Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO

Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO
Episode 201


__ADS_3

“biar aku yang berada didepan!” seru Franky seraya membelah jalanan untuk menempati posisi terdepan kala mereka berempat telah sampai diarea tangga darurat.


Bukan tanpa alasan Franky kini beralih ke posisi terdepan, melainkan ia sudah memperkirakan jika para gangster itu pasti berpencar ada yang menaiki lift dan ada juga yang memilih menaiki tangga darurat untuk berjaga-jaga jika korbannya tersebut memilih untuk turun menggunakan tangga darurat.


Langkah mereka terdengar begitu gaduh lantaran rasa takut yang semakin menyelimuti ke empatnya membuat mereka berlarian tanpa henti menuruni anak tangga 1 per 1 dengan diiringi deru nafas yang mulai terasa sesak didada.


Benar saja begitu mereka hampir sampai dideretan anak tangga terakhir, 1 lelaki berbadan besar berpakaian serba hitam muncul lengkap dengan senyuman yang menyeringai dirinya meregangkan otot-ototnya sejenak sebelum bersiap menangkap salah satu gadis yang diincarnya.


Tak butuh waktu lama, kedua pasang mata tajamnya itu langsung menemukan keberadaan Ahreum yang ada diposisi paling belakang.


Saat tangan kekarnya hendak menyingkirkan tubuh Franky, dengan cepat Franky menepis lalu memukul bagian perutnya. Namun tentu saja ga semudah itu fergusoo!! Alih-alih memberikan rasa sakit pada lelaki kekar itu Franky malah meringis kesakitan karena merasa telah meninju sebongkah batu keras yang kini membuat kepalan tangannya memerah.


“auughhh!!”


Melihat kesempatan yang ada lelaki berotot itu kembali beraksi dengan membantingkan tubuh Franky ke dinding yang membuat kedua temannya, Rihanna dan Nayeon pun berlarin menghampiri Franky.


“Frankk.. kau baik-baik saja Frank?” panik Nayeon seraya memandangi wajah Franky yang masih tampak meringis kesakitan.


“apa kau bodoh, bagaimana dia bisa baik-baik saja ketika dia dibanting begitu kerasnya oleh beruang kutub itu!” pekik Hanna yang juga ikut mengecek keadaan Franky.


Semantara Ahreum masih berdiri tegap dengan pandangan tajamnya pada lelaki berotot yang telah menumbangkan karib lelakinya.


“PERGI AHREUM!! LARIIII!!!” teriak Hanna seraya kembali bangkit setelah mengecek keadaan Franky sejenak dan memastikan jika karibnya itu tidak memiliki cedera serius.


“ARgggghh!!” amuk lelaki berotot itu seraya mendorong Rihanna ke dinding seperti yang sebelumnya ia lakukan pada Franky.


Sontak saja hal itu pun membuat Franky dan Nayeon bangkit serta memelototi pria berotot tersebut, sedangkan Ahreum masih tampak tenang berdiri diposisinya masih dengan sorot mata tajam yang penuh arti pada lelaki yang telah melempar kedua karibnya.


“HIYAAAA!!!!” teriak Franky bersamaan dengan mendaratnya pukulan mematikan yang ia layangkan pada pipi gembil pria berotot tersebut, kepalanya terbawa memang mengikuti arah pukulan Franky namun dengan cepat ia kembali menengok pada Franky juga Nayeon dengan senyuman menyeringai seolah tengah mengejek pukulan yang hanya seperti toelan bocah baginya.


“la.. to.. lato!!” ujar Hanna yang masih terduduk dilantai tak berdaya.


“apa katamu?!” sahut Nayeon yang sekilas melihat Rihanna meracau tidak jelas seraya menunjukan area sensitvenya yang membuat Nayeon mengerutkan dahinya.

__ADS_1


“LATO LATO!!” bentak Hanna dengan berharap kali ini Nayeon mengerti apa yang dimaksud oleh dirinya.


Tepat saat pria berotot itu hendak membalas sentuhan manis yang ia terima dari Franky, dengan cepat kaki jenjang Nayeon menghantam keras area kema**luan pria tersebut hingga membuatnya refleks menutup area sensitivenya seketika dengan kedua tangannya.


Pria itu meringis kesakitan sebelum akhirnya tumbang masih sembari memegangi area kema**luannya akibat rasa sakit yang tak terhankan yang ia dapat dari seorang gadis.


Tanpa mengulur waktu lagi, Franky dengan cepat menarik lengan Nayeon dan Rihanna yang kini mencoba untuk berdiri meski rasa sakit masih menjalar diseluruh tubuhnya.


