pinggul istrinya.


“Iya nih, mungkin sebentar lagi.” Sahut Enzy seraya melirik jam berbentuk bulat kecil yang melingkar dipergelangan tangannya sejenak, sebelum kembali mengarahkan fokusnya pada hidangan diatas meja.


“hadiah yang ku minta sudah disiapkan bi?” tanya Enzy pada salah satu pelayannya yang tengah mengatur alat makan.


“Iya sudah nyonya, ada diruang tamu.” Sahutnya, yang langsung dibalas beberapa kali anggukan oleh Enzy.


“hadiah?


Untuk Nanaa?” tebak Seno.


“Yups. Hehee. Pulang dari rumah sakit aku langsung berbelanja bahan makanan ke mall, dan tak sengaja melihat boneka beruang besar lucu sekali. Kurasa Nanaa akan menyukainya.” Serunya diiringi dengan senyum bahagianya membuat Seno tidak tahan untuk tidak mengusap kepalanya.


“Tuan Elios dan nona muda Nanaa sudah datang nyonya.” Ucap salah satu pelayan yang mengantar 2 tamu special keluarga Bagaskhara. Kemudian undur diri.


__ADS_1


“Halo tanteee!!” seru Nanaa lengkap dengan lambaian tangan juga senyum merekahnya membuat Seno dan Enzy langsung menyambutnya dengan senyuman hangat.


“Halooo sayang!! Uhh.. tante sudah menunggu dari tadi.” Seru Enzy seraya menarik langkah panjang menuju keberadaan Xena lalu mengangkat tubuh kecilnya dan memangkunya.


“Akhirnya om bisa bertemu denganmu Nanaa, om senang sekali. Karena selama ini om hanya mendengar tentangmu dari tante.” Timbrung Seno seraya mengusap lembut pipi Xena.



“Selamat malam tante, om.” Sapa Elios lengkap dengan senyum ramahnya serta bungkukan tubuhnya untuk menunjukan rasa hormatnya.


“ahh iya, Elios, bagaimana kabarmu?” timpal Seno seraya mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Elios, dengan senang hati Elios pun menerima uluran tangan Seno.


“kabar saya baik, pak Seno. Ahh iya dimana Sammy?


Apa sudah tidur?” tanya Elios seraya mengedarkan pandangannya mencoba mencari keberadaan bocah kecil yang selalu membuatnya tertawa dengan tingkah gemasnya.


“Iya Sammy sudah tertidur lelap sejak sore, mungkin kelelahan diajak jalan-jalan hehehe. Tapi sebentar lagi juga bangun kok. Jadi nanti Nanaa bisa bermain-main dulu dengan Sammy sebelum pulang.” Ucap Enzy seraya menurunkan Xena dan beralih mencubit pipinya lembut.


“Nanaa sudah lapar sayang?


Ayoo kita langsung makan saja, ayo, ayo.” Ajak Seno seraya menggiring Xena ke kursi yang bersebelahan dengan Enzy, sedangkan Elios duduk dikursi seberang dan berdekatan dengan Seno yang duduk dikursi utama.


“Nanaa mau apa sayang?


Kata ayah Nanaa suka makan-makanan laut ya, ini ada cumi saus tiram, ada tofu kuah, daging cincang atau mau sayur, sayur kangkung buatan bi Lina nih gak kalah dengan masakan ala-ala chef terkenal hahhaa.” Seru Enzy yang sangat antusias sekali mendikte beberapa hidangan yang ada diatas meja.


Selang 15 menit makan malam berlangsung tiba-tiba..



“Ahreum..” gumam Seno seraya mengarahkan pandangannya pada seseorang yang kini tengah berdiri tak jauh dari keberadaan mereka.


Mendengar nama Ahreum disebut sontak saja semua yang tergabung dimeja makan saat itu langsung mengarahkan pandangannya ke arah Seno melihat.


“kau yang mengundangnya kemari?” bisik Seno seraya melirik ke arah istrinya yang juga tampak terkejut dengan kedatangan Ahreum.


“tidak..” sahut Enzy seraya menggelengkan kepalanya, karena dirinya juga tak mengerti kenapa Ahreum bisa tiba-tiba hadir tanpa pemberitahuan.


“Halooo tante Ahreummmm!!!” seru Xena yang tampak gembira sekali ditengah situasi tegang yang terjadi diantara para orang dewasa.


“Ha.. halo.. hehehe.” Balas Ahreum canggung seraya melambaikan tangannya disertai senyum kikuknya.


Perlahan Ahreum melangkahkan kakinya mendekat ke area meja makan.


“sini, sini tante, duduk disebelah aku!!” seru Xena lagi seraya menepuk-nepuk kursi yang berada disampingnya.


"Ada apa ini, mungkinkah Ayah sengaja mengatur pertemuan ini?" Ahreum membatin.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2