
Usai menyantap makan malamnya, mereka berdua meneruskan percakapannya di taman sekitaran rumah sakit Haneul, sembari menikmati udara sejuk dimalam hari keduanya berjalan mengitari taman.
“Kurasa, itu bisa saja terjadi, tergantung kekuatan mental yang dimiliki dan seberapa banyak tekanan yang kau dapatkan. Contohnya saja suamimu, bukankah kepribadiannya dulu tidak sekasar dan sedingin ini.
Perubahannya dimulai saat konflik kedua orang tuanya dulu, ditambah pengkhianatan dari orang yang sangat dipercayainya.” Kata Hanna, ia menanggapi perkataan Ahreum sebelumnya.
“bagaimana denganmu?”
“aku? Ada apa denganku?
Kurasa, aku gak pernah berubah tuh, dari awal kita bertemu sampai sekarang aku sudah seperti ini,” celetuknya.
“ciihh!!
Kau ingin menyombongkan jika mentalmu lebih kuat dari siapapun,”
“Hahhaaha ya memang begitu sih kenyataannya. Sebenarnya, aku juga pernah berada dititik terendah dan hampir mencapai batas sanggupku, aku gak mau munafik, aku juga sering menyalahkan Tuhan, kenapa Tuhan hanya jahat padaku, diusiaku yang terbilang cukup muda banyak sekali tekanan yang hampir membuatku gila.
Mendengar pertengkaran kedua orang tuaku setiap hari, Daddy yang terus menyalahkan Momy, karena kesialan dalam hidupnya. Sampai akhirnya Daddy meminta berpisah, tapi Momy tetap bersikeras ingin mempertahankan pernikahannya dengan alasan demi diriku.
Daddy pun selingkuh lalu diam-diam pergi meninggalkan kami, rumah disita, semua perabotan dirumahku pun tak luput dari sitaan bank, sampai pada puncaknya Momyku kehilangan kewarasannya.
Semua murid disekolah mencibirku, mengucilkanku, merendahkanku karena aku bukan siapa-siapa lagi, hanya karena konflik kedua orang tuaku membuat duniaku benar-benar berubah 360, apalagi saat mereka semua tahu jika Momy masuk ke rumah sakit jiwa dan berita pernikahan Daddy dengan pewaris JH Group muncul diberita.
Mereka semakin mengolok-olokku, tapi…,”
“tapi apa?”
“Mungkin aku bisa menahan cemoohan dari beberapa orang, tapi ada 1 anak yang benar-benar membuat mentalku down dia juga yang selalu menghasut anak lainnya untuk menjauhiku, tadinya aku ingin memberinya pelajaran saat pulang sekolah, aku sudah lama menunggunya dijalanan yang biasanya dia lalui, tapi dia ga muncul-muncul sampai besoknya aku mendengar jika dia masuk ke rumah sakit karena terjatuh dari gedung sekolah yang sedang direnovasi.
Dia mendapat luka yang cukup serius hingga membuat kedua kakinya lumpuh permanen dan 1 matanya buta, yang membuatku masih bertanya-tanya adalah untuk apa dia ke gedung itu, bukankah gedung itu masih belum bisa dipakai.
Mungkinkah ada yang dendam padanya, sehingga memancingnya untuk pergi ke gedung tersebut lalu orang itu mendorongnya dari atas gedung. Setidaknya hanya penjelasan itu yang masuk akal bagiku,” katanya panjang lebar lengkap dengan raut wajah mengerutnya untuk mengekspresikan kebingungannya.
“entahlah,” jawab Ahreum singkat, seakan tidak tertarik untuk menanggapi cerita panjang lebar Rihanna mengenai insiden yang terjadi beberapa tahun lalu di SMA xxx.
“yak! Aku bicara panjang lebar kau hanya menjawab entahlah?!!...
__ADS_1
Aughhh.. sial!! Kau benar-benar menyebalkan,” dumel Rihanna penuh emosional.
“Aku tak ingat, lagipula kejadian itu sudah cukup lama,” Ahreum berdalih.
“Ahh iya, jadi bagaimana rencanamu?” tanya Rihanna yang membuat Ahreum mengerutkan dahinya sebab tak mengerti apa yang dimaksud karibnya.
“rencana apa?”
“bukannya tadi kau bilang mencurigai Cassandra dan Elios, bagaimana jika Cassandra merencanakan hal gila lagi terhadapmu. Sudah cukup kemarin kau terjebak olehnya sampai harus menerima perlakuan kasar dari suamimu sendiri.
Tak mungkin kan sekarang kau kalah lagi darinya,” jelas Rihanna.
“Ahhh itu, entahlah, kau kan yang selalu memiliki ide,” celetuk Ahreum santai seolah hal tersebut bukan masalahnya sendiri.
“Aisshhh!! Inilah karakter burukmu, kau ini terlalu santai dan datar kau tahu!! kau harus lebih agresif Ahreum jika tidak wanita licik itu akan terus menindasmu dan merebut suamimu dengan berbagai cara kotornya.” geram Rihanna yang sudah tak dapat lagi menahan emosionalnya yang kian meledak-ledak menghadapi kelemotan karibnya itu.
“Lihaatt ada anjing lucu sekali!!” seru Ahreum yang langsung mempercepat langkahnya menuju keberadaan seekor anjing dan pemiliknya yang sedang beristirahat dibangku dekat pohon rindang.
