
“yak! Jangan bertindak seolah kau mau menerima bolanya!!” keluh Ansell yang dibalas cengiran oleh Nayeon.
“sory.. sory.. kukira bakal sampai, gak tahunya tanganku ga cukup panjang untuk mencapainya.” Ucap Nayeon yang membuat Abi hanya bisa menggeleng kepala dan tertawa renyah.
“tukar posisi!! Kau yang serve!” ketus Ansell seraya berjalan menuju posisi yang ditempati Nayeon saat ini.
“ciihhh..” Nayeon hanya bisa mendengus seraya menarik langkah menuju posisi paling belakang untuk melakukan serve.
“oke tim Beauty kembali mendapatkan point, total point sementara 2-1. Nona Nayeon sudah siap?” seru pak Jimmy begitu Nayeon sampai diposisinya, Nayeon mengangguk seraya mengangkat bolanya bersiap untuk melakukan serve.
Fruuiiitttt… Peluit pun kembali dibunyikan untuk yang kesekian kalinya.
Lemparan bola Nayeon pun melayang ke udara dan mendarat tepat dihadapan Ahreum, namun karena tangannya terlalu pendek dan tubuhnya yang sulit digerakan membuat bola pun mendarat ke kolam.
Berbeda dengan kubu lawan yang selalu saling menyalahkan, kubu Beauty malah tertawa melihat gerakan Ahreum yang aneh. Ahreum mencondongkan dadanya kedepan bersamaan dengan bokongnya yang didorong kebelakang untuk berusaha menggapai bola yang akan mendarat dihadapannya.
Namun tetap saja bola itu keburu mendarat sebelum tangan pendek Ahreum mengenainya.
“yaaakk! Apa yang kau lakukan hahaaa!” seru Hanna diiringi tawa ngakaknya.
Begitu pun dengan Franky yang juga ikut merasa terhibur dengan kelangkuan random teman perempuannya itu.
“kau sudah berusaha dengan baik sayang.” Puji Ansell seraya berjalan seraya mengusap kepala Ahreum kala istrinya itu sudah meraih bola yang keberadaannya dekat dengan posisi Ansell.
“YAK! Kau curang sekali, tadi saat aku tak bisa menerima bolanya kau emosi bukan main, tapi giliran Ahreum yang pukulannya meleset kau malah memuji dan tetap mendukungnya.” Protes Nayeon lengkap dengan pandangannya yang berapi-api sebab kesal dengan perlakuan tidak adil Ansell padanya.
“Yak! Kau lupa?! Ansell suamiku.” Seru Ahreum penuh percaya diri yang kembali menimbulkan gelak tawa dikubu Beauty.
“ahh iya, aku hampir melupakannya.” Gumam Nayeon yang langsung menurunkan nada suaranya.
“oke siap, kita mulai lagi dari tim Beauty yang akan menserve.” Ujar sang wasit.
Ahreum pun melempar bolanya pada Hanna, karena Hanna yang akan menserve kali ini.
__ADS_1
“okeee aku yang akan menjaga area belakang seperti ini. Kalian berdua jaga didepan saja.” seru Nayeon seraya merentangkan tangannya dan melompat-lompat selagi kedua matanya fokus pada bola yang tengah dipegang Hanna.
Frruuuiiiittt!! Peluit kembali bersuara seiring dengan lemparan Hanna yang cukup keras dan melayang sampai ke area yang dijaga oleh Nayeon.
Namun tentu saja menangkap bola diair tak semudah mengejar bola didaratan, lantaran ruang gerak yang terbatas membuat tubuh tidak bisa merespon dengan cepat apa yang diperintahkan oleh otak hingga akhirnya Nayeon pun kembali kehilangan kesempatan untuk menangkis bola tersebut.
“Yak! lakukan dengan benar! Kau bahkan tidak bisa mengenainya sama sekali.” protes Ansell kala Nayeon kembali menambahkan point untuk lawannya.
“aku sudah berusaha sebisaku, tapi mau bagaimana lagi bolanya selalu datang ke arahku sementara kalian berdua hanya bengong ditempat dan tidak melakukan apa-apa.” balasnya tak kalah menyalak.
“sudah-sudah.. tambahan point untuk tim Beauty, mari kita mulai kembali. Siapa yang akan menserve kali ini.” ujar pak Jimmy yang mencoba menghentikan adu mulut antara Ansell dan Nayeon setiap kali tim mereka mendapat kekalahan.
