Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO

Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO
Episode 168


__ADS_3

“apa kau sebegitu mencintainya..


Aku iri sekali dengan dia, bisa membuatmu tertawa lepas seperti ini.” gumam Ahreum seraya mengusap sebuah foto Ilona bersama Ansell yang berukuran besar disudut ruangan dengan mata sendunya.


Selagi Ahreum sibuk dengan perasaan emosionalnya sendiri dengan memperhatikan semua foto dan lukisan yang berada disisi kanan nya, ia tidak sadar jika Ansell yang tengah berada dibelakangnya pun tengah  berperang dengan rasa sakit dan juga kerinduan yang masih tersisa didalam relung hatinya.


Meski ia telah mencoba keluar dari masa lalunya, namun tetap saja melihat wajah gadis yang pernah mengisi hatinya dahulu membuatnya kembali terjatuh ke dalam bayangan masa lalunya.


1 tangannya mulai meraih sebuah bingkai foto yang berada diatas meja kecil, lengkap dengan tatapan sendunya ia berusaha mungkin menahan derai air mata yang bisa kembali memicu emosionalnya.


Merasa terlalu hening, Ahreum pun memutar tubuhnya untuk mengecek apa yang tengah dilakukan suaminya disisi lainnya, masih dengan sebuah bingkai foto Ilona bersama dengan Ansell yang berada dalam genggamannya.


Setelah meletakan kembali bingkai foto mendiang kekasihnya yang tengah tersenyum lebar, ia pun beralih memindai area lainnya yang tentunya memang dipenuhi wajah mendiang serta barang-barang mendiang yang disusun rapih didalam lemari kaca.


Tiba-tiba kedua kakinya terasa melemah hingga ia pun meletekan kedua tangan diatas meja kecil, tempat dimana beberapa bingkai foto mendiang berada untuk menahan berat tubuhnya disaat kakinya sudah tak bisa berdiri kokoh.


Ansell memejamkan kedua matanya sejenak dengan raut wajah yang seolah tengah menahan rasa sakit yang terus saja menghantam hatinya.


Melihat hal itu membuat hati Ahreum pun ikut terluka, ia pun berlari kecil lalu memeluk suaminya dari belakang mencoba menguatkan suaminya yang tengah melawan rasa sakit yang berasal dari masa lalunya.


“kematian Ilona bukanlah salahmu Ansell. Dia yang memilih takdirnya sendiri.” ucap Ahreum seakan tahu apa yang kini menjadi beban difikiran suaminya itu.


“hiksss.. hiksss!!!...” tangis Ansell pun pecah begitu Ahreum menyelesaikan kalimatnya.


Ansell memutar tubuhnya kemudian terduduk ditepian meja kecil dengan isak tangis yang kian menjadi-jadi, membuat Ahreum kembali membawa tubuh Ansell masuk ke dalam dekapannya seraya membelai lembut bagian belakang kepala Ansell yang kini sejajar dengan dadanya.


“semua akan baik-baik aja oke.. kau pasti bisa melaluinya, Ansell. Aku janji.. aku janji akan selalu berada disampingmu. Aku.. tidak akan pernah meninggalkanmu.” Tutur Ahreum kembali seraya menaruh pipinya diatas kepala Ansell.


Perlahan kedua lengan Ansell pun melingkar dipinggang istrinya lalu menariknya agar lebih menempel dengan dirinya yang saat ini masih diselimuti tangis pilu.


“semua akan baik-baik saja Ansell.. akan baik-baik sajaaa..” ucap Ahreum yang mulai ikut terbawa suasana pilu yang kini dirasakan Ansell hingga membuat bibirnya bergetar dan bulir air mata berderai dari kedua sudut matanya.

__ADS_1


***


Kembali ke taman kota, tempat dimana Nayeon dan Rihanna berjogging.


Merasa sudah cukup berlebihan, akhirnya Hanna pun beranjak dari bangkunya kemudian berlari kecil menghampiri Nayeon yang hendak melintas dihadapannya.


“sudah cukup Nay. Ini sudah putaran ke 7, tubuhmu juga sudah pasti sangat lelah Nay.” Cegah Hanna seraya menahan tangan Nayeon agar tidak kembali berlari.


“bagaimana ini…


Kurasa, aku benar-benar tidak bisa melepaskannya, dia selalu berputar-putar dalam fikiranku… hiksss.. hiksss.. aku harus bagaimana Hannaaa!!” tangis pedih pun kembali terdengar nyaring membuat Hanna dengan sigap menarik tubuh Nayeon ke dalam dekapannya seraya mengusap bagian punggung karibnya yang malang itu.


“kau pasti bisa melaluinya Nay.. Kau gadis yang kuat.


Kau juga sangat cantik jangan membuat dirimu kecil dimata Jeno. Tunjukan padanya!! Jika kau lebih baik tanpanya. Dengan begitu Jeno akan merasa menyesal telah mencampakkanmu. Mengerti?!” ujar Hanna seraya melepas pelukannya lalu beralih memegang wajah Nayeon dan menatapnya lekat.


