
Karena tak mungkinkan untuk berdebat atau beradu mulut dilobi rumah sakit, itu hanya akan mengundang perhatian banyak pengunjung dan para staf yang tengah berlalu lalang, Ansell pun memutuskan menarik paksa lengan istrinya untuk berjalan mengikuti kemana ia pergi.
Sesampainya di atap rumah sakit.
“bisa tolong lepaskan tanganku, sakit sekali Ansell.” Ringis Ahreum seraya terus meronta dan memaksa kakinya berjalan sampai ke ujung pagar pembatas atap.
Ansell pun melepas tangan Ahreum dengan kasar hingga tubuh Ahreum goyah dan hampir terjatuh.
“sudah ku bilangkan, akan menjelaskannya padamu, tak perlu menyeretku sampai seperti ini.” rengek Ahreum kembali seraya memegangi pergelangan tangannya yang tampak membiru akibat dari cengkraman kuat suaminya.
“menjelaskan?!
Yak! kau fikir dirimu itu istimewa, hanya karena aku sedikit lunak padamu!! dengar ya Ahreum, jangan salah paham, aku sama sekali tidak cemburu melihatmu bermain dengan lelaki lain dibelakangku, sebaliknya, kau begitu menjijikan, KAU TAU!!
1 hal lagi!! Jika kau sampai mempermalukan keluargaku karena tindakan bodohmu itu, ku pastikan, tidak akan pernah menceraikanmu seperti rencana kita diawal, agar kau selalu merasa hidup di NERAKA bersamaku!! MENGERTI!” bentak Ansell lengkap dengan sorot matanya yang berapi-api membuat Ahreum terdiam sembari menahan isak tangisnya.
Setelah mendapat respon sebuah anggukan dari istri mungilnya itu, Ansell pun lantas pergi meningglakannya, tanpa perduli air mata yang kini mulai berlinang membasahi kedua pipi mulus istrinya.
***
Keesokan harinya, diseberang kampus Royal collage of music.
Begitu memakirkan sepedanya didepan toko serba ada, Ahreum pun berjalan santai hendak masuk ke dalam toko sembari sesekali memutar lehernya untuk melakukan peregengan pada otot-otot lehernya yang sedikit kaku akibat tidur dengan posisi terduduk bersandar dipagar pembatas atap.
Iya, karena kondisi wajahnya yang tidak memungkinkan, kedua matanya bengkak dan juga memerah sehabis menangis beberapa jam diatap selepas kepergian suaminya yang memakinya tanpa ampun.
Ahreum tidak berani untuk meneruskan niatnya menginap diruangan ibunya yang tengah dirawat, jadi ia memutuskan untuk berdiam diri diatap sembari menunggu waktu fajar tiba, lalu kembali melakukan aktifitas seperti biasanya.
Untuk membangkitkan semangat juangnya, ia pun berniat untuk membeli sekaleng minuman dingin dan juga 1 cup pop mie pedas gubrak.
__ADS_1
Dengan santainya ia berjalan menelusuri lorong-lorong toko serba ada untuk mencari 2 benda yang diinginkannya itu masih dengan kedua mata yang setengah terpejam karena tidurnya tidak terasa nyenyak sama sekali.
Begitu menemukan 2 benda yang dicarinya ia pun membawanya ke meja kasir, namun tepat saat sang kasir toko serba itu menyebutkan nominal yang harus ia keluarkan, kedua matanya sontak membulat seolah teringat sesuatu.
Yuppss, betul sekali, dirinya tidak membawa dompet bahkan hanya sekedar uang receh pun tidak ada disakunya, sungguh menyedihkan bukan? Hehee. Karena yang saat ini dirinya miliki hanyalah sebuah ponsel, ponsel yang sudah tidak memiliki baterai sejak beberapa jam yang lalu.
“biar aku yang membayarnya om.” Seru seseorang yang berdiri tepat dibelakang Ahreum.
Mendengar suara tersebut Ahreum pun langsung memutar wajahnya untuk melihat siapa yang tengah menawarkan diri untuk membayarkan makanan dan minuman yang dibelinya itu, namun keningnya mengerut kala tak mendapati siapapun dibelakang maupun dipinggirnya.
Jadi sebenarnya suara siapakah itu???'fikirnya.
“dibawah sini tante!” ketus gadis kecil yang tengah menjinjing sebuah keranjang besar yang berisikan banyak cemilan.
“auggh!! kenapa tante diam aja, bisa tolong minggir, keranjangku cukup berat.” Keluh gadis kecil tersebut begitu Ahreum menurunkan pandangannya.
