
Next, kita lanjutin cerita kemarin ya teman-teman.
Kini mereka bertiga berkumpul mengelilingi tubuh pria yang masih terbaring dilantai, dengan tatapan serius ketiganya masih mencoba berfikir keras bagaimana cara memindahkan pria berotot itu sampai ke atas ranjangnya.
“bagaimana? Masih belum ada cara kan, kita coba aja deh mengangkatnya kali aja bisa kalau bertiga.” Saran Nayeon seraya menatap kedua teman yang berada disampingnya.
“iyaudah ayo kita coba dulu ajalah, daripada hanya memandanginya terus seperti ini, kau tak kasihan apa, suamimu sudah kedinginan tuh dari tadi tidur dilantai.” Sahut Hanna setuju dengan saran yang Nayeon ajukan.
“hmm, oke, mari kita coba, meski aku sama sekali tak yakin dengan ide itu, tapi setidaknya kita harus mencobanya.” Respon Ahreum yang kemudian memindai seluruh tubuh suaminya untuk memutuskan posisi tubuh mana yang akan ia angkat.
Namun sepertinya Hanna tampak bersemangat sekali kala Ahreum memutuskan untuk mencoba mengangkat pria berotot itu hingga senyuman merekah pun terukir dalam wajahnya, seolah ia tengah mencoba mencari kesempatan dalam kesempitan.
Iya gadis itu langsung berjalan ke bagian kepala Ansell, tanda ia yang akan bertanggung jawab pada wajah tampan suami karibnya itu.
“yak! apa yang kau lakukan?” tanya Ahreum saat Hanna telah sampai dibagian kepala suaminya dengan tatapan intens yang begitu mengerikan hingga menimbulkan kecurigaan bagi kedua temannya yang lain.
“katanya mau mencoba mengangkatnya?” seru Hanna dengan nada ngegasnya pada Ahreum.
“kau angkat bagian kakinya saja.” Perintah Ahreum yang langsung direspon dengusan oleh Hanna kemudian dengan malas ia pun mengambil 4 langkah ke samping dan berhenti di depan kaki Ansell.
Bersamaan dengan pindahnya Hanna dari posisi awalnya, Ahreum pun berjalan ke depan hendak mengisi posisi yang ditempati Hanna sebelumnya. Sementara itu Nayeon hanya menghembuskan nafas dan menggeleng kepalanya melihat kelakuan Rihanna yang ada-ada saja.
Karena ketiganya sudah berada dalam posisi, Ahreum dibagian punggung dan kepala, disusul Nayeon yang berada dibagian tengah bertanggung jawab untuk mengangkat pinggul Ansell, dan terakhir ada Hanna yang terpaksa bertugas mengangkat kedua kaki Ansell.
Setelah saling melempar tatapan serius, mereka pun serempak menurunkan tubuhnya dan hendak memulai proses pengangkatan pria berotot yang masih belum sadarkan diri itu.
“oke kita akan mengangkatnya dalam hitungan ketiga ya!” Ahreum memberikan intruksi pada kedua temannya yang langsung direspon sebuah anggukan.
“1..2..3..!” lanjut Ahreum seraya mencoba mengangkat tubuh Ansell secara bersamaan sesuai dengan kesepakatan.
Namun tentu saja tidak semudah itu, meski dengan kekuatan ketiga gadis sekalipun, tubuh Ansell sama sekali tidak bergerak malah yang ada tubuh ketiga gadis tersebut yang merasa kelelahan karena sudah mengerahkan seluruh tenaganya untuk mengangkat tubuh Ansell.
“astaga berat sekali sih!” gerutu Hanna seraya meregangkan otot-ototnya.
“kita coba sekali lagi deh yuk.” Ajak Nayeon yang juga tengah meregangkan otot-ototnya sejenak.
“astaga, apa kau tidak lihat..”
__ADS_1
“ayo sekali lagi, 1..” Ahreum kembali mengucapkan aba-aba dan mengabaikan keluhan Hanna.
Dengan terpaksa Hanna pun kembali bersiap diposisinya.
“2..3!”
“Aargghh!!” teriak ketiganya untuk menambah semangat juang yang membara dalam diri mereka, sampai…
Ssrreeekk!!... kegiatan pengangkatan tubuh Ansell pun terhenti kala suara robekan celana Hanna begitu jelas terdengar oleh Nayeon juga Ahreum, hingga mereka pun akhirnya tertawa terbahak-bahak hingga terduduk dilantai secara bersamaan seraya masih menertawakan nasib dari celana yang dipakai oleh Rihanna.
“HAHHAHAAA!! Kau ini ada-ada saja.” Celetuk Nayeon disela tawa membahananya.
