
“kalian sudah disini rupanya.” Ucap seseorang dari belakang yang sontak membuat keduanya memutar tubuhnya untuk melihat siapa yang kini bergabung diantara mereka.
Keduanya tertegun kala melihat Abi hanya mengenakan celana kolor berwarna hitam, dan membiarkan bagian atas tubuhnya tereskpos.
Menyadari karibnya juga ikut memperhatikan dada bidang kekasihnya, Hanna pun lantas menggeser tubuhnya tepat ke arah wajah Nayeon, sebagai peringatan padanya untuk berhenti menatap kekasihku begitulah bunyinya.
“yak! bokongmu mengotori kedua mataku!” pekik Nayeon kala pemandangan indah dari tubuh sispack Abi kini berubah menjadi 2 gunung besar yang hampir menghantam wajahnya.
Hanna tersenyum lebar menyambut kedatangan Abi yang berjalan kian mendekat padanya.
“permainan apa yang mau kita mainkan?” tanya Hanna kala Abi telah sampai dihadapannya seraya perlahan meletakan 1 tangannya diatas dada bidang Abi seolah tengah menggodanya.
“voli air, kau bisa memainkannya kan?” papar Abi seraya meraih lengan mungil kekasihnya kemudian ia turunkan dari dada bidangnya tanda penolakan tegas darinya.
Melihat Hanna yang tampak manyun begitu tangannya diturunkan, Abi pun lantas menggenggam erat tangan Hanna seraya mengusap lembut punggung tangah Hanna, membuat Nayeon yang melihat adegan hangat itu hanya bisa menghela nafas ditengah rasa kesepian yang kini tiba-tiba saja kembali menghantam hatinya.
“nona minumnya saya taruh diatas meja ya.” Ucap sang pelayan yang kembali bergabung diantara mereka seraya menurunkan 2 gelas minuman pesanan Rihanna dan Nayeon sebelumnya.
“oke. Makasih ya.”
“Iya kembali kasih nona. Ahh iya.. den Abi, mau minum apa?” sahut sang pelayan yang beralih pada Abi.
Abi melepas genggaman tangannya kemudian memutar tubuhnya agar bisa berinteraksi dengan baik. “tolong ambilkan 6 botol air mineral aja.” Pinta Abi ramah dengan diakhiri senyum tipisnya.
“baik den..” patuhnya kemudian kembali undur diri untuk membawakan pesanan Abi.
“6?..” timpal Hanna yang tak mengerti, karena kalau tidak salah hitung jumlah mereka kan berlima, siapa yang dihitung 2.
“Franky!!” seru Nayeon kala melihat seseorang yang tak asing berjalan bersamaan dengan Ahreum dan Ansell menuju keberadaan karibnya.
__ADS_1
“Franky?” gumam Hanna yang kemudian menggeser sedikit tubuhnya karena tak bisa melihat dengan jelas sebab Abi yang berdiri tepat didepannya.
“Halo every body!!” sapa Franky lengkap dengan wajah ceria yang dihiasi senyuman lebarnya serta lambaian tangan yang mengarah pada ketiga orang yang kini tengah memandanginya.
“sengaja aku ngajak Franky kesini, karena memang kita kekurangan orang. Kita bisa main 3 lawan 3.” Ujar Ahreum menjelaskan situasinya setelah sampai ditengah teman-temannya.
“apa yang kalian lihat?!” pekik Ahreum, kala menyadari kedua temannya itu malah terfokus pada tubuh sixpack Ansell dan bukannya menyapa balik Franky yang
Ahreum pun lantas menggeser tubuhnya ke hadapan Ansell dan merentangkan kedua tangan untuk menutupi pemandangan indah nan excotic yang diberikan tubuh berotot suaminya, lengkap dengan pandangan tajamnya yang mengarah pada kedua temannya secara bergantian.
“eyyy.. ayo cepat kita tidak memiliki banyak waktu, hari sudah semakin gelap. Lagipula tubuh kekasihku tak kalah mempesonanya kok.” sahut Rihanna seraya mengelus dada bidang Abi yang tentunya kembali ditepis lembut oleh Abi karena merasa kurang nyaman dengan perlakuan Hanna yang berlebihan seperti itu.
“Yups!! Bener tuh, kayaknya langit mulai mendung juga, dari berita yang kudengar pagi ini. Malam nanti akan hujan deras.” Celetuk Franky, yang merasa sudah menjalin sebuah pertemanan dengan semua orang yang ada disana seraya berkacak pinggang dan menebar senyum pada siapapun yang menatapnya.
