Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO

Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO
Episode 176


__ADS_3

“Ansell adalah korban broken home.  Tante Carrisa terlibat konflik yang cukup serius dengan om Andrew saat itu, tante mencurigai om berselingkuh yang seringkali membuat mereka berdua selalu bertengkar dihadapan Ansell kecil.


Om Andrew selalu menyangkal tuduhan tante dan menganggap jika tante hanya mengarang cerita yang tak masuk akal. Om berfikir jika hal itu hanyalah akal-akalan tante saja untuk menutupi hasratnya yang memang sudah ingin mengakhiri pernikahan mereka.


Mereka berdua mengabaikan Ansell kecil yang malang, dan hanya sibuk dengan ego masing-masing. Sampai pada puncaknya mereka pun memutuskan untuk bercerai dan berniat menitipkan Ansell sementara dikediaman kakek dan neneknya.


Namun.. keputusan pahit itu terdengar oleh Ansell kecil yang malang, hingga membuatnya kabur dari rumah kemudian bersembunyi dipanti asuhan.


Dari sanalah Ansell bertemu dengan kak Abi, dan berkat pelarian itu juga kedua orang tuanya kembali bersatu, tante Carrisa mencoba menerima kembali om Andrew dan berbesar hati melupakan pengkhianatan yang telah om Andrew berikan.” Cerita Nayeon panjang lebar seraya sesekali memperhatikan Ansell yang tengah serius bermain didepannya.


“apa karena hal itu yang membuat Ansell memiliki sikap dingin dan kasar.” Gumam Ahreum yang juga ikut memandangi suaminya dengan tatapan simpatinya.


“he’em.. Sebelum kejadian itu, Ansell adalah bocah lelaki yang penuh cinta dan periang. Dia selalu tersenyum bahkan pada orang  yang baru dikenalnya sekalipun. Kukira mungkin hal itu karena trauma masa kecilnya yang membuat pribadinya menjadi tertutup, dingin dan terus menarik diri dari orang lain. Bahkan aku tak pernah sekalipun melihat adanya sedikit keperdulian atau perhatian pada teman-temannya.


Sebenarnya aku ingin menceritakan hal ini padamu saat diruangan pengantin waktu itu, namun kau malah sakit perut dan tidak bisa diajak bicara. Aku jadi lupa deh. Dan baru keinget sekarang.” Tambahnya lagi seraya melirik sejenak ke arah karibnya yang tengah fokus memandangi suaminya.


“aku tak pernah tahu jika Ansell memiliki rasa sakit dari kedua orang tuanya juga, selain dari mantan kekasihnya. Kufikir keluarganya baik-baik saja dan karakter buruknya memang sudah melekat pada dirinya sejak dulu. Hmmm..” Ahreum kembali bergumam.


Frruuiiittt!!!


Akhirnya permainan pun berakhir dengan kemenangan telak di tim Fresh membuat senyuman mengembang diwajah Ansell dan Abi yang hendak naik ke tepi kolam.


“terimakaih pak Jimmy.” Ucap Abi begitu pak Jimmy hendak undur diri dari area kolam.


“makasih banyak ya pak Jimmy.” Tambah Hanna dan Franky yang masih berada didalam kolam seraya menurunkan kepalanya sedikit sebagai bentuk rasa hormat dan terimakasih nya atas bantuan pak Jimmy memandu permainan.


Seolah mengerti dengan apa yang kini suaminya butuhkan, Ahreum bangkit dari kursi kemudian menyambar handuk kecil diatas sandaran kursinya dan berjalan mendekat menuju suaminya yang juga tengah berjalan menghampirinya dengan senyuman lebar yang masih menghiasi wajah tampannya.

__ADS_1


“huufft.. aku iri sekali padamu Ahreum. Andai saja aku masih bersama dengan Jeno.” Gumam Nayeon yang diakhiri dengan hembusan nafas beratnya.


Tak ingin kalah mesranya dengan pasangan Ahreum dan Ansell, Hanna pun lantas mempercepat laju larinya menuju handuk kecil yang berada diatas kursinya kemudian kembali berjalan menuju Abi yang baru saja hendak melenggangkan kedua kakinya.


Abi tampak membulatkan kedua matanya kala terkejut mendapati Hanna berlari kecil dan langsung mentap-tap wajahanya dengan handuk yang ia bawa.


“aku bisa sendiri kok Hanna.” Ucap Abi yang mencoba meraih lengan Hanna dan menghentikan aktivitasnya saat ini.


