Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO

Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO
Episode 190


__ADS_3

Diruang tamu Villa.


Iya begitu mereka semua bekerja sama menggotong tubuh Arya masuk ke dalam salah satu kamar yang berada dilantai bawah, kemudian dibaringkannya diatas ranjang, tak sampai disitu mereka pun lantas melilit tubuh besar Arya dengan tali yang cukup tebal, agar saat dirinya terbangun nanti ia tidak akan bisa menggagalkan rencana besar Ahreum dan Rihanna.


Sementara tubuh Nayeon dibawa oleh Franky sendirian dan  langsung saja ia membaringkan tubuh karibnya itu dikursi mobil bagian belakang. Setelah perdebatan sengit antara Ahreum dan Ahreum sebelumnya.


Rihanna mendadak berubah fikiran dan mencoba menentang rencana Ahreum yang mengikutsertakan Nayeon ke dalam misinya. Ia ingin meninggalkan Nayeon di Villa saja alih-alih mengajaknya ikut pulang ke kampung halaman Ahreum.


Mengingat kecerobohan yang dia lakukan beberapa menit yang lalu membuatnya khawatir jika nantinya Nayeon akan menghambat atau menyusahkan mereka disana.


Namun tentu saja hal itu langsung ditolak tegas oleh Ahreum, sebab dirinya sudah berjanji akan membawa Nayeon ikut bersamanya, ke dalam misi yang cukup berbahaya sebenarnya, karena lawan yang kini mereka hadapi adalah seorang wanita misterius dan sangat gila.


Terlebih lagi bagaimana jika nanti saat Nayeon terbangun dan mendapati dirinya ditinggalkan oleh karibnya, ia jadi menggila kemudian membalas dengan mengadukan misi rahasia tersebut pada Ansell ataupun Abi, bisa tambah runyam urusannya nanti.


Setelah beragumen cukup lama, akhirnya Rihanna pun mengalah untuk membiarkan Nayeon ikut, meski sebenarnya hal itu bertentangan dengan hati kecilnya. Namun mau bagaimana lagi, dia hanya bisa berharap jika semua akan berjalan sesuai rencana dan Nayeon tidak akan menghambat segalanya.


Usai mereka bertiga mengurus Arya dan Nayeon yang masih berada dialam bawah sadarnya. Ahreum, Hanna dan Franky pun berkumpul diruang tamu, untuk berbincang sesaat sebelum memutuskan pergi meninggalkan Villa.


Ya semacam briefing laah ya.


“kau yakin Ahreum?


Aku benar-benar memiliki firasat buruk, jika wanita itu sepertinya memiliki koneksi yang cukup kuat sampai bisa membawahi para gangster yang mengerikan itu.” Ujar Hanna yang masih khawatir jika sesuatu yang buruk akan terjadi.


“Iya, aku tak punya pilihan lain, karena dia yang lebih dulu mengusik Ansell.” sahut Ahreum mantap.

__ADS_1


“tapi bukankah sebaiknya kita menceritakan hal ini pada suamimu terlebih dahulu Ahreum, dibanding kau bertindak sendiri seperti ini. Kau benar-benar ga ada takut-takutnya ya.” Tambah Franky seraya menggeleng kepalanya.


“siapa bilang aku sendiri?


Kan ada kalian. Ahahhaa!! Lagipula aku hanya mengunjungi sebuah panti asuhan. Tidak seperti aku masuk ke dalam sarangnya kan?” timpal Ahreum lagi seakan memang sudah benar-benar mantap mempersiapkan mentalnya.


“nona, maaf menyela.” Ucap pak Jimmi yang baru saja bergabung ditengah obrolan serius majikannya itu, ia berdiri disudut sembari menautkan kedua tangan didepan tubuhnya.


“Iya pak Jimmi, ada apa?” respon Ahreum lengkap dengan tatapan seriusnya yang kini mengarah pada lelaki tua tersebut.


“mungkinkah nona membutuhkan seseorang yang bisa menjamin keselamatan nona? Saya khawatir jika nona pergi sendiri tanpa adanya pengawalan.” Lanjut pak Jimmi dengan nada ragu-ragu.


“ahh itu, tak perlu khawatir pak Jimmi. Hehee. Sebenarnya temanku ini juga sabuk hitam taekwondo loh. Franky maksudku (katanya seraya merangkul Franky lengkap dengan senyum cerahnya). Sedangkan Rihanna adalah otak dari kita semua, jika tidak bisa diselesaikan secara fisik maka dia yang akan memutar otak mencoba bernegoisasi.” Papar Ahreum penuh percaya diri lengkap dengan senyum lebar yang setidaknya bisa membuat lelaki paruh baya itu bisa bernafas lega.


