Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO

Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO
Episode 45


__ADS_3

“nona Ahreum ada didalam?” ucap seseorang dari balik pintu.


Membuat Ahreum maupun Hanna saling melempar tatapan paniknya.


“yak! Cepat sembunyi, atau kau akan dikeluarkan dari sini.” Seru Ahreum pada Hanna yang malah hanya berdiam diri karena saking terkejutnya, hingga akhirnya Hanna pun tersadar lalu bergegas untuk mencari tempat bersembuyi sebelum seseorang dari balik pintu itu masuk ke dalam ruangan.


“yak! Apa kau sedang bercanda?!” pekik Ahreum kala karibnya itu malah hendak bersembunyi dibalik gorden.


“disini dibawah ranjang aja.” Seru Ahreum kembali yang langsung dilaksanakan dengan baik oleh Hanna yang kala itu tampak gelisah sekali.


Bersamaan dengan tubuhnya yang masuk ke bawah ranjang pintu itu pun terbuka cukup lebar, disusul dengan munculnya seseorang dari balik pintu.


“kak Abi.” Ucap Ahreum yang tidak menyangka jika yang akan masuk ke dalam ruangannya adalah asisten suaminya.


“nona sudah baikan?” tanya Abi seraya menutup kembali pintu ruangan lalu berjalan menghampiri sisi ranjang Ahreum.


“i..iya aku sudah merasa lebih baik, ada apa kak Abi datang kemari? Dan dimana Ansell?” tanya Ahreum sedikit gugup pada awal kalimatnya.


“pak Ansell sedang menghadiri meeting, amm.. meeting online di ruangan lain, mendadak ada hal yang tidak beres mengenai kontrak kerja sama yang sebelumnya sudah disepakati, maka dari itu pak Ansell memutuskan untuk melakukan meeting dadakan bersama para karyawannya.” paparnya.


“ahh begitu ya.”


“haaciww..” karena merasa sudah tak kuat lagi bertahan dibawah ranjang yang banyak sekali debunya, membuat gadis malang tersebut benar-benar kewalahan untuk menahannya lebih lama lagi.


Reflex Abi pun langsung mengarahkan pandangannya kesisi ranjang yang lain dengan tatapan menyelidik.


“sebaiknya nona Hanna keluar, disitu banyak sekali kecoak dan serangga.” Abi mencoba menakuti tanpa harus melihat secara langsung siapa gadis yang tengah bersembunyi di bawah ranjang, karena ia begitu yakin sekali jika gadis tersebut adalah Rihanna.


Sontak Hanna pun keluar dari bawah ranjang seraya melompat-lompat dan menepuk-nepuk seluruh tubuhnya.

__ADS_1


“dimana.. dimana kecoak.. serangga.. dimana!!!” serunya lengkap dengan raut wajah panik juga ketakutan jika ada kecoak ataupun serangga yang menempel dipakaiannya.


“tenanglah, saya hanya bercanda.” Sahut Abi yang ternyata hanya ingin mengisengi Hanna, agar gadis itu keluar dari persembunyiannya.


“AUGGHH!!”


“nona Hanna harus tenang, jika tidak para penjaga itu akan mengeluarkan nona Hanna dari sini.” Tambahnya lagi, membuat Hanna akhirnya mau tak mau menuruti perintah dari Abi untuk tidak membuat kebisingan.


Tak lama setelah situasi kembali hening, tiba-tiba saja terdengar suara berisik dari luar, seolah ada yang menghalangi seseorang untuk masuk ke dalam, itulah yang setidaknya ditangkap oleh telinga Ahreum, namun siapakah dia?


Abi pun menoleh ke arah pintu ruangan, seakan terusik dengan kebisingan dari balik pintu tersebut.


“saya akan mengeceknya.” Ucap Abi yang kemudian berjalan menuju pintu.


Begitu ia membuka pintu tersebut, ia sudah mendapati sosok yang tak asing baginya, ia adalah paman dari atasannya Ansell dirgantara.


“boleh aku mengecek keadaan pengantin wanita?”


Dilihatnya gadis mungil itu tengah terduduk diatas ranjang masih dengan gaun putihnya, ia pun tengah menatap dirinya yang perlahan berjalan mendekat.