Masih dengan raut wajah terkejutnya Ahreum pun menggeser tubuhnya 1 langkah ke pinggir untuk memberikan ruang pada gadis kecil tersebut yang tak lain adalah Xena putri dari Elios gavriel.
“mau disatukan plastiknya?” ucapnya kembali saat Xena tengah merogoh tas kecil yang ia selempangkan ditubuh mungilnya.
“tidak.” respon Ahreum. “iyups.” Respon Xena, secara bersamaan, membuat keduanya saling melempar tatapan kembali.
“satukan aja om.” Lanjut Xena kembali setelah memberikan tatapan tajamnya pada gadis dewasa yang tengah berdiri disampingnya itu, ia pun kembali mengarahkan pandangannya pada sang kasir seraya memberikan kartu atm nya.
Selang 5 menit kemudian, pembayaran pun telah selesai, Xena kembali menatap Ahreum dengan tatapan tajamnya.
“tolong bawakan sampai rumah.” Perintah gadis kecil itu seraya memasukan kembali kartu atm miliknya ke dalam dompet kecil yang berada didalam tasnya, kemudian memutar tubuhnya dan mulai melangkahkan kakinya.
“tapi Xenaa..” tahan Ahreum seraya memegang bahu Xena yang hendak menarik handle pintu toko serba ada.
“aku tidak akan memaafkan tante, jika tante tidak mau ikut denganku.” Ketus Xena seraya menepis kasar tangan Ahreum dari bahunya kemudian kembali berbalik untuk meneruskan langkah kakinya yang sempat tertunda.
__ADS_1
“ba.. baiklah.” Sahut Ahreum pasrah seraya berjalan mengikuti kemana gadis itu membawanya.
Saat keduanya sudah berjalan lumayan jauh dari toko serba ada, munculah Nayeon yang tengah menyebrang dari arah kampus menuju toko serba ada. Meski terlihat samar karena jaraknya yang cukup jauh, namun ia yakin sekali jika punggung gadis yang tengah dilihatnya itu adalah sosok dari teman baiknya, Ahreum nathania.
Tapi siapa gadis kecil yang tengah bersamanya itu?'fikir Nayeon, karena sedang berjalan ditengah jalan raya membuat dirinya tidak bisa fokus memperhatikan kemana Ahreum pergi, dan akhirnya ia pun kehilangan jejak dari karibnya tersebut yang tiba-tiba menghilang entah kemana.
***
Sesampainya dipekarangan milik kediaman keluarga kecil Elios gavriel.
“yaa ampunn nona Xenaaa, suster cari-cari kesana kemari, habis dari mana aja sihh!” gerutu seseorang yang berpenampilan layaknya seorang baby sitter, ia berlarian dari bagian samping rumah lengkap dengan raut wajah khawatirnya kemudian menurunkan tubuhnya untuk mensejajarkan tubuhnya dengan putri majikannya tersebut.
“aku hanya pergi ke toko serba ada kok, berlebihan sekali sih.” ketus Xena yang tidak perduli akan kekhawatiran dari suster yang merawatnya itu, ia pun kembali melanjutkan langkahnya untuk memasuki kediamannya dengan menarik 1 tangan Ahreum.
“sudah ya, tante mengantar sampai disini aja.” Ucap Ahreum yang menghentikan langkahnya tepat setelah sang suster membukakan pintu untuk keduanya.
Alih-alih menjawabnya dengan perkataan, Xena hanya memelototi dirinya kemudian menarik secara paksa kelima jemari Ahreum agar tetap ikut berjalan bersamanya.
“hmmm..” Ahreum hanya bisa menghela nafas panjang saat dirinya terpaksa harus kembali berjalan mengikuti keinginan gadis kecil tersebut.
Dan..
Begitu mereka berdua hendak melewati sebuah tangga yang menghubungkan lantai 1 dengan lantai 2, keduanya berhenti kala sebuah langkah kaki terdengar cukup nyaring yang berasal dari anak tangga teratas, hingga sontak keduanya menoleh kearah lantai 2 secara bersamaan.
Dilihatnya Elios tengah berjalan santai seraya mengancingkan kancing dibagian pergelangan tangannya.
“Ahreum?” kaget Elios.
“ayaaahh!! Tante Ahreum katanya mau sarapan bareng kita.” Seru Xena lengkap dengan senyuman lebar yang merekah menghiasi wajah cantiknya.
Mendengar hal itu baik Ahreum maupun Elios tampak sangat terkejut sekali, hingga keduanya pun serempak membulatkan kedua matanya kearah Xena kecil yang tampak bahagia sekali dengan situasi yang terjadi saat ini.
Bersambung...
__ADS_1
***