
Whoossshhhh!!... angin berhembus kencang hingga membuat poni Ansell terbelah menjadi 2 bagian begitu pintu kamar berhasil terbuka oleh kunci cadangan yang dimiliki bi Ijah.
Dilihatnya sebuah jendela besar dikamar tersebut kini hanyalah tinggal serpihan kaca yang berserakan dipinggir dinding.
Kuat dugaan jika Ahreum telah menghancurkan kaca kokoh tersebut dengan sebuah kursi yang kini tergeletak tak jauh dari lokasi pecahan kaca tersebut.
Membuat Ansell semakin geram dan juga merasa lucu disaat yang bersamaan.
“ahhaahaha!!” terdengar suara tawa anehnya yang melengking membuat bulu kuduk Abi yang berdiri dibelakangany pun merinding seketika.
“AHREUMMMMMMMM!!!!”
“wahhh luar biasa. Baru pertama kali aku bertemu dengan gadis bar-bar yang tampak lugu sepeti nona Ahreum.” celetuk Abi saat ia mencoba mengintip keadaan kamar Ahreum dari sela dipinggir kepala Ansell.
“tepatnya ditaman sebelah mana mereka berdua?!” tanya Ansell dengan nada suara yang dipenuhi emosi serta lirikan mautnya ke belakang hingga membuat Abi pun sontak menelan ludah karena aura hitam yang dipancarkan oleh atasannya tersebut.
***
Sebelumnya…
Dikamar Ahreum, setelah ia selesai membersihakan tubuhnya berganti pakaian dan merias wajahnya sedikit. Ia pun langsung meraih ponsel yang diletakannya ditepi ranjang tadi malam.
“halo.” Sapa seseorang dari dalam telfon.
“bagaimana, kau sudah mendapatkannya kan?” tanya Ahreum lengkap dengan raut wajah seriusnya sembari mencoba berjalan ke arah laci, tempat ia menyimpan sepatu kets.
“sudah, aku sedang dalam perjalanan bersama franky, untungnya dia punya mobil kol buntung setidaknya dia biasa membantu membawakannya. Sebentar lagi aku sampai kau sudah siap?”
“tentu, aku sudah sangat siap.” Seru Ahreum seraya mencoba memakai sepatu kets ditengah berlangsungnya percakapan mereka ditelfon.
“sebentar aku mau menalikan dulu sepatu.” Ucap Ahreum yang kemudian meletakan ponselnya sejenak dilantai selagi ia mengikat tali sepatunya.
Beberapa menit kemudian.
“Ahreum.” panggil Rihanna bersamaan dengan selesainya aktivitas Ahreum menalikan kedua sepatunya.
Ia pun kembali meraih ponselnya kemudian berjalan menuju meja rias untuk memakai tas ransel kecilnya.
“hmm.. kau sudah sampai?” tebak Ahreum seraya mengecek kembali wajahnya cantik nan imutnya di cermin sebelum menarik langkah menuju jendela.
“iya, aku dibawah. Ayo cepat sebelum ada banyak orang yang mencurigai kita.” Katanya.
“oke, sebentar.” Sahut Ahreum seraya menyeret sebuah kursi bersamanya.
“ahh iya, kau yakin alat itu benar-benar aman kan?
Kau tahu kan aku sedang berada dilantai 12. Bagaimana jika aku mati.”
__ADS_1
“aku tinggal mengkremasimu.” Sahut Hanna dengan santuynya.
“si**al..” umpat Ahreum yang kemudian bersiap mencengkram erat kursi untuk dihantamkannya ke kaca jendela.
Criingggg!! Kaca jendela pun hancur seketika setelah hantaman keras yang dilayangkan oleh Ahreum menggunakan kursi besi.
“apaan tuh!!” pekik Hanna yang ikut mendengar bunyi keras pecahan kaca yang berasal dari ponselnya.
“kau yakin sudah meletakannya diposisi yang benar?” ucap Ahreum seraya mengintip ke bawah melalui jendela yang sudah hancur.
