
“ciihhhh..
Btw.. kau tidak merasakan sakit-sakit gitu Frank disekujur tubuhmu?” ujar Nayeon yang tentu saja langsung membuat semua yang mendengarnya melempar tatapan serius padanya, seakan tengah menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai pertanyaan yang dilontarkannya barusan.
“sakit? Kenapa?” sahut Franky.
“sakit karena kebanting oleh ketampanan Ansell dan kak Abi.” Lanjut Nayeon.
“AAhhhhaahahhahahaaa!!!!” gelak tawa Ansell pecah kala Nayeon melontarkan lelucon yang menusuk pada Franky.
“kau bisa tertawa lepas juga rupanya.” Ujar Ahreum seraya ikut tersenyum lebar melihat kebahagiaan yang terpancar dari suaminya.
“memangnya kenapa dengan Franky, kurasa dia ngga jelek-jelek amat kok. Iya kan Frank?” bela Hanna ditengah menikmati makan malamnya.
“ekhemm..” Abi terbatuk seolah tengah mengisyaratkan kecemburuannya lantaran Hanna memuji lelaki lain didepannya.
“tapi tentu saja tidak setampan dirimu dong, hehehe.” Rayu Hanna seraya menoel-noel lengan kekar Abi lengkap dengan cengirannya membuat Abi tersipu malu.
“kau mau tambah lagi daging sapinya, Ahreum?” tanya Franky yang lebih memilih mengabaikan ejekan Nayeon.
“Ahreum punya tangan, dia bisa mengambilnya sendiri!” pekik Ansell yang tak suka dengan sikap perhatian Franky pada istrinya.
“ohh sory.. Suamimu galak banget ya.” Celetuk Franky seraya kembali menyuapi mulutnya dengan suapan besar.
“sudah tahu emosian, makanya jangan ngisengin mulu.” Balas Ahreum seraya menggeleng kepala.
“ahh iya, besok kak Abi berangkat jam berapa?” tanya Hanna seraya melirik ke arah kekasihnya setelah melahap makanannya.
“jadwal keberangkatanku jam 08:00 pagi, jadi mungkin jam 7 kita sudah pergi. Aku sudah meminta 1 supir datang kemari besok, jadi kau dan yang lainnya bisa pulang bersama supir nanti setelah cukup puas bermain-main disini.” Tutur Abi dengan nada lembut seperti biasanya.
“padahal gak perlu memanggil supir segala, kita bisa pulang dengan mobil kol buntung milik Franky kan nanti.” Katanya seraya melirik sesaat ke arah Franky yang tengah asyik menikmati berbagai macam makanan yang terhidang diatas meja panjang tersebut.
“ahh.. Iya.. aku bisa membawa kalian pulang.” Sahut Franky dengan mulut penuh makanan.
“aku tak akan membiarkan Ahreum naik kol buntung butut milikmu itu!” cibir Ansell penuh kedengkian yang sudah mendarah daging sejak Franky terus menunjukan perhatiannya pada istrinya.
__ADS_1
“astaga!!” Franky hanya bisa menghela nafas beratnya seraya menggeleng kepala sebab tak ingin melayani ejekan Ansell padanya.
“sabar ya Frank.” Ucap Nayeon seraya menepuk punggung Franky. “setidaknya sekarang kau bisa makan daging sapi premium, habiskan aja semua makanan yang ada sampai tak tersisa.” Tambahnya.
Malam semakin larut, kegiatan makan malam pun akhirnya usai, sebagian alat makan seperti piring, mangkuk, sendok garpu sudah ditumpuk dan diletakan disudut meja agar memudahkan para pelayan nantinya untuk mengambil alat makan yang kotor.
“huffftt.. kenyang sekali, kurasa perutku tampak membuncit.” Oceh Hanna seraya menyandarkan kepalanya ke bahu Abi serta mengelus-elus perutnya.
Sementara itu Abi masih terlihat meneguk air minumnya. “mau nonton dulu sebentar, untuk sekedar menurunkan makananmu. Sebelum pergi tidur.” Tawar Abi seraya merangkul Hanna dan mengusap lembut bahu Hanna setelah meletakan gelasnya diatas meja.
“boleh.. aku mau nonton film yang hantu Thailand itu apa ya judulnya aku lupa.” Seru Hanna yang kemudian bangkit dari sandarannya lalu memiringkan tubuhnya ke arah Abi agar bisa berinteraksi dengan nyaman.
“amm.. boleh ngga, jangan hantu?” pinta Abi ragu-ragu sebab ia takut akan mengecewakan antusias kekasihnya.
“Iya, kau juga harus memikirkan kekasihmu Hanna, kau ingin menonton film yang hanya bisa dinikmati oleh dirimu sendiri aja?” timbrung Nayeon setelah meneguk air minumnya dan kembali meletakan gelasnya dimeja.
“ciihhh.. Diam kau, aku tak meminta pendapatmu tahu!” ketus Hanna. “yaudah kita nonton film biru aja!” seru Hanna yang membuat Ahreum memuncratkan kembali air minumnya begitu mendengar celotehan karibnya, alhasil Franky yang masih asyik menyemil makanan penutup pun ikut tersembur air mancur yang keluar aestetic dari mulut Ahreum.
