Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO

Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO
Episode 212


__ADS_3

Setibanya didepan ruangan CEO KT. Group yang tak lain adalah Ansell Dirgantara. Sang sekretaris langsung bangkit dari kursi untuk menyambut kedatangan istri dari atasannya yang kini sudah kembali entah dari mana.


“nona Ahreum.. haduuh kenapa lama sekali.


Pak Ansell sudah menunggu sedari tadi, bahkan pak Ansell sampai meminta para keamanan untuk mencari nona.” panik Ambar seraya berjalan menghampiri Ahreum yang sudah berdiri didepan pintu ruangan.


“aku abis dari kamar mandi kok, maaf ya. Kakak pasti dimarahi oleh Ansell.” respon Ahreum lengkap dengan raut wajah tidak enaknya telah membuat sang sekretaris dimarahi oleh hal yang tidak ia lakukan.


“Iya tidak apa-apa nona, silahkan.” Ucap Ambar yang kemudian membukakan pintu ruangan Ansell dengan sedikit membungukan tubuhnya selagi Ahreum melewat dihadapannya.


Begitu langkhanya sudah berada didalam ruangan Ansell, pandangannya langsung mengarah pada sosok pria yang tengah berdiri disamping jendela kaca besar dengan pandangan yang ia arahkan pada area pekarangan KT. Group.



“darimana saja kau?!” ketus Ansell kala telinganya menangkap suara pintu ruangannya yang terbuka.


Alih-alih langsung menjawab, Ahreum malah nyengir seraya berjalan perlahan menuju keberadaan Ansell yang kini tengah menatapnya tajam.



“aku abis dari kamar mandi barusan.” Respon Ahreum begitu sampai dihadapan Ansell masih dengan senyum lebarnya membuat pertahanan hati Ansell perlahan goyah.


Ansell memutar tubuhnya agar bisa sejajar dengan istrinya, kemudian dengan cepat menarik tengkuk Ahreum dan menciumnya ganas. Seolah tengah melampiaskan sesuatu dalam dirinya.


Dengan senang hati Ahreum membalas ciuman suaminya itu lebih agresif.


Bersamaan dengan memanasnya situasi yang terjadi diantara keduanya, 2 mata elang Ahreum tak sengaja menangkap sosok wanita yang tengah terdiam dipekarangan sembari menatap intens ke arah lantai ruangan Ansell.


Hal itu semakin membuat Ahreum terpancing, ia mendorong tubuh Ansell hingga menghantam jendela kaca seiring dengan lengannya yang kini melingkar diarea tengkuk Ansell.


Wanita itu pun pergi setelah lama memperhatikan pemandangan yang membuat amarahnya bergejolak.


Setelah puas ******* bibir mungil istrinya, Ansell pun akhirnya berhenti kemudian beralih memegangi rahang istrinya dengan tatapan intensnya yang tak bisa diartikan oleh kata-kata.


“kau semakin agresif akhir-akhir ini Ahreum, kenapa?


Dulu kau sama sekali tidak membalas ciumanku, hanya terdiam.”  Ansell bergumam.


“karena aku sudah bisa mencintaimu dengan apa adanya dirimu. Meski sebenarnya aku membenci karakter pria yang kasar, sombong dan angkuh. Tapi.. Karena itu dirimu, aku baik-baik aja sekarang.” Ucap Ahreum yang kini beralih melingkarkan kedua tangan dipinggul suaminya.


“ckckckck!! Aku tak tahu harus menafsirkan perkataanmu bagaimana Ahreum. Kau terdengar memuji tapi sekaligus mengejekku.” Timpal Ansell yang membuat Ahreum tertawa renyah.


“kau sudah makan?” tanya Ahreum dengan tatapan lembutnya.


“belum. Aku ingin menunggumu dan makan bersamamu.” Jawab Ansell seraya menurunkan tangannya dari wajah mungil Ahreum, lalu meraih kedua tangan Ahreum yang menggenggam erat bagian samping jas nya.


“Ayooo!!

__ADS_1


Aku memasaknya sendiri loh, amm.. dibantuin mama sih sebenarnya hahaa.” Seru Ahreum yang kemudian menarik lengan Ansell dan membawanya menuju meja kerja Ansell.


“mama?


Mama sudah pulang?” sahut Ansell seraya duduk dikursi kebesarannya selagi Ahreum membuka lunch bag dan menata makan siang Ansell di meja.


“Iya kebetulan sekali, saat aku memasak mama datang. Lalu mama menawarkan bantuan untuk memasak lauk pauk lainnya.


Aaiiisshhh!!” dengus Ahreum kesal kala membuka tutup tempat makan yang berisikan nasi.


“kau mengumpatku Ahreum?!” sahut Ansell seraya menaikan 1 alisnya.


“tidak.. ini loh, berantakan, padahal aku sudah menatanya susah payah.” Keluh Ahreum lagi seraya mencoba kembali menyusun biji kacang polong diatas nasi putihnya.


“memang harusnya bentuknya seperti apa?” tanya Ansell seraya mengintip ke dalam wadah nasi.


