Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO

Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO
Episode 145


__ADS_3

“sssttt.. aku seperti mendengar suara tangisan.” Timbrung Ahreum seraya mendekatkan 1 jarinya ke mulut.


Sehingga membuat ketiganya pun kini mengarahkan tatapan lekatnya pada Ahreum yang tengah mencoba menangkap suara-suara samar yang berada disekitarnya.


“eeyyy, jangan jahil Ahreum, kau tak lihat, 2 lelaki ini sangat penakut.” Sahut Hanna seraya menyenggol tubuh Ahreum.


“tidak.. tidak.. aku benar-benar mendengarnya.” Kata Ahreum dengan raut wajah seriusnya yang kemudian menengokan perlahan wajahanya ke arah sumber suara tersebut yang berasal dari lorong sisi kanan tubuhnya.


“hhihihihihihihi!!!!” tawa menyeramkan itu pun semakin nyaring seiring dengan kemunculannya yang tiba-tiba dari lorong gelap tersebut hingga membuat ke empatnya pun terkejut bukan main.


“AAAAaaaaaaaaaaaa..” teriak mereka serempak kemudian lari terbirit-birit dengan pasangan masing-masing ke arah yang berbeda.


“tidak.. dari sekian banyak tempat persembunyian kenapa dia harus memilih istana hantu sih!” dumel Hanna yang terus berlari sembari bergandengan tangan dengan Abi.


…..


Sementara itu disisi lainnya, tanpa mereka ketahui Ahreum dan Ansell malah berlari ke ruangan yang salah karena disana ternyata adalah area mistis.


Area yang katanya lebih menyeramkan karena terdapat banyak hantu yang berbeda jenisnya.


Tak hanya hantu lokal aja, namun banyak juga hantu-hantu yang berasal dari luar negeri seperti vampir, valak, chuky, zombi, sadako juga ada yang tentunya ditunjang dengan riasan yang super duper tebal dan tampak nyata.


Sehingga area tersebut dinamai area mistis.


Ditambah makhluk-makhluk tersebut pun seringkali muncul secara tiba-tiba yang membuat para pengunjung mesti mempersiapkan diri matang-matang. Jika memiliki penyakit jantung jangan harap bisa memasuki area tersebut.


Karena bisa-bisa keluar hanya tinggal nama hihihihihihi...


Hal itu juga yang membuat keduanya terus saja membuat teriakan nyaring karena terkejut berkali-kali oleh hantu-hantu yang terus saja bermunculan dari dalam sebuah ruangan ketika mereka berlati tanpa tujuan yang pasti.


“aughh astaga!! astaga!!” kaget Ansell yang sebenarnya ketakutan setengah mati namun harus tetap melindungi istri mungilnya.


“astaga!! benar-benar!! Jantungku hampir copot beberapa kali.” Gerutu Ahreum yang berusaha mungkin berlari menyamakan langkahnya dengan Ansell.


Berhasil melewati area menyeramkan itu, keduanya pun kini menghentikan larinya sejenak untuk mengatur pernafasannya yang semakin tak beraturan.


Bukan karena lelah berlari aja namun juga lelah terkejut mendapati makhluk aneh yang terus saja bermunculan dari berbagai tempat lengkap dengan suara khasnya masing-masing.

__ADS_1


“aughh aku lelah sekali Ansell, sepertinya aku sudah tak sanggup berlari.” Keluh Ahreum seraya memegangi perutnya yang sedikit kesakitan.


“perutmu sakit? Berikan tanganmu.” Respon Ansell seraya menyodorkan telapak tangannya agar Ahreum meletakan tangannya disana.


Karena kekacauan tadi gulungan baju training Ahreum pun kembali terbuka, dengan senang hati Ansell pun kembali menggulungnya ditengah matanya yang masih tampak mengawasi area sekitar untuk berjaga-jaga jika ada hantu yang kembali muncul.


Setelah selesai menggulung lengan baju training Ahreum yang kebesaran, ia pun memijat telapak tangan tepat di area yang bisa meredam rasa sakit diperut istrinya itu.


“apa kau takut hantu?” tanya Ahreum tiba-tiba setelah Ansell


“tidak..” dustanya setelah dirasa cukup dengan pemijatannya karena kini Ahreum terasa sudah lebih baik.


“eeyyy, kau bohong yaaa..” goda Ahreum seraya menusuk-nusuk perut Ansell dengan jari telunjuk serta tawa nakalnya.


“sudah diam, cepat fikirkan kira-kira temanmu itu bersembunyi dimana.” Ketus Ansell yang sudah tak tahan ingin cepat-cepat keluar dari tempat yang terus membuat jantungnya berdegup kencang.


“amm..”


“yak! jangan bernafas dileherku.” Ketus Ansell lagi yang masih menelusuri area sekitar mencoba berfikir dimana kemungkinan gadis yang dicampakkan itu bersembunyi.


“bagaimana aku bisa bernafas dilehermu ketika tinggi kita sangat terpaut jauh?” celetuk Ahreum seraya melirik ke arah Ansell lengkap dengan raut wajah bingungnya.


Begitu pun dengan Ahreum yang perlahan ikut menoleh karena rasa penasarannya.


“hihihihihihi!!!!!....”


“Aaaaaaaa..” teriak keduanya serempak sesaat sebelum Ahreum refleks melayangkan tinjunya tepat ke wajah kunti tersebut.


Brruugghhhh!!.. suara hantaman keras yang membuat tawa hantu berjenis kuntilanak itu pun langsung terkapar dilantai dengan sedikit kejang-kejang sebelum akhirnya kunti itu benar-benar tak sadarkan diri.


