Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO

Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO
Episode 132


__ADS_3

Oke kita beralih ke Ahreum dan Elios untuk sejanak ya.


Setelah beberapa menit saling mengutarakan pendapat mengenai tujuan mereka selanjutnya, pada akhirnya pilihan jatuh pada keinginan si kecil Nana yaitu ke pantai xxx yang letaknya cukup jauh dari daerah ibu kota Jakarta.


Sesampainya diarea parkiran, Elios mengedarkan pandangannya mencari ruang untuk memarkirkan kendaraannya.


Meski sedikit lelah karena telah mengendarai mobil selama beberapa jam, namun ketika pandanganya mengarah ke samping sudut bibirnya pun mulai mengembang cukup tinggi hingga garis matanya pun kini terlihat.


Ahreum tengah tertidur pulas dengan putri kecilnya yang berada dipangkuannya.


“kita sudah sampai.” Ucap Elios sembari mengusap lembut bagian sudut kening Ahreum dengan ibu jarinya.


“Nanaaa.. kita sudah sampai nak, ayo bangun.” Setelah membangunkan Ahreum, Elios pun beralih pada putrinya yang berada dalam dekapan Ahreum dengan mengusap bagian atas kepalanya.


“ahh.. hoaaammm!!” Xena menguap cukup lebar hingga mampu menarik semua udara yang berada dalam mobil. Hehee.


“tutup mulutmu saat menguap Nanaa.” Ujar Elios lembut seraya menutup mulut kecil Xena.


“iya ayah maaf, Nana lupa.” Gumam Xena yang sebenarnya masih belum sepenuhnya sadar, ia pun kembali menggesek-gesekan kepalanya diatas dada Ahreum selagi dirinya berusaha untuk mengumpulkan nyawanya.


Ahreum pun tersenyum manis kala mendengar perbicangan hangat penuh kasih antara ayah dan putrinya tersebut sembari membelai rambut panjang Xena yang tergerai.


“ayo Nanaa, nanti keburu sore.” Katanya ayahnya lagi seraya menggesekan punggung jari telunjuknya pada pipi gembil Xena, sebelum ia turun dari mobil.


“hmmm.. ayo tante.” Ajak Xena yang akhirnya menarik tubuhnya dari dekapan Ahreum dan bersiap untuk keluar dari mobil.


“ayoo.” Ujar Elios seraya membukakan pintu untuk Ahreum dan putrinya.


Karena sedikit sulit bagi Xena untuk turun dengan posisinya yang sekarang ini, Elios pun dengan sigap meraih ketiak Xena kemudian menurunkannya lalu mengambil sandal teplek Xena dan menaruhnya dihadapan putri kecilnya itu. Setelah itu barulah Ahreum bisa turun dilanjut dengan peregangan pada otot-otot tubuhnya yang sedikit kram karena sepanjang perjalanan memangku Xena.


Setelah Ahreum berjalan sedikit menjauh dari mobil dan mendekati Xena yang tengah berdiri sembari memandangi pemandangan pantai yang berada cukup jauh dari tempatnya berdiri.


“ada apa?” tanya Ahreum saat Elios memasukan setengah tubuhnya ke dalam mobil, seolah tengah mencari sesuatu.


“tidak, hanya ikat rambut.” Sahut Elios, begitu menemukan barang yang ia cari, ia pun lantas menutup pintu mobil kembali dan menguncinya.


“Nanaa, ikat dulu rambutmu, nak.” Ucap Elios sembari berjalan mendekati Xena yang tengah berdiri didepan Ahreum.


Xena pun menengok ke arah ayahnya untuk menanggapi panggilan ayahnya sembari kembali menguap karena masih sedikit ngantuk.


“aku ingin diikat sama tante.” Pinta Xena lengkap dengan tatapan imutnya yang seolah memohon pada Ahreum hingga membuat Ahreum pun terkekeh.


“oke. Biar aku saja yang mengikatnya.” Ucap Ahreum sembari menyodorkan telapak tangannya pada Elios.


Dengan senang hati Elios pun memberikan ikat rambut miliki putrinya itu dan menyerahkan tugas mengikat rambut Xena pada gadis yang telah berhasil mengambil hatinya.

__ADS_1


“nah, sudah.. ayoo!!” seru Ahreum begitu selesai menguncir rapih rambut panjang Xena menggunakan tangannya, ia pun langsung meraih lengan mungil Xena dengan tangan kanannya sementara 1 nya lagi ia tautkan ditangan Elios.


Meski sedikit terkejut karena sikap Ahreum yang tiba-tiba saja menyentuhnya, namun tak bisa dipungkiri hati kecilnya memanglah sangat menginginkan kedekatan ini berlangsung cukup lama.


Hingga ia pun hanya pasrah saja ketika Ahreum menariknya memasuki area pantai.


“tante, bisa berenang ga?” tanya Xena penuh antusias begitu sandal tepleknya menginjak tumpukan pasir, ia pun mulai mempercepat laju kakinya hingga mau tak mau Ahreum pun ikut berlari kecil mengikuti langkah cepat Xena yang sepertinya sudah tak sabar ingin bermain-main air.


Sampai lengannya kini terlepas dari tangan Elios, tak ingin ditinggal begitu saja Elios pun ikut mengejar keduanya lengkap dengan senyuman bahagianya yang terpancar menghiasi wajah tampannya.


Ahreum dan Xena pun tampak begitu bahagia bermain kejar-kejaran ditepi pantai sembari sesekali memercikan air pada wajah masing-masing hingga membuat tubuh mereka pun basah kuyup.