“ah iya, ini pak Elios, nona, seorang dokter dan juga paman dari pak Ansell, beliau yang akan mengecek keadaan nona, tidak apa-apa kan?” ucap Abi saat Elios sudah sampai ditepi ranjang Ahreum lengkap dengan tatapan sendunya, pria itu sama sekali tak menghiraukan sekitarnya, ia hanya ingin memandangi Ahreum.


“ahh kalau begitu, bagaimana kalau kita beri ruang untuk dokter dan pasiennya hanya berdua?” ucap Hanna seraya berjalan kea rah Abi dan mencoba menarik lengan Abi, Seolah peka dengan situasi yang terjadi saat ini Hanna pun berniat untuk memberikan ruang pada karib dan pria yang pernah disukainya tersebut.


“tidak, saya rasa pak Ansell tidak akan mengijinkan hal itu, sebaiknya saya tetap disini.” Tolak Abi seraya melepaskan genggaman lengan Hanna yang melingkar disikutnya.


“eeyy, kak Abi ayolah Ahreum hanya akan berkonsultasi dengan dokternya, dan itu pasti bersifat pribadi bukan, hanya beberapa menit saja, ok, lagipula pasti membutuhkan waktu lama untuk kak Ansell menyelesaikan meetingnya. Ayoo!!” seru Hanna yang terus saja menarik lengan Abi untuk keluar dari ruangan tersebut.


“tapi..” pada akhirnya Abi pun mengalah dengan membiarkan dirinya diseret pergi keluar oleh Hanna.

__ADS_1


***


Diruangan berbeda, namun masih dalam gedung yang sama tempat dimana Ansell telah melangsungkan meeting online bersama dengan para karyawannya yang berada dikantor saat ini.


“YAK! AKU TIDAK MENGGAJI KALIAN UNTUK MELAKUKAN KECEROBOHAN SEPERTI ITU!! CEPAT BERESKAN, JIKA DALAM WAKTU 1 MINGGU KALIAN TIDAK BISA MENYELESAIKANNYA AKAN KU PECAT KALIAN SEMUA!!


DAN KAU JUGA ANDRE, CARI PENGKHIANAT ITU SAMPAI KETEMU KALAU PERLU DAFTARKAN DIA SEBAGAI BURONAN AGAR TIDAK BISA PERGI DARI NEGARA INI!!” perintah Ansell, yang langsung direspon anggukan mengerti oleh seluruh karyawan yang hadir di meeting online tersebut.


Setelah cukup puas memarahi para karyawannya yang banyak melakukan kesalahan, ia pun langsung mematikan sambungan dilaptopnya, yang menandakan jika meeting online itu sudah berakhir. Ia pun menghela nafas beratnya dan memegangi kepalanya untuk beberapa saat sebelum akhirnya bangkit dari tempat duduknya dan pergi keluar dari ruangannya.


***


Kembali ke ruangan Ahreum.


“ja.. di Ansell adalah keponakan dokter?” tanya Ahreum dengan nada paraunya layaknya seseorang yang tengah menahan tangis pilu.


Elios hanya mengangguk untuk mengiyakan pertanyaan gadis mungil tersebut, ia pun terduduk disisi ranjang Ahreum seraya masih memandangi Ahreum.


“ahh.. begitu ya, syukurlah dokter datang sangat terlambat, jika tidak, mungkin aku tidak akan sanggup melanjutkan pernikahanku sampai akhir.” Gumamnya seraya menundukan pandangannya sebab sudah tak sanggup menatap langsung kedua mata Elios.


“jika aku datang lebih awal, apa jalan ceritanya tidak akan berakhir seperti ini?”


Mendengar hal itu membuat Ahreum kehilangan akan kendali dirinya, tangis pilu itu pun pecah seiring dengan Elios yang memeluk tubuh Ahreum secara tiba-tiba membuat pertahanannya runtuh seketika. Membuat air matanya terus berderai membanjiri pundak lebar Elios.


“aku harus bagaimana sekarang, kenapa hatiku masih juga tidak membaik, ini sangat aneh, tidak biasanya aku seperti ini, ada apa denganku..” gumam Ahreum disela isak tangisnya.


Entah apa yang harus Elios katakan saat itu, jadi dia hanya memilih terdiam masih sembari membelai rambut panjang Ahreum dan sesekali menepuk lembut punggung Ahreum untuk menenangkan gadis mungil tersebut dalam dekapan hangatnya.


Bersambung…

__ADS_1


***


__ADS_2