
Siang harinya.
Diarea dapur keluarga Dirgantara.
“Ahreum?” panggil seseorang seraya menyipitkan matanya dari kejauhan.
“Mamaaa!!” seru Ahreum yang kemudin berbalik dan meninggalkan aktivitasnya sejenak mengaduk sup didalam wajan yang berada diatas kompor.
Ahreum pun berlarian menghampiri Carrisa dengan perasaan bahagianya.
Dengan tangan terbuka Carrisa memeluk menantunya itu penuh kasih sayang.
“sejak kapan kau ada disini sayang?” tanya Carrisa seraya melepas pelukannya sejenak untuk memandangi kecantikan dari menantu perempuannya.
“dari semalam mah.” Sahut Ahreum seraya tersenyum lebar.
“ahh begitu.
Apa yang kau lakukan?” lanjut Carrisa seraya mengernyitkan keningnya kala menyadari kini Ahreum tengah mengenakan apron bermotifkan bunga-bunga.
“ahh ini.. Aku sedang belajar memasak mah, sebentar lagi jam makan siang, rencananya aku mau mengantar makan siang untuk Ansell. Hehee.” Ceritanya penuh antusias yang membuat Carrisa pun terkekeh gemas dengan perlakuan manis menantunya pada putra semata wayangnya.
“hhahaha.. Kau manis sekali sayang. Mau mamah bantu?
Kemampuan masak mamah juga gak kalah loh dengan chef-chef yang berkerja disini hahaa.” Seru Carrisa yang kemudian merangkul Ahreum dan membawanya menuju area dapur.
“biar saya yang menaruh tas nya nyonya.” Ucap salah satu pelayan muda yang menghampiri Carrisa ditengah perjalanannya menuju dapur.
Dengan senang hati Carrisa pun memberikan tas nya itu pada pelayan.
“oke. Terimakasih ya.” Ucap Carrisa ramah sambil berlalu.
Setibanya didapur.
Para juru masak pun mundur beberapa langkah ketika majikannya memasuki area dapur.
“apa yang kau masak sayang?” tanya Carrisa seray melirik ke dalam wajan yang sebelumnya diaduk-aduk oleh Ahreum.
“ini.. sup seafood, karena Ansell suka pedas jadi aku buat bumbunya merah seperti ini hehee. Mamah mau coba?” seru Ahreum yang kemudian menciduk kuahnya sedikit memakai sendok yang diberikan oleh salah satu juru masak yang berada disampingnya. Lalu meniupnya beberapa kali sebelum disuapkannya pada mertuanya yang sudah menunggu.
Iya begitu ia mendengar jika Ahreum hendak memberikan tester pertamanya pada mertuanya, sang juru masak pun lantas meraih sendok untuk diberikannya pada Ahreum.
“bagaimana maah?” seru Ahreum kala tetesan kuah sup itu telah menyatu dengan lidah mertuanya.
“ammm.. Enaak.. bumbunya pas, waaahh.. putra mamah beruntung sekali bisa mendapatkan istri seperti dirimu. Sudah cantik, baik, pintar masak juga. Hehehe.” Puji Carrisa seraya mengusap bahu Ahreum yang membuat hidung Ahreum pun melambung tinggi seketika berkat pujian mertuanya tanpa henti.
__ADS_1
“kalau begitu mau mamah bantu buatkan yang lainnya?” tambah Carrisa lengkap dengan senyum bahagianya bisa berinteraksi hangat dengan menantunya, setelah lama tidak bertemu karena kesibukan masing-masing.
Ahreum pun langsung mengangguk semangat masih dengan senyum manis yang tak pernah pudar dari wajah mungilnya. Membuat Carrisa semakin gemas lalu mencubit salah satu pipinya lembut.
***
30 menit berlalu.
Dalam perjalanan Ahreum menuju kantor KT. Group yang letaknya tidak terlalu jauh, hanya butuh waktu 20 menit saja jika memakai kendaraan pribadi.
Sebelumnya Ahreum bersikeras ingin memakai sepeda, namun Carrisa dengan tegas menentangnya karena alasan keamanan dan juga tidak ingin menantu perempuannya itu lelah mengayuh sepeda ditengah teriknya sinar mentari.
Selagi menunggu kendaraan yang membawanya sampai di KT. Group, Ahreum menggunakan waktunya untuk mengamati area jalanan melalui jendela mobil.
Sampai..
Ponsel yang berada dalam tas kecilnya pun berdering, membuatnya terhentak lalu merogohnya dan mengecek panggilan masuk yang kini tengah berlangsung.
“halo.” Sapa Ahreum begitu membaca nama yang tertera dilayar ponselnya, ia pun langsung mendekatkan ponselnya ke telinganya.
“aku sedang dalam perjalan menuju kantor KT. Group. Kalian sedang dimana? Kok berisik sekali.” kata Ahreum seraya menjauhkan sedikit speaker telfon dari telinganya karena suara bising yang membuat telinganya tidak nyaman.