“yakin seyakin yakinnya, tenang saja jika kau memantul Franky akan menangkapmu. Ayo cepat!” seru Hanna ditelfon seraya mendongakkan wajahnya ke arah lantai aparteman Ahreum.
Dengan segenap keberanian yang ada akhirnya Ahreum pun memberanikan diri melompat ke bawah dengan menyilangkan kedua tangannya diatas dadanya.
Dan benar saja begitu tubuh mungilnya mendarat ditrampolin, dengan sigap Franky yang berotot besar itu pun menangkap tubuh Ahreum sebelum kembali memantul tinggi.
“huuuhhh haaaahh!! Hahahahaa jantungku hampir aja copot.” ujar Ahreum ketika dirinya berhasil mendarat dengan aman berkat bantuan trampoline dan juga tangkapan Franky.
“ayo cepat pergi, sebelum ada orang-orang yang melihat.” Seru Hanna seraya menarik lengan Ahreum juga Franky untuk menjauh dari area pekarangan aparteman dan meninggalkan trampolinenya begitu saja karena memang mereka sudah tak membutuhkannya lagi.
“terimakasih ya Frank..” ucap Ahreum ditengah perjalanannya menuju keberadaan mobil yang terparkir.
“oke gak perlu sungkan hehee.” Respon Franky lengkap dengan senyum lebarnya.
***
Terlihat keduanya tengah terduduk diatas rerumputan sembari menikmati ice cream yang dibelikan oleh Franky sebelum akhirnya ia pamit undur diri dari keduanya karena tugasnya telah usai.
Dengan sesekali Hanna membelasi lembut seekor anjing yang sedari tadi berkeliaran disekitarnya.
Sementara Ahreum hanya bisa memandanginya saja karena dirinya alergi terhadap bulu anjing.
“jangan coba-coba oke! Ingat kau pernah masuk rumah sakit karena ruam ditubuhmu.” Hanna kembali mengingatkan saat karibnya itu selalu mencuri-curi pandang pada anjing yang tengah terduduk disamping Hanna.
“iya.. iya..
Ahh iya, apa yang mau kau katakan?” tanya Ahreum seraya menyuapi mulutnya dengan ice cream rasa coklat vanilla.
“ahh iya, hampir aja lupa. Ternyata yang kau katakan itu benar Ahreum. Wanita itu sepertinya memang ada 2.” Katanya yang kemudian menaruh sejenak cup ice cream miliknya diatas rerumputan lalu merogoh ponselnya yang berada didalam tas kecil yang ia selempangkan.
“maksudmu?” tanya Ahreum yang malah kebingungan dengan pembukaan cerita Rihanna.
Disaat Rihanna sibuk mengetikan sesuatu diponselnya, seekor anjing yang berada disampingnya pun beranjak kemudian menjilati ice cream milik Rihanna yang sebelumnya diletakan diatas rerumputan.
Sadar akan perbuatannya salah, anjing itu pun kembali memundurkan kakinya kemudian melirik kearah 2 gadis yang tengah memandanginya.
“hmm.. gak apa-apa, kalau kau suka makanlah.” Ujar Hanna seraya menyodorkan ice cream miliknya ke dekat tubuh anjing tersebut, karena gak mungkin juga kan ia makan lagi setelah dijilati beberapa kali oleh anjing berbadan bongsor itu.
__ADS_1
Sembari mengusap lembut kepalanya Rihanna terus memandanginya dengan tulus sebelum akhirnya sang anjing kembali menjilati ice creamnya.
“jadi gini.” Rihanna melanjutkan kembali obrolan yang sempat tertunda.
“ohhh lucunya.. aku ingin sekali merawatnya.” Gumam Ahreum seraya memandangi lekat anjing yang tengah asyik menjilati ice cream milik karibnya.
“astaga! fokus Ahreum. Dengarkan aku.” Ucap Hanna seraya hendak menunjukan sebuah media sosial milik seseorang diponselnya.
“apa?” tanya Ahreum yang kembali menyadarkan dirinya dan beralih fokus pada layar ponsel yang tengah menampilkan media sosial seorang gadis yang tampak familiar sekali baginya.
