
“TANTE AHREUMMM!!” panggil gadis kecil seraya melambaikan 1 tangannya ke arah Ahreum dengan senyuman lebar yang menghiasi wajah cantiknya.
Sontak Ahreum pun menoleh dan memutar tubuhnya untuk merespon panggilan yang ditujukan padanya.
Dilihatnya seorang gadis mungil yang tak lain adalah Xena dengan ayahnya Elios Gavriel tengah berdiri didepan pintu masuk rumah abu.
Gadis mungil itu tersenyum lebar serta melambaikan 1 tangannya sedang 1 tangannya yang lain menggenggam erat tangan ayahnya.
Tanpa disadari senyum bahagia pun mengembang diwajah imut Ahreum, ia pun membalas lambaian tangan gadis kecil tersebut kemudian bergegas menghampiri keberadaan Xena dan Elios yang seakan tengah menunggunya.
“siapa itu?” gumam Bennedict seraya ikut memutar tubuhnya sesaat setelah kepergian Ahreum dari sampingnya.
“Elios Gavriel, paman dari Ansell Dirgantara.” Jelas Rihanna bersamaan dengan bergeser tubuhnya ke samping agar bisa melihat lebih jelas seseorang yang akan dihampiri oleh Ahreum.
“apa?” respon Bennedict seraya mengarahkan pandangannya pada Rihanna, berharap jika gadis itu bisa menjelaskan lebih detail hubungan yang terjalan antara pria tersebut dengan adik perempuannya.
“hmm.. kurasa mereka akan menghabiskan waktu bersama hari ini. Ayo kita pergi, beri aku makan.” rengek Rihanna yang tak perduli pada rasa penasaran Bennedict.
Rihanna pun lantas menaiki motornya. “ayo!! Kakak ingin aku bercerita dengan perut lapar. Setidaknya beri aku makan dulu!” ketusnya yang membuat Bennedict menghela nafas dan mengalah untuk menuruti apa yang diinginkan Rihanna saat ini.
Bennedict mendorong jidat Rihanna ke belakang agar ia bisa mengambil alih tempat mengemudi. Dengan dengusan dan tatapan sinis Rihanna pun menggeser bokongnya ke belakang.
“AKU AKAN MENUNGGUMU DIRUMAH AHREUM!” teriak Rihanna saat motor yang dikendarai Bennedict melewati keberadaan Ahreum, Elios dan Xena.
Ahreum pun mengangguk sesaat sebelum Rihanna dan Bennedict melesat dari pandangannya.
“apa yang tante lakukan disini?” tanya Xena yang kemudian melepas genggamannya dari tangan ayahnya dan beralih ke lengan Ahreum masih dengan raut wajah sumringahnya bisa bertemu secara tidak sengaja dengan wanita yang dianggapnya akan menjadi ibu sambungnya.
“udah lama sekali aku ngga bertemu dengan tante, aku juga jarang ngeliat tante ditoko serba ada. Ku kira tante sedang menghindariku dan gak mau lagi bertemu denganku.” Ocehnya yang diakhiri dengan mulut manyunnya seakan tengah merajuk pada Ahreum.
Ahreum pun membalasnya dengan senyuman hangat kemudian menurunkan tubuhnya agar bisa sejajar dengan wajah Xena kecil.
__ADS_1
“beberapa hari terakhir tante sibuk sekali dengan ujian tante dikampus, maaf ya Nanaa. Tapi.. karena sekarang ujian tante udah selesai, gimana kalau kita mulai bermain dan bersenang-senang?!” serunya seraya mencubit lembut salah 1 pipi Xena hingga membuat senyuman pun kembali mengembang menghiasi wajah gadis cantik yang Xena xxx.
“ayo!! Tapi sebelum itu kita harus bertemu dulu dengan Bunda.” Seru Xena seraya kembali menggenggam lengan ayahnya dengan tangan yang satunya sedangkan tangannya yang lain masih menggenggam erat lengan Ahreum.
“bunda?” respon Ahreum seraya menegakkan kembali tubuhnya lalu mengarahkan pandangannya pada Elios seolah tengah meminta penjelasan yang lebih lanjut.
“Iya, istriku berada disini.” Tambah Elios lengkap dengan senyum hangat seperti biasanya.
“oke.” Seru Ahreum yang kemudian langsung disambut antusias oleh Xena, mereka bertiga pun lantas menarik langkah memasuki rumah abu setelah saling melempar tatapan penuh cinta dan kasih sayang.
-----
“pantas saja Nana bisa secantik ini.” puji Ahreum setelah mereka sampai didepan lemari kaca yang berisikan guci (abu mendiang) dan juga beberapa foto mendiang bersama dengan Elios dan Xena.
