Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO

Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO
Episode 203


__ADS_3

1 jam kemudian usai Ahreum dirias secantik mungkin layaknya wanita penggoda yang bisa langsung membangkitkan gairah sang pria, dirinya pun dipakaian gaun tipis berwarna mereh yang semakin mengeluarkan aura sexy gadis mungil tersebut.


Rambut panjang ikalnya dibiarkan terurai hingga sampai pinggulnya ditambah hiasan pernak-pernik yang ditempel dibagian atas rambutnya sebagai sentuhan terakhir dari proses mendandani gadis yang kini tengah terduduk disebuah kursi.



“hmm.. Lama juga efek dari obat bius itu, atau mungkinkah dia hanya sedang berpura-pura tidur?” celetuk lelaki yang sebelumnya berbicara dengan Cassandra, ia terus saja memperhatikan wajah cantik Ahreum melalui pantulan cermin dihadapannya dengan tatapan curiganya.


“coba kau tampar dia!” perintahnya pada Lilian yang bertugas merias Ahreum yang kini tengah membereskan alat riasnya ke dalam sebuah kotak besar yang berada diatas meja.


“apa kau sudah gila? Bagaimana jika tamparan itu membekas dipipinya.” Sahutnya yang kemudian menghentikan aktivitasnya sesaat dan menatap tajam ke arah lelaki yang memerintahnya barusan.


“kalau begitu tampar saja dia disisi kanan dan kiri, anggap saja tanda merah itu sebagai perona pipinya hahaa!” timpalnya yang membuat Lilian memutar bola matanya jengah.


Lilian memutar kursi yang diduduki Ahreum agar mengarah padanya dan..


Plaakk!! Plaakkk!! 2 tamparan cukup keras itu mendarat dipipi mulus Ahreum, iya meski sedikit mengeluh namun Lilian tetap menuruti keinginan lelaki tersebut.


“sudahkan?!


Sebaiknya cepat bawa dia, sebelum tua Bangka itu menelfon kembali!” pekik Lilian yang kemudian lebih dulu pergi meninggalkan ruangan tersebut seraya membawa kotak besar yang berisikan peralatan meriasnya.


“ciihh!!” dengus lelaki tersebut yang lalu memutar kursi yang diduduki Ahreum ke arahnya.


Ia pun merendahkan tubuhnya agar bisa melihat lebih dekat wajah Ahreum yang tampak memikat hatinya itu.


“ughh.. sayang sekali malam ini kau akan menjadi santapan pria tua Bangka itu.” gumamnya seraya mengusap lembut pipi Ahreum dengan pandangan penuh nafsu.


Segera setelah ia puas memandangi gadis yang tengah tertidur lelap diatas kursi, ia pun menggendong Ahreum dan meletakan tubuh Ahreum diatas bahunya.


Dan membawanya ke kamar 77 tempat dimana pria tua Bangka clien dari Cassandra telah menunggu sejak beberapa jam yang lalu.


Setibanya didepan kamar 77.


Tok..tok..


Lelaki yang tengah menggendong Ahreum pun mengetuk pintu kamar dengan malas, sebab masih tak rela jika gadis yang disukainya itu malah akan dinikmati oleh pria lain.


Ceklek..


Pintu terbuka, disusul dengan kemunculan seorang pria gendut yang masih memakai jubbah mandi berdiri tepat dihadapan lelaki yang membawa Ahreum.


“SIAL!! LAMA SEKALI KERJA KALIAN!!


AKU SUDAH MEMBAYAR MAHAL UNTUK HAL INI, APA KALIAN MENGANGGAPKU LELUCON HAH!!” berangnya seraya berkacak pinggang.


“maaf tuan. Kami hanya ingin memberikan kesan yang terbaik, jadi butuh waktu lama untuk merias dan memilihkan pakaian yang pas padanya, agar terlihat semakin menarik bagi tuan.” Ucap lelaki yang menggendong Ahreum yang kemudian menundukan kepalanya sedikit pada pria tua yang kini tengah berada dipuncak amarahnya.

__ADS_1


“CEPAT TIDURKAN DIA DIRANJANG!!” bentaknya lagi seraya menyingkir dari ambang pintu agar lelaki yang tengah membawa Ahreum itu bisa masuk dan menidurkan Ahreum diranjang seperti yang diperintahkannya.


