Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO

Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO
Episode 255


__ADS_3

Kembali ke ruangan Ahreum.



Ceklek… Rihanna masuk dengan membawa kantung kresek penuh cemilan sedang 1 tangan lainnya tengah menikmati segarnya ice cream coklat favoritenya.


“Kenapa?” tanya Rihanna begitu ia masuk, ia sudah mendapat tatapan dalam dari Ahreum yang tengah terduduk diatas ranjang sembari memegangi ponsel milik Rihanna.


“Lama banget!” protes Ahreum dengan muka kecutnya, ia kembali beralih memainkan ponselnya.


“Aaahh.. aku makan dulu tadi diresto dekat SMA kita dulu, kangen banget sama masakan bibi penjualnya,” jawab Rihanna seraya menaruh kantung kresek yang dibawanya diatas meja, lalu mengambil ice cream varian Vanila untuk diberikannya pada Ahreum yang sedang merajuk padanya.


Ahreum menerima dengan senang hati ice cream pemberian Rihanna, ia pun lantas membukanya dan mulai melahapnya.


“bukannya cemilan kemarin juga masih banyak, kok udah beli lagi?” lanjut Ahreum yang kemudian beralih meraih remote untuk memindahkan ke channel lain.


“banyak apanya, orang cuma tinggal sukro doang, abis dimakanin Jeno kemarin,” sahut Rihanna seraya duduk disamping Ahreum.


“kau sudah makan?” imbuh Rihanna yang ikut memperhatikan tayangan televisi didepannya.


“makan malamnya sudah diantarkan tadi, tapi aku belum memakannya,” kata Ahreum seraya menujukan keberadaan makan siangnya diatas bupet.


“kenapa?” tanya Rihanna lagi.


“gak berselera,” sahut Ahreum lemas.


“mau ke kafetaria?” saran Rihanna.


“kayaknya aku juga masih lapar,” imbuh Rihanna.


“ayoo!!” seru Ahreum yang langsung turun dari ranjang dan bersiap memakain baju hangatnya.


Melihat karibnya yang tengah kesulitan mencoba mengenakan cardigan dengan 1 tangannya, iya karena 1 tangan lain masih memegang ice cream. Rihanna pun peka dan langsung mengambil alih ice cream yang berada ditangan Ahreum, agar Ahreum bisa menggunakan kedua tangannya dengan baik. Setelah mematikan televisi terlebih dahulu.


...****************...


Dalam perjalanan mereka menuju kafetaria.


“kurasa mengajak Nayeon liburan bersama kita ke Villa milik keluarga Jeno itu adalah ide yang buruk, Ahreum,” celetuk Rihanna yang kembali memulai percakapan diantara keduanya.


“kenapa memangnya?” sahut Ahreum.


“selama beberapa hari ini Franky bilang, Nayeon hanya ingin berdiam diri diapartemanku, makan pun hanya beberapa suap itu juga karena dipaksa-paksa oleh Franky, dia lebih banyak menghabiskan waktunya dikamar, tiduran.


Aku semakin mengkhawatirkannya, apalagi saat Franky bilang jika Nayeon seringkali tanpa sadar menelfon Jeno dan bersikap seolah keduanya masih bersama.


Entah dia hanya ingin berpura-pura lupa hubungan mereka sudah berakhir, atau memang mentalnya jadi sedikit terganggu,” papar Rihanna panjang lebar yang kemudian membuang stick ice creamnya ke tong sampah yang dilaluinya.

__ADS_1


“Jika kita meninggalkannya, sementara kita bersenang-senang di Villa, bukankah itu lebih menyakitkan baginya,” timpal Ahreum yang memiliki opini berbeda.



“hmmm, kalau begitu kita tidak perlu mengajak Jeno, hhahaa!” respon Rihanna dibarengai tawa renyahnya.



“Dia kan tuan rumahnya, Bodoh!” balas Ahreum seraya tertawa bersama dengan Rihanna.


...****************...


Sementara itu disudut koridor rumah sakit terlihat seorang wanita dan pria tengah berbincang serius. Pria tersebut tak lain adalah Elios Gavriel yang masih mengenakan jas putihnya lengkap dengan statoskop yang masih melilit ditengkuknya.



“Tidak, aku tidak mau beraliansi denganmu, aku memiliki cara tersendiri untuk merebut hati Ahreum,” teguhnya seraya menatap tajam kedaua manik wanita yang berada dihadapannya sembari melipat kedua tangan diatas dadanya.


“Ahhh begitu, kau type yang lebih mengandalkan keberuntungan rupanya, tidak memiliki ambisi sama sekali,” sahut wanita itu lengkap dengan senyum mencibir.


“terserah kau, mau memandangku bagaimana, yang jelas aku tetap dijalanku. Dan kuperingatkan kau, sedikit saja kau menyentuh Ahreum, aku tak akan tinggal diam!” Elios menekankan, namun wanita itu tampaknya tak perduli dan malah tersenyum meremehkan perkataannya.



“Jika kau begitu menginginkan Ahreum, bukankah lebih baik kau bergabung denganku, aku akan mewujudkan impianmu membuat Ahreum menjadi milikmu seutuhnya,” bujuknya lagi seraya melipat kedua tangan diatas dadanya dan menatap Elios penuh harap kali ini keyakinannya akan goyah.


“Sekali lagi ku tegaskan, aku tak tertarik dengan rencana busukmu itu!” ulang Elios tanpa ragu sedikitpun ia mencoba mengakhiri perbincangan singkatnya dengan wanita tersebut yang tak lain adalah Cassandra.


“Apa boleh buat kalau begitu, mungkin kau tak akan pernah bertemu kembali dengan putri cantikmu Xena,” ucap Cassandra yang masih mempertahankan senyum menyeringainya.


