Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO

Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO
Episode 98


__ADS_3

Disaat ketiganya merasa sudah aman, pria cabul itu kembali bergerak lalu bangkit secara tiba-tiba dan berlari secepat kilat kearah berdirinya Ahreum dengan menodongkan sebilah pisau yang hendak menusuknya dari belakang.


Sontak hal itu membuat Hanna yang baru saja memasukan satu kakinya melongo dan begitu terkejut dengan serangan mendadak dari pria cabul tersebut.


Srreekkk!! Meski terdengar samar namun suara tusukan itu mampu membuat Hanna gemetar dan terjatuh karena saking lemasnya melihat kengerian yang kini tengah terjadi dihadapannya.


Hingga ia pun menutup mulut dengan kedua mata yang masih membulat.


Ahreum yang hendak memutar tubuh dan memastikan apa yang terjadi dibelakangnya, kepalanya kembali diputar dan didekatkannya ke dada bidang Ansell. Selagi satu tangan Ansell menahan tajamnya pisau yang hendak menusuk bagain pinggul Ahreum.


Pria cabul itu menatap Ansell dengan tatapan terkejutnya karena tidak menyangka jika Ansell akan memblokir serangan pisau kecilnya dengan tangan kosong hingga membuat tetesan darah pun mulai merembes diarea telapak tangannya.


Merasa mulai gugup pria cabul itu pun melepas pisaunya dan mencoba mundur untuk mengambil langkah seribu. Namun tidak semudah itu fergusoo! Dengan cepat Ansell memindahkan pistolnya ke tangannya yang terluka kemudian menembak salah satu kaki pria cabul itu hinggga mmebuatnya jatuh tersungkur sembari meringis kesakitan.


Tak lama setelah tumbangnya pria cabul, para polisi pun bermunculan dari berbagai sisi, hingga akhirnya Hanna yang tengah terduduk pun bisa benar-benar bernafas lega. Karena malam menengangkan ini telah berakhir.


Tak sempat memakai celananya ia pun lebih memilih untuk bangkit dan berlari menghampiri karibnya yang masih berada dalam dekapan Ansell.


“Ahreum..” panggil Hanna, membuat Ansell melepas pelukannya kemudian Ahreum pun beralih memeluk karibnya itu dengan isak tangis yang sudah tak bisa lagi ditahan oleh keduanya.


“tenanglah, semuanya sudah berakhir oke, kita aman sekarang.” Ucap Hanna mencoba menenangkan Ahreum meski dirinya pun masih tampak gemetaran.


Selagi istrinya tengah berpelukan dengan Rihanna, Ansell menaruh kembali pistolnya, disusul dengan mengeluarkan sapu tangan dari saku yang berbeda, lalu dililitkannya ke telapak tangan yang sudah dipenuhi darah segar akibat memblokir tajamnya pisau yang hendak menikam tubuh istri mungilnya.


“kau baik-baik saja Ansell?” tanya Hanna seraya menatap tangan Ansell.


Mendengar hal itu membuat Ahreum sontak terhentak, kemudian melepas pelukannya dan beralih memfokuskan perhatiannya pada suaminya yang berdiri dibelakangnya.


“tanganmu kenapa bisa..” ucap Ahreum seraya memegangi telapak tangan Ansell yang sudah terbalut sapu tangannya.


“YAK!! RIHANNA!” sentak seseorang yang tiba-tiba muncul dari belakang.


“astaga!!” kaget Hanna seraya memegangi dadanya karena saking terkejutnya.

__ADS_1


“sudah ku bilang bukan, paka bajumu!!” seru Bennedict lengkap dengan tatapan tajamnya sebelum beralih ke adiknya.


“Ahreum, kau baik-baik saja kan? coba kakak lihat.” Panik Bennedict seraya menarik tubuh mungil Ahreum dan memposisikannya dihadapannya agar ia bisa memastikan keadaan adiknya saat ini.


“aku baik-baik aja kak, hanya goresan kecil aja.” Ucap Ahreum yang mencoba menenangkan kepanikan kakaknya tersebut.


“AHREUMM!!” panggil Jeno seraya berlarian menuju keberadaan karibnya itu dengan Nayeon yang berada 1 langkah dibelakangnya.


“yak.. yak.. kau baik-baik saja kan? coba ku lihat, apa kau terluka?!” panik Jeno seraya mengambil alih tubuh  mungil Ahreum dari hadapan Bennedict secara paksa.


“yak.. Ahreummm.. maafkan aku!! Hikksss..” timbrung Nayeon seraya menarik paksa tubuh Ahreum kemudian memeluknya erat dengan isak tangis yang terengar seperti penyesalan.


“maafkan aku, seharusnya aku tidak memintamu menemani gadis ****** itu!! hikkss, aku salah, maafkan aku, Ahreummm!! Aku sudah membuatmu berada disituasi seperti ini. Maafkan aku.” Kata Nayeon lagi.


