
Rumah sakit Haneul Jakarta.
Saat Xena kecil berlarian dikoridor rumah sakit, tak disengaja ia pun menabrak seorang wanita yang tengah berdiri sembari menatap lekat sebuah papan bulletin yang berisikan jadwal dokter dan informasi lainnya.
“ma.. maafkan saya tante.” Ucap Xena seraya menundukan kepalanya sebagai permintaan maaf tulusnya dengan nada suara getirnya seakan tengah menahan tangis.
“i..iya gak apa-apa sayang.” Sahut wanita tersebut yang tak lain adalah Enzy ibu dari Ahreum.
Enzy pun mengusap lembut bagian atas kepala Xena sementara 1 tangan lainnya mengusap punggung putranya Sammy yang berada dalam gendongannya.
Perlahan Xena mendongakan kepalanya ke atas untuk melihat wanita yang kini berada dihadapannya itu.
Terlihat senyum hangat yang terukir dari bibir Enzy membuat Xena pun akhirnya merasa lega.
“siapa namamu sayang?” tanya Enzy seraya mengusap pipi Xena dengan punggung jari telunjuknya.
“nama saya Xena, tante. Sekali lagi maaf ya tante, Xena sudah membuat adik kecil terbangun.” Tutur Xena dengan penuh penyesalan kala mendengar bayi yang berada dalam gendongan Enzy mulai merengek.
“hehee, gak apa-apa kok sayang. Adik kecil ini namanya Sammy, Xena mau menyapanya?” ucap Enzy lembut seraya merendahkan tubuhnya untuk menunjukan wajah Sammy pada gadis kecil yang mengangguk antusias itu.
“ganteng banget tante, hehee. Halo Sammy.. aku Xena. Nanti kalau Sammy sudah bisa bicara, Sammy bisa panggil aku kak Nanaa ya. Hehee.” Katanya lengkap dengan senyum bahagianya seolah rasa sakit yang dirasakan sebelumnya kini telah memudar berkat perlakuan hangat Enzy dan teman barunya Sammy.
“kau mau memegang tangannya?” tawar Enzy seraya mengulurkan tangan Sammy pada Xena yang tampak semakin antusias sekali.
“tangannya lembut sekali tante, wangi lagi. Boleh Xena menciumnya?” ijin Xena seraya mengarahkan pandangan memohonnya pada Enzy, yang kemudian langsung dibalas anggukan serta senyum simpul yang membuat hati Xena semakin kegirangan.
“muuaachh, hehee lucu banget sih. Xena jadi pengan punya ade.” Celotehnya seraya melepaskan lengan mungil Sammy.
Merasa sudah cukup berkenalannya, Enzy pun kembali menegakkan tubuhnya.
“minta dongg sama mami, hehhe. Ehh.. Xena manggilnya apa? mami, bunda, ibu atau..”
“bunda.” Sahut Xena dengan senyuman tipisnya.
__ADS_1
“ahh iya, minta dong sama bunda sayang. Xena pengen punya ade bun buat nemenin Xena main gitu.” Tutur Enzy seraya kembali mengusap bagian atas kepala Xena kecil.
“engga bisa tante.” Jawab Xena.
“loh kenapa sayang?” tanya Enzy lengkap dengan kerutan didahinya karena tak mengerti akan maksud dari perkataan Xena.
“Nanaaaa..” panggil seseorang dari jauh yang membuat Xena pun refleks membalikan tubuhnya.
“aduuhh non Nanaa, suster cariin dari tadi gataunya ada disini. Perawat Mira juga sampe kebingungan nyariin non Nana.” Gerutunya begitu bergabung bersama dengan Nana dan Enzy.
Enzy menatap suster tersebut dengan raut wajah bingungnya. “siapa, Xena?” tanya Enzy yang langsung melirik ke arah Xena untuk meminta penjelasan lebih detail.
“ahh.. saya adalah suster non Nana bu. Saya bertugas menjaga dan merawat non Nana. Ayo non… praktik ayah non sudah hampir berakhir.” Ajak suster tersebut seraya menarik lengan Xena.
“ayah Xena dokter dirumah sakit ini?” timpal Enzy begitu Xena melangkahkan kakinya.
Xena pun kembali memutar tubuhnya untuk menanggapi pertanyaan Enzy.
“iya tante, ayahku dokter anak disini dokter El hehehe.” Kata Xena lengkap dengan senyum lebarnya.
“maaf ya bu, hehe.” Tambah suster Vivian seraya menundukan kepalanya pada Enzy.
“gak apa-apa kok. Bagaimana nyamannya Xena aja mau manggilnya apa. hehe. Ohh iya btw, dari tadi saya juga sedang mencari ruang prakteknya dokter El. Kebetulan sekali ternyata dokter El adalah ayah dari Xena.” Kata Enzy lengkap dengan senyum yang mengembang diwajahnya.
