
Sementara itu diruang tamu.
“kok sepi?
Rihanna dan Nayeon kemana? apa ini.. mereka berdua berkelahi lagi?” tanya Ahreum, sebab begitu keluar dari kamar ia hanya menangkap sosok asisten suaminya yang tengah membereskan kekacauan yang telah dibuat oleh kedua temannya saat dirinya asyik berduaan dengan Ansell dikamar.
“nona Rihanna dan nona Nayeon sudah djemput oleh mas Jeno beberapa menit yang lalu, maaf nona Ahreum saya tidak bisa menghentikan mereka berdua, jadi saya memutuskan untuk menghubungi mas Jeno dan meminta bantuannya untuk membawa kedua teman nona, karena saya takut keribuatan itu berlangsung cukup lama dan sampai ke telinga pak Ansell, itu akan menjadi lebih buruk lagi.” Abi memaparkan yang sebenarnya terjadi beberapa saat yang lalu diruang tengah, seraya menautkan kedua lengan didepan tubuhnya dan juga lap basah yang masih berada dalam genggamannya.
“astaga, aku yang harusnya minta maaf kak Abi, mereka berdua memang benar-benar luar biasa, aku sendiri saja selalu kewalahan menghadapinya. Nanti aku bantu kak Abi, tapi aku mau ambil air minum dulu untuk dokter Elios dan Ansell ya.” Ucap Ahreum, yang kemudian langsung melanjutkan perjalanannya menuju dapur untuk membawakan air mineral untuk dokter Elios juga suaminya.
“tidak perlu nona Ahreum, ini juga sudah mau selesai kok.” Respon Abi seraya memulai kembali aktifitasnya setelah Ahreum berjalan melewati ruang tengah.
“aaww..” ringis Ahreum yang membuat Abi langsung menengok ke arah dapur, namun Abi tak mendapati Ahreum didapur hingga membuat dirinya penasaran lalu menghampiri Ahreum yang tiba-tiba saja menghilang.
“nona Ahreum.” Panggil Abi seraya bergegas menuju dapur.
Dilihatnya gadis mungil tersebut tengah berjongkok sembari memegangi memegangi pinggiran kakinya yang terkena sisa pecahan botol yang masih bersarang disudut lemari dapur.
“aku.. aku gak apa-apa kok kak Abi, hanya terkena pecahan botol sedikit.” Ucap Ahreum lengkap dengan senyuman lebarnya kala Abi telah sampai dan menatapnya cemas.
“sepertinya masih banyak serpihan botol disela-sela lemari, nona, saya panggil bi Ijah aja ya untuk membantu membersihkannya.” Ujar Abi seraya berjaln mendekati Ahreum lalu berjongkok disamping Ahreum seraya memandangi luka goresan yang berasal dari pecahan botol yang baru saja Ahreum keluarkan dari kakinya.
Diruang tamu juga masih banyak noda yang sulit dibersihkan, sepertinya kita harus mengganti semua sofa diruang tamu, ditambah semua bantal sofa tak ada 1 pun yang tersisa karena semua isinya pada keluar akibat dari pertengkaran yang terjadi antara nona Nayeon dan nona Rihanna.” Lanjut Abi.
__ADS_1
“begitu ya, ya udah aku ikut bagaimana baiknya aja deh, hehee, soalnya ini juga sebenernya aku udah coba bersihin sebelumnya tapi tetap aja masih ada yang terlewat.” Sahut Ahreum seraya bangkit dari jongkoknya, lalu menaruh pecahan botol kecil diatas meja yang tadi menusuk kakinya.
“oke, nanti saya telfon bi Ijah, biar saya aja yang membawakan minumnya, nona duduk saja istirahat disofa.” Ujar Abi seraya ikut bangkit dari jongkoknya.
“tidak usah kak Abi, biar aku aja.” Kekeuh Ahreum seraya membawa baki yang berisikan 2 gelas kecil dan 1 botol air dingin yang diambilnya dari lemari pendingin.
“nona yakin, kaki nona sedang terluka.” Cemas Abi saat Ahreum mulai melangkahkan kakinya dan melewati tempat dirinya berdiri.
