Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO

Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO
Episode 67


__ADS_3

Sesampainya ditempat yang dituju, KT. Group.


Setelah memarkirkan sepedanya ditempat parkiran khusus sepeda, ia pun berjalan menuju loby seraya menenteng coffe dan juga bekal makan siang dikedua tangannya.


Namun saat ia telah berhasil memasuki pintu utama, salah satu petugas yang berdiri didepan pintu utama tampak terlihat mencurigainya hingga membuat petugas tersebut memutuskan untuk meninggalkan pos penjagaannya dan memilih untuk mengikuti langkah kecil Ahreum yang tengah berjalan menuju meja recepcionist.


“maaf mba, mau tanya, ruangan pak Ansell lantai berapa ya?” tanya gadis mungil tersebut pada seorang yang tengah terduduk menatap layar komputernya.


“ahh.. iya.. pak Ansell?” ulang seorang staf wanita itu yang sedikit terbata karena terkejut mendapati kehadiran Ahreum yang tiba-tiba ada didepannya, ia pun kemudian bangkit dari tempat duduknya seraya menatap Ahreum yang tengah tersenyum ramah kepadanya.


“iya, ruangan pak Ansell, ada dilantai berapa mba?” tanya Ahreum lagi masih dengan senyum ramahnya.


“pak Ansell dirgantara maksudnya?” timpal staf wanita itu yang ingin memastikan sekali lagi jika dirinya tidak salah dengar seraya memandangi tubuh mungil Ahreum dari atas sampai ke bawah lengkap dengan tatapan yang tidak mengenakan.


Ahreum hanya mengangguk untuk menanggapinya.


“ngapain lo mau ketemu pak Ansell? lagipula memangnya lo siapa!” sahut seorang wanita lain yang muncul dari samping seraya ikut memandangi tubuh Ahreum seperti yang dilakukan staf wanita lain sebelumnya.


“aku mau mengantarkan makan siang untuknya dan juga coffe kesukaannya.” Sahut Ahreum masih dengan senyuman yang sama dan tak tergoyahkan dengan sikap sarkas dari kedua pegawai wanita tersebut.


Kedua wanita itu tampak mengangkat 1 alisnya secara bersamaan dan langsung memberi tatapan julid pada Ahreum, seolah mereka berdua benar-benar jijik melihat gadis yang bersikap sok dekat dengan CEO perusahaannya yang sekaligus menjadi idola para gadis-gadis yang masih lajang diperusahaan tersebut.


“yak! memangnya lo siapa sampai beraninya nganterin makan untuk pak Ansell?! Dan juga makanan apaan nih!!” sinisnya seraya mengambil paksa totebag yang berisikan makan siang Ansell, lalu dilihatnya sejenak sebelum akhirnya ia lempar ke lantai sampai tempat makan siang Ansell terlempar keluar dari totebag.


Sementara rekan kerjanya menindas gadis mungil tersebut, staf yang berjaga dimeja recepcionist itu malah tampak terkekeh seolah ikut meledek gadis malang itu yang tengah mencoba memasukan kembali tempat makan Ansell ke dalam totebag, untung saja tutup makan siang itu tidak ikut terbuka yang akan membuat makanannya akan berceceran.


Selagi Ahreum kembali memasukan beberapa tempat makan ke dalam totebag, wanita yang tengah berdiri dihadapannya itu pun kembali menindasnya dengan menendang coffe yang Ahreum letakan terlebih dahulu disampingnya, alhasil coffe itu pun tumpah hingga mengenai bagian samping bajunya.


“ada apa ini?” tanya seorang pegawai lainnya yang berpenampilan layaknya petugas keamanan, yang sebelumnya memang sudah memperhatikan Ahreum sejak kemunculan Ahreum diarea pekarangan KT. Group.

__ADS_1


“ini pak, ada yang ngaku-ngaku mengenal pak Ansell, ciihh.. pasti penggemar fanatiknya lagi yang pura-pura kenal dengan pak Ansell hanya untuk bisa bertemu dengan pak Ansell.” Seru wanita itu seraya melipat kedua tangan diatas dadanya seraya menatap tajam keaah Ahreum yang masih berjongkok dan meratapi nasib dari kedua coffenya yang kini telah menyatu dengan lantai.


“benar begitu nona?!” tanya petugas keamanan tersebut seraya meninggikan suaranya untuk memberikan rasa takut pada gadis yang tak berdaya itu.


“sebaiknya nona pergi sekarang juga sebelum masalah ini menjadi panjang.” Perintah petugas lelaki itu seraya mengangkat paksa tubuh Ahreum agar ia beranjak dari posisinya.


“tidak, aku bukan penggemar fanatiknya dan aku juga tidak berbohong, aku memang sudah berjanji mau mengantarkan makan siang untuknya.” Kekeh Ahreum meski kini dirinya telah bangkit namun ia tetap tak ingin pergi dari tempatnya.


PLLAAAKK!! Satu tamparan keras mendarat di salah satu pipi mungil Ahreum membuat gadis yang tengah meronta itu kini terdiam seraya memandangi wajah wanita yang menamparnya tadi, membuat situasi menegang sampai petugas keamanan itu pun kebingungan dan melepas genggaman eratnya dari tangan Ahreum.


“apa?! kau memang pantas mendapatkan tamparan itu, karena kau harus bangun! bangun dari mimpimu, bisa-bisanya kau berbohong sampai sejauh ini, ciih!!..” pekiknya seraya memutar kedua bola matanya.