“ada apa denganmu?” gumam Ansell yang sedikit bingung dengan perubahan sikap istrinya saat ini.


“kenapa?” Ahreum malah balik bertanya seraya masih mengelap wajah suaminya dengan lembut.


“tidak.. hanya saja dulu kau tidak pernah seperti ini.”


“benarkah..” respon Ahreum lengkap dengan kedua kelopak mata yang dikedip-kedipkan untuk menunjukan pesona imutnya.


“YAK! RIHANNA!” bentak Ansell yang tentu saja tak terima dengan perlakuan kasar Hanna pada istri mungil nya itu.


Namun belum sempat Ansell kembali melontarkan emosionalnya Ahreum keburu membungkam mulut suaminya dengan cara yang sexy, yaitu mengecupnya beberapa kali untuk meredakan amarahnya yang meluap-luap.


“muaachh.. muacchh.. hehehee. Kau tak perlu terpancing olehnya Ansell. Gadis itu hanya iri pada kita.” Ucap Ahreum seraya mendongakan kepalanya yang membuat handuk kecil tersebut terjatuh dari kepalanya.


“apa?!” pekik Hanna yang langsung memutar tubuhnya dan menatap tajam ke arah punggung Ahreum.


Takut jika Hanna menyerang Ahreum, Abi pun lantas menahan tubuh Hanna seraya mencoba menenangkannya.


Sementara itu Nayeon dan Franky tampak anteng dikursi seraya meneguk air mineral untuk mengaliri kerongkongannya.

__ADS_1


“Iya, kau iri karena ngga bisa tidur bersama dengan Abi, jadi ga bisa wik wik dehhh hahahhaa!!” goda Ahreum yang kemudian berlari kecil seraya menarik lengan suaminya untuk menjauh dari area penuh kabut hitam yang keluar dari kepala karibnya itu.


“ciihhhhh.. Yak!!! kemari kau Ahreum!!” seru Hanna seraya mencoba berontak dan keluar dari tangan Abi yang melingkar diatas dadanya.


“sudah Hanna.. kau tak lelah daritadi teriak-teriak mulu.” ucap Abi yang kemudian memegang erat kedua bahu Hanna dan menatapnya lekat.


“nih minum.” Timbrung Nayeon seraya bangkit dari kursi dan memberikan botol air mineral pada Rihanna.


Rihanna pun menghela nafasnya seraya membuka botol air mineral yang kini sudah berada dalam genggamannya, Abi pun melepaskan genggaman eratnya pada bahu kekasihnya dan beralih berjalan menuju kursi untuk mengistirahatkan tubuhnya sejenak sebelum meraih botol air mineral miliknya diatas meja.


“kau sih, dasar cabul!” celetuk Nayeon yang membuat Hanna tersedak dan kembali menyemburkan air yang belum sempat ditelannya, sedangkan Nayeon langsung berlari setelah mencibir Hanna lengkap dengan tawa nyaring yang meledak-ledak.


“AUGHHHHH.. SI***AL!!” umpat Hanna dengan mulut basahnya akibat semburannya barusan.


“sudah biarkan saja, sini duduk..” ucap Abi seraya menepuk area kursi disampingnya meminta kekasihnya itu untuk duduk disebelahnya.


Meski masih merasa emosional oleh cibiran kedua karibnya itu, namun berusaha mungkin Hanna meredam amarahnya karena ingin mematuhi kekasihnya. Ia pun hanya berdecak kesal seraya memutar tubuhnya ke arah kekasihnya.


Namun belum sempat Hanna melangkahkan kakinya, pandangannya sekilas mendapati Franky yang tengah memandanginya dengan mulut kembung penuh air, Franky terkejut kala Hanna tak sengaja menatapnya dengan sorot mata tajamnya membuat ia lupa bagaimana caranya menelan.


“APA!!” bentak Hanna yang langsung disambut semburan air mancur yang keluar dari mulut Franky.


“uhuukk.. uhukkkk.. yak.. aku tak melakukan apapun!” protes Franky dengan nada ngegasnya, sebab merasa menjadi korban dari hal yang tak dilakukannya.


Sementara itu Abi hanya bisa terkekeh dan menggeleng kepalanya setelah meneguk 1 botol air mineral. Sesekali ia merasa terhibur dengan sikap bar-bar kekasihnya tersebut setidaknya hal itulah yang membuat hidupnya kini menjadi lebih berwarna. 


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2