Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO

Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO
Episode 169


__ADS_3

Didepan sebuah gedung besar yang bertuliskan Mall Matalari dibagian puncak gedung tersebut.


Setelah memarkiran mobilnya dibaseman, ketiganya lantas menarik langkah memasuki tempat dimana kedua karibnya yang sudah lebih dulu berada didalam.


Sementara Ansell, Ahreum dan Abi tengah dalam perjalanan menuju keberadaan Rihanna dan Nayeon. Kedua gadis itu tengah beristirahat disebuah bangku yang membentuk setengah lingkaran dengan air mineral yang berada dalam genggamannya masing-masing.


“huhhfft.. aku lelah sekali.. bisa-bisanya kau kefikiran untuk mengajakku kesini.” Keluh Nayeon seraya menyedot air mineralnya menggunakan sedotan kemudian menyandarkan tubuhnya pada sandaran bangku.


“Iyaa nih, sudah lama juga aku ga main bowling, tembakanku semuanya meleset. Sepertinya tubuhku tidak seatletis dulu.” Gumam Hanna yang juga kelelahan setelah 1 jam bermain bowling tanpa henti, seraya sesekali meneguk air mineralnya.


“jujur padaku, apa yang kau sukai dari Jeno dulu?” tanya Nayeon yang membuat Hanna kembali menghela nafas kasarnya lantaran gadis itu masih saja menyinggung nama mantan kekasihnya yang telah mencampakannya.


“aughh!! tak bisakah kau berhenti membahas mengenai mantan yang telah mencampkannmu itu Nay.” ketus Hanna seraya memberikan lirikan tajam pada karib yang duduk disampingnya, yang kini mulai mengangkat kedua kakinya lalu memeluknya setelah menaruh botol air mineral disampingnya.


“kau harus move on oke! Tak perlu sekaligus, hanya mulai dari yang kecil saja, seperti berusaha untuk tidak membicarakannya.” Imbuh Hanna yang kemudian memutus pandangannya pada Nayeon dan beralih meletakan botol ke atas meja kecil didepannya.


“kurasa itu benar-benar sulit Hanna. Lalu bagaimana akhirnya kau bisa melupakannya?


Bukankah kau juga pernah sangat menyukainya dulu.” Ucap Nayeon lirih.


“hanya bersikap dewasa aja. Mencoba menerima kenyataan yang ada. Karena meskipun kita tetap bersikeras memaksakan ego sendiri, tidak akan baik juga untukku terlebih lagi untuknya.” Katanya lagi, mencoba sebisa mungkin meyakinkan karibnya untuk menyerah dan mulai mencintai dirinya sendiri.


“kau tidak benar-benar menyukainya rupanya.” Celetuk Nayeon setelah mengambil kesimpulan dari pandangan yang dilontarkan Rihanna barusan.


“astaga!!.. dengar Nay.. kurasa cinta yang kau miliki kini berubah menjadi obsesi yang..”


“Hannaa.. Nayeonnn!!” panggil Ahreum dari jauh yang kemudian berlari kecil menuju keberadaan 2 karibnya itu yang refleks menoleh pada Ahreum kala mendengar suara panggilan lantang dari Ahreum.


“kau sudah sampai.” Ucap Hanna seraya melambaikan tangannya untuk menyapa kehadiran Ahreum, Ansell dan Abi yang kini telah bergabung diantara mereka.


“kalau belum sampai, mana bisa kau melihat kami sekarang.” Sinis Ansell seraya memasukan 1 tangannya ke dalam saku celananya lengkap dengan tatapan sinisnya pada Hanna.

__ADS_1


“aughhh!!! Kamvret.” Balas Hanna seraya memutar bola matanya merasa jengah dengan sikap sikap kasar Ansell.


“ssstt.. sudah sudah.” Ucap Abi yang mencoba menengahi perseteruan yang terjadi antara kekasihnya dan karibnya.


“maaf yaa, aku baru bisa datang sekarang Nay. Apa kau sudah lebih baik?” tanya Ahreum seraya berjalan mendekat dan duduk disamping Nayeon.


“belum. Disini.. masih terasa sesak.” Katanya seraya menunjuk ke bagian dada dengan jari telunjuk dan raut wajah datarnya.


“hmm.. semuanya akan baik-baik saja Nay.” Ucap Ahreum lembut seraya menarik tubuh Nayeon ke dalam pelukannya kemudian mengusap punggungnya lembut.


“aku.. akan berusaha sebisaku.” Isak Nayeon yang mulai kembali emosional.


“eyyy.. eyyy.. sudah-sudah jangan menangis lagi. Lihat.. matamu sudah bengkak begini. Ayoo kita main bowling lagi.. kau mau mengajariku bagaimana caranya bermain bowling kan.” celoteh Ahreum setelah melepas pelukannya, ia pun beralih memegangi wajah Nayeon dengan tatapannya lekat.


Nayeon pun mengangguk bersamaan dengan jemari Ahreum yang menyeka derai air mata Nayeon dikedua pipinya.


