
Karena kondisi Ansell yang cukup serius, Carrisa pun lantas membawa Ansell kembali ke UGD untuk mendapat perawatan intensif sebelum memutuskan apakah dirinya akan dirawat atau tidak.
Selang beberapa menit kemudian setelah Ansell mendapat perawatan dari ibunya sendiri, ia pun terduduk diranjang seraya menyandarkan tubuhnya disandaran ranjang. Sementara Abi dan Rihanna duduk diranjang sebelah, Carrisa masih sibuk mengatur tetesan infus yang mengalir ke selang.
“sudah ku bilangkan untuk menunggu, kau ini gak sabaran sekali!” sembur Rihanna yang kesal lantaran karibnya itu tidak mau mendengarkan perintahnya, seraya menaikan kedua kakinya kemudian melipatnya untuk kenyamanannya.
“bagaimana kau bisa bersabar jika ayah dan kakak bersikeras ingin memisahkan aku dengan Ahreum!” balas Ansell yang tak kalah ngegasnya.
“siapa yang bilang?” respon Rihanna seraya mengerutkan keningnya.
Alih-alih menyebut siapa pelakunya, Ansell menanggapinya dengan lirikan tajam ke arah Ibunya yang tengah berdiri disamping ranjangnya.
“itu…, itu kan memang faktanya,” timpal Carrisa yang merasa disudutkan oleh ketiga anak muda tersebut karena mereka menatap Carrisa dengan tatapan mengintimidasi.
“hmm….,” Rihanna hanya bisa menghela nafas panjangnya seraya menggeleng kepala.
“Apa kau punya rencana atau solusi dari masalah ini?” timburng Abi yang ikut merasa khawatir dengan nasih pernikahan karibnya.
“Sebelum itu, aku mesti tahu dulu akar permasalahannya dimana?
Bagaimana Ahreum bisa mendapat banyak luka seperti itu, apa kau benar-benar melakukan KDRT padanya?
Aku tak bisa membantumu ji…,”
“Maafkan aku, memang aku yang menyebabkan semua luka ditubuh Ahreum. Jika aku memeberitahukan alasannya padamu, kurasa kau tak akan percaya dan hanya menganggap aku sedang membela diriku saja.” Sela Ansell sebelum Rihanna menyelesaikan kalimatnya.
“Siang professor Rissa, maaf mengganggu waktunya, professor Arnold mencari anda dan meminta professor segera datang ke ruangan professor Arnold,” ujar salah satu perawat yang tiba-tiba saja bergabung diantara mereka berempat, hingga membuat percakapan mereka pun terhenti sesaat.
“haah? O.. Oke baik saya akan segera ke ruangannya.” Respon Carrisa yang langsung dibalas anggukan oleh perawat tersebut kemudian undur diri lebih dulu.
“hmm…,
Bagaimana dong, apa ga bisa pembicaraan ini ditunda dulu sebentar, mama juga ingin ikut andil,” pinta Carrisa seraya mengutkan bibirnya dan menaruk kedua tangannya disaku baju seragamnya.
“Sebaiknya mama pergi aja, toh kehadiran mama sama sekali tidak pernah membantu!” sinis Ansell, yang kemudian langsung ditegur oleh Abi dengan memelototi Ansell.
“Aiisshhh!!
Dosa apa yang kulakukan dimasa lalu sampai memiliki putra kasar sepertimu, ciihh!!
Awas saja kalau sampai kau meminta bantuan mama, huh!” rajuknya kemudian pergi dengan menyenggol kasar bahu putranya untuk menunjukan kekesalannya.
“Ciihhh!! Kekanak-kanakan sekali,” dumel Ansell.
__ADS_1
“Meski itu terdengar seperti sebuah alasan, namun aku harus tetap mengetahui yang sebenarnya terjadi diantara kalian. Tanpa ada yang dilebih-lebihkan atau dikurangi.” Tegas Rihanna yang tak terima dengan penjelasan ambigu Ansell.
“Aku yang salah, karena sudah salah paham dengan hubungan Ahreum dan Elios, aku mengira mereka berdua berselingkuh seperti yang pernah Ilona lakukan padaku dahulu,” papar Ansell yang kemudian menghembuskan nafas panjangnya.
“Jadi kau sudah tahu,” respon Rihanna yang membuat Ansell menaikan 1 alisnya.
“Kau juga sudah tahu jika mereka memiliki hubungan sebelumnya?” balas Ansell.
“Iya,” jawab Rihanna singkat.
“Sialan! Jadi hanya aku saja yang tidak tahu selama ini, ciihh!!” dengus Ansell kesal seraya membuang wajah ke arah lain.
“Sebenarnya dia tidak berniat menipu atau bermain-main dibelakangmu kok, hubungan mereka seperti sebuah takdir yang tak dapat dihindari. Pertemuan mereka selalu saja karena kebetulan, tak ada 1 pun yang direncanakan.
Aku sering meminjam ponselnya, dan tak ada kontak Elios di buku telfonnya, terserah sih mau percaya atau tidak, tapi aku sangat mengenal Ahreum dengan baik. Dia tidak mungkin melakukan hal menjijikan seperti yang pernah Ilona lakukan terhadapmu.
Meski pada awalnya dia sempat goyah tapi hanya sebatas menyukai atau mengagumi dalam diam, tidak seperti bermesraan berduaan atau bahkan sampai melakukan hal yang tidak senonoh.