Begitupun dengan Nayeon yang duduk tak jauh dari Franky membuatnya terciprat sedikit.
“aughhhhh!!!! Jorok banget sihhh!!!!” keluh Nayeon yang kemudian menarik selembar tisu yang berada tak jauh darinya dan mengelap wajahnya hingga terasa kering, sementara Franky lebih memilih menyeka wajahnya dengan telapak tangannya yang lebar.
“sory.. sory.. hehehe.” Ahreum hanya bisa nyengir.
Ansell yang sedari tadi terdiam sembari mengutak-atik layar ponselnya dengan raut wajah serius, kini ia pun pergi menjauh dari teman-temannya seraya mendekatkan ponselnya ke telinga.
Membuat Ahreum memandanginya dengan tatapan dalam untuk sejenak sampai punggung Ansell sudah tak terlihat lagi.
“sepertinya dia sibuk sekali?” komen Nayeon yang ikut menyaksikan kepergian Ansell tanpa berpamitan terlebih dahulu.
“hmm..” Ahreum hanya bisa menghela nafas kemudian kembali meneguk minumannya.
“kau serius mau nonton film biru, Hanna?” celetuk Nayeon yang kembali menghasilkan air mancur dari mulut Ahreum.
“YAKKKK!!!” bentak Nayeon. “seharusnya kau tak perlu terkejut seperti itu, diantara kami hanya kau yang sudah menikah. Bukankah seharusnya hal itu sudah biasa untukmu.” Gerutu Nayeon yang kembali menarik beberapa helai tisu dari wadahnya kemudian mengelap area wajah dan lehernya.
__ADS_1
“kurasa dia belum pernah melakukannya.” Celetuk Franky lengkap dengan tatapan penuh artinya setelah kembali menyeka wajahnya dengan telapak tangannya.
“berhenti membicarakannya.” Kata Ahreum menekankan agar teman-temannya berhenti menggodanya.
“membicarakan apa?” goda Hanna lengkap dengan senyuman penuh artinya yang membuat Ahreum semakin geram.
“aishh.. sudah ahh aku mau tidur.” Rajuknya kemudian pergi setelah meneguk cepat air minum yang tinggal sedikit digelasnya.
“dia merajuk tuh, ku yakin mereka belum pernah melakukannya.
Ckckckck... padahal mereka menikah sudah beberapa bulan yang lalu. Diluar sana malah banyak yang sudah wik wik sebelum menikah.” Oceh Hanna sembari memandangi kepergian karibnya itu yang berjalan masuk ke dalam.
“jadi, kau sudah pernah melakukannya?
Apalagi kau pernah tinggal d Inggris lama kan, kurasa kau sudah pernah melakukannya beberapa kali tuh.” Celetuk Nayeon disertai lirikan penuh arti seolah tengah memancing keributan yang akan timbul dari sepasang kekasih tersebut.
Terbukti kini Abi pun tengah menatap Rihanna dengan tatapan tajamnya seolah tengah mencoba menahan untaian kalimat yang akan memicu perdebatan diantara mereka.
“aughhhh.. si***all.. yak!! kau sengaja ya, ingin menghancurkan hubunganku dengan kak Abi!!” seru Hanna lengkap dengan tatapan menyalaknya.
“bukankah kau bilang kita teman sekarang, jika teman berarti harus senasib, aku lajang kau pun harus lajang!” balas Nayeon tak kalah nyaring, hingga membuat Hanna naik pitam dan sudah tak bisa menahan kembali emosi yang bergejolak dalam hatinya.
“kufikir kau sudah menjadi gadis yang lebih baik sekarang, tapi ternyata aku salah, kau tetap gadis yang menyebalkan!! Arrghhhh!!!” seru Hanna seraya menjambak keras rambut panjang Nayeon hingga kepala Nayeon pun ikut tertarik ke belakang.
Tak mau kalah dengan perseteruan yang terjadi, Nayeon pun membalas jambakan rambut Hanna dengan lebih ganas, iya, Nayeon menjambak kedua sisi rambut Hanna dengan sekuat tenaga dan kedua matanya yang dipenuhi api membara.
“hey.. hey.. sudah hentikan, apa kalian anak-anak hah, harus bertengkar seperti ini.” ucap Franky yang mencoba menengahi seraya menjauhkan Nayeon dari Hanna.
Begitupun dengan Abi yang juga ikut berusaha menjauhkan Hanna dari Nayeon.
Namun tentu saja tidak semudah itu, Nayeon semakin membabi buta dan kini ikut menjambak ujung rambut Franky dengan 1 tangannya. Sementara tatapan tajamnya masih mengarah pada Hanna yang juga tengah menatapnya dengan penuh emosional.
“sudah hentikan, Hanna, lepaskan tanganmu.” Pinta Abi seraya terus mencoba menarik tubuh Hanna.
“KENAPA HARUS AKU YANG MENGALAH!! PADAHAL SELALU DIA YANG MEMICU KERIBUTAN!! DIA INI BIANG ONAR SEBENARNYA!! DASAR GADIS GILA!!” bentak Hanna yang membuat Abi sontak saja terkejut mendapat teriakan nyaring dekat ditelinganya.
__ADS_1
***
Bersambung...