Mereka kembali berlari sekuat tenaga keluar dari hotel dan menjauh dari lokasi yang dipenuhi gangster itu dengan perasaan bangga dan penuh kemenangan setelah berhasil melumpuhkan salah satu gangster anak buah dari wanita psycho yang tak lain adalah Ilona Gantari.


Sampai..


“tunggu!!


Dimana Ahreum?!” panik Hanna kala menyadari jika 1 karibnya tidak berada dalam barisan saat ini.


Tepat saat Rihanna hendak memutar arah dan kembali ke hotel, dengan cepat Franky menahannya kemudian menggelengkan kepalanya seakan membarikan isyarat jika dia tidak mengijinkannya.


“apa yang kalian berdua rencanakan dibelakangku?!” pekik Hanna kala menyadari sesuatu telah disembunyikan darinya.


Ckkiiiitttt..


Suara mobil yang tiba-tiba berhenti dipinggir ketiganya, membuat pandangan mereka pun beralih pada seseorang yang duduk dibelakang kemudi.


Franky menarik tubuh  kedua karib perempuannya dan menempatkannya di belakang tubuhnya, kalau-kalau lelaki yang hendak turun itu berniat jahat.


“apa yang kalian lakukan disini?!” geram seseorang yang baru saja turun dari mobil dan kini bergabung dengan Hanna, Nayeon dan Franky yang menatapnya dengan pandangan menyelidik.


“saya Clay polisi yang diutus oleh pak Bennedict. Kenapa kalian pergi sebelum saya tiba?” lanjutnya lagi yang membuat ketiganya bisa mengendurkan otot tegangnya setelah bebarapa menit lalu merasa dag dig dug lantaran takut jika pria tersebut adalah salah satu antek-antek Ilona juga.


“kami sudah menunggu selama 1 jam, tapi kau tak juga datang!! Jadi kami memutuskan pergi tanpamu!” seru Hanna yang membuat bawahan Bennedict tersebut mengangkat 1 alisnya karena tak menduga akan mendapat perlakuan tidak sopan dari gadis yang tampak terlihat seperti bocah SMA.


“astaga!! Anak jaman sekarang memang tidak memiliki sopan santun sama sekali.” celetuknya seraya berkacak pinggang dan menggeleng kepala.

__ADS_1


“dimana nona Ahreum?!” sambung pria yang bernama Clay itu begitu menyadari ada yang kurang dari barisan bocah yang berada dihadapannya.


“ahh benar!


Ahreum masih didalam, kita harus menolongnya!” seru Nayeon yang hendak mengambil langkah 1000 bersamaan dengan Rihanna yang juga tampak bersemangat untuk kembali ke area berbahaya itu.


Dengan cepat kedua tangan Clay mencengkram erat kerah baju keduanya sehingga mereka pun kini menolehkan pandangan tajamnya pada Clay.


“bawa kedua bocah ini pergi dari sini, saya yang akan mencari nona Ahreum. Lagipula apa yang bisa kalian lakukan, ini bukan taman bermain. Atau arena game yang kalian mainkan di Mobile le**gend yang bisa hidup setelah mati berkali-kali!


Jika sudah mati kalian tidak akan bisa hidup kembali.” Celetuknya panjang lebar yang membuat keduanya mendengus kesal.


“bawa mobil saya, pergi ke kantor polisi terdekat disana kalian aman.” Lanjutnya usai melepas cengkraman kuat dari kerah baju Rihanna dan Nayeon.


“baik.” Sahut Franky patuh.


“minggir!!” ketus Clay seraya membelah jalanan yang dihalangi oleh Rihanna dan Nayeon.


“aughh si**al!!” umpat Hanna yang hendak mengejar Clay, namun tentu saja dengan sigap Franky kembali menarik lengan Rihanna kemudian memasukannya ke dalam mobil dengan segenap tenaga yang ia miliki hingga Rihanna pun tidak bisa berontak.


Begitu pun denagn Nayeon, usai memasukan mendudukan Hanna dikursi paling depan, giliran Nayeon yang ia tarik dan dimasukannya ke dalam mobil menempati kursi belakang.


Barulah dirinya naik dan duduk dibelakang kemudi.


“kau yakin kita tak perlu menyusul polisi itu?


Yak! Franky! Temanmu dalam bahaya kau tampak tenang sekali.” dumel Nayeon seraya mencondongkan tubuhnya ke depan.


“kau tak perlu khawatir, Ahreum tidak selemah yang kau kira!


Pak Clay juga sudah menyusul kesana, dan tidak lama lagi mas Arya juga akan datang. Ahreum akan baik-baik aja. Percaya padaku!” tuturnya yang kemudian langsung menancap gas dan pergi dari area tersebut.


***

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2