“ohh kalau begitu, mari saya antarkan ke ruang prakteknya dokter El bu. Ruang praktek dokter El memang sudah pindah sekarang jadi di lantai 3 bu.” Terang suster Vivian yang kemudian langsung menarik langkah lebih dulu kemudian disusul dengan Enzy yang berada 1 langkah dibelakangnya.
***
Kembali ke aparteman Rihanna.
“astaga!! apa yang kau lakukan Nay sampai timbul asap setebal ini.. uhuuk.. uhuukk.. ” dumel Hanna disertai batuk-batuk, ia pun mengibaskan tangannya didepan wajahnya untuk menyingkirkan asap yang menutupi pandangannya.
“aku hanya memasak dan tiba-tiba asapnya terus bermunculan, jadi aku matikan saja kompornya. Aku juga tak mengerti.” Jawab Nayeon yang tengah berdiri dipojokan dapur sembari memegang spatula ditangannya.
__ADS_1
“apa kau memasak dengan suhu api tinggi? Uhuuk…” tambah Hanna yang mencoba menemukan penyebab dari timbulnya asap diapartemannya itu.
“iya. Ahreum pernah bilang, kalau mau masakan cepat matang kau harus menyetel kompor sampai full.” Sahutnya lagi polos.
“astaga.. astaga.. sudah kuduga pasti akan berakhir seperti ini. kau tak bisa menyetel kompor berada dikeadaan full terus menerus Nayeon!! Bukannya masakanmu matang kau malah akan melelehkan wajannya nanti, aughhh!!! Kepalaku pusing!!
Bereskan dapurnya!! Aku gak mau tahu, bersihkan sampah dan juga lap tuh noda-noda dari masakanmu yang aneh itu. Setelah itu kau mandi, kita makan diluar saja!” oceh Hanna yang kemudian berlalu pergi meninggalkan area dapur.
Rihanna berjalan menuju kamarnya kemudian merogoh ponsel dari dalam saku celana training panjangnya.
Dengan hembusan nafas kasarnya ia lalu membantingkan tubuhnya ke ranjang karena merasa cape sudah mengoceh panjang kali lebar pada Nayeon yang telah membuat kekacauan diapartemannya.
Hanna mengetikan sebuah angka dilayar ponselnya sebelum akhirnya memiringkan tubuhnya dan menaruh ponsel diatas telinganya selagi menunggu panggilan tersambung.
“halo.” Sapa seseorang dari dala telfon.
“kakak sedang apa?” tanyanya dengan nada lelahnya.
“baru mau mulai makan siang. Ada apa? kedengarannya seperti ngga semangat gitu.” Komonternya setelah mendengar nada bicara Rihanna yang tak seperti biasanya.
“hmm.. aku lelah sakali merawat gadis yang sedang patah hati.” Gumamnya.
“Kau tahu..” serunya yang kembali bangkit kemudian duduk diatas ranjang untuk memulai aksi perghibahannya.
“tadi malam kan aku memesan beberapa kotak pizza dengan semua rasa favoritenya Nayeon. Awalnya dia menolak keras, tapi setelah beberapa kali aku berusaha menempelkan pizzanya dibibirnya. Akhirnya dia tergoda dan perlahan mulai makan pizza-pizza itu sampai habisa tak tersisa.
Dan kau tau apa, setelah semua habis dia kembali menangis dan merengek. Katanya kenapa kau tak menghentikan aku disaat suapan kedua. Jika seperti ini aku bisa kembali gendut, bagaimana jika Jeno memutuskanku nanti!!
Apa kau senang jika aku akhirnya putus dengan Jeno?! Kau pasti akan merebutnya kembali kan.
Terus aku sahutin aja, kau kan sudah putus Nay. Nayeon kembali menggila dengan memukuliku pakai bantal kursi kak. Aughhhh!! Aku benar benar benar sangat lelah dengan sikapnya yang berlebihan itu kaakk.” Rengeknya lengkap dengan nada suara manja yang dibuat-buat.
“kau mau ikut makan malam denganku nanti malam, bersama keluargaku?” sahut Abi yang membuat kedua bola mata Rihanna seketika membulat karena tak menyangka jika Abi sangat serius dengan hubungan yang tengah mereka jalani.
__ADS_1
Ya seperti yang kita tahulah, jika ada pria yang sudah berani mengajak wanitanya bertamu kekediamannya kemudian mengenalkannya ke seluruh anggota keluarga tandanya sang pria memang serius dengan hubungan yang tengah dijalaninya.
Bersambung...