Nayeon pun mencoba mengangguk dalam tangis pilu yang semakin tak bisa dikendalikan. Setelah mendapt respon anggukan dari Nayeon, Hanna pun lantas kembali menarik tubuh Nayeon ke dalam dekapannya untuk memberikan rasa tenang pada karibnya itu.


***


Selang beberapa menit berlalu keadaan Ansell semakin membaik hingga tak terdengar lagi isak tangis yang sedari tadi memenuhi keheningan dalam ruangan tersebut.


Ahreum pun perlahan melepas pelukannya seiring dengan kedua tangan Ansell yang mulai turun dari area pinggulnya.


“kau tahu, kau mirip sekali dengan Kongi..


Tampak dari luar kau terlihat buas dan menyeramkan, kau bahkan bisa menghabisi lawan yang lebih besar darimu. Tapi.. kau memiliki hati yang rapuh hingga seringkali merengek karena kehilangan seseorang yang kau cintai.


Kongi juga begitu, ketika dia kehilangan ibunya, dia bahkan tidak makan selama 4 hari dia hanya terdiam dipojokan sembari sesekali terdengar meraung-raung seakan tengah mengekspresikan rasa kehilangannya yang sangat mendalam.” Cerita Ahreum seraya mengusap pipi Ansell yang telah basah oleh deraian air matanya.


“kau samakan aku dengan seekor Anjing?!” pekik Ansell lengkap dengan tatapan tajamnya yang membuat Ahreum pun terkekeh.

__ADS_1


“ckckckck.. Iya kau Anjing kecil yang lucu, daridulu aku ingin sekali memelihara seekor anak Anjing. Tapi seperti yang kau tahu, aku alergi bulu Anjing jadi aku hanya bisa melihatnya tak bisa menyentuhnya seperti ini ataupun memeluknya.” Lanjut Ahreum yang kembali menggoda suaminya seraya mengunyel-ngunyel pipi Ansell lalu mengecup keningnya.


“apa aku terlihat seperti Anjing kecil bagimu?” ujar Ansell yang kemudian bangkit dari tepi meja lalu menundukan pandangannya pada istrinya yang terlihat sangat mungil didepannya.


Ahreum pun lantas menarik langkah mundur lalu menengadahkan wajahnya agar bisa melihat jelas wajah suaminya.


“oke.. okee.. kau bukan anak Anjing, tapi bapaknya hehee..” celetuk Ahreum yang diiringi tawa renyahnya.


Mendengar guyonan itu Ansell hanya bisa berdecak kesal seraya membuang wajahnya ke sembarang arah.


“hmm.. kurasa, dibandingkan dengan Ilona, aku pun gak kalah cantiknya kok. Asal kau tahu aja ya, sebenarnya banyak loh lelaki yang menyukaiku dikampus. Bisa dibilang aku ini primadona difakultasku tahu! Hehee.” bualnya seraya berjalan mendekati sisi Ansell dengan pandangan yang mengarah pada foto Ilona yang berada diatas meja.


“lihat!! Dia punya double eyelid, mataku juga sama. Hidungnya mancung, aku pun ga kalah mancungnya..” lanjut Ahreum kembali seraya mengambil salah satu bingkai foto Ilona yang tengah memasang pose tersenyum lebar.


“bibirnya gak tipis dan juga ga tebal, aku juga.. aku juga sama malahan lebih sexy bibirku, iyakan?!” serunya seraya memanyun-manyunkan bibirnya untuk menambah bumbu MSG selagi ia bernarasi.


“karakternya juga kurasa aku lebih baik 1000 % darinya. Hanya saja…”


“apa?” sahut Ansell yang kembali duduk ditepian meja seraya melipat kedua tangan diatas dadanya mencoba menunggu kelanjutan dari bualan istri mungilnya tersebut.


Ahreum kembali menaruh bingkai foto Ilona diatas meja kemudian berlari kecil menuju sebuah lemari besar tempat dimana semua pakaian Ilona berada.


Ansell hanya memperhatikan gerak-geriknya dari jauh, entah apa yang hendak dilakukan istri mungilnya tersebut dengan membuka lemari mendiang kekasihnya.


Setelah menemukan apa yang dicarinya, Ahreum lantas menyembunyikan benda tersebut dibelakang tubuhnya seraya kembali berjalan mendekati keberadaan suaminya lengkap dengan raut wajah yang tak bisa diartikan hingga membuat Ansell mengangkat 1 alisnya.


“kuakui dia memang terlihat sangat sexy dengan pay*uda**ra besarnya. Tapi.. jika aku menambahkan bantalan pay*uda**ra seperti ini, aku juga tak kalah sexy dan berisinya kan dari dia.” Celetuk Ahreum seraya memasukan 2 buah kaos kaki ke dalam bra nya untuk membuat dadanya semakin menonjol, dilanjut dengan beberapa pose mendukung bak model yang tengah bergaya didepan kamera.


Sontak saja hal itu langsung mengundang gelak tawa dari Ansell yang sama sekali tidak pernah menduga jika istrinya memiliki ide konyol seperti itu.


“HAHAHHAAAHAAA!!!!!!!”

__ADS_1



Bersambung...


__ADS_2