
Doorrrr!!
Ahreum menembakan peluru terakhirnya pada jendela kaca dibelakangnya.
Prraannnnngggg!! Bersamaan dengan hancurnya jendela kaca besar tersebut semua pria yang berada di dalam kamar kembali dibuat tercengang dengan aksi gila yang dilakukan Ahreum. Iya begitu kaca hancur ia pun memundurkan langkahnya dengan cepat menuju tepi balkon kamar serta menjatuhkan pistol yang sudah tak berpeluru.
Tanpa berfikir panjang Ahreum mendorong tubuhnya keras hingga melewati pagar pembatas dan terjatuh dengan posisi telentang hingga ia bisa melihat dengan jelas seorang wanita yang tengah berdiri di tepi atap yang sedang memperhatikan dirinya juga dari atas.
Wanita itu pun pergi dengan raut wajah yang dipenuhi kekecewaan dan amarah yang sangat mendalam sebab rencananya gagal total.
“aku sangat mencintaimu Ansell.” gumam Ahreum seraya memejamkan kedua matanya, pasrah dengan keadaan yang mungkin akan merenggut nyawanya.
Dannnnnn..
Akhirnya tubuh Ahreum pun mendarat, setelah beberapa detik terhempas diudara, ia pun mendarat tepat dipangkuan suaminya Ansell dirgantara.
Merasa ada yang aneh dengan pendaratannya refleks Ahreum pun membukakan kedua matanya, memastikan siapa yang kini tengah menangkap tubuhnya.
“Ansellll.. hikssss.. hikkssss..” tangis harupun tak dapat terhindarkan, Ahreum langsung memeluk suaminya dengan perasaan suka cita yang tak dapat diutarakan oleh kata-kata.
“bakar tempat penginapan itu beserta seluruh manusia yang berada didalamnya!! Sampai habis tak bersisa!!” perintah Ansell pada salah satu anak buahnya yang tengah berdiri disampingnya.
“tapi tuan, para polisi sepertinya sudah mengamankan semua orang yang berada dipenginapan. Termasuk pria yang telah menculik nona Ahreum.” sahutnya kala melihat seluruh pengunjung penginapan keluar 1 per 1 dengan para polisi yang mengawal mereka.
Termasuk pria gendut dan juga anak buahnya yang kini berjalan pincang akibat ditembak kakinya oleh Ahreum sebelumnya.
“Bunuh dia begitu sampai dipenjara!” perintah Ansell lagi yang kemudian berlalu pergi membawa Ahreum dalam gendongannya.
“bukankah kau bilang akan lama berada di Amerika?
Ini baru 2 hari setelah kepergianmu.” Ucap Ahreum yang masih memeluk erat suaminya dengan isak tangis bahagianya.
“kau masih memiliki tenaga untuk berbicara setelah insiden penculikan yang terjadi padamu?” pekik Ansell seraya terus berjalan menuju sebuah hellikopter yang berada tak jauh dihadapannya.
Iya karena tidak ada waktu yang cukup untuk melakukan penerbangan menggunakan pesawat public, Ansell memutuskan kembali ke Indonesia dengan Helikopter pribadinya begitu mendengar berita buruk dari Arya, yang mengatakan jika istrinya diculik oleh salah satu mantan karyawannya yang sudah ia pecat secara tidak hormat, lantaran melakukan pelecehan pada beberapa karyawan magang perempuannya.
***
Dikediaman keluarga Dirgantara.
Helikopter itu mendarat dengan mulus yang kemudian dilanjut dengan turunnya Ansel dan Ahreum dari helicopter yang membawanya kembali ke Jakarta.
Karena tak memiliki lahan yang cukup untuk mendarat dilokasi aparteman Bougenville, Ansell pun memutuskan untuk melakukan pendaratan dikediaman keluarganya saja.
Begitu keduanya turun, Ansell menoleh sejenak ke belakang sebagai tanda terimakasih dan mengijinkan sang pilot untuk pergi.
Sang pilot pun menganggukan kepalanya kemudian kembali menaikan helikopternya.
Saat Ahreum melangkah lebih dulu, dengan cepat Ansell menarik tubuh istrinya itu kemudian digendongnya ala koala kali ini.
“padahal aku bisa berjalan sendiri.” gumam Ahreum sementara pandangannya mengarah pada helicopter yang semakin naik ke langit.
“apa kau melihat teman-temanku?” sambung Ahreum lagi sebab Ansell masih terdiam tak berniat menyahut perkataannya.
“apa mas Arya yang memberitahumu jika aku..”
“DIAMLAH!!” potong Ansell yang membuat Ahreum pun kini membungkam mulutnya.
Setibanya didepan pintu utama.
__ADS_1
Kedua pintu megah itu pun terbuka lebar, disusul dengan kedua pelayan yang berada di sisi kanan dan kiri untuk menyambut kedatangan tuannya.
“selamat malam tuan muda.”
“Malam. Siapkan makan malam sesegera mungkin!” perintah Ansell sambil berlalu membawa istri mungilnya menuju kamar miliknya yang berada dilantai 2.
