Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO

Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO
Episode 173


__ADS_3

“okey aku yang akan memandu!!” seru Franky yang langsung maju ke depan dan bersiap melakukan gerakan stretching yang akan diikuti oleh Ahreum CS dan Abi, sedangkan Ansell lebih memilih melakukan gerakan stretchingnya sendiri dan mengabaikan seruan Franky.


“oke teman-teman, mari kita melakukan pemanasan dibagian leher terlebih dahulu. Are you ready!!” seru Franky kembali yang mulai memandu gerakan stretching.


“YES I’M!!” sahut Hanna antusias yang langsung disambut tawa renyah oleh 2 karib perempuannya dan Abi.


“Let’s gooooo.. taruh kedua tangan dipinggang dan gerakah leher seperti yang aku lakukan one.. two.. three..” seru Franky dengan suara lantangnya seraya memutar kepala kedepan samping dan belakang sebagai gerakan pembuka.


“yak.. kau yakin ini gerakan yang benar, memangnya kita olahraga menggunakan leher.” Protes Nayeon namun tetap mengikuti arahan Franky.


“oke, putar balik.. one.. two three..” sambungnya lagi seraya memutar kepala dengan arah yang berbeda, dan tak memperdulikan keluhan dari Nayeon.


“bukankah gerakannya terlalu cepat..” timpal Ahreum, saat Franky mempercepat gerakannya.


“oke lanjut!! Gerakan pooping tangan.. Kanan!! Kiri!! Kanan!! Kiri!! Seperti kau ingin mematahkan tanganmu!!” seru Franky yang dipenuhi semangat yang membara dalam jiwanya.


Meski gerakannya terbilang cukup aneh dan acak. Semua orang dibelakangnya kecuali Ansell tetap mengikuti arahan dari pelatih Franky dengan beberapa celotehan kecil yang keluar dari mulut ketiga gadis yang kini mengerutkan dahinya.


“ayunkan tanganmu ke kanan dan ke kiri, diikuti dengan ayunan pinggul. One.. two.. three..” serunya kembali seraya melakukan gerakan sesuai dengan apa yang dilontarkannya barusan.


“angkat kakimu ke atas sampai menyentuh hidungmu!!” lanjutnya lagi seraya mencoba mengangkat kakinya perlahan hingga menyentuh hidungnya.


“YAK!!! yang benar saja, kau fikir kita mau nari balet!!” protes Hanna yang sudah habis kesabaran karena gerakan-gerakan aneh Franky.


“hhaaahaaa!!! Sudah cukup kita pemanasan sendiri-sendiri aja.” Tambah Ahreum seraya menurunkan tubuhnya keatas dan dinaikannya lagi kebawah sebagai bagian dari pemanasan individualnya.


Sementara itu Franky pun ikut cengengesan karena sudah berhasil mengerjai teman-teman barunya itu.


Hanna hanya bisa menggeleng kepala kemudian mulai stretching individualnya dengan memutar ujung kakinya dan meletakan kedua tangan diatas pinggul seraya memutar lehernya.


Diikuti dengan Abi dan Nayeon yang juga melakukan stretching dengan gerakan sesuai keinginannya.

__ADS_1


Sementara itu Ansell sendiri sudah siap untuk nyebur ke kolam, ia kini tengah berdiri ditepi kolam seraya mencoba menyentuh permukaan air dengan ujung jempolnya. Ia mencoba beradaptasi dengan suhu air yang cukup dingin itu seraya mengedarkan pandangannya ke segala arah.


Belum lengkap rasanya jika tidak menjahili suaminya, Ahreum yang melihat Ansell berdiri ditepian kolam, ia pun langsung berlari kecil kemudian mendorong bokong suaminya dengan bokong kecil nan tajamnya.


Hingga Ansell pun seketika tercebur tanpa persiapan apapun. Ahreum tertawa kecil kala kepala Ansell menyembul dari dalam air.


Tak hanya Ahreum, ternyata yang lainnya pun ikut tertawa kala Ahreum mengisengi suaminya sendiri dengan menceburkan Ansell yang sebenarnya belum benar-benar siap secara mental untuk berteman dengan air yang cukup dingin.


“hahhaahaa!!” Hanna tertawa puas seraya memandangi Ansell yang kini tengah memelototi istrinya.


“kau berani sekali Ahreum, dia pasti akan membalasmu.” Sambung Hanna yang kemudian mencoba duduk ditepian kolam sebelum menurunkan tubuhnya ke dalam air perlahan karena takut air kolam akan membasahi wajah dan rambutnya yang sudah ia cepol dengan rapih.


Namun serangan tak terduga datang dari sampingnya, Ahreum melompat dan mendarat tepat disamping Hanna hingga membuat wajah Hanna pun basah kuyup seketika karena cipratan air yang cukup deras yang berasal dari pendaratan Ahreum.