Ahreum mengarahkan pandangannya pada Xena yang kini tengah memandanginya setelah ia mendengar pujian dari Ahreum.
“tante juga ga kalah cantiknya kok dari bunda, pasti bakal seneng banget deh kalau tante bisa bersama dengan ayah, terasa lengkap karena ada ayah dan momy dirumah. Dan juga.. dan juga.. saat acara sekolah aku ga hanya datang berdua aja sama ayah, tapi sama momy juga. Seperti anak-anak lainnya. Hehee.” Tutur Xena yang membuat hati Ahreum merasa emosional karena cerita haru Xena yang memimpikan keluarga yang lengkap.
“Iya ayah, ‘jangan membuat tante Ahreum merasa tidak nyaman’. Maaf ya tante.” Ucap Xena yang kemudian menaruh kedua tangan diatas perutnya lalu menundukan kepalanya pada Ahreum sebagai penunjang permintaan maaf tulusnya karena telah membicarakan hal yang membuat suasana kembali canggung.
“ah.. iya, gak apa-apa kok Nana. Amm.. karena tante udah menyapa bunda. Sebaiknya tante tunggu diluar aja ya. Mungkin Nana sama ayah mau bicara serius sama bunda hehe.” Pamit Ahreum lengkap dengan senyuman manisnya sebelum undur diri.
“tante..” panggil Xena yang membuat langkah Ahreum terhenti lalu memutar tubuhnya untuk menanggapi panggilan Xena.
“janji ya jangan pergi.” Lanjut Xena dengan raut wajah penuh harapnya.
“janji, tante akan menunggu sampai Nana kembali.” Responnya lengkap dengan ukiran senyum yang mendamaikan hati Xena kecil yang tengah gelisah karena takut jika Ahreum diam-diam pergi meninggalkannya.
***
Sesampainya Ahreum didepan pintu masuk utama, sekilas kedua matanya seperti melihat mobil yang tak asing baginya.
__ADS_1
Yups, mobil suaminya, Ansell Dirgantara yang baru saja melewati pekarangan dan hendak memasuki area parkir rumah Abu.
Sontak Ahreum membulatkan kedua matanya karena baru menyadari jika suaminya itu selalu bisa melacak keberadaannya dari GPS ponsel miliknya.
Tapi untuk apa dia mencariku, bukankah ini masih siang, memangnya pria pewaris perusahaan terbesar kelima di dunia itu tidak memiliki kesibukan? Sampai harus membuntuti istrinya.
Tanpa berfikir panjang lagi Ahreum pun langsung merogoh isi tasnya dan mengambil ponsel kemudian mematikannya untuk memutus signal yang akan menghubungkannya ke ponsel pribadinya.
Karena sudah berjanji dengan Xena ia pun lebih memilih untuk kabur dan menghindari suaminya. Ahreum bergegas kembali masuk ke dalam menghampiri Elios dan Xena yang ternyata mereka pun sudah selesai dengan kunjungannya dan kini tengah berjalan menuju ke arah dirinya dengan saling berpegangan tangan.
“ada apa tante, kok..”
“gimana kalau kita pergi lewat pintu belakang aja? Ayoo!! Tante udah ga sabar, pengen main-main dengan Nanaa!” seru Ahreum yang kemudian langsung menyambar lengan Xena dan mengajaknya berlari kecil menuju pintu belakang rumah abu.
Sementara itu baik Elios maupun Xena hanya bisa mengikuti kemana Ahreum membawanya pergi, karena tak sempat bagi mereka berdua untuk menanyakan lebih lanjut apa yang sebenarnya terjadi.
“apa ada sesuatu Ahreum?” tanya Elios begitu keluar dari pintu belakang, karena tak ingin putrinya kelelahan ditengah perjalanan Elios pun berinisiatif untuk menggendong putrinya.
“bisa kita pergi dulu dari sini, nanti akan ku jelaskan situasinya.” Sahut Ahreum lengkap dengan wajah gelisah yang sudah tak bisa disembunyikannya lagi.
Mereka pun akhirnya kembali bergegas menuju keberadaan mobil Elios yang sebenarnya letaknya hampir berdekatan dengan mobil Ansell.
Saat mobil mereka melaju melewati pekarangan, Ansell dan Abi baru saja melewati pintu masuk utama.
“signalnya berakhir disini, pak.” lapor Abi seraya mengarahkan pandangan seriusnya pada Ansell setelah mendapati signal GPS dari tablet yang tengah digenggamnya kini terputus.
“apa?!” pekik Ansell.
***
Bersambung...
__ADS_1