“tenang saja kak Abi, ini hanya luka goresan kecil kok, aku mau sekalian ambil salep juga, kotak p3k nya ada dikamar.” Respon Ahreum seraya membalikan tubuhnya untuk menatap wajah Abi lengkap dengan senyuman manisnya diakhir untuk sejenak sebelum kembali melanjutkan perjalanannya menuju kamar.
“hati-hati nona.” Kata Abi kembali lengkap dengan raut wajah khawatirnya, seraya berjalan mengikuti Ahreum dari belakang.
“iyaa kak Abi.” Respon Ahreum lagi.
Saat keduanya sampai diruang tamu, pintu kamar pun tiba-tiba terbuka membuat Ahreum dan Abi serentak menghentikan langkahnya seraya menunggu seseorang muncul dari balik pintu tersebut.
“pak Ansell baik-baik saja, pak?” timbrung Abi yang berdiri disamping Ahreum.
“Ansell baik-baik saja, dia hanya perlu istirahat, saya sudah menyuntikan vitamin dan obat penenang, mungkin dia akan terbangun besok pagi. Untuk lukanya saya juga sudah menjahitnya, jadi kalian berdua tidak perlu khawatir.” Elios memaparkan seraya berjalan mendekati keduanya.
“ini untuk saya kan?” tanya Elios sembari melirik botol minuman yang berada diatas baki yang tengah dibawa oleh Ahreum.
“ehh iya ini minumnya silahkan dokter.” Respon Ahreum seraya mendekatkan baki ke hadapan Elios.
__ADS_1
Elios pun langsung menerimanya dengan senang hati, ia membuka tutup botol besar tersebut lalu menuangkannya ke dalam gelas yang masih berada diatas baki. Kemudian menaruh kembali botolnya diatas baki dan mengambil gelas kecil yang sudah terisikan air untuk diteguknya.
Selagi menunggu Elios meneguk habis minumannya, Abi pun mencoba mengambil alih baki yang kini tengah dipegang oleh Ahreum.
“biar saya aja yang membawanya kembali ke dapur nona, sebaiknya nona duduk saja istirahat disofa nanti biar saya juga yang ambil kotak p3k nya dikamar.”
“kotak p3k?
Kau terluka Ahreum?” tanya Elios setelah menghabiskan minumannya kemudian menaruhnya kembali ke atas baki yang kini telah berpindah ke tangan Abi.
“amm, tidak begitu serius kok, hehe, hanya goresan kecil dikaki aja.” Ucap Ahreum seraya mengarahkan pandangannya ke salah satu kaki yang terkena luka goresan dari pecahan botol.
Ingin lebih memastikannya, Elios sampai berjongkok sembari memegangi kaki Ahreum mencoba mengamati seberapa dalam goresan pada pinggiran kaki gadis mungil tersebut. Membuat Ahreum dan Abi terkejut karena sikap berlebihan Elios itu.
Namun tak ingin berfikir yang macam-macam, Abi pun memutuskan untuk berfikir secara positif saja, mungkin itu adalah bentuk keperduliannya, karena kini Ahreum sudah menjadi keluarganya juga.
Selagi Elios serius mengamati luka yang ada pada kaki Ahreum, lelaki yang tengah memegang baki itu pun menarik langkah menuju meja ruang tengah untuk meletakan baki yang berisikan gelas dan botol air minum.
Setelah itu ia kembali berjalan menuju kamar Ansell berniat mengambil kotak p3k seperti yang telah dikatakan pada Ahreum sebelumnya. Bersamaan dengan masuknya Abi ke dalam kamar, Elios secara tiba-tiba mengangkat tubuh Ahreum dan membawanya ke sofa yang berada diruang tengah, yang membuat Ahreum benar-benar terkejut sampai tak dapat berkata-kata.
“apa yang dokter lakukan?” gumam Ahreum begitu bokongnya telah menyentuh sofa, kemudian Elios berjongkok dihadapannya masih menatap luka Ahreum seraya menunggu Abi membawakan kotak p3k untuknya.
“aku tak bisa membiarkanmu berjalan dengan kaki yang terluka seperti ini, Ahreum, maaf jika aku lancang.” Respon Elios seraya mendongakan kepalanya kearah wajah Ahreum yang juga tengah menatapnya dengan 2 bola mata yang membulat, karena masih terkejut dengan apa yang baru saja terjadi padanya.
__ADS_1
Bersambung…
***