“mulai sekarang, sebaiknya kau tak perlu dekat-dekat lagi dengan Ahreum.” Tegas Ansell seraya melapas secara paksa pelukan Nayeon, kemudian menarik Ahreum mundur beberapa langkah, membuat Bennedict, Jeno dan Rihanna mengernyitkan dahinya sebab tak mengerti apa yang kini tengah dimaksud oleh Ansell.


“kau sudah 3 kali membuat istriku berada dalam situasi berbahaya ini.” lanjut Ansell lengkap dangan sorot mata mengintimidasinya.


Karena dirinya sudah memastikan kondisi adiknya baik-baik saja, ia pun pergi bersama dengan bawahannya tanpa pamit dan menengahi situasi yang terjadi saat ini, diantara Ansell dan Nayeon.


“kau tak ingat?! Saat di aula pernikahan, dibasemant, dan malam ini.” tambah Jeno seraya masih memegangi pergelangan tangan Ahreum.


“tapi Ansell, untuk yang sekarang kurasa Nayeon benar-benar tidak bersalah, dia juga ga tau jika kejadiannya akan seperti ini.” bela Jeno.


“aku tak perduli, mau kau sengaja atau tidak akan kejadian malam ini! Namun yang pasti, kau sudah membuat istriku berada dalam bahaya. Aku tak ingin melihatmu berada disekitar istriku lagi!” pungkas Ansell yang kemudian menarik langkah meninggalkan ketiganya yang terdiam membisu.


Seakan mengerti kelelahan istrinya, Ansell pun mengangkat tubuh Ahreum lalu menggendongnya ala bridal dan pergi menjauh dari ketiga temannya yang masih memandangi kepergian Ansell dan Ahreum.


“darimana kau tau itu perbuatan Nayeon?” Ahreum bergumam seraya melingkarkan lengannya ke leher Ansell.


“apa?” respon Ansell karena ingin pertanyaan Ahreum lebih mendetail.


“tentang lampu itu, kukira kau percaya saja ketika ku katakan itu hanya..” belum sempat Ahreum menyelesaikan kalimatnya Ansell keburu memotongnya.

__ADS_1


“aku diam karena aku sedang menunggu kau sendiri yang mengatakannya.” Potong Ansell.


“tumben, biasanya kau selalu membalas siapapun yang mengusikmu.” Celoteh Ahreum.


“dia sudah mendapatkan karmanya bukan?” timpal Ansell yang mengingatkan saat kejadian Nayeon menabrakan dirinya sendiri ke tiang penopang baseman.


Ahreum pun menghela nafas kemudian melekatkan wajahnya ke dada bidang Ansell.


Sesaat setelah semua polisi dan para detective tim 2 bubar, terlihat Bennedict yang kembali muncul dari semak-semak seraya terus melangkahkan kakinya ke tempat dimana Jeno, Nayeon dan Rihanna berada.


“kenapa kalian masih disini?!” katanya seraya memandangi ketiganya secara bergantian.


“maafkan aku kak Ben, memang aku yang salah.” Ucap Nayeon disela isak tangisnya yang kembali pecah kala Bennedict bergabung ditengah mereka.


Dengan sigap Jeno pun merangkul tubuh Nayeon seraya mengusap lembut sisi bahunya untuk mencoba menenangkan kekasihnya itu.


“aku akan meminta penjelasanmu nanti, untuk sekarang lebih baik kalian bubar, teman-temanmu yang lain juga sedang bersiap-siap disana. Acaranya diakhiri sampai disini saja. Mengerti!” perintah Bennedict yang langsung dibalas anggukan oleh Nayeon dan Jeno. Mereka berdua pun pergi lebih dulu dengan Jeno yang masih merangkul Nayeon.


“dan kau!!” belum selesai Bennedict menuntaskan dumelannya, tanpa rasa takut Hanna pun melangkahkan kakinya ke sisi lain untuk memungut celana training dan jaket milik Bennedict yang tergeletak ditanah.


“oke.. oke.. aku mengerti, aku akan pakai celanamu ini..” sinisnya seraya memakai kembali celana training tersebut kemudian dilanjut dengan memakai jaket oversizenya. “dan jaket besarmu ini. Oke! Sudah kan?!” lanjutnya lagi seraya merentangkan kedua tangannya untuk menunjukan jika kini tubuhnya sudah terbalut oleh pakaian normal.


“YAK! kakak bicara seperti ini demi untuk kebaikanmu tau!” gerutu Bennedict lengkap dengan 2 bola mata yang berapi-api.


“iya.. iya.. iyaa..” sahut Hanna seraya menggaet lengan Bennedict kemudian mulai berjalan menyusul Jeno dan Nayeon yang sudah lebih dulu pergi meninggalkan mereka.


“kakak tau ga! Dengan pakaianku tadi, aku bisa menyelamatkan Ahreum. Aku membuat gerakan yang sensual dan uuhhhh..” racaunya lengkap dengan nada suara yang seakan tengah memikat seorang pria.


“YAKK!!” bentak Bennedict karena saking kesalnya dengan tingkah laku Hanna yang selalu membuatnya sakit kepala.


Bersambung…


***

__ADS_1


__ADS_2