
“yak! yak! Bagaimana caranya mengerem?!” ditengah kepanikan yang melanda ia pun mendadak lupa bagaimana caranya menghentikan kendaraan beroda 2 itu yang membuat mereka pun kini akhirnya tercebur ke dalam danau.
Sementara Franky dan Nayeon mengurus para jambret dengan terus memukulinya memakai helm, posisi para jambret yang kini terhimpit motornya pun semakin memudahkan Franky dan Nayeon melumpuhkan para jambret tersebut.
Sampai akhirnya beberapa warga pun berdatangan untuk membantunya mengamankan para jambret agar tidak kabur lagi.
“dimana Ahreum?” tanya Franky yang masih belum sadar jika 2 karibnya itu kini tengah mengambang didanau yang cukup dalam.
“TOLONG!! TOLONG!! ADA YANG TENGGELAM DIDANU!!” teriak salah seorang warga yang melihat 2 kepala menyembul ke permukaan danau yang tak lain adalah Ahreum dan Rihanna.
Karena mereka berdua memiliki kemampuan berenang yang cukup baik, mereka pun akhirnya bisa naik ke permukaan danau.
“YAK!! BODOH!! BAGAIMANA KAU BISA LUPA LETAK REM YANG ADA DITANGANMU SENDIRI!!” bentak Hanna seraya memukul keras permukaan air yang ada dihadapannya hingga muncrat mengenai wajahnya sendiri.
Sedangkan Ahreum yang berada tak jauh darinya malah menyemburkan air yang masuk ke dalam mulutnya saat ia tenggelam beberapa saat lalu. Gadis yang telah membuat karibnya tercebut itu malah nyengir tanpa merasa bersalah sedikitpun.
Sehingga membuat Rihanna semakin kesal dibuatnya. “KEMARI KAU AHREUM, AKU AKAN MEMBUNUHMU!!” racau Hanna yang kemudian berenang ke tempat Ahreum berada saat ini.
Namun tentu saja Ahreum tidak tinggal diam, dirinya berusaha berenang ke tepi danau menghindari amukan karibnya.
***
30 menit berlalu.
Mereka berempat kini tengah bersantai duduk ditepi danau sembari menikmati suasana sore yang dipenuhi angin sepoi-sepoi.
Setelah beberapa menit lalu Hanna dan Ahreum bergulat dengan air danau yang cukup dingin mereka pun akhirnya bisa naik ke tepian dan mengistirahatkan tubuhnya sejenak, sebelum kembali mengatur rencana selanjutnya.
“sebaiknya kita pulang aja tubuhmu sudah basah kuyup gini. Lagipula kita sudah mengawasi panti sedari tadi, tapi ga ada yang aneh tuh.” Ujar Franky sembari memainkan rambut ikal panjang Ahreum yang sudah kacau balau, kemudian melirik sesaat ke area pekarangan panti yang letaknya disebrang tempat mereka berada.
“bagaimana kau akan bertanggung jawab dengan motor milik Omma?” tanya Nayeon yang duduk disebelah Rihanna usai meneguk air mineral.
“gausah khawatir, aku akan menelfon jasa derek nanti.” Sahut Ahreum yang kemudian melipat kedua kakinya kemudian mendekapnya erat lantaran hawa dingin yang terus menusuk pori-pori tubuhnya.
Tanpa diminta, Franky pun mencoba melepaskan sweater oversizenya kemudian dilemparkannya tepat ke wajah Ahreum.
__ADS_1
“aiishhh, kalau ga niat ngasih yaudah gausah!” dumel Ahreum seraya menarik sweater milik Franky yang menghalangi pandangannya.
“yaudah sini kembalikan kalau gak mau!” balas Franky yang mencoba merebut kemabli sweaternya, namun dengan cepat Ahreum membawa sweater Franky ke sisi lain agar jauh dari jangkauan Franky.
“ciihh!!” dengus Franky.
Ahreum pun buru-buru mengenakan sweater milik Franky sebelum karibnya itu berubah fikiran.
Disisi lain, saat Nayeon hendak menutup botol air mineralnya, Hanna mengulurkan tangannya tanda ia juga ingin minum. Dengan senang hati Nayeon membukakan kembali tutup botol mineralnya kemudian memberikan botol tersebut pada Rihanna yang masih mengarahkan pandangannya lurus ke arah Danau yang membentang luas dihadapannya.
“bukannya itu lelaki yang pernah menyekap kita, Han..” celetuk Nayeon kala pandangannya tak sengaja mengarah pada seorang lelaki yang baru saja turun dari mobil hitam.