“Apa?” sahut Elios yang kembali memutar tubuhnya dan menatap Cassandra penuh tanda tanya.


Dengan santai Cassandra merogoh ponsel dari dalam tas kecilnya kemudian menunjukan sebuah video yang berisikan Xena kecil tengah terbaring tak sadarkan diri dikursi mobil.


“Bagaimana?


Apa sekarang kau berubah fikiran? Hahhaa!” lanjutnya lagi disertai tawa kemenangannya, melihat raut wajah Elios yang merah padam membuat Cassandra merasa sangat bahagia.


“Kau!


Apa kau sudah gila?! Kau melibatkan seorang anak hanya untuk mencapai tujuanmu,” pekik Elios seraya mengepalkan kedua tangannya dengan emosi yang kian meluap-luap.


“Ya, aku memang gila, maka dari itu, jangan coba-coba menolakku. Aku…, selalu mendapatkan apa yang kuinginkan, tak perduli seberapa sulitnya, kupastikan akan memilikinya!


Putrimu akan bersamaku, sampai kau menyetujui aliansi kita, oke, byeee hahhaaa!!” tandasnya seraya pergi meninggalkan Elios yang masih terdiam membeku memandangi punggung Cassandra yang berjalan menjauhinya.


Tiba-tiba ponselnya yang berada didalam saku jas putihnya bergetar, langsung saja ia morogoh dan mengecek notifikasi yang masuk.

__ADS_1


#tenang saja, aku tak akan menyakiti putrimu, tapi…, jika kau membuatku menunggu terlalu lama, mungkin aku akan menjualnya AHHHhhhaaa!!!# begitula isi pesan yang diterima oleh Elios dari wanita gila yang barus aja pergi meninggalkannya.


...****************...


Dikafetaria, beberapa menit yang lalu sebenarnya Ahreum sekilas melihat keduanya tengah berbincang disudut koridor saat melewati area tersebut.


“Kenapa?


Perasaan dari tadi kek ngelamun mulu, makanannya ga enak?” tanya Rihanna seraya melahap makan malamnya bersama Ahreum di kafetaria.


“Aku melihat dokter Elios sedang berbincang dengan Cassandra barusan disudut koridor lantai 5, apa memang mereka saling mengenal,” sahut Ahreum yang mencoba membagikan rasa bingungnya pada karibnya.


“Mungkin dia sedang berkonsultasi, kak Elios kan seorang dokter,” timpal Rihanna yang mencoba berfikir positif.


“dokter Elios, dokter anak, kau fikir berapa usia Cassandra saat ini, terlalu tua untuk menjadi anak-anak! Huhh,” dengus Ahreum.


“Atau.. bisa jadi mereka sedang beraliansi untuk memisahkanmu dengan Ansell,” tebak Rihanna mulai keluar dari pemikiran positifnya dan menanggapi serius kecurigaan Ahreum.


“hmmm…, kurasa itu tidak mungkin, mengingat kepribadian dokter Elios yang cukup baik, aku ragu dia akan beraliansi dengan wanita pyscho itu,” sanggah Ahreum.


“kau tak akan pernah tahu karakter asli seseorang sebelum kau melihatnya berada diujung tanduk,” celetuk Rihanna lagi seraya kembali melahap makan malam nya, sedang Ahreum baru 3 kali suap sudah berhenti karena terus memikirkan interaksi antara Elios dan Cassandra yang membuatnya sangat penasaran.


“bagaimana jika Cassandra sampai mengancam dokter El, yang akhirnya membuat dokter El setuju beraliansi dengannya,” tambah Ahreum hingga membuat Rihanna refleks terbatuk mendengar celetukan Ahreum yang terdengar konyol baginya.


“uhuukk.. uhuukk!! Kau bercanda?


Dia terlalu tua untuk bisa diancam oleh gadis muda seperti Cassandra, memangnya dokter Elios seorang bocah huh?! Augghhh! Aughh!” racau Rihanna yang langsun meneguk air mineral untuk mengaliri kerongkongannya yang tersedak.


“yaaakk! Apa kau benar-benar berfikir Cassandra seperti gadis normal pada umumnya?


Kau lupa?! Dia tersangka pembunuhan Rene,” bisik Ahreum karena takut pembicaraannya itu terdengar oleh orang lain yang berada dikafetaria.


“Ahh iya!


Jadi sebenarnya apa yang ingin kau sampaikan? Aku tak mengerti,” timpal Rihanna yang masih tampak kebingungan dengan penyampaian Ahreum mengenai ancaman Cassandra.


“Di drama-drama seseorang akan mengancam dengan melibatkan kelemahan orang yang diancamnya,” jelas Ahreum.


“Apa kau memikirkan orang yang aku fikirkan,” ucap Rihanna seraya menatap lekat kedua bola mata Ahreum yang juga tengah menatapnya dalam.


“Xena!” pekik keduanya serempak kala berhasil menyatukan fikiran masing-masing.


“Wuaaahh, astaga!


Jika benar gadis gila itu melibatkan Xena demi mencapai tujuannya, aku benar-benar tak bisa berkata-kata, Wuaaahh!! Apa dia sudah kehilangan akal sehat dan hati nuraninya?!” komen Rihanna penuh dengan emosional yang bergejolak dalam jiwanya.


“Apa benar rasa sakit yang begitu mendalam bisa merubah kepribadian seseorang sampai 360⁰, mendengar kisah Ilona dulu dari Rene membuatku merasa iba pada gadis tersebut, tapi ketika dia berubah begitu banyak, aku tak tahu mesti simpati atau membencinya sekarang,” ungkap Ahreum seraya menghela nafas panjangnya.

__ADS_1


...****************...


Bersambung...


__ADS_2