Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO

Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO
Episode 141


__ADS_3

Di resto yang berada disekitaran taman.


Terlihat ke empatnya sudah duduk manis dibangkunya masing-masing dengan semua pesanan mereka masing-masing yang baru saja disajikan oleh para waiters diresto tersebut. Membuat kedua wanita yang duduk bersebelahan itu pun saling melempar tatapan berbinarnya seolah sangat exited sekali dan tak sabar ingin melahap makanan yang berada didepan matanya.


Berbeda dengan Ahreum, Hanna dan Ansell yang langsung menyantap makan siangnya. Abi tampak terdiam sembari menyatukan kedua tangannya terlebih dahulu dengan mata yang terpejam mulutnya pun terlihat komat-kamit layaknya seseorang yang tengah memanjatkan doa pada Tuhannya.


“kau yakin tak memiliki pakaian lain, selain training ini? kayaknya tadi aku lihat ada kemejamu yang warna biru tergantung di bagasi.” Celetuk Ahreum disela kunyahan pertamanya seraya mengarahkan pandangannya pada suaminya yang berada dikursi seberangnya.


Insiden kecebur ke danau membuat kedua pun akhirnya mengganti pakaian dengan pakaian apapun yang mereka temukan didalam mobil Ansell.


Karena tak ingin terlalu lama membiarkan Ahreum mengenakan pakaian yang basah, Ansell pun memaksanya untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian training milikinya yang tentunya kebesaran juga sih.


Cuma ya mau bagaimana lagi, Ahreum bersikukuh ingin makan siang diluar daripada kembali ke apartemen. Jadi ya mau gak mau Ahreum nurut aja pakai training milik suaminya untuk sementara.


Sementara Ansell sendiri tampil staylish dengan celana pendek berwarna hijau army dan sweater oversize berwarna hitam yang membuat Ahreum sedikit iri.


“lantas jika dibagasiku ada kemeja, kau ingin memakai kemeja itu begitu?


Lalu bawahanmu bagaimana?” sahut Ansell ditengah aktivitasnya menggulung mie menggunakan garpu.


“yaelah, gak perlu pakai bawahan, aku akan memakai kemejamu sebagai dress hihihi..” celotehnya dengan diiringi tawa renyahnya.


“yak! kau bosan hidup?!” pekik Ansell lengkap dengan hentakan garpu ke atas piringnya yang membuat para pengunjung lainnya menoleh ke arah meja mereka seketika.


“hehehe, aku hanya bercanda.” Ucap Ahreum yang kemudian meletakan alat makannya sejenak dan mengusap punggung tangan Ansell lengkap dengan senyum lebar yang tampak sekali dipaksakan.


Mengingat karakter angkuh suaminya itu Ahreum memilih untuk mengalah dan berhenti memancing kesabaran Ansell yang hanya setebal tisu yang dibagi 2. Ya kurang lebih hampir sama seperti karibnya sendiri sih, Rihanna.


“ahh iya, aku punya pengumuman penting!” seru Rihanna saat suasana kembali damai.


Baik Ahreum maupun Abi refleks langsung mengarahkan pandangannya pada Rihanna seakan tengah menunggu kelanjutan dari pengumaman yang akan ia sampaikan.


Berbeda dengan Ansell yang sama sekali tidak perduli dan lebih memilih tetap fokus menyantap makan siangnya.


“tidak.. sebaiknya jangan dikatakan jika pengumuman itu adalah hal yang ku fikirkan.” Gumam Abi yang menghentikan aktivitas mengunyahnya untuk sejenak seraya menggeleng kepalanya, karena merasa gelisah dengan apa yang ingin gadis tersebut sampaikan.


“heheeehe..” Rihanna pun tersenyum nakal ke arah Abi sebagai pembuka dari pengumumannya.


“ ada apa sih?” tanya Ahreum yang mulai penasaran ditengah aksi tatap-tatapan yang terjadi antara Abi dan Rihanna.


“sebenarnya aku..” lanjut Rihanna lengkap dengan senyum penuh arti yang masih menghiasi wajah cantiknya.

__ADS_1


“aku apa sih!!” Ahreum menggerutu karena karibnya itu terus saja mengulur-ulur.


“ehhh.. itu bukannya Ansell, liat deh, itu Ansell dirgantara kan?” bisik seorang wanita pada temannya yang baru saja melewati meja mereka.


Kedua wanita itu pun terhenti sejenak untuk benar-benar memastikan jika yang dilihatnya adalah pria yang mereka maksud.


Sebelum akhirnya kembali menarik langkah menuju meja yang tidak jauh keberadaannya dari meja Ansell, Ahreum, Abi dan Rihanna.


Meski salah satu waiters sudah menghampiri mereka, namun tampaknya kedua wanita tersebut masih belum bisa mengalihkan pandangan mereka dari wajah tampan nan sexy Ansell dirgantara.


“yak! apa yang kau lihat?” tanya Hanna seraya menyenggol siku Ahreum.


Membuat Ahreum tersadar dan berhenti memperhatikan kedua wanita tersebut yang masih saja mencuri-curi pandang ke arah suaminya.


“ahh, tidak.. jadi pengumuman apa?” respon Ahreum yang kembali pada pembahasan sebelumnya.


“tidak Hanna..” cegah Abi yang bicara dengan mulut tertutup namun masih terdengar jelas ditelinga mereka bertiga.


“aku jadian dengan Abi!” seru Hanna penuh antusias lengkap dengan senyuman lebarnya.


“byyuuuuurrrr!!!”