Sontak saja mendengar hal tersebut, Ahreum, Hanna dan Franky pun memutar tubuhnya untuk mengecek apa yang tengah dilihat Nayeon saat ini.
“berlindung dibelakang pohon!” perintah Ahreum kala salah seorang dari pria berotot besar mengarahkan pandangan tajamnya kearah mereka berempat.
Tanpa bantahan mereka pun beranjak dari tepi danau kemudian berlarian menuju belakang pohon besar yang letaknya tidak jauh dari tempat mereka duduk-dudukan tadi.
“uuuhh.. Kenapa aku merasa deg deg an sekali. Seperti sedang main film laga hahaha!” celetuk Nayeon yang kemudian memunculkan wajahnya dari balik pohon mencoba mengecek situasi terkini.
“jangan asal bicara Frank!” timpal Hanna yang juga ikut-ikutan memunculkan kepalanya tepat diantara kepala Nayeon dan Franky.
“ssstt.. jangan berisik!” sambar Ahreum yang berada diposisi paling bawah.
Begitu mengeluarkan kepalanya dari balik pohon besar, ia pun langsung mengeluarkan teropong berukuran kecil dari saku celana kodoknya guna untuk melihat lebih jelas orang-orang yang tengah berkumpul diarea pekarangan panti.
“sebenarnya tak perlu pakai teropong pun kita masih bisa melihatnya dengan jelas tau! Kau ini berlebihan sekali.” celetuk Hanna.
“ssstt.. gadis bergaun hitam itu.” sela Ahreum.
“Ilona.” Ucap Ahreum dan Hanna serempak, sementara Franky dan Nayeon malah saling beradu tatap lengkap dengan raut wajah bingungnya lantaran memang tidak mengenal gadis yang dimaksud kedua karibnya itu.
“sedang apa mereka kemari.” Ahreum berbicara pada dirinya sendiri.
“apa mungkin..” sahut Hanna, yang membuat ketiga temannya melirik kearahnya mencoba menunggu kelanjutan dari kalimatnya yang menggantung.
__ADS_1
“dia mengikuti kita kemari.” Lanjut Hanna yang membuat ketiga temannya itu terdiam seketika.
“dengar..” timpal Franky yang kemudian menarik tubuhnya dan berjongkok, lalu diikuti oleh ketiga temannya yang juga berjongkok mengelilinginya.
“kurasa ini akan sangat.. sangat berbahaya. Lebih baik kita pulang dulu aja. Kita tunggu sampai mereka semua pergi dari panti.”
Alih-alih mendengarkan secara seksama nasihat yang diberikan Franky, pandangan Ahreum malah terfokus pada sosok gadis yang tak asing tengah memperhatikan area pekarangan panti juga sama hal nya dirinya kini.
“yak! Ahreum, kau dengar aku tidak!” geram Franky sebab karibnya yang 1 ini memang terkenal denagn sikap keras kepalanya.
“kau ingat gadis itu kan, Hanna.” Ucap Ahreum seraya menunjuk ke arah gadis itu berada dengan sorot matanya.
“gadis yang membuat kekacauan dipasar itu kan.” sahut Hanna yang akhirnya menemukan sosok gadis yang ditunjukan oleh Ahreum.
“ada apa lagi?” tanya Franky seraya ikut mengarahkan pandangannya pada sosok yang tengah menjadi fokus kedua karibnya.
“rupanya kalian banyak menyimpan rahasia dibelakangku selama ini.” rajuk Nayeon lantaran sedari tadi ia tidak mengerti apa yang menjadi pembahasan dari 2 karibnya itu.
“begitu para antek-antek Ilona masuk ke dalam panti, aku akan langsung mengejar gadis itu.” ucap Ahreum mantap lengkap dengan raut wajah seriusnya.
Dan..
Benar saja setelah Ilona dan semua anak buahnya yang berjumlah 3 orang itu masuk ke dalam panti.
Ahreum pun bergegas keluar dari persembunyiannya kemudian berlari secepat yang ia bisa menuju keberadaan sosok gadis tersebut yang juga tengah bersembunyi dibalik tiang listrik.
Tak ingin ketinggalan Hanna, Franky dan Nayeon pun ikut berlari menyusul Ahreum untuk menangkap gadis misterius tersebut yang diyakini bisa memberinya pencerahan akan identitas Ilona yang sebenarnya.
Belum sempat langkahnya sampai ke keberadaan gadis misterius tersebut, gadis itu keburu sadar hingga ia pun dengan cepat mengambil seribu langkah menjauh dari orang-orang yang hendak mengejarnya.
Sehingga terjadilah aksi saling kejar-kejaran diantara mereka berlima. Ditengah hari yang mulai gelap.
***
Bersambung...
__ADS_1