Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO

Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO
Episode 94


__ADS_3

Malam harinya di aparteman Bougenville.


Tampak Abi masih terduduk di sofa ruang tamu selagi menunggu Ansell keluar dari kamarnya.


“sepertinya kau sendiri yang harus menjemput nona Ahreum.” Ucap Abi saat Ansell keluar dari kamar dengan setelan santainya, celana kain pendek diatas lutut dan sweater oversize berwarna hitam.


“hmm.. dia ada dimana?” tanya Ansell seraya berjalan menuju dapur.


“terakhir saya bertemu dengannya, nona Ahreum berada di kampusnya, tapi nona Ahreum tidak memberitahukan dimana dia akan menginap.” Sahut Abi seraya bangkit dari sofa lalu berjalan menghampiri Ansell di dapur yang tengah mengaliri kerongkongannya dengan air mineral yang ia ambil dari kulkas.



“menurutmu, apa aku harus meminta maaf padanya?” tanya Ansell setelah meneguk air mineralnya lalu menatap kedua mata Abi lekat dengan gelas yang masih berada dalam genggamannya.


“iya, jika kau memang pria sejati, seharusnya kau menunjukan sikap penyesalanmu dan meminta maaf padanya. Terlebih lagi, nona Ahreum adalah istrimu sendiri.”


“lacak ponselnya, dimana keberadaannya sekarang.” Perintah Ansell, yang langsung direalisasikan tindakan oleh Abi.


Abi bergegas kembali keruang tamu untuk mengambil tabletnya untuk melaksanakan perintah dari atasannya. Sementara Ansell, setelah selesai mengaliri kerongkongannya ia pun menarik langkah menuju ruang tamu untuk menantikan hasil lokasi gps istri mungilnya.


“kenapa?” tanya Ansell, melihat Abi yang membulatkan mata juga menganga membuat dirinya penasaran dengan apa yang kini dilihat oleh Abi hingga Ansell pun merebut paksa tablet yang tengah digenggam Abi saat ini.


“kenapa tiba-tiba signalnya menghilang?” seru Ansell sesaat setelah memperhatikan lokasi terakhir Ahreum di tablet, signal dari ponselnya pun perlahan menghilang yang membuat Ansell benar-benar khawatir.


“karena nona Ahreum memasuki area pegunungan, tentu saja tidak akan ada signal disana.” Respon Abi yang kemudian berdiri disamping Ansell seraya ikut memperhatikan layar tabletnya yang kini beralih ke tangan Ansell.


“apa yang dia lakukan disana? Mungkinkah dia sengaja bersembunyi ke area pegunungan seperti ini untuk menghindariku?!” fikir Ansell yang mulai tampak gusar.


“kurasa nona Ahreum bukan orang yang seperti itu.” timpal Abi seraya melirik kearah Ansell.


“lalu untuk apa dia ke area pegunungan?! Apa kau memiliki penjelasan yang masuk akal selain hal itu?” ketus Ansell yang lalu memberikan kembali tablet kepada pemiliknya.


Ansell pun bergegas menuju kamarnya untuk mengambil kunci mobil, ponsel dan dompetnya yang berada di atas meja rias, kemudian berjalan melewati Abi tanpa sepatah kata pun.


“kau mau kemana?” tanya Abi seraya mengikuti langkah Ansell yang hendak keluar dari aparteman.


“kau disini saja, aku bisa pergi sendiri.” Perintah Ansell yang membuat Abi menaikan satu alisnya.

__ADS_1


“aku tak mau kau nanti malah merepotkanku, dengan kondisi tubuhmu yang seperti itu memangnya kau bisa berjalan dengan benar dan menyetir mobil?” lanjut Ansell seraya memberikan tatapan tajamnnya pada Abi.


“hmm.. baiklah, hati-hati. Aku akan mencoba menelfon staf keamanan untuk mengikutimu dari belakang.” Ucap Abi saat Ansell mulai kembali melangkahkan kakinya mendekati pintu.


“ciihh!! Bisa-bisanya dia diam saja ketika dipukuli, apa dia merasa jika dirinya itu samsak.” Celetuk Ansell ketika menarik pintu kemudian keluar meninggalkan Abi sendirian diaparteman.



***


Kantor polisi XXX.


Disaat situasi hening, tiba-tiba saja salah seorang junior yang duduk didekat meja Bennedict berdiri membuat kursi yang tengah didudukinya pun kontan terdorong jauh ke belakang, karena hantaman keras dari kedua kakinya barusan.


“astaga!!” kaget Bennedict yang sedari tadi fokus pada layar komputernya.


“bisa tidak, bangun dari tempat dudukmu dengan cara yang normal?” protes Bennedict pada juniornya tersebut.


“aku sudah mendapatkan lokasi pria cabul itu berada, pak!” seru gadis muda itu dengan senyum lebarnya.


Mendengar kabar tersebut membuat para rekannya yang lain pun ikut berdiri dan memandanginya sejenak, untuk menunggu kelanjutan kalimatnya.


