Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO

Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO
Episode 28


__ADS_3

10 menit kemudian.


Karena merasa keadaan sudah aman dan juga tidak ada tanda-tanda lelaki tadi mengikutinya, Ahreum pun perlahan memunculkan kepalanya terlebih dahulu dari ruangan yang menjadi tempat persembunyiannya tersebut.


Ia mengedarkan pandangannya ke sekitar untuk memastikan jika dirinya kini sudah benar-benar aman dan terlepas dari lelaki yang mencurigakan itu.


“apa yang kau lakukan disini?” ucap seseorang dari belakang.



“ASTAGA!!” kaget Ahreum hingga jantungnya terasa mau copot.


“maaf jika aku mengagetkanmu, tapi sedang apa kau disitu, apa kau staff kebersihan yang baru?” tambah lelaki yang baru saja mengagetkan Ahreum tersebut, seraya melirik ke arah papan nama yang terpasang dipintu yang bertuliskan (gudang penyimpanan alat kebersihan)


Perlahan Ahreum pun keluar dari tempat persembunyiannya lengkap dengan pandangan yang menyelidik ke arah lelaki tersebut hingga membuat lelaki yang ditatapnya itu tidak nyaman.


“aku..” ucap Ahreum yang akhirnya bersuara seraya mundur perlahan dari keberadaan lelaki tersebut.


“apa ada yang tengah mengejarmu?” tebak lelaki tersebut, melihat sikap aneh Ahreum yang tampak ketakutan membuatnya berfikir jika gadis mungil tersebut tengah bersembunyi dari seseorang yang hendak berniat jahat padanya.


“heem..” respon Ahreum seraya menganggukan kepalanya pelan.


“apa kau sedang mengunjungi seseorang dirumah sakit?” lanjut Ahreum, ia mencoba mengetahui tujuan lelaki tersebut berada dirumah sakit.


“aku seorang dokter, dokter anak, kebetulan jam kerjaku sudah selesai, mau ku antar?


Sampai ke tempat tujuanmu.” Katanya seraya menyunggingkan senyum teduhnya.


Untuk sejenak Ahreum masih terdiam seraya memandangi lelaki yang berada dihadapannya, seolah masih ragu dengan perkataannya jika dirinya adalah seorang dokter.


Sampai akhirnya lelaki tersebut pun mengeluarkan id card yang ia simpan sebelumnya di saku celana kainnya, lalu menunjukannya pada Ahreum untuk membuktikan identitas dirinya yang sebenarnya.


“apa dokter yakin tidak keberatan jika mengantarku sampai ruangan temanku? Ruangannya ada dilantai 7 kamar bougenville 3.” Ucap Ahreum begitu selesai mengkonfirmasi identitas lelaki tersebut.


“iya.. ah iya, namaku Elios gavriel.” ucapnya seraya mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan gadis mungil yang kini mendekat satu langkah padanya.


“Ahreum, Ahreum nathania.”  Ahreum pun dengan senang hati membalas uluran tangan dan juga senyum ramah sang dokter.


“nama yang unik, hehe, kalau diartikan dalam bahasa korea berarti cantik.” Ujarnya yang kemudian menarik langkah bersamaan dengan Ahreum yang mencoba menyamakan langkah nya dengan lelaki yang berada disampingnya tersebut.

__ADS_1


“terimakasih.” Respon Ahreum yang pura-pura tersipu malu.


“jangan salah paham ya, aku tidak memujimu, aku hanya memberitahu arti dari namamu itu.” Sangkal Elios dengan diiringin gelak tawanya diakhir kalimat untuk menggoda Ahreum.


“hahahaa!!”


Rasa takutnya pun perlahan menghilang bersamaan dengan candaan yang terus dilontarkan Elios, seolah ia benar-benar ingin membuat gadis mungil itu merasa nyaman berjalan bersamanya.


***


KT. Group.


Dan lebih tepatnya diruangan Ansell dirgantara, lelaki dingin itu hanya terdiam sedari tadi seraya memandangi layar computer besar yang berada dihadapannya, dengan sesekali menggeser dan mengklik mouse  ke sembarang arah.


Sampai saat Abi masuk ke ruangannya dengan beberapa berkas file yang dibawanya, ia pun reflex berdiri dan mengarahkan pandangannya ke arah Abi yang tengah berjalan menghampiri mejanya.


“saya datang membawa 2 berita, berita mana yang ingin bapak dengar terlebih dahulu?


Tentang kerjasama kita dengan Lingga Group atau..”


“yak!! Berhenti bersikap formal jika hanya ada kita berdua, kau ini kaku sekali, untuk Lingga Group ku yakin sekali mereka tak akan mungkin menolak proyek kerjasama kita, aku hanya ingin dengar orang yang mengawasi Ahreum, bagaimana?