“sial!! Beraninya kau menyentuh pipiku, dasar b**I ce*ng.” umpat Ahreum dalam hati lengkap dengan sorot mata tajamnya yang mengarah pada wanita tersebut, membuat wanita itu semakin emosional dan hendak mendorong tubuh mungil Ahreum.


Pada awalnya Ahreum sudah memperkirakan gerakan tangan wanita itu yang akan mendorongnya, hingga ia berniat untuk menghindarinya, namun kedua mata elangnya sekilas menangkap sosok suaminya yang keluar dari pintu lift dan hendak menuju kearahnya.


Sehingga membuatnya tidak jadi menghindar dan menerima dorongan dari wanita itu dengan senang hati, untuk menambah adegan semakin memanas ia pun mencoba untuk membuat tubuhnya benar-benar didorong cukup keras hingga dirinya jatuh tersungkur dan dahinya sampai membentur lantai.


“ada apa ini?!” tanya Ansell yang baru saja bergabung ditengah kekacauan yang terjadi dilobi perusahaannya, bersamaan dengan sekretaris yang berdiri 1 langkah dibelakangnya.


“ma.. maaf pak, saya sudah ceroboh membiarkan penggemar fanatik bapak masuk, saya akan bereskan segera pak.” Panik petugas keamanan tersebut seraya mencoba mengangkat tubuh Ahreum yang tengah menghadap kearah lain sehingga Ansell tidak bisa melihat wajah gadis yang tengah terduduk tak berdaya dilantai.


“saayaanggg..” rengek Ahreum begitu ia bangkit, lalu menatap Ansell dengan tatapan layaknya seorang bocah yang tengah mengadu pada ayahnya.


Membuat Ansell terkejut bukan main seraya membulatkan kedua matanya, mendapati istrinya yang kini berada dihadapannya.


“dasar wanita ja***!! Berani sekali kau memanggil pak Ansell seperti itu!” bentak wanita yang tadi menampar Ahreum, ia pun kembali mendekati Ahreum dan bersiap untuk melayangkan tamparan kerasnya lagi.


Namun sebelum itu terjadi, Ahreum menggigit lengan petugas keamanan tersebut dengan sekuat tenaga sampai genggaman itu terlepas kemudian berlari dan melompat ke tubuh Ansell, Ahreum mengalungkan kedua tangannya ke belakang leher Ansell, lalu mengaitkan kedua kakinya ke belakang tubuh Ansell untuk mengunci tubuhnya.

__ADS_1


Melihat kejadian yang tak terduga itupun semua karyawan yang melintas dan juga yang berada ditempat kejadian, membulatkan kedua matanya seraya membuka mulutnya seakan benar-benar terkejut dengan situasi yang terjadi saat ini.


“OH MY GOD!! YAK!! APA KAU SUDAH GILA.” Bentak pegawai wanita tersebut, seraya mencoba mendekati Ansell sama hal nya dengan petugas keamanan itu pun hendak mendekati Ansell untuk membawa kembali gadis yang difikirnya adalah seorang penggemar fanatik Ansell seperti yang sering terjadi sebelumnya.


“cukup hentikan!” perintah Ansell hingga membuat keduanya pun terdiam ditempat.


“dia istriku, dan kau sebut apa tadi? Wanita ja***?” lanjut Ansell seraya mengarahkan pandangannya pada wanita yang telah menampar istrinya itu, kemudian menaikan sedikit tubuh istrinya dengan kedua tangannya karena pertahanan Ahreum sudah hampir melorot.


“Ambar.” Panggil Ansell pada sekretaris yang berdiri dibelakangnya itu.


“iya pak Ansell.” Sahut Ambar.


“CEK CCTV, DAN PECAT SEMUA PEGAWAI YANG SUDAH BERBUAT KASAR PADA ISTRIKU.” Tegas Ansell lengkap dengan nada tinggi seperti biasanya, kemudian pergi membawa istrinya yang tengah berada dalam gendongannya itu menjauh dari kerumunan para pegawainya.


Seolah telah memenangkan sebuah pertarungan, begitu Ansell melewati kedua pegawainya tersebut, Ahreum mengangkat wajahnya agar bisa menatap wajah pegawai wanita yang telah merundungnya beberapa saat lalu dengan tatapan penuh arti, kemudian dilanjutkan dengan mencium pipi Ansell berulang kali sampai membuat wanita itu membelalakan matanya.


Begitu juga dengan pegawai wanita lainnya yang kebetulan berada tak jauh dari tempat kejadian ikut terkejut melihat pemandangan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.


Dan untuk menambah suasana semakin histeris, Ahreum kembali menunjukan senyum penuh artinya sebelum melakukan hal yang lebih ekstrim lagi.


“tidak.. tidak..” gumam salah satu staf wanita disisi lain seolah ia mengetahui hal apa yang akan dilakukan gadis yang tengah digendong oleh CEO nya itu.


“aaaarggghhhh..” keluh para staf wanita serempak kala Ahreum melancarkan aksi ekstimnya, yaitu mencium bibir Ansell.


Meski memang tidak tampak jelas terlihat karena Ansell yang tengah berjalan membelakangi semua pegawainya, namun semua itu tampak jelas ketika Ahreum mensejajarkan wajahnya dengan wajah Ansell, yang membuat semua para staf wanita berteriak histeris karena tak terima dengan situasi yang menyakitkan itu.


Seakan sudah puas dengan reaksi yang ia dapatkan dari semua pegawai wanita tersebut, Ahreum pun tertawa lebar seraya mengencangkan pelukannya.


Bersambung...

__ADS_1


***


__ADS_2