“halo kak.. senang bertemu dengan kalian lagi.” sapa Ahreum seraya melambai pada kedua pelayan muda tersebut, yang membuat kedua pelayan pun tersenyum ramah lalu menundukan kepalanya sementara kedua tangan mereka tautkan didepan tubuh.
***
Dikamar.
Ansell langsung membantingkan tubuh Ahreum ke atas ranjang, dengan pandangan yang dipenuhi amarah ia terus terdiam tanpa kata dihadapan Ahreum yang kini tengah menggeliat mencoba terduduk ditepi ranjang.
“arrghh!” ringis Ahreum karena tak menduga jika suaminya itu akan membanting tubuhnya secara kasar alih-alih menidurkannya dengan halus.
“maafkan aku.. aku akan menjelaskannya padamu. Ansell.” ucap Ahreum seraya bangkit lalu memegangi pinggang Ansell dan menatap suaminya itu penuh harap.
“Aku mencintaimu Ahreum, sangat mencintaimu.” sela Ansell yang langsung memeluk erat istri mungilnya yang kini membulatkan kedua matanya sebab terkejut mendengar pengakuan cinta Ansell yang tiba-tiba itu.
“maafkan aku, karena sudah seringkali meninggalkanmu, hingga membuatmu lagi-lagi dalam bahaya.
Aku langsung terbang ke Indonesia saat mendengar kau diculik oleh mantan karyawanku.
Aku.. Aku tak bisa membayangkan jika 1 detik saja aku terlambat dan tak bisa menangkapmu Ahreum. Aku sangat mencintaimu.” sambung Ansell yang mulai emosional dan kian mengeratkan pelukannya.
“Ansell tidak tahu rupanya jika akulah yang mencari masalah dengan pergi ke Banten. Sampai bersikeras mencaari wanita itu.” batin Ahreum ditengah rasa terkejutnya mendapati situasi yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Karena beberapa menit yang lalu ia masih mengira jika suaminya itu akan mengamuk lalu mengurungnya dikamar seperti yang sebelumnya dirinya katakana.
Jika Ahreum kembali berulah dengan teman-temannya, Ansell akan menghukumnya dengan tidak membiarkan dirinya keluar dan bermain dengan teman-temannya kembali.
“Iyaa.. aku juga sangat mencintaimu Ansell.. sangat sangat banyak.” Ucap Ahreum seraya mencoba melepas pelukannya kemudian menatap wajah suaminya itu lekat.
Tak dapat menahan hasratnya lagi Ansell pun lalu mendorong tubuh Ahreum ke atas ranjang dengan kasar. Kemudian dilanjut dengan menurunkan salah satu tali gaun merah Ahreum agar ia bisa menciumi dengan puas area leher serta dada Ahreum. sementara kedua tangan Ahreum masih melingkar ditengkuk Ansell.
Gadis itu akhirnya membiarkan dirinya kini di jam**ah oleh suaminya dengan ganas. Setelah beberapa bulan yang lalu ia terus mengelak dan mencoba mengulur waktu karena merasa masih belum siap untuk melakukan wik wik.
…..
20 menit berlalu begitu pakaian mereka telah tanggal seutuhnya dan hanya selimut lebar yang kini menutupi tubuh keduanya, dengan posisi Ahreum dibawah dan Ansell diatas, Ansell masih menciumi area leher Ahreum dengan liar.
“tunggu! Bagaimana dengan pengamannya?
Aku belum ingin hamil.” Kata Ahreum seraya menahan tubuh Ansell untuk menghentikan aktivitasnya sesaat, Ansell malah mendengus kesal dengan tatapan tajamnya.
“Arrgghh!! Bodo amat.” Ketus Ansell yang kemudian kembali melanjutkan aktivitasnya dan tak perduli dengan kekhawatiran istrinya yang masih kuliah itu.
“yak!.. yak!.. aku serius, bagaimana jika aku hamil saat wisuda nanti…” rengek Ahreum yang terus saja menjauhkan tubuh Ansell dari tubuhnya, hingga membuat Ansell mendekatkan bibirnya ke telinga Ahreum.
“jika kau masih memberontak akan ku pastikan kau tak akan bisa berjalan kembali. Mengerti!” ujarnya dengan setengah berbisik yang mampu membuat Ahreum membulatkan kedua matanya seketika.
“o.. okee.. tapi..”
“apa lagi!!” ketus Ansell seraya kembali menarik wajahnya dari telinga Ahreum kemudian menatapnya tajam selagi menunggu Ahreum melanjutkan kalimatnya.
“bisakah kau katakan sekali lagi 3 kata itu.” lanjut Ahreum dengan diiringi senyuman manis yang membuat Ansell pun terkekeh gemas.
__ADS_1
“ckckck.. Aku mencintaimu?”
“tidak.. tidak.. 3 kata.. aku ingin 3 kata.” Tolak Ahreum.
“ciihhh!!...
