
“uhhh gemasnyaaaa aku ingin memegangnya sekali aja..” rengek Ahreum yang kini mengalihkan perhatiannya pada anjing tersebut.
“tidak boleh, om Seno akan membunuhku jika kau berada dalam bahaya lagi Ahreum. jangan keras kepala!” tukas Hanna yang sedikit kesal karena sikap keras kepala Ahreum.
“aahhhh.. aku hanya tinggal minum obatku saja, ayoolaahh.” Rengek Ahreum seraya bangkit dan hendak meraih anjing yang berada disamping Hanna.
Tepat saat lengan mungilnya hendak menyentuh anjing, tiba-tiba saja ada lengan kekar yang menahannya dari samping, lengkap dengan wajah sangarnya.
Perlahan Ahreum pun menengok untuk memastikan lengan siapa yang kini melingkar dipergelangan tangannya dengan sedikit rasa gugup. Karena sebenarnya ia memiliki firasat jika lengan tersebut adalah lengan suaminya. Ansell dirgantara.
Dan benar saja dugaannya 100% terbukti.
Lelaki yang kini berdiri disampingnya adalah suaminya, ia pun hanya bisa nyengir dan menunjukan raut wajah se imut mungkin agar bisa meluluhkan hati suaminya itu.
“sudah tahu alergi tapi kenapa masih ingin mencari gara-gara Ahreum?!” pekik Ansell lengkap dengan sorot mata yang mengintimidasi seraya melepaskan genggaman tangannya.
“dan juga, kenapa kau memecahkan kaca jendela kamarmu disaat pintu masih berfungsi dengan normal?! Ide gila siapa itu?!” bentak Ansell yang membuat Ahreum sontak terkejut mendenagr bentakan yang cukup keras ditelinganya.
“tenanglah Ansell, ini tempat umum.” Timbrung Abi seraya menyikut lengan Ansell untuk menurunkan nada suaranya.
“Iya nih, padahal dulu sudah pernah masuk rumah sakit karena nekad mencium Kongi, masih aja ga kapok-kapok. Huuhh!!” tambah Rihanna seraya mengelus anjing tersebut yang membuat Ahreum semakin iri.
“tunggu.. Kongi?” respon Ansell sembari mencoba mengingat sesuatu.
“he’emm Kongi. Anjingku dulu yang pernah mengigit bokongmu juga hhehe.” Jelas Rihanna lengkap dengan senyum lebarnya.
“Anjing sialan itu yang mendapatkan ciuman pertamamu Ahreum. Jadi ini tentang seekor Anjing?!” Sinis Ansell lengkap dengan sorot mata tajamnya.
“hheheee!!!” Ahreum hanya bisa nyengir. “memangnya ciuman pertama harus dengan manusia aja?” sambung Ahreum yang membuat Ansell semakin naik darah.
“YAK!! kau bandingkan aku dengan seekor anjing?!!” pekik Ansell yang kembali meninggikan suaranya.
Bukannya takut dengan raut wajah sangar suaminya Ahreum malah tampak tersenyum jahil kemudian pergi berlari menjauh. Tak tinggal diam begitu saja Ansell pun langsung mengejar istrinya dengan tawa yang tak dapat diartikan oleh kata-kata.
“kemari kau Ahreum!! aku akan membuat perhitungan denganmu.” Seru Ansell ditengah aksi kejar-kejarannya dengan Ahreum yang masih saja terus tertawa jahil.
“AAhhhhaaahhaa!! Memangnya kau saja yang bisa mempermainkan perasaanku! Dasar kamvret!!” umpat Ahreum ditengah usahanya mencoba mempercepat laju larinya.
“YAK!! berani kau mengumpatku!! Awas saja kalau tertangkap aku takan mengampunimu!!” balas Ansell tak mau kalah.
Sementara itu, kembali ke tempat semula.
__ADS_1
Rihanna kembali terduduk sembari sesekali mengelus anjing yang tengah tertidur disampingnya.
“sudah berapa lama kalian berteman?” tanya Abi yang ikut mendudukan bokongnya direrumputan tepat disebelah Rihanna yang tenagh memandangi Ahreum dan Ansell yang terus menjauh dari pandangannya.
“sama seperti kau dengan Ansell.” sahut Rihanna dengan nada datarnya.
“cukup lama rupanya, bagaimana dengan mas Jeno dan nona Nayeon.” Tanya Abi lagi seakan ingin mengembangkan percakapan diantara keduanya selagi menunggu atasan dan juga temannya bermain-main.
“amm.. sebelum aku bertemu dengan Ahreum, mereka sudah lebih dulu berteman. Maksudku Ahreum dan Jeno, karena ibu Ahreum dan ibu Jeno bersahabat membuat mereka pun sudah saling kenal sejak masih bayi.
Kemudian aku datang dan bergabung dengan mereka saat SMP, aku menjadi murid pindahan waktu itu. Sebenarnya banyak sekali yang ingin berteman denganku, bisa dibilang aku cukup populer saat itu baik dikalangan murid perempuan ataupun lelaki.
Mereka semua selalu menempel, tidak.. bukan maksudku ingin menyombongkan diri, aku hanya bercerita fakta saja.” Kata Rihanna saat Abi melirik ke arahnya dengan tatapan yang membuatnya tidak nyaman.
“mungkin para lelaki mendekatimu karena memang kau cantik, tapi perempuan?” respon Abi.
“sekali saja kau mentraktir mereka makanan enak, mereka pasti akan selalu menempel padamu seperti parasite. Bukan hanya ingin ditraktir makan sih, terkadang mereka selalu pengen mencoba barang-barang yang ku pakai, dan kemudian berakhir menjadi hak milik mereka sendiri.
