Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO

Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO
Episode 62


__ADS_3

“tolong jangan seperti ini, jika Ansell tahu..”


“apa kau mengkhawatirkan suamimu sekarang, Ahreum. Izinkan aku bertanya padamu, apa kau mencintai suamimu?” potong Elios, yang tak membiarkan Ahreum menyelesaikan apa yang ingin dikatakannya.


“aku mengkhawatirkan dirimu, aku tak tahu apa yang akan dilakukannya padamu jika ia melihat dokter menggendongku seperti tadi. Dan.. cinta.. bahkan jika aku ingin mencoba mencintai, aku hanya boleh mencintai suamiku saja. Maafkan aku, seharusnya aku tak memulainya sejak awal.” Ungkap Ahreum seraya menautkan kedua tangannya dan meremasnya karena gugup.


Melihat kedua tangan Ahreum yang mulai gemetar ditambah kedua matanya yang memerah sebab berusaha untuk menahan air mata sedihnya. Elios pun menggenggam erat kedua lengan mungil itu dengan kedua tangannya.


Bersamaan dengan senyuman yang merekah menghiasi wajah tampannya ia pun berkata pada gadis malang tersebut.


“aku baik-baik saja, selama dirimu bahagia, Ahreum.” Ucapnya lembut yang kemudian langsung disambut dengan derai air mata Ahreum yang sudah tak tertahankan lagi, dengan sigap Elios pun langsung mengangkat tubuhnya lebih tinggi agar bisa menarik tubuh mungil Ahreum ke dalam dekapannya.


Ditengah suasana haru itu mereka berdua tidak menyadari jika ada seseorang yang tengah memperhatikan diambang pintu kamar, seraya memegang kotak p3k ia terdiam membisu masih dengan pandangan lurus menatap adegan yang terjadi diruang tengah antara Elios dan Ahreum.


***


Malam harinya di RSJ.


Lebih tepatnya ditaman disamping RSJ, terlihat Hanna tengah terduduk sendirian dibangku seraya menyantap makanan ringan yang dibelinya dalam perjalanan kemari ditambah 1 kaleng minuman yang ia letakan diatas pegangan bangku.


“hmmm.. segarnya udara dimalam hari.” Gumamnya seraya mendongakan wajahnya ke arah langit malam yang kala itu dihiasi oleh bulan sabit dan juga jutaan bintang yang bertebaran mengelilinginya.


Ingin lebih menyamankan lagi posisi duduknya ia pun mengangkat kedua kakinya kemudian melipatnya ke atas bangku dan menyandarkan punggungnya ke sandaran bangku, sembari terus menyemil makanan ringan dalam dekapannya.


“ciih! Aku berlagak ingin memberanikan diriku untuk jujur pada Ahreum, pada akhirnya aku hanya bersikap seolah semuanya tidak ada yang terjadi, karena aku tak tahu harus memulainya darimana.” Ocehnya lagi.


“apa yang ingin kau katakan pada Ahreum?” tanya Jeno yang tiba-tiba muncul dari arah belakang lalu mendudukan bokongnya disamping Rihanna seraya masih menatap wajah mantan kekasihnya itu yang terkejut mendapati dirinya hadir tanpa pemberitahuan.


“bagaimana kau bisa tahu aku ada disini?” alih-alih menjawab pertanyaan Jeno, Hanna malah mengajukan pertanyaan lainnya, masih dengan raut wajah terkejutnya.

__ADS_1


“aku memasang aplikasi di ponselmu untuk mengetehui keberadaanmu.” Jelasnya, seraya mengambil beberapa cemilan milik Hanna.


“apa?” respon Hanna seraya mengerutkan keningnya.


“aku tak akan membiarkanmu pergi begitu saja seperti dahulu.” Sahut Jeno sembari mengunyah cemilannya dan melirik sesaat ke arah Hanna, sebelum kembali meluruskan pandangannya.


“ciihh!..” Hanna mendengus seraya membuang wajahnya ke arah lain.


“bagaimana kau bisa berkencan dengan Nayeon? Apa kedua orang tuamu tahu hal itu.” Lanjut Hanna yang membuat obrolan itu semakin berkembang lebih jauh lagi.


“tidak, jika mereka tahu, sudah pasti hubunganku akan berakhir.” Lirihnya dengan hembusan nafas beratnya diakhir kalimat.


“kedua orang tuaku masih berada di Sydney untuk sementara waktu sampai kakakku pulih.” Imbuhnya seraya menengok ke samping.


“kakakmu sudah memberanikan diri rupanya untuk menjalani operasi, syukurlah, dengan begitu dia akan baik-baik saja bukan.” Sahutnya yang kemudian meraih minuman kaleng yang berada disampingnya lalu meneguknya beberapa kali, sebelum kembali melanjutkan pembicaraan hangat dimalam hari.