“yak! apa yang kau lakukan?” panik Ansell sekaligus syok melihat kunti itu terbaring dengan hidung bercucuran darah dilantai.


“aku gak sengaja, lagian kenapa harus ngagetin segala sih.” dumel Ahreum ditengah kepanikannya karena merasa bersalah juga telah menumbangkan salah satu pegawai Istana hantu tersebut.


“ya sudah, lebih baik kita pergi aja sebelum yang lainnya bermunculan.” Ajak Ansell seraya menggenggam erat tangan Ahreum dan menjauh dari lokasi tersebut, masih dengan tatapan yang waspada memindai area menyeramkan disekelilingnya yang dipenuhi benda mistis juga hawa dingin yang terus membuat bulu kuduk mereka menari-nari.


Sementara itu dilokasi yang berbeda.

__ADS_1


Dibalik beberapa tong besar yang menjadi tempat persembunyian Abighail dan Rihanna setelah beberapa menit mereka berlari dari kejaran para hantu-hantu yang menjahili mereka. Akhirnya mereka pun bisa menemukan tempat persembunyian yang aman untuk sementara waktu sebelum kembali mengumpulkan keberanian untuk mencari keberadaan Nayeon yang entah ada dimana.


“apa mereka sudah pergi?” tanya Hanna yang bersembunyi dibelakang tubuh kekasihnya Abighail seraya mencengkram erat bagian belakang kaos Abighail.


“kurasa..” sahut Abi seraya mencoba mengintip sedikit keluar untuk mengecek keadaan sekitar dengan harap-harap cemas.


“kenapa mesti ada zombie-zombian segala sih!! Memangnya kita sedang berada diluar negeri.” Gerutu Hanna lengkap dengan raut wajah cemasnya takut jika tiba-tiba saja para hantu kembali menemukan mereka.


“bukankah kau yang bilang tadi. Untuk menganggapnya sama seperti species kita, mereka hanya manusia yang sedang menyamar.” Ujar Abi seraya memutar tubuhnya dan menghadap ke arah Hanna yang kini terduduk seraya memeluk kedua kakinya.


“yaa.. lain ceritanya kalau zombie. Jika hantu biasa seperti pocong, kunti atau makhluk mengerikan lainnya sekalipun aku bisa mengatasinya tapi zombie.. aku benar-benar takut.” Rengek Hanna yang kemudian menghambur ke pelukan Abi serta menggerayangi bagian punggung Abi yang sontak membuat Abi pun terkejut.


“apa kau sedang mencuri-curi kesempatan?” celetuk Abi karena merasa tidak nyaman dengan tindakan berlebihan yang dilakukan Hanna saat ini.


Lagian sempat-sempatnya berfikir erotis disaat genting seperti ini hhahaha.


“ciihhhh!!.. kau benar-benar tidak berperasaan.” Ketus Hanna seraya melepas pelukannya dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.


Abi menggeleng kepalanya sebelum menanggapi perkataan kekasihnya itu.


“aku hanya ingin kau tau saja, aku tidak suka dengan gadis yang agresif. Kita memang sudah berkencan sekarang tapi bukan berarti kau bebas menyentuh tubuhku semaumu. Aku tak mau terburu-buru, dalam menjalin sebuah hubungan..”


Alih-alih mendengarkan teguran Abi, Rihanna malah menepuk-nepuk dada bidang Abi dengan pandangan yang mengarah ke belakang Abi seolah ia tengah memberikan isyarat untuk diam dan lihat apa yang kini ada dibelakangmu. Itulah kira-kira yang sebenarnya ingin Hanna sampaikan, namun karena lidahnya keluh seiring dengan matanya yang terus membulat ia hanya bisa menepuk-nepuk dada bidang Abi tanpa bisa mengatakan sepatah katapun.


“ada apa sih?” sahut Abi seraya meraih tangan Hanna kemudian menggengamnya agar tangan itu berhenti memukul dadanya.


Ia pun perlahan membalikan tubuhnya.


“AAAAaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!.....” teriak mereka berdua serempak dengan Abi yang langsung memundurkan tubuhnya serta merentangkan kedua tangannya layaknya seorang pria sejati yang ingin melindungi kekaasihnya.


Meski sebenarnya dirinya sendiripun ketakutan setengah mati sih.


Dan benar saja beberapa jenis hantu tengah berkumpul dihadapan mereka, ada yang mengesot-ngesot hendak mendekat dengan sesekali memiring-miringkan kepalanya untuk menambah efek menyeramkan, ada juga yang meloncat-loncat dengan dibalut kain putih serta diikat dibeberapa bagian seperti lontong, disisi lainnya ada kunti yang menundukan kepala dan menggeraikan rambut panjangnya hingga menutupi wajahnya dengan lumuran darah disekujur pakainnya yang ia seret, dan tak ketinggalan beberapa zombie disisi kanan dan kiri dengan melakukan gerakan patah-patah layaknya zombie asli yang berada difilm-film.


Mereka semua terus mendekat dan menatap penuh arti ke arah pasangan yang tengah bersembunyi dibalik tong besar itu.


“augghhh sia***all!! ffgg@@@##**** Dasar gadis gila!!.. hikkkssss.. aku benar-benar tak mengerti dari sekian banyak tempat di Lode wood kenapa dia harus bersembunyi di Istana setan ini hikssss..” racau Hanna yang semakin ketakutan kala para zombie itu terus saja menunjukan tarian patah-patahnya, sehingga membuat Rihanna pun akhirnya menangis ditengah umpatan kasarnya yang tak henti ia lontarkan untuk melampiaskan rasa takut dan kekesalannya.

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2