Bersamaan dengan itu pula Ansell yang tengah menikmati segarnya air mineral didalam gelasnya, ia pun langsung memuncratkan kembali air yang bahkan belum sempat menyentuh kerongkongannya tepat ke wajah istrinya yang hendak menyantap kembali makan siangnya yang hanya tinggal beberapa suap.


Begitu juga dengan sisa makanan yang berada dipiringnya kini telah berubah menjadi mie berkuah, iya, kuah yang berasal dari jigong dan semburan suaminya sendiri.


Dengan berat hati ia pun meletakan kembali sendoknya dan mengakhiri makan siangnya setelah insiden yang tak terduga itu.


“yak, apa berita itu sangat mengejutkanmu, Ansell?” ujar Rihanna seraya memberikan sekotak tissue pada Ahreum yang malang.


“uhuukk.. uhuukk.. yak, bagaimana bisa kau berakhir dengan gadis seperti dia?” komen Ansell setelah meletakan kembali gelas yang dipegangnya ke atas meja sementara Ahreum masih sibuk menyeka wajah basahnya dengan beberapa lembar tissue.


“seperti dia?! Aughhh!!” belum sempat Rihanna melancarkan aksi rappernya Abi lebih dulu mengenggam tangan Rihanna dan menggelengkan kepalanya membuat Rihanna hanya bisa menghembuskan nafas kasarnya.


“memangnya kenapa dengan Rihanna?


Kurasa Rihanna lebih baik darimu.” Bela Ahreum yang ikut bersuara setelah selesai menyeka air diwajahnya dengan tissue lalu membuang tissue yang basah ke dalam piring bekas ia makan.


“apa?!” pekik Ansell yang juga telah selesai mengisi perut kosongnya, ia pun menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi dengan melipat kedua tangan diatas dadanya.


“sudah.. sudah.. banyak orang yang melihat.” Kata Abi yang mencoba menengahi kembali.

__ADS_1


“sejak tadi juga sudah banyak yang memandangiku kok, lagipula siapa yang akan tahan dengan pesona tampanku yang luar biasa ini.” sombongnya lengkap dengan senyum penuh arti yang menghiasi wajah songongnya.


“astaga.. aku sampai tak bisa berkata-kata..” komen Rihanna seraya merapihkan alat makannya dipiring kemudian mengelap bibirnya dengan tissue sebelum mengakhiri makan siangnya.


“berikan dompetmu, biar aku yang bayar.” Pinta Ahreum seraya menyodorkan kedua telapak tangannya ke hadapan Ansell.


Ansell mengangkat 1 alisnya sebalum akhirnya ia pun mengambil dompet yang berada disaku belakang celananya.


Sebelum Ansell memberikannya pada Ahreum, tangan Ahreum keburu menyambarnya lalu bangkit dari tempat duduknya untuk bergegas menuju meja kasir.


“ayo.” Ucap Abi seraya bangkit dari kursinya begitu Ahreum pergi menuju kasir.


“makasih untuk makan siangnya, pak Ansell.” lanjut Abi lengkap dengan senyuman lebarnya saat Ansell pun ikut bangkit dari tempat duduknya.


“makasih ya!” ketus Rihanna karena masih merasa emosi dengan sikap kasar Ansell padanya.


Tak menananggapi keduanya, Ansell pun memilih untuk melongos pergi lebih dulu.


“aughhh!! Kalau bukan karena wajahnya yang tampan mana mungkin ada wanita yang bisa bertahan dengan karakter busuknya itu.” dumel Rihanna yang berjalan 1 langkah dibelakang Ansell dan Abi.


“yak! aku masih bisa mendengarmu!” pekik Ansell seraya melirik sesaat ke belakang sebelum kembali melanjutkan langkahnya keluar dai resto.


Sementara itu Ahreum yang bertugas membayar tagihan makan siang mereka masih tampak mengantri didepan kasir karena kebetulan ada 1 pengunjung juga yang hendak membayar tagihannya sebelum Ahreum datang.


Alih-alih langsung menuju mobilnya, baik Ansell, Abi, maupun Rihanna terlihat menunggu dipinggir pintu masuk dengan sesekali mengedarkan pandangannya ke sekeliling.


Begitu selesai membayar tagihannya Ahreum pun langsung bergegas menuju keberadaan suami dan temannya diluar pintu masuk.


Namun..


Bruuggghh!! Suara ransel Ahreum yang belum kering sepenuhnya menghantam kepala salah 1 wanita yang tadi membicarakan suaminya.


Dengan wajah sok polosnya ia pun langsung membungkukan tubuhnya sembari meminta maaf pada wanita malang tersebut karena saat ransell Ahreum menghantam kepalanya kebetulan sekali ia hendak menyuapi mulutnya dengan 1 sendok makanan penuh.


Namun kini makanan tersebut tumpah hingga mengotori pakaiannya karena kuah kari yang hendak dimakannya.


“aduuhh.. maaf-maaf yaa..” ucap Ahreum yang langsung buru-buru meminta maaf kala ransell kecilnya dengan sengaja menghantam kepala wanita tersebut.


Wanita itu pun terlihat sangat murka sekali seakan ingin menumpahkan emosinya, namun karena banyak orang yang memperhatikan ia pun mengurungkan niatnya, dan hanya bisa memelototi Ahreum dengan tatapan intimidasi.


Setelah membungkuk beberapa detik Ahreum pun mengangkat kembali wajahnya bersamaan dengan tawa penuh artinya “hehehee..” sebelum pergi berlalu meninggalkan kedua wanita yang tampak syock tersebut karena menyadari jika gadis itu memang sengaja menghantamkan ransellnya pada dirinya.

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2