“orang suruhan itu kehilangan jejak nona Ahreum, sepertinya nona Ahreum menyadari jika ada yang mengikutinya jadi dia berlari dan bersembunyi untuk menghindarinya. Tapi kau tak perlu khawatir karena nona Ahreum memang sudah sampai dirumah sakit.” Paparnya seraya menaruh semua berkas yang tadi dibawanya ke atas meja Ansell.


“ciih!! Menjaga gadis kecil seperti itu saja tidak becus! Sambungkan aku dengan semua CCTV rumah sakit sekarang!” perintahnya.


“iya baik.” Respon yang kemudian langsung merogoh ponsel yang berada didalam saku jasnya.


“ahh tapi ku rasa dia sudah sampai di ruangan nona Nayeon, mau ku sambungkan dengan CCTV koridor lantai 7 saja?” saran Abi sebelum ia mencoba menelfon staff yang bertugas untuk memantau CCTV dirumah sakit haneul.


“ya ya ya, atur-atur sajalah sesukamu, aku hanya ingin memastikan dimana gadis itu berada.” Oceh Ansell seraya kembali duduk dikursinya.


Beberapa menit menunggu, akhirnya CCTV rumah sakit pun terhubung ke layar ponsel Abighail dan langsung menayangkan sebuah adegan dimana Ahreum dan seorang lelaki yang berperawakan tinggi besar tengah berjalan disamping Ahreum.


Hingga membuat Abi menaikan 1 alisnya disusul dengan Ansell yang juga merasa terusik dengan respon yang ditunjukan Abi setelah ia menerima notifikasi dari ponselnya.


“ada apa?” tanya Ansell yang kembali bangkit dari tempat duduknya kemudian berjalan perlahan menghampiri Abi yang berdiri didepan mejanya.


 “ahh, tidak ada.” Sahut Abi seraya mencoba menaruh kembali ponselnya ke dalam saku jas nya.

__ADS_1


Sadar jika ada yang tidak beres, dengan gerakan cepat lengan Ansell pun menahan pergelangan Abi hingga membuat lengan Abi kembali keluar dari balik jas nya dengan ponsel yang masih dalam genggamannya.


“berikan padaku!” ucap Ansell lengkap dengan tatapan matanya yang tajam membuat Abi mengalah dan memberikan ponselnya pada Ansell.


“apa ini?


Siapa lelaki yang berada disamping Ahreum?” tanya Ansell saat ia mulai menonton siaran CCTV yang tengah berlangsung didalam ponsel Abi.


“lelaki itu mungkin hanya kebetulan bertemu dengan nona Ahreum di koridor, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.” Sahut Abi.


“wajahnya seperti tidak asing.” Gumam Ansell yang masih belum bisa lepas dari layar ponsel Abighail.


“mungkin pria itu teman nona Ahreum dilihat dari cara mereka berinteraksi sepertinya tidak ada yang mencurigakan,


dan juga kalau dilihat dari perawakan tubuhnya sih dia pasti cukup tampan sampai bisa membuat nona Ahreum nyaman berada didekatnya.” Celoteh Abi yang kembali ikut menonton CCTV tersebut.


“YAAK!!” bentak Ansell, sampai membuat Abi yang berdiri disebelahnya terkejut mendengar teriakan yang tiba-tiba terlontar dari mulut karibnya tersebut.


“astaga!!”


***


Di depan ruangan Nayeon.


“terimakasih ya dokter Elios, sudah mau mengantarku sampai tujuan, hehe.” Ucap Ahreum dengan diakhiri senyuman termanisnya hingga membuat jantung Elios berdegup lebih kencang.


“amm, aku masuk dulu ya, sekali lagi terimakasih.” Pungkas Ahreum, karena Elios sedari tadi hanya terdiam memandanginya membuat ia merasa canggung dan berniat untuk cepat-cepat mengakhiri pertemuannya itu.


“tunggu!” cegah Elios, saat lengan Ahreum menarik handle pintu, Ahreum pun kembali berbalik dan menatap Elios untuk menunggu keseluruhan kalimat yang akan terlontar dari mulut Eilos.


“daripada hanya ucapan terimakasih, bagaimana jika kau mentraktirku makan malam? Malam ini.. mungkin?” lanjut Elios lengkap dengan raut wajah yang tampak sangat gugup.


Ahreum pun kembali menyungginggkan senyum manis nya sebelum merespon ajakan Elios.


“oke.” Sahut Ahreum, keduanya pun saling melempar senyuman sebelum akhirnya berpisah.


***


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2