Melihat keseruan yang terjalin antara Ahreum dan putrinya, Elios pun seakan tidak mau kalah, ia langsung ikut bergabung dan meramaikan suasana. Entah berpihak pada kubu siapa, yang jelas Elios hanya mencipratkan air pada siapapun yang mencipratkan air pada tubuhnya.


“aku ingin pergi lebih jauh lagi ayah!! Hahaha!!” seru Xena antusias seraya mencoba berjalan ke area yang lebih dalam.


“eyyyt!! Tidak boleh hehehee.” Cegah ayahnya yang kemudian langsung menangkap tubuh mungil putrinya dan menggendongnya.


“aaahhhhh!! Ayahhhh!! Aku ingin berendam. Ayolaahhhhh!!” rengek Xena dalam gendongan Elios, membuat Ahreum pun terkekeh melihat tingkah imut dari gadis kecil tersebut.


“engga boleh, arus ombaknya ga stabil. Main di pinggiran aja yaa.” Ucap Elios lembut seraya mendekatkan hidung macungnya pada hidung mungil putrinya kemudian menggesek-gesekannya seakan tengah membujuk gadis kecilnya untuk menuruti perintahnya.


“eeuurggh!!” Elios malah mendapat serangan yang tak terduga dari putrinya, iya, Xena tiba-tiba saja menggigit hidung mancung ayahnya hingga Elios pun akhirnya menurunkan putrinya tersebut.


“aduhh..” ringis Elios sembari memegangi hidungnya yang memerah.



“aahhahahaaa!! Coba tangkap aku..” seru Xena sembari terus berlari dengan sesekali menengok ke belakang.


Merasa terntantang baik Elios maupun Ahreum pun berlari mengejar Xena kecil yang terus mempercepat laju kakinya disertai tawa bahagianya karena bisa memiliki waktu berharga dengan ayah dan juga sosok wanita yang ia harap akan menjadi ibu sambungnya kelak.


“awas yaaa Nanaa, kalau ketangkep ga akan ayah lepasin!” seru Elios.


 


1 jam kemudian.


Setelah mereka puas bermain-main diair, mereka pun beristirahat sejenak ditepi pantai.


Peka dengan situasi yang terjadi, Elios pun pergi sejenak dan meninggalkan Ahreum serta putrinya yang tengah tiduran diatas pasir dengan paha Ahreum yang menjadi bantalan kepalanya.


“aku lelah tante, boleh aku pinjang paha tante.” Gumam Xena yang tengah menggesek-gesekan pipinya diatas paha Ahreum untuk mencari kenyamanan.


“boleh dong.. mau sekalian tante dongengin cerita tentang sikancil.” Respon Ahreum sembari membuka ikatan rambut Xena agar ia bisa tidur dengan nyaman.

__ADS_1


“eyyy.. sudah bukan jamannya lagi menidurkan anak-anak dengan dongeng tante.” Sahut Xena disertai menguap sebagai tanda tubuhnya perlahan memasuki alam bawah sadar.


“amm.. kalau begitu, mau tante nyanyikan aja untuk menemani tidurmu.”


Xena hanya menanggapinya dengan kedua jemari yang membentuk kata ‘ok’ karena sudah benar-benar merasa lelah untuk bersuara.


“twinkle.. twinkle little star.. how I wonder what you are.. up above the world so high. Like a diamond in the sky..”


Mendengar suara lembut Ahreum membuat Xena semakin terlelap dan akhirnya berhasil masuk ke alam mimpinya hanya dalam hitungan menit.


Sementara itu matahari pun kini kian tenggelam hingga membuat langit menjadi kemerahan diujung sana sebelum akhirnya redup oleh gelapnya malam.


“Nana tidur?” tanya Elios yang muncul dari belakang.


Ia pun menaruh jaket tebal diatas pundak Ahreum kemudian beralih menutupi tubuh mungil putrinya dengan jaket besar miliknya.


“Iya, setelah kunyanyikan beberapa bait lagu, Nana langsung tertidur. Hehe.” Ceritanya lengkap dengan senyuman lebarnya karena merasa bangga dengan apa yang ia lakukan untuk Xena kecil.


Elios pun membalas senyuman Ahreum dengan senyuman hangatnya lalu mengusap bagian atas kepala Ahreum sebagai hadiah dari apa yang telah dilakukannya untuk putrinya.


“kau ingin teh atau kopi?” tanya Elios.


“kopi aja. Latte.” Pintanya masih dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya membuat Elios semakin jatuh hati.


“oke. Tunggu sebentar.” Ucap Elios yang kemudian pergi untuk membelikan pesanan Ahreum.


Sampai beberapa menit kemudian, ia pun kembali lagi dengan 2 cangkir kertas dikedua genggamannya.


Ia pun memberikan kopi hangat milik Ahreum setelah mendudukan bokongnya disamping Ahreum.


Dengan senang hati Ahreum pun menerimanya kemudian saling menyeruput minuman hangat masing-masing selagi menikmati pemandangan sunset yang sebentar lagi akan berakhir.


“Ahreum..” panggil Elios pelan setelah menyeruput beberapa kali kopi hangatnya.



“hmm..” Ahreum hanya mendehem sembari memegangi kopi dengan kedua tangannya.


Hal itu ia lakukan untuk menghangatkan tangannya yang mulai terasa dingin karena suasana malam.


“jika kau tidak merasa bahagia dengan Ansell, datanglah padaku.


Sampai kapanpun aku akan tetap berada dibelakangmu Ahreum. Aku.. akan selalu menunggumu.” 


__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2