“aku? Ciihh!!


Tak perlu mengkhawatirkan diriku, khawatirkan saja dirimu sendiri. Hmm.. btw, sepertinya aku pun sudah tidak bisa memenuhi syarat untuk menjadi menantu dikeluargamu.” Ucapnya seraya melirik ke arah Jeno dengan tatapan sendu dan senyuman yang dipaksakan.


“karena keluargaku sudah hancur, ayahku pergi dengan selingkuhannya sedangkan ibuku menjadi gila, ditambah aku juga sudah tidak kuliah, aku dikeluarkan dari kampus. Aku hanyalah lulusan SMA sekarang.” Tambahnya lagi, dengan mengarahkan wajahnya ke arah langit malam dan juga hembusan nafas berat yang membuat dirinya tampak sangat lelah untuk menjalani kehidupannya.


“apa yang terjadi? Kukira kau sedang cuti kuliah.” Komen Jeno seraya menatap wajah bagian samping Hanna lengkap dengan kerutan didahinya.


“aku katakan alasanku kembali pada kak Yuri itu karena aku tak ingin lari lagi dari Ahreum, aku akan mengungkap semuanya meski itu akan membuat Ahreum membenciku. Namun kurasa bukan itu alasan sebenarnya aku kembali, pada kenyataannya aku kembali karena aku sudah tak memiliki tempat untukku tinggali disana, aku tak memiliki siapapun disana, Jeno.


Bahkan kakek dan nenekku pun sebenarnya tidak menyukaiku, mereka memperlakukanku seperti layaknya seorang pembantu disana dan tidak segan-segan mengurungku dikamar jika aku melakukan kesalahan atau mempermalukan mereka.” Ceritanya panjang lebar dengan diiringi beberapa kali isak tangis yang semakin sulit untuk ia kendalikan.


Melihat kondisi Hanna yang tampak begitu menyedihkan membuat hati kecil Jeno pun ikut terasa sakit, hingga ia melingkarkan lengannya dibahu Hanna seraya menepuknya lembut seakan ingin menenangkannya.

__ADS_1


“maafkan aku, seharusnya aku bisa lebih meyakinkanmu untuk tetap tinggal disini, dengan begitu kau tak perlu melalui rasa sakit itu sendirian.” Respon Jeno yang juga ikut larut dalam kesedihan malam itu.


“sebenarnya.. ada hal yang ingin ku ceritakan padamu, Jeno. Penyebab sebenarnya kematian tante Veronica adalah.. ibuku.” Ungkap Hanna yang membuat Jeno terkejut bukan main sampai membelalakan kedua matanya, dan menarik lengannya dari bahu Rihanna.


“dihari itu..” lanjut Hanna yang hendak menceritakan keseluruhan cerita dimasa lalu yang tak pernah ia ketahui.


***


Dibaseman aparteman Bougenville.


Tampak Abi dan Elios baru saja keluar dari dalam lift yang membawa keduanya ke area tempat parkir aparteman Bougenville.


“seharusnya kau tak perlu repot-repot mengantarku sampai kesini, Abi, apa kau fikir aku akan tersesat? Hahaa.” Celetuk Elios yang baru memulai percakapan diantara mereka setelah beberapa saat lalu hanya saling terdiam, seraya berjalan menuju keberadaan mobilnya.


“mas Elios.” Ucap Abi seraya menghentikan langkahnya sebelum sampai ditempat tujuan, mendengar Abi yang memanggilnya mas tidak seperti biasanya, Elios pun ikut menghentikan langkahnya dan membalikan tubuhnya agar bisa menatap wajah Abi yang berdiri 1 langkah dibelakangnya.


Elios pun tertawa kecil menanggapi panggilan Abi padanya. “sudah lama aku tak mendengar kau memanggilku seperti itu, Abi.” Respon Elios seraya menatap lekat wajah Abi yang masih tertunduk.


“aku sadar sekali akan posisiku, mas Elios, tapi kurasa aku tak memiliki pilihan lain, aku hanya tak ingin Ansell kembali terluka seperti sebelumnya.” Ucap Abi yang akhirnya mengangkat wajahnya dan memberanikan diri untuk menatap langsung kedua mata Elios yang juga tengah menatapnya.


“apa maksudmu, Abi?” tanya Elios yang masih belum mengerti arah pembicaraan Abi.


“tolong jauhi nona Ahreum..” tegasnya.


Sementara itu saking terkejutnya, Elios sampai menganga dibuatnya ditambah kedua matanya yang reflex membulat, ia benar-benar tidak menduga jika Abi akan mengetahui kisah asmaranya dengan istri keponakannya sendiri.


Bersambung...


***

__ADS_1


__ADS_2