Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO

Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO
Episode 148


__ADS_3

“bisa tolong kau jelaskan lebih dulu, apa yang sebenarnya terjadi?” kata Abi ditengah aksi berlarinya bersama Rihanna.


“akan ku jelaskan nanti, untuk sekarang kita harus menangkap gadis itu dulu.” Sahut Rihanna seraya terus mempercepat laju larinya mencoba mencari gadis misterius tersebut.


Sesampainya ditempat gadis misterius itu berada sebelumnya mereka hanya mendapati sebuah bucket bunga yang tergeletak diaspal, sementara gadis itu telah menghilang bak ditelan bumi.


“bunga ini.. bunga favorite nona Ilona.” Gumam Abi seraya memungut bucket bunga yang telah dibuang oleh pemiliknya itu.


“cepat sekali gadis itu pergi, bahkan belum sampai 3 menit jejaknya sudah benar-benar menghilang.” Oceh Rihanna yang masih berusaha mencari keberadaan gadis yang telah pergi itu diantara kerumunan orang-orang yang berlalu lalang.


“aku sempat mengira dia adalah Cassandra.” Gumam Abi kembali masih dengan tatapan lekatnya yang mengarah pada bucket bunga tersebut.


“apa?


Cassandra?” sahut Rihanna yang akhirnya menyerah dan mengalihkan pandangannya pada Abi yang berada dibelakangnya.


“siapa Cassandra?” tanya Rihanna lagi.


“kau masih ingat, gadis bergaun putih berlumur darah yang ada digedung tua itu. Yang memiliki paras mirip sekali dengan nona Ilona.” Jelasnya seraya mengarahkan pandangannya pada Rihanna sejenak sebelum kembali menatap bucket bunga yang masih berada dalam genggamannya.


“awalnya aku sempat berfikir jika nona Ilona kembali bangkit, atau kembaran dari nona Ilona karena mereka begitu mirip. Tapi ternyata mereka hanya 2 orang yang berbeda dan tak saling mengenal.” Tambahnya lagi yang kemudian menurunkan bucket bunganya lalu meraih tangan Rihanna untuk pergi dari lokasi tersebut.


“ayo kita kembali aja.” Ajak Abi.


“tunggu, jadi kalian sempat kenalan gitu, kakak sampai tahu namanya segala.” Dumel Rihanna lengkap dengan raut wajah sebalnya ditengah perjalanannya.


“aku hanya tahu namanya dari pak Ansell.” tuturnya lembut.


“ahh iya, aku mendengar kau menyebut nama Aluna, siapa Aluna?” kata Abi yang baru menyadari ada hal yang terlewat.


“ahh itu, engga kok hehee.” Dusta Rihanna lengkap dengan senyum palsunya.


“hmm baiklah, dan juga kenapa kau berbohong padaku.” Lanjut Abi yang ingin mengembangkan obrolan mereka.


“berbohong?” ulang Rihanna yang masih belum mengerti.


“nona Ahreum pergi bersama dokter Elios.” Kata Abi lagi seraya melirik sesaat ke arah Rihanna.

__ADS_1


“ahh itu, kalau aku jujur memangnya kau akan mengijinkannya? Tidak kan. Lagipula mereka tidak melakukan hal yang aneh-aneh kok. Tenang saja. Karena mereka tak hanya berdua, ada Xena juga. Mereka hanya bermain-main aja.” Paparnya.


“meskipun begitu tetap saja itu salah, Hanna.” Ucap Abi masih dengan nada lembutnya.


“mana boleh wanita yang sudah bersuami bermain-main dengan pria lain. Bukankah itu sama saja..”


“lalu bagaimana dengan Ansell yang lebih memilih mengantar wanita yang bernama Cassandra itu ketimbang istrinya sendiri? bukankah itu juga salah.” Potong Rihanna lengkap dengan sorot mata tajamnya karena merasa ada hal itu tidak adil bagi karibnya.


“hmm.. baiklah, maafkan aku. Aku yang salah.” Tutup Abi karena tak ingin berdebat lebih jauh lagi dengan kekasihnya itu. Sebab memang tidak sepenuhnya kesalahan dari Ahreum.


“aku tahu Ansell adalah teman baikmu wajar saja jika kakak berpihak padanya. Tapi apa kakak juga harus membelanya meski tindakannya salah? Itu tidak benar kan.


Aku tahu, Ahreum juga bersalah, hanya saja.. apa kau benar-benar tak tahu alasan kenapa Ahreum lebih nyaman dengan dokter Elios. Itu karena sikap Ansell sendiri yang selalu membuat Ahreum kebingungan dan berfikir jika Ansell memang tidak memiliki perasaan apapun padanya.” Katanya panjang lebar.