“hmm.. benar begitu?” ucap pak Jimmi ingin memastikan sekali lagi.


“baik kalau begitu saya undur diri nona, jaga diri nona dan yang lainnya baik-baik ya.” Pamit Jimmi seraya merendahkan tubuhnya ke hadapan Ahreum sebelum pergi berlalu dari area ruang tamu.


“ayoo!! Kita harus bergegas, tak ada yang tahu kapan kepulangan Ansell ke Indonesia.” Seru Ahreum yang kemudian bangkit dari sofa lebih dulu.


Sebelum akhirnya Rihanna dan Franky pun bangkit dari sofa lengkap dengan desa*ha*n pasrahnya untuk mengikuti keinginan teguh Ahreum.


“jika hanya aku dan Franky yang berguna disini, lantas untuk apa kau masih membawa Nayeon?” celetuk Hanna ditengah perjalanannya mennuju pintu utama Villa.


“aisshh!!.. Sudahlah, baru kemarin kalian akur sampai nangis bersama, sekarang udah saling sikut lagi. Kalian udah seperti tom and jerry aja.” Kesal Ahreum, lantaran Hanna masih saja mengungkit keikutsertaan Nayeon.

__ADS_1


“tunggu!.. ada hal yang tak ku mengerti.” Ucap Franky, yang membuat kedua karibnya itu menoleh padanya menunggu kelanjutan kalimat Franky.


“aku pernah mendengar kalau Hanna pernah hampir gak naik kelas, kukira dia bodoh.” Celetuk Franky yang membuat Hanna membulatkan kedua matanya lantaran terkejut dengan persepsi dirinya yang tak berdasar itu, sementara Ahreum hanya terkekeh sembari terus berjalan santai.


“Aughhhhh!! Yak!!


Kau fikir semua orang yang tidak naik kelas itu artinya mereka bego?! Tak bisakah kau memikirkan hal lainnya, alasan yang lebih keren gitu, alih-alih berfikir mereka blo’on. Sorry ya, gue alergi tuh sama orang bego.” sungut Hanna yang berapi-api sebab tidak terima dikatai bodoh oleh orang bodoh hahaa.


“ckckckck!! Hanna hampir gak naik kelas bukan karena dia tidak pintar Frank.” Timpal Ahreum yang mencoba menjelaskan kesalahpahaman Franky.


“lantas?” respon Franky yang tampak penasaran sekali seraya menarik handle pintu utama dan membiarkan kedua teman perempuannya itu lewat terlebih dahulu.


“kau yang mengemudi Frank!” perintah Hanna seraya melempar kunci mobilnya pada Franky, karena memiliki refleks yang cukup baik, tak butuh 2 tangan, Franky bisa menangkap kunci mobil yang dilempar Hanna dengan baik bahkan saat pandangannya masih mengarah pada Ahreum.


“karena dia sering bolos sekolah, dalam 1 minggu mungkin dia hanya masuk 2 hari, selebihnya dia menghabiskan waktunya ditoko komik, salon, atau gym. Tergantung moodnya mau kemana hahaa.” Jelas Ahreum seraya menarik handle pintu mobil lalu masuk ke dalam, sementara Franky berjalan ke pintu yang lain.


Begitu mereka sudah mendudukan bokongnya dikursi serta memasang safety belt untuk keamanan selama berkendara. Franky pun mulai menyalakan mesin mobil tanda perjalanan panjangnya akan segera dimulai.


Namun..


“AUGHHH SIAL!! SIAPA YANG MEMUKUL KEPALAKU!! Aisshh rasanya pusing dan mual sekali.” racau Nayeon begitu jiwanya telah kembali seraya memegangi sudut kepalanya yang terasa pusing muter-muter. Sontak saja hal itu mengejutkan ketiga temannya yang berada dikursi depan, sebab tidak ada peringatan apapun Nayeon langsung memaki dengan suara lantangnya.


“kamvret! Yak! Kau hampir membuat jantungku berhenti berdetak tahu!” balas Hanna yang duduk dikursi kedua tak kalah ngegasnya sembari memegangi bagian dadanya yang kini terasa dag dig dug.


Sementara Ahreum yang duduk disebelah kursi pengemudi hanya bisa menghela nafas panjangnya, karena tak ingin ikut-ikutan masuk ke dalam kekisruhan diantara 2 karibnya itu. Ia lebih memilih fokus mengatur gps yang berada dihadapannya untuk memudahkan Franky menentukan arah yang tepat. 

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2