“Astaga.. dia mengabaikanku,” dengus Rihanna seraya menggeleng kepala lalu menyusul langkah Ahreum yang pergi mendahuluinya.
“Halo anjing manisssss.. uhhhh lucunya!!” seru Ahreum lengkap dengan raut wajah berbinarnya dan gerakan tangan yang ingin sekali memeluk anjing kecil tersebut.
“Iya! Iya! aku sangat menyukai hewan, mereka lucu dan menggemaskan sekali,” sahut Ahreum antusias dibarengi kekecewaannya lantaran tidak bisa menyentuhnya.
“Jangan terlalu dekat Ahreum, bulunya bisa terhirup,” kata Rihanna begitu bergabung diantara mereka.
“Kau alergi bulu anjing?” timpal sang pemilik seraya mengelus-elus anjing yang sedang terduduk nyaman dihadapannya.
“Iyaa hiksss.. padahal aku ingin sekali memeluknya,” rengek Ahreum seraya memasang wajah murung dan berjongkok agak jauh dari keberadaan anjing yang sedari tadi memelet-meletkan lidah padanya.
“sayang sekali ya,” respon sang pemilik anjing yang ikut merasa iba mendengar rengekan gadis manis yang ingin sekali memeluk anjingnya namun tidak bisa karena alerginya.
“Kalau ngelus sedikit aja boleh kan, heehehe!” gumam Ahreum disertai tawa nakalnya ia pun langsung saja bergegas menghampiri keberadaan anjing tersebut dan hendak menyentuh bulunya hingga membuat sang pemilik dan terkejut dengan gerakan tiba-tiba gadis yang nekad itu.
Namun belum sempat tangannya menyentuh bulu lembut sang anjing, pergelangan tangannya keburu dicengkram kuat oleh seseorang yang muncul dari sampingnya.
Dengan pandangan menyalak ia mencoba menarik lengan Ahreum untuk bangkit dari jongkoknya.
“Kenapa kau berkeliaran diluar malam-malam begini?” ucap Ansell sebagai kalimat pembukanya.
__ADS_1
“Aku.. aku hanya ingin mencari udara segar aja hehee, bukannya kau sudah boleh pulang tadi sore, kenapa masih berada dirumah sakit?” giliran Ahreum kini yang bertanya.
“Bagaimana aku bisa pulang jika kau masih berada disini,”
“Auughhhh, yuccckkk!! Darimana kau belajar kalimat payah itu,” cibir Hanna yang membuat kedua mata tajam Ansell kini beralih padanya.
“Aamm, saya pergi lebih dulu ya,” pamit sang pemilik anjing, mendapati tempatnya kini ramai dipenuhi anak muda, membuatnya kurang nyaman lalu beranjak pergi meninggalkan tempat tersebut.
“Ahhh iya, iya, sampai jumpa lagi anjing kecil,” respon Ahreum seraya melambaikan tangannya pada anjing kecil yang bahkan tidak menoleh padanya.
Sedang Rihanna hanya menanggapinya dengan anggukan kepala dan senyum ramahnya.
“Haduuhh lelahnya.. (oceh Ahreum seraya mendudukan bokongnya dibangku tempat dimana sang pemilik anjing duduk)
Segar sekali udara dimalam hari hmmmm…” racaunya lagi seraya memeluk tubuhnya dengan kedua tangannya sendiri.
“kau tidak bersama kak Abi?” tanya Rihanna yang ikut duduk disamping Ahreum sementara Ansell masih berdiri ditempatnya.
Ansell pun langsung menunjukan keberadaan Abi yang tengah berjalan diarah yang berlawanan dengan sorot matanya, yang lantas membuat Rihanna memutar tubuhnya ke belakang.
“Kau membuatku khawatir saja, aku mencarimu dan nona Ahreum kemana-mana, gak tahunya ada disini,” keluh Abi begitu sampai.
“hahhaa! Memangnya apa yang kakak fikirkan? Kita tersesat? Atau diculik gitu, wkwkwk!” celetuk Rihanna seraya bangkit dari bangku kemudian menautkan tangan ke dalam lengan Abi.
“Kau tak akan masuk Ahreum?” tanya Rihanna seraya menoleh ke belakang sejenak.
“Kau duluan saja, aku masih ingin disini,” kata Ahreum yang kemudian mengangkat kedua kakinya dan menyilangkannya.
“oke,” sahut Rihanna yang kemudian pergi lebih dulu bersama kekasihnya untuk kembali ke ruangan Ahreum.
“Apa yang kau lihat?” tanya Ansell kala Ahreum menengadahkan wajahnya ke langit.
“Mama… kata Jeno, orang yang sudah meninggal akan menjadi bintang yang paling terang dilangit, aku tahu itu hanyalah bualan semata, tapi entah kenapa aku hanya ingin mempercayainya saja. Mungkin karena aku sangat sangat merindukannya,” ungkap Ahreum lirih.
Ansell berjalan santai ke belakang bangku lalu berhenti tepat dibelakang tubuh istrinya, perlahan ia menurunkan tubuhnya dan mendekatkan wajahnya ke atas wajah Ahreum.
“Siapa yang kau lihat sekarang?” tanya Ansell kembali yang membuat Ahreum merasa terhibur dan akhirnya tertawa kecil.
“Masa depanku..” ucap Ahreum yang langsung dibalas senyum lebar oleh Ansell.
...****************...
__ADS_1
Bersambung...