Karena tak mungkin kan aku memakainya kembali, aku benci memakai barang bekas orang lain, bagiku itu menjijikan.” Sambung Rihanna seraya melirik sesaat ke arah Abi.
“lalu bagaimana kau bisa berakhir berteman dekat dengan nona Ahreum, apa nona Ahreum juga salah satu dari murid perempuan yang menempel padamu?” tanya Abi yang mulai penasaran dengan kisah pertemanan keduanya.
“hahhaaa!! Tidak.. gadis itu tidak pernah menempel padaku seperti yang lainnya. Dan dia juga tidak pernah punya teman tetap.
Terkadang dia bisa berada dalam kelompok perempuan yang hoby merias, kadang juga dia bisa berada dalam kelompok perghibahan, tak jarang juga gabung dengan kelompok kutu buku. Ya begitulah dia hanya menjalani hidupnya semaunya.
Kedua orang tuanya pun tak pernah menekannya untuk mendapat nilai bagus ataupun harus bermain dengan siapa saja. Mereka membebaskan Ahreum untuk melakukan apapun yang diinginkannya ya tentunya dengan beberapa batasan sih.
Berbanding terbalik dengan kedua orang tuaku yang…” belum sempat Rihanna melanjutkan ceritanya, ia keburu terkejut dengan adegan dramatis yang tengah terjadi antara Ansell dan Ahreum.
Yang membuat Abi pun ikut menengok ke arah yang dilihat Rihanna.
“apa yang sedang mereka lakukan..” gumam Rihanna seraya bangkit bersamaan dengan Abi.
Ditempat kejadian perkara, karena tak bisa mengerem laju kakinya Ahreum pun hampir saja jatuh ke danau, namun beruntung sebelum tubuhnya benar-benar terjatuh Ansell dengan sigap menahan ransel Ahreum dan membuat Ahreum kini terdiam mematung dengan posisi tubuh condong ke danau.
Alih-alih menarik ransel Ahreum, Ansell malah tertawa penuh arti seakan ingin menjahili istrinya yang tengah dalam masa kritis itu.
“yak.. yak.. yak.. maafkan aku oke, tolong tarik aku, ponselku tidak anti air Ansell.” rengek Ahreum saat Ansell malah terdiam dan bukan menarik tubuhnya yang membuat dirinya semakin cemas karena takut tercebur ke danau.
“ahhhh.. begitu yaa.. heheeehee!!” respon Ansell yang diiringi dengan tawa jahilnya.
__ADS_1
“tidak.. tidak.. Ansell..” panik Ahreum kala tubuhnya semakin turun ke danau.
Dannnnn…
Byyyuurrrr!!! Ahreum pun tercebur ke dalam danau setelah Ansell memutuskan untuk melepas cengkaram kuatnya dari ransel Ahreum lengkap dengan tawa membahananya yang menambah kepuasan tersendiri bagi hati Ansell yang telah menjahili istri malangnya itu.
“astaga!!” kaget Abi kala Ahreum terjun bebas ke danau hingga membuat kakinya refleks ingin berlari namun lengan Rihanna dengan cepat menahannya.
“tidak perlu buru-buru.” Ujar Rihanna yang kemudian menarik langkah lebih dulu.
“sepertinya nona Ahreum tidak bisa berenang!” panik Abi saat ia menyadari tubuh Ahreum yang tengah berjuang untuk naik ke atas permukaan sembari mengangkat 1 tangannya layaknya seseorang yang meminta pertolongan.
…..
Sementara itu, Ansell mulai panik kala ia juga menyadari jika ternyata istrinya itu tidak bisa berenang hingga membuat raut wajahnya pun sontak berubah 360⁰. Tanpa menunggu lagi ia pun langsung menceburkan dirinya sendiri ke danau untuk menyelamatkan istri malangnya yang tengah meronta meminta pertolongan.
Selagi Abi dan Rihanna berjalan santai menuju keberadaan sepasang suami istri tersebut. Ansell yang kala itu tengah mencoba mengangkat Ahreum naik ke permukaan tampak jelas sekali raut wajah khawatir dan bersalahnya karena sudah keterlaluan terhadap istrinya sendiri.
Begitu menginjakan kakinya kembali direrumputan, Ansell pun langsung membaringkan tubuh Ahreum yang tak sadarkan diri ditepi danau kemudian mencoba melakukan pertolongan pertama (teknik CPR) yaitu teknik kompresi atau pijat dada setelah memposisikan kepala Ahreum dengan benar.
“maafkan aku Ahreum, aku sudah keterlaluan.. tolong sadarlah!” gumam Ansell ditengah aktivitasnya menekan-nekan dada Ahreum.
…..
“tenanglah, gausah khawatir.” Kata Rihanna yang lagi-lagi menahan tangan Abi yang hendak menekan tombol panggilan darurat dilayar ponselnya.
“tapi ..”
“1.. 2..”
…..
Tepat saat Ansell hendak memberikan nafas buatannya tiba-tiba..
“byyuuuuuuurrr!!
Hhhaahhaaaa!!!!” Ahreum menyemburkan air yang tadi masuk ke dalam mulutnya dengan diiringi tawa lebarnya karena telah puas menjahili balik suaminya.
“3…” bersamaan dengan itu pula berakhirlah hitungan Rihanna lengkap dengan gelengan kepalanya karena memang sejak awal dirinya sudah tahu jika karibnya itu sedang berakting didepan Ansell.
“waaaahhh!! Luar biasaa.” Celetuk Abi kala menyadari jika semua itu hanyalah sandiwara semata.
__ADS_1
Bersambung...