“iya nih, padahal dia sudah didepan mata, tapi rasanya sulit sekali menangkapnya, sudah seperti belut aja.” Sahut Sanchez yang juga merasa terhina karena dipermainkan oleh penjahat ecek-ecek tersebut.



“jadi dimana lokasi dia berada?” tanya Bennedict seraya bangkit dari kursinya dan menatap gadis yang berada disampingnya itu.


“lokasi terakhir yang bisa ku akses adalah pegunungan di daerah XXX, kemudian signal nya hilang, kurasa dia saat ini tengah memasuki area pegunungan XXX pak!”


“apa? pegunungan XXX, untuk apa malam-malam begini dia ke gunung, mau berkemah memangnya?! Haha.” Celetuk Reno.


“Ahreum!” gumam Bennedict.


“mahasiswa kampus Royal collage hari ini tengah mengadakan acara kemping di pegunungan tersebut.” ucap Bennedict kemudian bergegas pergi lebih dahulu seraya menyambar jaketnya yang diletakan disandaran kursi dan meninggalkan rekannya yang masih terlihat mencerna apa yang baru saja ia katakan.


Sebelum akhirnya Bianca, anggota termuda pun menarik langkah menyusul sang kapten, kemudian disusul dengan 2 anggota lainnya setelah saling melempar tatap kedua nya pun berlari menyusul sang kapten dan Bianca yang sudah lebih dulu pergi.

__ADS_1


***


Di dalam mobil Bennedict.


“telfon polisi setempat untuk meminta bantuannya, karena dia memasuki area hutan akan sulit menangkapnya jika hanya kita berempat.” Perintah Bennedict yang duduk dikursi sebelah pengemudi kepada Reno yang duduk dikursi belakang.


“baik pak!” seru Reno dengan suara lantangnya.


“Sanchez, cek CCTV diarea tersebut!” lanjut Bennedict pada anggota lelakinya yang lain, sementara itu Bianca anggota termuda, karena ia pandai sekali mengemudi jadi dirinya yang selalu bertugas mengemudikan mobil kemana pun mereka akan bertugas.


“siap pak!” sahut Sanchez yang kemudian langsung mengambil laptop yang berada disaku kursi didepannya untuk menjalankan perintah dari atasannya tersebut.


Sementara kedua bawahannya tengah sibuk melakukan tugasnya, Bennedict merogoh ponsel yang berada dalam saku celananya kemudian mencoba menelfon seseorang lengkap dengan raut wajah cemasnya.


“ku rasa, Ahreum sudah berada di area perkemahan pak, jika dia berangkat sore mungkin sekarang Ahreum sudah berkumpul dengan teman-temannya. Bapak tak perlu khawatir, pria cabul itu tidak akan mungkin beraksi dikeramaian.” Ucap Bianca seakan tahu siapa yang kini tengah dihubungi oleh atasannya seraya melirik sesekali kearah Bennedict.


“hmm..” Bennedict pun menghela nafasnya setelah menyerah pada panggilannya karena tak kunjung diangkat oleh adik perempuannya itu.


Sampai..


Kedua mata tajam Bennedict seakan menemukan sosok yang tak asing, yang kini tengah beradu mulut dipinggir jalan.


“Reno!” panggil Bennedict seraya masih menajamkan matanya pada sosok gadis tersebut yang tampaknya tengah dikerumuni oleh kedua lelaki yang mencurigakan.


“iya pak!” sahut Reno.


“kau bisa menarik gadis itu ke dalam mobil tanpa harus menghentikan mobil ini?” lanjut Bennedict seraya menunjukan sosok gadis yang dimaksud dirinya dengan sorot matanya.


“siap! Bisa pak.” Sahut Reno yang juga tengah memandangi gadis tersebut yang posisinya tidak terlalu jauh dari area mereka berada saat ini.


“pelankan mobilnya saat Reno menarik masuk Rihanna!” perintah Bennedict pada Bianca yang langsung dibalas anggukan oleh Bianca.


“oke.. 1.. 2.. 3.” Aba-aba Bennedict yang diakhiri dengan dibukanya pintu mobil secara cepat kemudian dilanjut dengan menarik tubuh Rihanna yang tengah berdiri membelakanginya, layaknya film-film penculikan pada umumnya hihihi seperti itulah kira-kira bisa dibayangkan sendiri ya.


Brruughhh!!.. pintu pun kembali tertutup dengan cepat kala Rihanna telah berhasil ditarik paksa masuk ke dalam mobil. Hingga membuat kedua pria yang tadi mengerumuni Rihanna pun tercengang karena situasi yang tak terduga tersebut.


“ARRGGHHH!! TOLONG!! TOLONG!!” teriak Rihanna seraya menggedor-gedor jendela mobil, tanpa ingin tahu siapa orang yang menariknya, yang ada difikirannya saat ini adalah jika kini dirinya diculik.

__ADS_1


Bersambung...


***


__ADS_2