“sudah ku bilangkan ini tidak akan berhasil! Ini salahmu yang menyarankan ide mengangkatnya.” Timpal Hanna seraya meraba bagian bokongnya untuk memastikan seberapa lebar robekan celananya.
“kau juga sih Ahreum, memberikan tugas yang berat seperti ini pada perempuan.” Celetuk Nayeon seraya melirik ke arah Ahreum yang masih tenggelam dalam tawanya.
“jadi kau ingin aku meminta bantuan pada Jeno dan juga kak Abi begitu?!” sahut Ahreum seraya melirik secara bergiliran pada kedua temannya tersebut.
“aku sih ga masalah, malah seneng banget bisa dikelilingi 3 lelaki tampan, uuhhhh seger pasti.” Ocehnya lagi hingga kedua temannya itu pun langsung memberikan tatapan tajam padanya.
“hmm.. ini aneh sekali, ditengah keributan yang terjadi saat ini kenapa pria itu masih saja belum terbangun, yak! coba kau cek, apa suamimu itu masih bernafas?!” ucap Hanna panik seraya merangkak cepat mendekati Ahreum untuk ikut memastikan keadaan suaminya tersebut.
Alih-alilh ikut panik seperti kedua temannya, Nayeon malah kembali tertawa begitu melihat pemandangan yang begitu menggelitik perutnya, hingga membuat kedua temannya terkejut dan memandanginya dengan tatapan aneh secara bersamaan, setelah memastikan Ansell masih bernafas dengan baik.
“apa kau ingin memamerkan celana dalammu Rihanna?! Kau ini benar-benar.” Jelas Nayeon, membuat Hanna mendengus lalu kembali duduk.
“sebaiknya kau ganti celanamu dulu, Hanna.” Kata Ahreum.
“nanti saja.. ahh iya aku punya ide!”
“ide? Apa.” tanya Ahreum.
“jadi begini..”
Hanna pun menjelaskan secara detail sebuah ide brillian yang tiba-tiba saja masuk ke dalam otak kecilnya, sementara itu baik Ahreum maupun Nayeon meresponnya dengan terus mengangguk, tanda jika mereka mengerti dengan apa yang Hanna maksud.
“okee, kalau begitu kita bisa memulainya sekarang, aku cari kainnya dulu.” Seru Ahreum seraya bangkit dari duduknya.
__ADS_1
Namun baru saja melangkahkan kakinya, ia kembali berbalik dan memandangi kedua temannya yang masih terduduk disamping suaminya.
“yak! jangan coba macam-macam selama aku tidak ada!” tukas Ahreum seraya menatap tajam ke arah Hanna yang tampak mencurigakan.
“astaga, tenang saja, akal sehatku masih bekerja dengan baik, mana mungkin aku bermain-main dengan suami temanku sendirikan.” Sahutnya seraya mencoba mendekatkan tangannya perlahan ke bagian pinggang Ansell.
“TANGANMU!!” bentak Ahreum, yang membuat Hanna langsung cepat-cepat menyingkir dari tubuh Ansell.
“iyaa.. iyaa kau ini pelit sekali sih, cuma secuil juga.” Gumam Hanna.
Ahreum pun kembali pada tujuannya yaitu mencari kain tebal, lebar dan panjang.
Dan begitu ia membuka pintu kamar, ia pun langsung mengedarkan pandangannya ke segala arah lalu perlahan masuk ke dalam seraya masih mencoba memikirkan kain yang akan ia gunakan untuk menyeret tubuh Ansell sampai ke kamarnya.
Beberapa menit kemudian.
Akhirnya Ahreum pun kembali bergabung dengan teman-temannya didapur.
“okee, badcover boleh juga.” Celetuk Hanna kala melihat karibnya itu muncul dengan badcover dalam dekapannya.
“ayo cepat, sudah hampir 1 jam Ansell terbaring dilantai.” Ujar Ahreum yang kemudian menghamparkan badcovernya disamping tubuh suaminya.
“dia pingsan lama amat sih, heran deh.” Celetuk Hanna seraya bersiap diposisinya untuk memindahkan tubuh Ansell ke atas badcover.
“berisik, kau ini dari tadi ngeluh mulu, tenang saja, begitu berhasil memindahkan Ansell ke atas ranjang, akan ku traktir kalian daging sapi premium dan juga..”
“apa?” sahut Hanna yang tak sabar menantikan kelanjutan kalimat Ahreum.
Ahreum pun merespon perkataan karibnya itu dengan sebuah gerakan seolah tengah meminum ditambah dengan bunyi suara khas yang biasa pada umumnya orang-orang pakai untuk ajakan minum alkohol.
“SETUJU!!” seru kedua temannya serempak.
bersambung...
***
Note : Bagi yang suka nonton drama pasti tau, gerakan tangan ketika ada seseorang yang mengajak minum (alkohol). 😁
__ADS_1