“Love hehhee.. Aku ingin memberikan banyak cinta untukmu. Tapi.. sekarang sudah rusak.” Gumamnya dengan nada yang dipenuhi kekecewaan.



“hahhaaa!!” Ansell tak mampu menahan gelak tawa gemasnya kala mendengar keluhan manis istri mungilnya yang kini tengah berusaha untuk menyusun kembali seperti bentuk yang sebelumnya.


“kemari..” kata Ansell seraya menarik tubuh Ahreum dan didudukannya diatas paha Ansell.


“eeyyy.. Jika aku duduk seperti ini bagaimana kau bisa makan?” protes Ahreum yang hendak bangkit, namun tentu saja lengan kekar Ansell menahannya membuat Ahreum pun pasrah dengan apa yang diinginkan suaminya itu.



“aaaaa..” ucap Ahreum yang kemudian memberikan 1 suapan untuk bayi besar yang merengek minta disuapi.


Ansell membuka mulutnya lebar bersamaan dengan masuknya suapan Ahreum.


“bagaimana? enak ngga? Apa yang kurang?” tanya Ahreum dengan perasaan penuh harap selagi menunggu Ansell mencoba mengunyah.


“ammm.. enak.. tapi lebih enak tubuhmu.” Goda Ansell yang langsung memeluk erat istrinya seraya menciumi aroma tubuh Ahreum yang wangi semerbak.


“yak.. yak.. hahahaa hentikan, bagaimana jika ada kak Abi.” Kata Ahreum kegelian seraya mencoba menjauhkan wajah Ansell dari tubuhnya.


“dia tidak disini.” Sahut Ansell seraya menarik dirinya dari Ahreum.


“sedang makan siang dikafetaria?” tebak Ahreum seraya kembali bersiap untuk menyuapi suaminya yang sudah selesai mengunyah.


“tidak, sedang memergoki kekasihnya kencan.”  


“APA?!” kaget Ahreum.


“Jadi dia ketahuan?” lanjut Ahreum seraya menghentikan gerakan tangannya, hingga mulut Ansell sendirilah yang maju untuk mengambil 1 suapan yang berada dalam sendok Ahreum.

__ADS_1


“ketahuan?” sahut Ansell seraya mencoba mencerna makanan yang ada dalam mulutnya.


“yak! Jangan bilang kau tahu tentang hal ini?!


Kau mau main-main dibelakangku Ahreum!” pekik Ansell disertai tatapan tajamnya yang membuat Ahreum menelan salivanya karena merasa gugup.


“ehehee.. mana mungkin aku berani bermain-main dibelakangmu Ansell. Aku cukup tahu bagaimana peringaimu.


Aku bisa-bisa.. Kheuukkk! Dibuatmu.” Kata Ahreum seraya menirukan gerakan tebasan leher Franky yang membuat Ansell sontak tertawa renyah.


“apa.. apa.. Kheuukk?” goda Ansell seraya ikut menirukan gerakan istrinya dengan diiringi tawa bahagia yang tentunya jarang sekali ia pancarkan.


 Takut suaminya itu keselek Ahreum pun berinisiatif memberikannya air minum.


“aku senang sekali akhir-akhir ini kau lebih sering tertawa Ansell.


Apa aku terlihat seperti seorang pelawak dimatamu?” celetuk Ahreum yang sontak saja membuat Ansell membuyarkan kembali air mineral yang bahkan belum menyentuh kerongkongannya.


Byuuuuurrrr!! “uuhuuukk!! Uhuuukk!!”


“Ahhhaaahhaa!!” giliran Ahreum yang kini tertawa puas melihat suaminya tersedak.


“Kau sengaja yak! Rasakan ini!!” balas Ansell yang kemudian menaruh botol air mineralnya diatas meja kemudian beralih menggelitik pingganng Ahreum tampa ampun hingga membuat tubuh mungilnya menggeliat kesana kemari disertai tawa geli yang kian nyaring seiring dengan gerakan Ansell yang semakin menggila.


“ahhaaahhaa!! Iya.. iya maafkan aku.. hhahahaa!!!”


“ahh iya, aku baru ingat. Bukankah diruangan ini ada kamar mandi.


Yak! Kau mencoba membodohiku?! Ahreum!!” pekik Ansell.


***


Sementara itu disebuah mobil yang tengah melaju membelah jalanan raya.


“gadis itu berasal dari keluarga Bagaskhara bukan?” tanya Cassandra pada supir yang sekaligus bodyguardnya.


“Iya. Kenapa?


Kau ingin aku menghancurkan keluarganya?” sahut lelaki yang tengah fokus mengemudi itu seraya sesekali melirik ke arah kaca yang memantulkan sosok Cassandra yang duduk dikursi belakang.



“perintahkan Lilian untuk masuk dan menyamar menjadi pelayan dikediamannya. Aku memiliki rencana yang lebih bagus.


Aku akan membuat Ansell merasakan rasa sakit yang sama sekali lagi.” ujarnya diiringi dengan senyum penuh arti yang membuat atmosfir kala itu berubah menjadi kabut hitam penuh aura jahat.


***

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2