“apa? kencan buta?
Dengan siapa?” lanjut Ahreum yang membuat supir mencuri-curi pandang melalui pantulan cermin karena penasaran dengan percakapan yang tengah berlangsung antara majikan dan juga entah siapa.
“Ahh..
Yak! Jika kak Abi tahu, habislah kau Rihanna.” Seru Ahreum yang membuat supir tersebut mengerutkan dahinya lantaran merasa tak asing dengan nama yang dilontarkan oleh Ahreum barusan.
“hhahaaa..
Iya.. iya.. terserah kau sajalah! Aku gak ikut-ikutan ya kalau sampai kau ketahuan oleh kak Abi.” Tutup Ahreum yang kemudian mematikan ponselnya begitu percakapan telah berakhir.
***
Sesampainya di Kantor KT. Group.
“selamat siang nona Ahreum.” sapa pegawai keamanan yang bertugas berjaga didepan pintu utama seraya merendahkan tubuhnya.
“siang juga pak Irfan. Sehat pak Irfan?” balas Ahreum ramah disertai senyum simpul.
“sehat nona Ahreum.” sahut pak Irfan bersamaan dengan senyum lebarnya lantaran merasa sangat dihargai oleh istri majikannya itu.
Setelah menyapa beberapa karyawan KT. Group, termasuk pegawai keamanan dan petugas kebersihan. Ahreum pun kini sampai dilantai dimana ruangan suaminya berada.
__ADS_1
“Selamat siang nona Ahreum.” sapa Ambar begitu Ahreum sampai didepan mejanya, ia pun lantas bangkit dari kursi kemudian membungkukan tubuhnya.
“Iya siang juga kak Ambar. Apa pak Ansell ada diruangannya?” tanya Ahreum sebelum kembali melangkahkan kakinya memasuki ruangan Ansell.
“pak Ansell masih ada meeting nona Ahreum. Mari saya antar ke ruangan pak Ansell.” ujar Ambar ramah kemudian lebih dulu berjalan menuju ruangan Ansell.
“kira-kira berapa lama lagi ya meetingnya kak Ambar?” tanya Ahreum begitu mereka berdua telah sampai diruangan Ansell.
“sekitar 15 menit lagi nona.” Sahut Ambar seraya melirik jam yang menempel didinding.
“ahh begitu. Oke deh.”
“Jika nona membutuhkan saya, saya ada didepan ya.”
Ambar pun lantas pamit undur diri setelah mendapat anggukan ramah dari gadis yang kini tengah menentang sebuah lunch bag ditangan kanannya.
“hmmm.. ruangannya besar sekali, dan juga dipenuhi aroma Ansell. Uummmm.. Menyegarkan.” Celotehnya seraya melangkahakn kakinya menuju meja Ansell yang penuh dengan lembar kertas putih dan juga computer yang masih dalam keadaan stand by.
Saat Ahreum hendak menaruh lunch bag nya diatas meja, sekilas ia melihat sosok wanita yang terekam oleh kamera cctv dalam salah satu computer Ansell yang berjejer diatas meja kerjanya.
Merasa penasaran Ahreum pun lantas mendekatkan wajahnya ke layar computer mencoba melihat lebih jelas paras wanita yang tengah berjalan menuju area kamar mandi.
“bagaimana mungkin?” Ahreum bergumam ditengah jantungnya yang kini mulai berpacu seiring dengan kedua pupil matanya yang membesar.
Tanpa membuang waktu lagi, dengan cepat Ahreum menarik langkah keluar dari ruangan suaminya untuk mendatangi keberadaan sosok wanita tersebut.
Melihat langkahnya yang tergesa-gesa, sontak saja Ambar pun langsung bangkit dari tempat duduknya dan bergegas menghampiri Ahreum.
“ada apa nona?
Ada yang bisa saya bantu?” tanya Ambar yang menghentikan langkah cepat Ahreum.
“ahh tidak kak Ambar..
Sepertinya aku melupakan sesuatu, aku akan kembali nanti. Hehee.” Dusta Ahreum yang kemudian pergi berlalu tanpa menunggu sahutan dari Ambar yang sebenarnya masih penasaran apa yang membuat istri atasannya itu terlihat seperti sedang memburu sesuatu.
***
Kamar mandi tempat dimana sosok wanita yang dilihat Ahreum sebelumnya di CCTV.
Sesampainya didalam, Ahreum tak melihat siapapun disana, namun salah satu bilik kamar mandi tampaknya tengah terpakai. Membuat Ahreum menaikan sudut bibirnya dan memandangi pintu kamar mandi itu dengan tatapan penuh arti.
Ia pun perlahan berjalan mendekat ke tepi wastafel seraya memperhatikan pintu kamar mandi yang terpakai itu melalui pantulan cermin besar yang tertempel didinding kamar mandi.
“senang akhirnya aku bisa bertemu secara langsung denganmu Cassandra atau..
Haruskah ku panggil kau Ilona?!”
__ADS_1
Bersambung..