Aku tidak membenarkan perbuatan Ahreum, hanya saja, coba kau ingat bagaimana kau memperlakukan Ahreum dulu.
Kau membuat taruhan dengan Abi, ciihh!!
Kalian berdua kenak-kanakan sekali, dan berapa lama kau terikat dalam bayang-bayang masa lalumu?
Dia gadis yang sederhana yang selalu menginginkan kelak suaminya akan seperti ayahnya, penuh kelembutan, kehangatan, cinta dan kasih. Tapi coba lihat dirimu sekarang, sangat, sangat berbanding terbalik, eooh!” ejek Rihanna yang membuat Ansell tersinggung.
“ciihh!!
Kau fikir, kau juga gadis yang baik untuk Abi hah?
Sepertinya dikehidupan sebelumnya kau berbuat dosa besar Abi, hingga mendapatkan kekasih dengan peringai buruk seperti dia!” balas Ansell tak mau kalah.
“Astaga, astaga, kurasa memang sebaiknya kalian bercerai, aku akan lebih setuju jika Ahreum dengan dokter Elios yang lembut dan penuh kasih sayang,”
“YAK!!” bentak Ansell yang membuat seluruh mata mengarah padanya.
“maaf.. maaf ya.. maaf..” ucap Abi yang buru-buru turun dari ranjang kemudian membungkukan tubuhnya ke seluruh pasien dan perawat yang sedang berkeliaran di UGD, sebagai perwakilan permohonan maafnya yang tulus.
“Astaga…, kekasihku yang malang, kau pasti menderita sekali ya memiliki atasan seperti dia,” ujar Rihanna kala Abi kembali duduk disampingnya, seraya menepuk-nepuk punggung Abi.
“hmm…,” Abi hanya bisa menghela nafas panjangnya ditengah perdebatan yang terjadi antara kekasih dan juga atasannya yang saling menjelekkan satu sama lain.
“Jadi bagaimana, apa kau memiliki rencana?” tanya Abi yang mengembalikan topik pembahasan sebelum terjadinya perseteruan diantara keduanya.
__ADS_1
“ciihhh, untuk apa aku membantunya, dia saja sangat menyebalkan,” dengus Rihanna lengkap dengan muka julidnya seraya melipat kedua tangan diatas dadanya.
“Aku akan mengabulkan 1 permintaanmu jika kau bisa membantuku bersama kembali dengan Ahreum,” Ansell mencoba bernegosiasi, sebab dirinya tahu jika Rihanna memang sangat bisa diandalkan.
“3,” tawar Rihanna.
“oke!” sahut Ansell yang langsung setuju dengan penawaran Rihanna tanpa adanya perdebatan panjang lebar.
“Tapi jika rencanamu gagal, aku tidak akan pernah mengijinkanmu menemui Abi kembali!” ancam Ansell yang membuat Abi terkejut.
“Apa?
Ya.. ya gak bisa begitu dong Ansell, kau tak bisa mencampuri hubunganku,” sanggah Abi yang tak terima kisah asmaranya dibawa-bawa ke dalam konflik rumah tangga Ansell.
“Diam kau, aku sebenarnya masih tak setuju kau bersamanya, bagaimana mungkin cinta pertamamu, kau labuhkan pada gadis bar-bar seperti dia!” sembur Ansell yang langsung membuat Abi terdiam.
“astaga, ciih!!
Berhenti mengintimidasi kekasihku, atau aku tak akan membantumu mendapatkan kembali Ahreummu itu!” ancam Rihanna yang tak kalah garangnya.
“ciiihh!!” Ansell hanya mendengus kesal.
“Oke, aku terima tantanganmu, Ansell!” timpal Rihanna penuh percaya diri seakan-akan rencananya akan membawanya dalam kemenangan.
“yak Rihanna, jangan main-main,” protes Abi seraya memegangi lengan Rihanna agar menarik kembali kata-katanya.
“Oke, deal!” sahut Ansell lengkap dengan tatapan penuh artinya.
“Astagaaa…,” keluh Abi yang benar-benar lelah menghadapi sikap kenak-kanakan dari keduanya.
“dengar, pertama aku akan memberitahukan terlebih dahulu bagaimana karakter om Seno dan kak Ben. Om Seno meski terlihat cukup tegas dan sangar tapi nyatanya hatinya benar-benar lembut berbanding terbalik dengan tubuhnya yang besar berotot. Kau tahu ungkapan muka sangat tapi hati Hello kity, ya seperti itulah om Seno.
Hati Om Seno mudah tersentuh, bahkan pada penjahat sekalipun, jika dia memang sudah benar-benar tobat dan meminta maaf secara tulus, dia pasti akan memaafkannya. Dan dengan sikapmu tadi yang berpura-pura menyesal sembari meminta maaf secara tulus dengan berlutut dihadapan om Seno, kurasa hatinya mulai luluh.”
“Sialan!! Aku tidak berpura-pura RIHANNA!!” timpal Ansell tak terima dengan tuduhan Rihanna yang mengatakan jika dirinya hanya berakting saja.
“hhhhaaaha!! Iya, iya, selow dong!” goda Rihanna.
“ssstttt…, berhenti membuat kegaduhan,” geram Abi yang membuat ia lagi-lagi harus meminta maaf pada semua orang yang merasa terganggu oleh bentakan-bentakan Ansell.
“berbeda dengan kak Benn, dia tidak banyak bicara tapi…,”
***
__ADS_1
Bersambung…