“tak bisakah nona Ahreum menunggu sampai Ansell keluar dari bayangan masa lalunya. Sekarang ini Ansell sedang tengah kesulitan, dia seringkali bermimpi buruk tentang nona Ilona dan berilusi jika nona Ilona bangkit kembali untuk meminta pertanggung jawaban atas kematiannya.” Sahut Abi.


“dia tidak berilusi, wanita itu memang nyata dan kurasa dia adalah kembaran dari Ilona. Kak Abi.” Ungkapnya yang membuat keduanya menghentikan langkahnya sejenak dan saling bertatapan.


“kembaran?” ulang Abi yang masih mencoba mencerna apa yang dikatakan oleh kekasihnya barusan.


“kalian darimana aja?” tanya Ahreum yang membuat keduanya terhentak.


“ahh.. tadi itu.” ucap Rihanna tergagap yang langsung memasukan kembali ponselnya ke dalam tas.


“ayo pulang, hari sudah hampir gelap.” Ajak Ahreum yang langsung memutar tubuhnya kembali dan menarik langkah bersama dengan Ansell dan Nayeon yang berjalan disampingnya.


“oke.” Sahut Rihanna yang langsung menautkan tangannya ke tangan Abi kemudian melangkah pergi menyusul langkah Ahreum yang berada didepannya.


“apa yang mau kau tunjukan padaku?” tagih Abi ditengah perjalanannya.


“nanti aja.” Bisik Rihanna karena takut akan terdengar oleh yang lainnya.


“apa yang kalian berdua rencanakan?” timbrung Ahreum kala Abi dan Rihanna sudah berjalan sejajar dengan mereka bertiga.


“ngga ada hehe.”


“boleh aku tinggal sementara diapartemenmu Hanna? Aku gak sanggup pulang kerumah karena terlalu banyak kenangan dengannya.” Ucap Nayeon yang masih mencoba mengontrol emosinya.

__ADS_1


“oke.” Seru Nayeon seraya merangkul tubuh Nayeon dan menariknya untuk lebih dekat dengannya sementara 1 tangannya yang lain masih tertaut ditangan Abi.


“sudahlah, jangan menangisi lelaki brengsek seperti dia, nanti aku carikan lelaki yang lebih tampan dari dia oke.” Hibur Hanna seraya mengusap bahu Nayeon lengkap dengan senyum lebarnya untuk membuat karibnya itu merasa lebih baik.


Sedangkan disisi lainnya.


“ahh iya, apa kau mau tahu apa yang kak Bima ceritakan tadi?” tanya Ahreum seraya menautkan tangannya dilengan kekar Ansell dan sesekali melirik ke arah suaminya yang masih tampak murung itu.


“tidak.” Respon Ansell datar.


“jadi gini,


Katanya tuh dia kerja sampingan disini buat tambah-tambah biaya kuliahnya. 2 adiknya juga masih sekolah, karena dia anak sulung jadi setidaknya dia juga harus bantu-bantu keluarganya. Hufftt.. sedih banget kan, aku gatau ternyata ada banyak banget yang hidupnya kesulitan. Sementara aku sendiri baru dapet beban sedikit aja udah banyak ngeluhnya.”


“hmm.” Sahut Ansell untuk menanggapi cerita panjang Ahrum.


“kita beruntung karena sedari lahir tidak pernah merasa kekurangan, semua apa yang diinginkan pasti dituruti, tidak perlu susah payah bekerja untuk pendidikan ataupun membantu perekonimian keluarga.


Aku merasa kasihan pada mereka-mereka yang tidak seberuntung kita.”


“kenapa tak kau kumpulkan aja semua orang yang tampak kesulitan lalu kau bisa biayai mereka semua.” celetuk Ansell ngasal.


“aughh.. kau tidak paham dengan suasananya. Kau benar-benar tidak memiliki simpati sama sekali.” Ketus Ahreum.


“berhenti mengoceh kepalaku pusing.” Sahutnya.


“ciihhh..”


“Ahreum, kau mau menginap diapartemanku hari ini?” tanya Rihanna yang membuat Ahreum melirikan pandangannya sejenak ke arah samping.


Ahreum kembali memandangi Ansell sejenak sebelum menjawab ajakan menginap karibnya itu.


“kau bisa pergi jika kau mau.”


Peka karena dilihat seperti itu, Ansell pun langsung mengijinkannya tanpa perlu bertanya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2