“saya pamit. Selamat bersenang-senang.” Pamit lelaki tersebut yang kemudian undur diri setelah menyelesaikan tugasnya.


Pria tua itu hanya mengibaskan tangannya untuk merespon salamnya, sedang pandangan mesu*mnya terarah pada gadis yang kini tengah berbaring diranjangnya.


Perlahan ia mencoba membuka tali jubbah mandinya kemudian duduk ditepi ranjang masih dengan tatapan penuh nafsu yang sepertinya sudah tak bisa ia tahan kembali.


“padahal aku hanya pernah melihatmu sekali sewaktu kau berkunjung ke kantor, tapi kenapa kau selalu berputar-putar dalam fikiranku dan membuatku menggila seperti ini.. ughh..” racaunya seraya menciumi telapak tangan Ahreum.



Greepppp!! Tanpa peringatan apapun Ahreum membuka mata dan mencekik lelaki bertubuh gempal tersebut dengan segenap kekuatan yang ia miliki.


Perlahan Ahreum bangun dari tidurnya dengan raut wajah mengerikan yang tak pernah pria tua itu bayangkan, hingga membuatnya sontak membulatkan kedua matanya kala Ahreum mulai tersenyum menyeringai.


“uuhuukk..uhuuukk!!” cekikan Ahreum mampu menutup asupan oksigen dalam tubuhnya hingga membuatnya terbatuk dan mencoba meronta melepaskan cengkraman kuat Ahreum.


“yak! ber.. uhuukk.. berani .. sekali .. ka.. u!!” racau pria tua itu yang kemudian mencoba memukul Ahreum.


Namun dengan cepat Ahreum menepisnya, ia pun membantingkan pria tua Bangka itu bersamaan dengan bangkitnya ia dari ranjang dan dengan cepat ia berdiri dihadapan pria tua Bangka yang tengah memegangi area lehernya yang memerah akibat cekikan kuat Ahreum.


“Sial!! Dasar ********!!” belum sempat pria tua Bangka itu bangkit dari ranjang, lengan gesit Ahreum langsung menaikan gaun merahnya lalu meraih pistol yang ia curi sebelumnya dari lelaki yang menggendongnya kemari.



“a.. apa yang.. kau la.. kukan?” ucap pria tua itu terbata seraya menaikan kedua tangannya menandakan kekalahannya.


Alih-alih menjawab pertanyaan pria tua itu Ahreum malah menarik pelatuk pistol yang digenggamnya erat seakan bersiap untuk membuat lubang besar dikening pria yang sudah tak bisa berkutik dihadapannya.


“maaf.. maafkan aku.. tolong ampuni aku, ku mohonn… ku mohon hikkssss!!” rengeknya yang semakin membuat Ahreum tertawa cekikikan puas telah membuat pria gendut itu mengemis ampun padanya.


“Aahhaaahaa!!


Kasihan sekali, niat ingin menikmati tubuh istri dari atasanmu yang tampak lugu dan lemah, kau malah dibuat ketakutan seperti ini olehku. Bagaimana dong.. Aku, bukanlah gadis lugu seperti yang kau fikirkan!” ujar Ahreum seraya mencoba menurunkan pistolnya ke area kela**min pria tua Bangka tersebut dengan cepat kemudian..


Dooorrrrrr!!!


Suara tembakan nyaring terdengar hingga keluar kamar membuat para bawahan yang tengah berjaga diluar pun sontak mengetuk pintu dengan ganas seraya memanggil-manggil nama tuannya yang tengah berada didalam kamar.


Karena tak juga ada sahutan dari dalam kamar, membuat mereka semua berusaha merusak pintu tersebut dengan cara mendobraknya bersamaan. Lantaran khawatir jika sesuatu yang buruk terjadi pada tuannya didalam.


Begitu pintu berhasil terbuka lebar, dilihatnya tuannya tengah merintih diatas ranjang sembari memegangi kema**luannya dengan busa kasur yang sudah berhamburan keluar dan berterbangan kesana kemari mengikuti arah angin yang membawanya.


Iya.. ternyata Ahreum tidak menembak ke area kema**luannya melainkan tepat dibawahnya, sebab ia hanya ingin memberikan tekanan yang luar biasa pada pria tua Bangka tersebut tanpa ada hasrat ingin membunuhnya.