Aku.. sangat... mencintaimu!” tegasnya yang membuat senyum manis Ahreum pun kian melambung tinggi yang kemudian dilanjut 1 ciuman panas mendarat dibibirnya.
Dan… you know lah yaa..
Apa yang terjadi berikutnya gak perlu gue jelasin lebih mendetail juga, imajinasi gue cuma mentok sampe situ doang soalnya ahhaaha.
***
Sementara itu diarea dapur, para pelayan keluarga Dirgantara sudah menunggu kehadiran tuannya sejak 1 jam yang lalu Ansell memerintahkan agar segera menghidangkan makan malam.
Namun sampai detik ini pun keduanya tidak ada yang muncul, ada apa gerangan???
“bagaimana bu?
Apa perlu saya memanggil tuan dan nona Ahreum, jika menunggu lebih lama lagi makan malamnya akan dingin.” Ujar salah satu pelayan muda yang tengah berdiri ditepi meja makan seraya sesekali meratapi nasib makan malam yang dihidangkannya 30 menit yang lalu. (Panggil saja si A)
“tidak perlu, saya rasa tuan muda dan nona Ahreum tidak akan turun. Jadi sebaiknya rapihkan kembali saja semuanya.” Titah bi Ijah yang memiliki kedudukan lebih tinggi dibanding para pelayan muda tersebut.
Bi Ijah pun pergi meninggalkan para pelayan muda lainnya yang tampak berkeluh kesah, lantaran makan malam yang susah payah mereka hidangkan tidak tersentuh secuilpun oleh tuannya.
“kurasa tuan muda saat ini sedang menikmati malam panasnya bersama dengan nona Ahreum. Dilihat dari pakaian nona Ahrerum, bukan tidak mungkin tuan Ansell langsung bergairah. Ughh!! Nona Ahreum benar-benar cantik sekali.” celetuk salah satu pelayan seraya menyenggol pelayan lainnya untuk mencoba memulai berghibah. (Sebut saja si B)
“Iya, nona Ahreum juga sangat beruntung sekali. Karena dia gadis pertama yang berhasil masuk ke dalam keluarga Dirgantara bahkan tanpa melakukan usaha apapun. Padahal diluar sana banyak sekali para wanita yang tergila-gila pada tuan muda, bahkan sampai meminta keluarganya untuk menjodohkan dirinya dengan tuan muda.
Tapi tetap saja pemenang sesungguhnya sudah ditentukan oleh nyonya besar Diana Erlingga (nenek dari Ansell Dirgantara)” sahut temannya yang lain. (Sebut saja si C)
“Ahh iya, kalau difikir-fikir nyonya besar Diana sangat murah hati sekali ya. Bisa menerima madunya dengan tangan terbuka. Begitupun dengan nyonya Carrisa yang selalu menganggap tuan Elios seperti putranya sendiri.
Padahal ibu dari tuan Elios adalah putri dari nyonya Aletha, istri kedua tuan besar Carlos.” Ceritanya yang entah mengapa merembet kemana-mana. (Sebut saja si B)
“tunggu.. tunggu.. padahal aku sudah bekerja disini lebih lama darimu, tapi aku tak pernah tahu hal itu. Kukira tuan Elios berasal dari keluarga tuan Andrew.
Dan juga..
Bagaimana mungkin tuan Elios adalah cucu kedua dari tuan besar Carlos. Bukankah usianya lebih tua tuan Elios dibanding tuan muda Ansell?” timpal (Sebut saja si A) dengan raut wajah bingungnya.
“itu karena nyonya Furry (ibunda Elios) lebih dulu menikah dan melahirkan, dibanding nyonya Carrisa. Nyonya Carrisa juga sempat menunda kehamilannya selama kurang lebih 3 tahun karena alasan pendidikannya. Itulah mengapa sebabnya usia tuan Ansell lebih muda dari tuan Elios.” Paparnya yang membuat kedua temannya itu manggut-manggut mengerti. (Sebut saja si C)
Bersambung…
Jadi gini untuk lebih jelasnya ya.
Carlos Erlingga (Kakek Ansell) menikah dengan Diana (Nenek Ansell) yang menghasilkan Carrisa Dirgantara (Ibunda Ansell).
Kemudian Carlos menikah lagi dengan Aletha dan menghasilkan Furry Gavriel (Ibunda Elios).
Kenapa usia Elios lebih tua?
Dikarenakan Furry lebih dulu menikah dibanding Carrisa, ditambah setelah menikah pun Carrisa sempat menunda kehamilannya selama kurang lebih 3 tahun.
Yang membuat usia Ansell lebih muda dari Elios. Perbedaan usia mereka 5 tahun ya, kalau ga salah lupa-lupa inget soalnya ada diceritain diepisode pengumuman. Ahhahha.
Dan sebagai catatan tambahan kedua orang tua Elios sudah meninggal ya ketika Elios masih cukup muda hingga untuk beberapa lama Elios sempat tinggal dikediaman keluarga Dirgantara. Pernah diceritain kan kalau Elios juga sempat mengasuh Ansell dan Abi sewaktu kecil.
__ADS_1
***
Bersambung...