“okeee!! Tunggu apa lagi, ayoooo lets goo!!” seru Ahreum yang kemudian bangkit dan menarik lengan Nayeon berlari kecil menuju arena permainan.


“kak Abi bisa main bowling?” ucap Hanna seraya berjalan ke dekat Abi kemudian menautkan tangannya kedalam siku Abi dan mengajaknya berjalan menyusul kedua karibnya yang telah berada diarena bermain sedangkan Ansell hanya dibiarkan sendiri.


“ciihhh..” dengus Ansell kesal karena semua orang tampaknya tidak menganggap kehadiran dirinya saat ini.


“bukan begitu posisi yang benar Ahreum.” tegur Nayeon kala melihat Ahreum tengah bersiap dengan posisi yang salah disebelahnya.


“ciihhh.. dia sombong sekali, padahal aku yang mengajarinya barusan.” Celetuk Hanna yang melirik sesaat ke keberadaan kedua karibnya yangt ak jauh dari lokasinya kini.


“Lihat.. seperti ini. Rengkuhkan tubuhmu serendah ini, posisikan kedua kakimu seperti seseorang yang hendak berlari, kemudian bawa bolamu kebelakang seperti ini sementara 1 tangan yang lain kau tegakkan lurus kedepan, lalu berjalan cepat sembari ayunkan bolanya pada jalur bowling dan.. lepaskan!!” ujarnya mantap sembari menunjukan gerakan yang tepat pada karibnya yang tengah berdiri disampingnya sembari mendekap bola bowling dan memperhatikannya dengan seksama.


Gludugg.. gludugggg.. bola bowling itu pun menggelinding lurus dijalur serta membawanya ke ujung dan STRIKE!!!! Sorakan nyaring pun terdengar meriah kala Nayeon berhasil menjatuhkan semua pin yang berjejer disudut jalur.


“WAAAHHHH LUAR BIASA!!!...” Ahreum memberikan sorakan pujian meriahnya atas keberhasilan karibnya tersebut lengkap dengan mata berbinarnya seolah begitu tertarik sekali dengan permainan bowling.

__ADS_1


Sementara disisi lainnya, untuk kali ini pun Hanna masih sama seperti sebelumnya hanya menjatuhkan 3 pin tidak lebih dan tidak kurang.


“aiishhh!!” dengus Hanna kesal karena sedari tadi terus saja dikalahkan oleh Nayeon yang bahkan belum lama ini belajar bermain bowling.


“mau kubantu?” tawar Abi yang kemudian berjalan ke tempat penyimpanan bola bowling dan kembali ke sisi Hanna.


Hanna mengangkat 1 alisnya. “kak Abi bisa bermain bowling?” tanya Hanna seakan tengah meremehkan kemampuan kekasihnya itu.


Abi hanya tersenyum tipis kemudian memberikan bola yang dipegangnya pada Hanna untuk kembali memulai aksinya.


Namun kali ini, Abi tak membiarkan Hanna melakukannya sendiri melainkan ia ikut serta dalam pergerakan Hanna dibelakangnya.


Iya, setelah Hanna menerima bola bowling tersebut dengan hembusan nafas kasarnya, Abi pun lantas mendekatkan tubuhnya ke belakang tubuh Hanna. Kemudian meraih lengan yang tengah memegang bola bowling sementara 1 lainnya menggenggam 1 tangan Hanna yang tengah tegak lurus ke depan.


Membuat Hanna canggung dan salting hingga pipinya pun kini bersemu merah, lantaran tak menduga jika Abi akan seromantis ini.


Tak jauh dibelakang, Ansell yang tengah terduduk dikursi hanya bisa memandangi adegan romantis antara Abi dan Hanna itu dengan ekspresi gelay.


“aughh!! Sejak kapan Abi bisa sedekat itu dengan seorang gadis. Seingatku dia belum pernah berkencan sama sekali. Tapi dia terlihat benar-benar pro untuk ukuran pria yang baru pertama kali berkencan.” Celoteh Ansell seraya menggeleng kepala masih dengan raut wajah gelinya.


“oke. Kau sudah siap Ahreum?” tanya Nayeon kala Ahreum mulai mencoba lemparan pertamanya.


“hmm..” katanya mantap lengkap dengan tatapan tajam yang mengarah pada lintasan yang berada dihadapannya.


“oke. Hanya lakukan seperti yang aku lakukan barusan, mengerti!” tambah Nayeon kembali yang kemudian mundur 1 langkah untuk membuat ruang gerak Ahreum lebih leluasa.


Dannn..


Begitu Ahreum mengayunkan bola bowling ke dalam lintasan, na’asnya tubuhnya pun ikut terbawa oleh bola yang cukup berat baginya. Ahreum terduduk dengan tubuh yang terus melaju dijalur yang licin membuat semua teman-teman dan khususnya suaminya yang tengah terduduk santai dibangku berteriak histeris lengkap dengan kedua mata bulatnya karena terkejut dengan situasi yang terjadi saaat ini.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2