
“siapa kau sebenarnya?” tanya Ahreum yang lebih dulu membuka percakapan diantara mereka.
“kau mengenal mendiang Ilona?” tambah Rihanna yang ikut serta dalam percakapan intens kala itu.
“yang kau lihat dirumah abu itu bukanlah Ilona. Melainkan Aluna.. saudara kembar Ilona. Dan Ilona yang asli adalah gadis yang kau lihat di pekarangan panti sebelumnya. Ilona sudah memanfaatkan saudara kembarnya sendiri untuk tujuan jahatnya.” Papar gadis tersebut.
“bagaimana?...”
“bagaimana aku bisa tahu?
Tentu aku tahu, karena aku juga berasal dari panti asuhan yang sama dengan mereka berdua, sampai akhirnya aku diadopsi saat aku berumur 14 tahun.” Sela gadis tersebut sebelum Hanna menyampaikan keseluruhan kalimatnya.
“dan aku juga mengenal kau. Ahreum nathania, istri dari CEO KT. Group Ansell Dirgantara.” Tambahnya lagi yang tentu saja membuat Ahreum dan Hanna membulatkan kedua matanya secara bersamaan.
“Jadi ini semacam bawang merah dan bawang putih gitu, Ilona bawang merah dan Aluna yang menjadi bawang putihnya.
Huh! Itulah sebabnya aku membenci karakter orang yang terlalu baik, kebanyakan orang baik selalu cepat meninggoy. Dan orang jahatlah yang jadi pemenangnya.” Celetuk Rihanna.
“Yak! bukan begitu juga konsepnya Rihanna.” Timpal Ahreum yang tidak setuju dengan cara pandang karibnya itu.
“Itu realita kok, buktinya sekarang malah yang jahat kan yang bertahan?!” seru Hanna ngegas.
“Sebenarnya ga ada manusia yang langsung terlahir jahat sih menurutku, sama hal nya dengan Ilona.
Dulu.. dia gadis yang baik, dan ceria.
Bermula pada saat dirinya akan diadopsi oleh sebuah keluarga kaya raya, dia sangat bahagia namun sekaligus sedih sebab calon kedua orang tua angkatnya hanya ingin mengangkat 1 anak aja. Meskipun mereka tahu jika Ilona adalah anak kembar, akan tetapi mereka tetap pada rencana awalnya hanya akan membawa salah satu diantara keduanya.
Yaitu Ilona, gadis kecil yang lebih dulu bertemu dengan mereka.
Namun.. karena ada 1 dan lain hal, mereka tak bisa langsung membawa Ilona pada saat itu juga, mereka berjanji akan kembali pada pekan depan.
Dan naasnya pada saat calon kedua orang tua Ilona kembali datang, Ilona tidak ada dipanti, melainkan ia tengah dirawat dirumah sakit karena sehari sebelumnya Ilona keracunan makanan. Hingga kedua orang tua itu pun memutuskan untuk membawa Aluna aja. Sebab mereka harus cepat kembali ke Negara asal mereka.
Tak masalah bagi mereka gadis tersebut Ilona ataupun Aluna, yang penting adalah paras mereka sama, jadi tidak akan ada bedanya.
__ADS_1
Begitu Ilona kembali, ia merasakan rasa sakit yang amat mendalam, tak hanya pada saudara kembarnya, Aluna yang telah pergi menggantikan posisinya, tapi juga pada para staf panti asuhan yang telah mengkhianatinya.
Lantaran membiarkan begitu saja terjadi, padahal seharusnya dirinyalah yang kini pergi dari panti, dan mendapat keluarga baru juga kehidupan yang lebih baik dari tempat tinggalnya sekarang.
Tapi takdir berkata lain, selama kurang lebih 1 minggu Ilona murung dan terus berdiam diri dikamar. Sampai akhirnya ia kembali jatuh sakit kemudian dirawat dirumah sakit selama beberapa hari.
Sejak saat itu, sikapnya berubah, ia cenderung menarik diri dari siapapun bahkan dengan para pengasuh panti. Ia jadi arrogan dan emosian, bahkan hal kecil pun ia besar-besarkan. Jika ada yang menjahili atau mengganggunya ia tak akan segan-segan membalasnya dengan lebih kejam.
Gadis baik itu kini benar-benar berubah 360⁰.
Sampai 10 tahun kemudian,
Aluna pun kembali ke Indonesia bersama kedua orang tua angkatnya. Mereka memutuskan untuk menetap di Indonesia.
Aku tak tahu pasti bagaimana awal pertemuan mereka berdua, yang pasti aku hanya tau saaat mereka memutuskan untuk bertukar tempat bahkan bertukar nama.
Iya, karena Aluna merasa sangat bersalah pada adik kembarnya itu, Aluna pun menyetujui keinginan Ilona tanpa bantahan sedikitpun. Ia hanya pasrah mengikuti alur permainan yang adik kembarnya buat.
Aluna kembali ke panti dan Ilona yang kini menggantikan posisi Aluna dikeluarga kaya raya itu. Karena wajah mereka yang bak pinang dibelah 2, membuat kedua orang tua angkatnya tidak curiga sedikitpun, mereka hanya mengira jika Ilona adalah benar putrinya yang telah tinggal bersama mereka selama 10 tahun ini.” ceritanya panjang lebar.
“Aluna.