Ahreum lebih merasa puas melihat korbannya tersiksa dalam kesakitan mentalnya dibanding langsung merenggut nyawanya.

__ADS_1


Doooorrrrr!! Dooorrrr!!


Belum sempat kedua bawahan pria tua Bangka itu menodongkan pistol ke arah Ahreum, gadis bergaun merah itu lebih dulu menembakan pelurunya tepat ke bagian pergelangan tangan kedua bawahan pria tua Bangka tersebut hingga mereka pun kini menjatuhkan pistol mereka dan saling meringis kesakitan didekat ambang pintu.


Dooorrr!! Doorrrr!!


Belum cukup memberikan rasa sakit dipergelangan tangannya Ahreum kembali menembakan pelurunya ke arah salah satu kaki mereka hingga raungan kesakitan pun kini memenuhi kamar no 77.


“a.. apa kau sudah gila?!


Sepertinya Cassandra telah menipuku! Gadis ini bukan istri dari Ansell dirgantara!” racau pria tua Bangka yang masih terduduk diranjang, ia memberanikan diri kembali berinteraksi dengan gadis gila yang berada dihadapannya.


Ahreum hanya tersenyum penuh arti padanya dengan sorot mata mengintimidasi.


“kau fikir bisa keluar dari sini setelah apa yang kau lakukan padaku, hah! Kau akan ditangkap sebagai seorang pembunuh!” ocehnya lagi saat Ahreum mulai memundurkan langkahnya mendekati jendela kaca dibelakangnya.


“yak! Apa kau bodoh?!


Pistol ini milik anak buah Cassandra, dan seperti yang kau lihat! Tanganku terbalut kain, kau fikir akan ada sidik jariku disini? Ahhhaaaha!!!” balas Ahreum penuh percaya diri diiringi cekikikannya yang membuat atmosfir kala itu semakin mencekam.


Dooorrrr!! Tembakan kembali dilayangkan ke arah kamera tersembunyi yang terletak disudut ruangan, membuat ketiga pria yang sudah tak berdaya itu refleks mengarahkan pandangannya pada kamera yang telah hancur berantakan lengkap dengan ekspresi terkejutnya karena tak menyangka jika gadis bergaun merah itu mengetahui keberadaan kamera yang telah disembunyikan sedemikian rupa.


“sudahkan?


Sekarang saatnya aku memutarbalikan fakta. Kalian yang telah menyiksa dan membuat gadis lugu sepertiku terjatuh dari lantai 5.


Kau tahu! Aku lebih baik mati daripada harus berse**tu**buh dengan lelaki menjijikan seperti dirimu!”


Doorrrr!!


Ahreum menembakan peluru terakhirnya pada jendela kaca dibelakangnya.


Prraannnnngggg!! Bersamaan dengan hancurnya jendela kaca besar tersebut semua pria yang berada di dalam kamar kembali dibuat tercengang dengan aksi yang dilakukan Ahreum. Iya begitu kaca hancur ia pun memundurkan langkahnya dengan cepat menuju tepi balkon kamar serta menjatuhkan pistol yang sudah tak berpeluru.


Tanpa berfikir panjang Ahreum mendorong tubuhnya keras hingga melewati pagar pembatas dan terjatuh dengan posisi telentang hingga ia bisa melihat dengan jelas seorang wanita yang tengah berdiri di tepi atap yang sedang memperhatikan dirinya juga dari atas.


Wanita itu pun pergi dengan raut wajah yang dipenuhi kekecewaan dan amarah yang sangat mendalam sebab rencananya gagal total.


“aku sangat mencintaimu Ansell.” gumam Ahreum seraya memejamkan kedua matanya, pasrah dengan keadaan yang mungkin akan merenggut nyawanya.


***


Bersambung...


Sebagai catatan tambahan pistol atau senjati api yang digunakan oleh Ahreum adalah jenis senjata api Revolver.


Revolver merupakan senjata api genggam yang mampu ditembakkan berturut-turut. Terdapat silinder yang dapat berputar untuk diisi peluru karena mekanisnya berhubungan dengan penarik (double action) atau picu (single action). Umumnya revolver yang digunakan polisi di Indonesia berisi 5-7 peluru.

__ADS_1


Senjata api ini ya yang dicuri diam-diam oleh Ahreum dari anak buah Cassandra.


__ADS_2