“Ilona..” ucap Ahreum saat membaca sebuah nama yang tertera diakun media sosial milik gadis tersebut kemudian mengarahkan wajahnya pada Rihanna, seakan ia meminta penjelasan lebih lanjut pada karibnya itu.
“lihatlah semua foto yang berada di akun media sosial miliknya ini, benarkan wanita asing yang kemarin kita lihat itu adalah wanita yang sama dengan wanita ini.” lanjut Rihanna seraya memberikan akses penuh terhadap ponselnya, agar Ahreum bisa melihat sendiri dengan jelas foto-foto yang berada diakun media sosial tersebut.
“mirip sih, tapi cara berpakaiannya dan wajahnya sama sekali tak ada yang memakai riasan. Ada foto bersama dengan Ansell juga disini, hmm.. aku iri sekali, Ansell terlihat sangat bahagia bersamanya.
Ahh, gadis ini juga, gadis yang kemarin kita kejar dirumah abu itu kan.” seru Ahreum saat kedua matanya sampai pada beberapa foto grup bersama dengan teman-temannya.
“oke, sini kemarikan ponselnya, akan ku tunjukan akun media sosial lainnya.” Kata Hanna seraya mengambil alih kembali ponsel miliknya saat Ahreum telah melihat semua foto-foto yang ada diakun media sosial Ilona.
“nihh lihat..” lanjut Hanna seraya kembali memberikan ponselnya setelah menemukan akun sosial media lainnya yang hendak ia tunjukan pada Ahreum.
“Aluna Gantari.. kenapa nama belakang mereka sama. Apa mungkin ini hanya kebetulan saja, karena dilihat dari teman dan juga tempat foto-foto ini diambil kurasa ini bukan di Indonesia.” Gumam Ahreum saat ia membaca nama yang tertera pada akun media sosial tersebut kemudian mulai mencoba menscroll foto-foto yang ada diakun media sosial gadis yang bernama Aluna.
“kurasa mereka berdua kembar.” Tebak Rihanna seraya mengarahkan sorot mata seriusnya pada Ahreum.
“bagaimana mungkin.” Respon Ahreum.
“lihat foto yang berada dibagian paling bawah. Ada foto 2 bocah perempuan yang sangat mirip. Keyakinan terbesarku sekarang 2 bocah itu adalah Ilona dan Aluna.” Paparnya seraya melirik ke arah ponsel yang berada dalam genggaman Ahreum.
“tapi..
Ehhh dia kenapa, apa mungkin dia tersedak?!” seru Ahreum kala pandangannya tak sengaja melirik ke arah anjing yang tengah terbatuk setelah menghabiskan 1 cup ice crem milik Hanna.
“auukk.. aaukkk!!”
Dengan sigap Rihanna pun langsung mengelus bagian pundak anjing tersebut dengan sedikit tepukan untuk mengatasi anjing yang tengah tersedak makanannya.
“uhhh gemasnyaaaa aku ingin memegangnya sekali aja..” rengek Ahreum yang kini mengalihkan perhatiannya pada anjing tersebut.
“tidak boleh, om Seno akan membunuhku jika kau berada dalam bahaya lagi Ahreum. jangan keras kepala!” tukas Hanna yang sedikit kesal karena sikap keras kepala Ahreum.
“aahhhh.. aku hanya tinggal minum obatku saja, ayoolaahh.” Rengek Ahreum seraya bangkit dan hendak meraih anjing yang berada disamping Hanna.
Tepat saat lengan mungilnya hendak menyentuh anjing, tiba-tiba saja ada lengan kekar yang menahannya dari samping, lengkap dengan wajah sangarnya.
Perlahan Ahreum pun menengok untuk memastikan lengan siapa yang kini melingkar dipergelangan tangannya dengan sedikit rasa gugup. Karena sebenarnya ia memiliki firasat jika lengan tersebut adalah lengan suaminya. Ansell dirgantara.
__ADS_1
Bersambung...