Tapi lagi-lagi Ilona berulah, rasa iri dengki menyelimuti dirinya kala mengetahui saudara kembarnya berhasil meluluhkan hati seorang lelaki berdarah dingin sekaligus pewaris tunggal perusahaan KT. Group yang selama ini selalu menjadi incaran para wanita.
Dengan memanfaatkan rasa bersalahnya Aluna pada dirinya, Ilona kembali meminta bertukar peran. Karena dia juga ingin merasakan bersama dengan lelaki yang diidolakan para wanita.” Paparnya lagi.
“Jadi dia tidak benar-benar mencintai Ansell?” balas Ahreum seraya melirik sesaat ke arah gadis itu yang sedari tadi terus menatap langit yang mulai meredup seiring bergulirnya waktu, menunjukan jika malam yang gelap gulita akan segera tiba.
“Tentu, hanya Aluna yang tulus mencintai Ansell, sedangkan Ilona hanya mengincar popularitas dan kesenangan semata. Namun naasnya lagi-lagi nasibnya tidak beruntung, ia seringkali kepergok jalan dengan laki-laki lain oleh orang suruhan nenek Ansell yang selalu memata-matainya.
Yang membuatnya dirisak dan dipermalukan oleh keluarga Ansell didepan rekan-rekan kerjanya.
Dan puncaknya adalah saat dirinya kepergok oleh Ansell sendiri diaparteman yang saat ini kau tinggali, Ilona tengah bercumbu dengan kekasih barunya.
Karena tidak terima diperlakukan seperti sampah oleh Ansell, Ilona pun membuat sebuah drama tragis yang bertujuan untuk memberikan rasa trauma dan rasa sakit mendalam dihati Ansell. Dengan mengorbankan nyawa saudara kembarnya sendiri agar drama yang ia buat semakin tampak nyata.
__ADS_1
Lalu ia akan kembali dan berpura-pura menjadi mendiang Ilona untuk menuntut pertanggung jawaban atas kematiannya. Kurasa ia ingin membuat mental Ansell terganggu dan berakhir menjadi gila.” Jelasnya.
“Kurasa Ilona punya kelainan, bagaimana mungkin manusia normal bisa merencanakan hal seekstrim itu, sampai mengorbankan nyawa saudaranya sendiri. Hiiih.. aku sampai merinding mendengar ceritanya.” Celetuk Hanna seraya bergidik.
“Apa kau sudah mengenalku sejak pertama kali kita bertemu?” tanya Ahreum seraya kembali menengok ke arah gadis yang berada disampingnya itu.
“Iya, makanya aku lari saat itu. Jujur sebenarnya aku takut padamu, makanya aku lari darimu. Karena kau tak lebih sama hal nya dengan Ilona.” Paparnya yang membuat Ahreum dan Hanna terperangah.
“takut?” ulang Ahreum yang tak mengerti maksud dari perkataannya.
“he’em. Kau pernah bertemu dengan Elish kan. Dia wakil sekretaris Ansell namun sekarang dia sudah mengundurkan diri karena takut akan bertemu kembali denganmu jika dia masih bekerja diperusahaan itu.
Aku tahu Elish yang memulai, dia yang mengusik dan terus merisak dirimu. Namun dia tak pernah menyangka jika dirimu memiliki sisi menakutkan dan juga gila seperti Ilona.
Dia ketakutan setengah mati sampai mengurung diri dikamar selama 1 minggu. Aku mau minta maaf mewakili dirinya, Elish adalah temanku. Dia bertindak kasar seperti itu lantaran iri padamu Ahreum, sebab dirimulah yang berhasil menjadi pendamping hidup lelaki yang diidolakannya selama ini.
Kau tahu, dia sampai berusaha mati-matian melamar diperusahaan KT. Group sampai akhirnya dia diterima dan ditempatkan sebagai wakil sekretaris Ansell. Ia fikir bisa merebut hati Ansell setelah keberadaanya dekat dengan lelaki berdarah dingin itu, tapi nyatanya Ansell tak pernah meliriknya sama sekali.
Dia bahkan menikah dengan gadis yang bukan dari penggemarnya, maksudku.. kau berhasil menikah dengannya tanpa usaha apapun.
Maaf jika dia sudah berlebihan, ku yakin sebenarnya dia tidak bermaksud menyakitmu, hanya saja rasa iri dengkinya terlalu besar hingga bisa mengendalikan akal sehatnya.
Ahh iyaa. Dan aku Rene..” pungkasnya seraya mengulurkan tangannya pada Ahreum terlebih dahulu lalu beralih pada Rihanna lengkap dengan senyum ramahnya.
Dengan senang hati Ahreum dan Hanna menerima uluran tangan gadis yang bernama Rene itu.
“setelah berbincang dan bertemu dirimu seperti ini, kurasa penilaian Elish terhadap mu itu salah besar. Kau berbeda dengan Ilona.” Ucap Rene yang akhirnya mengarahkan pandangannya pada Ahreum lengkap dengan senyum hangatnya.
“tidak.. temanmu benar!
Aku tak lebih sama hal nya dengan Ilona, bahkan mungkin lebih mengerikan darinya. Kau.. hanya melihat apa yang ingin ku tunjukan saja.
Sebenarnya jika bukan karena aku membutuhkan informasi mengenai Ilona, aku sudah membiarkanmu terjatuh ke jurang.” Tegas Ahreum yang kemudian bangkit dan hendak pergi tanpa salam terakhir pada gadis yang bernama Rene itu.
***
__ADS_1
Bersambung...