“benarkah?!! Kalau begitu ayoo cepat!! Kita bagi timnya sekarang. Nay.. naik cepat.” Seru Hanna seraya mengulurkan tangannya pada Nayeon yang masih asyik mengayun-ayunkan kedua kakinya diair.
“bukankah sudah jelas, 3 pria dengan 3 wanita.” Timpal Ansell yang tidak setuju dengan saran Hanna ingin membagi tim dengan adil.
“Iya itu curang namanya. Ayo tentukan dengan permainan ini aja, kau tahu kan pilih taruh tangan diatas atau dibawah, yang sama akan menjadi 1 tim.” Cetus Ahreum yang mencoba memberikan saran cara menentukan anggota tim.
“setuju, ayoo!!” seru Hanna dan Nayeon serempak yang mulai bersiap, sementara yang lain hanya mengangguk dan pasrah aja dengan alur yang diatur oleh para gadis.
“okee, hombreng.. hombreng.. pilih atas atau bawah!!” seru ketiga gadis serempak yang kemudian dilanjutkan memilih tangan diatas atau dibawah sesuai dengan naluri mereka. Sementara para lelaki hanya mengikuti gerakan saja tanpa disertai teriakan slogannya.
...
Mereka bertiga terus meneriakan slogan tersebut sampai akhirnya disaat hombreng yang ke 4 mereka pun menemukan soulmetenya masing-masing.
“YEAAAHH!!” sorak Ahreum lantaran berhasil 1 tim dengan Hanna dan Franky.
__ADS_1
“ciihhh.. kau yakin mereka berdua bisa diandalkan?” ejek Nayeon dengan bibir yang dimanyun-manyunkan karena merasa terasingkan sendiri.
“kau lupa Nay? Franky atlet voli.” Papar Ahreum yang mencoba mengingatkan kembali mengenai profesi Franky sebelum memutuskan untuk mundur dari dunia olahraga lantaran cedera yang ia dapatkan beberapa tahun sebelumnya.
“ahh iyaa aku hampir lupa, tapi kau tau, dulu aku juga pernah bercita-cita menjadi atlet voli.” celetuk Nayeon ngasal.
“apaan sih, jika kau ingin menjadi atlet seharusnya kuliah di Universitas xxx bukan Royal collage of music.”
“eyyy!! Dunia ini penuh kejutan kau tahu, bisa saja sekarang aku belajar music tapi dimasa depan nanti aku berada ditengah-tengah atlet. Contohnya aja kak Ben, sedari kecil dia bermusik tapi dia memilih menjadi polisi sebagai mata pencahariannya.” Celotehnya panjang lebar yang membuat Ahreum dan Hanna pun menggeleng kepalanya bersamaan.
Selang tak berapa lama dikala percakapan yang terjadi, muncul suara seekor gagak yang entah darimana dan mau kemana. Gagak itu hinggap diatas tiang tenda tempat dimana mereka nantinya akan makan malam.
Kemunculan gagak yang tak diundang tersebut lantas membuat mereka semua terkejut karena suara khasnya yang melengking menusuk telinga.
“ARRRKKKK.. ARRKKKKKKK..!!!” burung gagak itu berkoak sangat nyaring membuat semua yang berada diarea kolam berenang pun lantas memutar tubuh dan mencari keberadaan burung gagak tersebut.
“ARRRKKKKK.. AARKKKKK!!!” ia kembali berkoak diatas tenda seraya mengayun-ayunkan kepalanya keatas kebawah seakan tengah memanggil kawanannya kemari.
“aughhh.. berisik sekali.” dumel Hanna lengkap dengan wajah julidnya seraya melipat kedua tangan diatas dadanya.
“yak, suruh mereka berhenti.” Pinta Ahreum seraya menyikut lengan Franky dengan diiringi tawa renyahnya.
“AAARRRRKKK.. AARRKKKK..” balas Franky yang membuat gagak tersebut pun lantas mengepakan sayapnya lalu pergi menjauh dari area tersebut.
Ketiga gadis dan Abi tampak tertawa renyah kala melihat kelakuan Franky yang nurut saja ketika diminta menirukan suara gagak oleh Ahreum.
Entah ia pergi karena memang mengerti bahasa Franky yang ngasal atau merasa aneh mendengar suara lengkingan Franky yang terdengar hampir mirip dengannya.
“sudah cukup main-mainnya, ayoo cepat lakukan peregangan dulu.” Sela Ansell yang ingin mengakhiri candaan teman-temannya sebab hari semakin gelap.
__ADS_1
bersambung...