“pak Jimmy disini terlalu berisik, bisakah aku mengganti timku.” Keluh Abi yang langsung disambut tawa renyah oleh pihak lawan karena merasa kasihan pada Abi yang harus berada ditengah keributan antar anggota tim nya.
“tidak bisa..
Mari kita mulai kembali, nona Nayeon sudah siap menserve?” tegas pak Jimmy seraya menatap lekat ke arah Nayeon yang bersiap memukul bola karetnya ke pihak lawan.
Fruuuiitttt!!!
Dan untuk yang kesekian kalinya peluit dibunyikan tanda Nayeon sudah boleh memukul bolanya.
Sementara itu Ahreum sudah bersiap siaga ditempatnya kalau-kalau bola tersebut kembali mendarat diarea penjagaannya.
Benar saja bola yang dilempar Nayeon pun kembali mendarat diarea penjagaan Ahreum.
“siapa yang akan menerima bolaku..” ucap Ahreum kala berhasil mengenai bola tersebut kemudian tenggelam karena sedikit terpeleset.
Namun karena operan bola Ahreum tidak mengarah pada siapapun melainkan hanya terlempar ke atas, membuat bola tersebut melayang ke atas dan kembali lagi padanya.
Gelak tawa pun kembali tak terhindarkan kala bola tersebut menghantam kepala Ahreum yang kembali menyembul ke atas permukaan.
“hhhaaahaa!! Yak.. siapa yang akan mendapatkannya disana!” celetuk Franky ditengah menertawakan kelakukan Ahreum.
__ADS_1
Permainan semakin sengit karena kedua tim memiliki poin yang sama yaitu 3-3. Kali ini giliran Franky yang kembali melakukan serve.
Bola pun melambung ke arah Abi, kemudian ia mengoperkannya ke Ansell sebagai sentuhan akhir untuk mengembalikan bola pada pihak lawan.
Sementara dikubu lawan sudah bersiap siaga, namun tampaknya bola tersebut akan kembali mendarat diarea penjagaan Ahreum.
Dengan penuh percaya diri Ahreum kini berhasil menerima bolanya dengan baik, namun lagi-lagi Ahreum melakakukan hal yang tak terduga.
Ia memantulkan bola ke tangannya sebanyak 5 kali yang membuat semua teman-temannya kembali tertawa.
“yak!! bukan begitu konsepnya Ahreum!! hhhaaahaa!!” celetuk Hanna ditengah tawa nyaringnya bersamaan dengan Franky yang juga ikut tertawa seraya menggeleng kepalanya.
Ahreum pun hanya bisa nyengir dan mengoper bolanya pada Franky yang sudah siap menserve.
***
1 jam berlalu.
Permainan pun berakhir seri antara tim Fresh dan Beauty, karena ingin mempersingkat waktu mereka pun akhirnya memutuskan untuk mengeluarkan 2 pemain yang tidak terlalu berguna dalam tim seperti Ahreum dan Nayeon.
Hingga kini tim mereka pun hanya tersisa masing-masing 2 anggota. Sementara Ahreum dan Nayeon duduk dikursi panjang lengkap dengan jubbah mandi yang sudah menyelimuti tubuhnya selagi menunggu teman-temannya menyelesaikan permainan di set terakhir.
“Ahreum..” ucap Nayeon usai meneguk air mineral dan kembali menaruhnya diatas meja.
“hmm..” balas Ahreum tanpa menolah, karena ia ingin memperhatikan permainan voli air yang masih berlangsung didepannya.
“apa Ansell masih kasar terhadapmu?” lanjut Nayeon yang membuat Ahreum pun menoleh padanya karena tak menduga karibnya itu akan membahas hal tersebut.
“tiba-tiba? Ada apa memangnya?” sahut Ahreum yang kemudian kembali mengarahkan pandangannya ke depan, setelah melirik sesaat ke arah Nayeon untuk merespon pertenyaannya.
“awalnya aku merasa sakit hati karena perlakuan kasar dan juga sikap dingin Ansell padaku. Tapi.. aku kembali teringat pada hari dimana tante Carissa menceritakan mengenai masa kecil Ansell padaku.” Tuturnya lagi yang membuat Ahreum kembali memutus pandangannya ke depan dan lebih memilih fokus dengan apa yang akan disampaikan karibnya itu.
Bersambung...
__ADS_1