Kini bukan hanya Ansell yang menatap Ahreum namun Hanna pun ikut-ikutan memandangi Ahreum yang baru saja mendarat disampingnya dengan ceria tanpa merasa berdosa sama sekali. Ahreum tersenyum lebar ke arah karibnya yang kini sudah dipenuhi bulir-bulir air kolam berenang diseluruh tubuhnya seakan ia baru saja selesai mandi.


“hehehee..” Ahreum cengengesan yang kemudian mencoba berjalan cepat ke arah suaminya yang masih terdiam memandanginya.


Sesampainya dihadapan suaminya, Ahreum pun lantas memeluk suaminya mesra ia mendongakkan wajahnya keatas lengkap dengan senyum lebar yang membuat hati Ansell meleleh lalu membalas senyuman Ahreum serta mengusap bagian atas kepala Ahreum lembut.


“bukankah kita harus menamai tim kita.” Saran Nayeon yang turun ke kolam dengan cara yang sama seperti yang dilakukan Hanna sebelumnya.


“bagus juga tuh idenya!!” seru Franky yang setuju dengan saran yang diajukan Nayeon.


“nama apa yang kau fikirkan?” tanya Hanna pada Ahreum yang kini masih bergelayutan dalam tubuh Ansell.


“Fresshh!!” seru Nayeon. “bagaimana Ansell, kak Abi, kalian menyukainya?” tanya Nayeon seraya menatap ke arah Ansell dan Abi secara bergantian.


“terserah kau sajalah.” Sahut Ansell dengan nada dingin seperti biasanya seolah tidak tertarik dengan pembahasan yang tidak penting baginya.


“astaga..” dumel Nayeon pelan yang tampak seperti komat-kamit seraya berjalan ke area tengah kolam untuk bersiap mengambil posisinya.

__ADS_1


“oke bagus nona. Saya suka dengan namanya.” Timpal Abi yang membuat Nayeon kembali bersemangat setelah mendapat respon tidak mengenakan dari pria angkuh nan dingin itu.


“eeyyyyt.. kak Abi jangan memanggilku seperti itu, karena sekarang kita sudah berteman, bagaimana kalau kak Abi memanggil namaku aja. Oke!” seru Nayeon lengkap dengan raut wajah berseri serta 2 jari yang membentuk kata ok, membuat Abi pun terkekeh.


“oke.” Sahut Abi dengan senyum ramahnya.


“tunggu!! Jika kita semua main, lalu siapa yang akan menjadi wasitnya?


Bukankah itu aturan dasar dari sebuah pertandingan.” Ujar Franku yang masih berdiri ditepian kolam seraya berkacak pinggang dan memandangi teman-temannya yang sudah berada didalam kolam.


“pertandingan pantatmu! Kita hanya bermain-main aja tau!” sahut Hanna dengan nada ketusnya.


“Iya nih, gaya banget pertandingan hahaaa!!  Ayoo cepat bawa bolanya kemari, aku sudah tidak sabar ingin mengalahkan mereka.” sambung Ahreum.


Segera setelah Franky mengambil bola karet yang berada diatas kursi, Ahreum dan Rihanna pun berpindah ke sisi lainnya untuk menempati posisi mereka masing-masing.


Berbeda dengan Hanna yang berenang untuk sampai pada tempatnya, Ahreum lebih memilih untuk berjalan santai kemudian berhenti diposisi paling depan dekat tali yang membatasi area tim dirinya dan tim Fresh.


“yak! Kita belum menamai tim, kira-kira kita beri nama apa ya tim kita?” celetuk Hanna begitu sampai pada posisinya.


“amm.. maaf mengganggu.” Ucap pak Jimmi yang tiba-tiba saja muncul dan bergabung diantara mereka, seraya menautkan kedua tangan didepannya ia menurunkan sedikit wajahnya sebelum kembali mengutarakan tujuannya.


“semua bahan makanan telah kami persiapkan, tapi barangkali ada permintaan khusus atau tambahan lainnya. Silahkan.. akan kami siapkan segera.” Tambah pak Jimmi.


“bagaimana kalau pak Jimmi yang menjadi wasit aja?” cetus Franky yang kemudian mengarahkan pandangannya pada teman-temannya seolah tengah meminta pendapat mereka tentang saran yang ia ajukan itu sembari mengapit bola karet dipinggulnya.


“SETUJU!!” seru Ahreum seraya melompat antusias lengkap dengan senyum lebarnya.


“ehh.. tapi bukan itu tujuan saya kemarin hehe.” Ucap pak Jimmk lengkap dengan raut wajah bingungnya disituasi yang tak terduga itu.


“oke kalau begitu, saya akan serahkan tugas mulia ini pada pak Jimmi. Tapi akan lebih baik jika pak Jimmi memiliki peluit sebagaimana umumnya para wasit dalam suatu pertandingan. Hheheeeeee.” Oceh Franky seraya memegang erat tangan pak Jimmi dengan 1 tangannya dan tatapan intens yang membuat pak Jimmj semakin canggung.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2