
Dirumah sakit Haneul Jakarta.
Lebih tepatnya didepan ruang praktek Elios gavriel. Situasi didepan ruang Elios kala itu sangat sepi dan hening, dikarenakan saat itu Sammy (adik lelaki Ahreum) adalah pasien terakhir dokter Elios.
Sehingga para pengunjung/pasien lainnya yang hendak berobat ataupun hanya sekedar chek up sudah bubar sedari tadi, ada yang beralih menunggu ditempat pembagian obat dan ada juga yang sudah kembali ke rumah masing-masing.
“malam ini jika dokter ada waktu, saya ingin mengundangmu makan malam. Sebagai rasa terimakasihku karena sudah merawat Sammy dengan baik. Lagipula kita juga kan keluarga. Hehee.” Kata Enzy seraya menepuk lembut punggung Sammy yang tengah terlelap dalam tidurnya begitu ia telah diperiksa oleh Elios beberapa waktu lalu.
“ahh.. hahhaa.. Iya.. iya, saya akan datang berkunjung, bolehkah saya membawa putri saya Xena, sepertinya dia sangat menyukai Sammy. Hehee.” Timpal Elios diiringi tawa renyahnya seraya menutup pintu ruangannya, kemudian mengelus kepala Sammy dengan penuh kasih sayang.
“ahhahaa.. tentu saja boleh. Kuyakin mereka akan berteman baik nantinya. Hahaha.
Kalau begitu aku akan menyiapkan sendiri makan malamnya, masakan apa yang disukai Nanaa?” tanyanya antusias.
***
Kembali ke KT. Group.
Terlihat Ahreum yang baru saja keluar dari lift yang membawanya turun dari lantai ruangan tempat CEO berada. Iya begitu tugasnya mengantar bekal makan siang suaminya telah rampung ia pun pamit pergi. Sementara Ansell kembali disibukan dengan pekerjaan kantor yang menguras tenaga dan fikirannnya.
Dengan ponsel yang menempel ditelinganya ia mencoba menghubungi seseorang seraya menenteng lunch bag yang isinya sudah terkuras habis oleh Ansell.
“halo. Kau dimana?” tanya Ahreum yang langsung pada tujuannya begitu telfon tersambung.
“masih dicafe. Kenapa?” giliran Hanna yang nanya balik.
“aku kesana sekarang.” Tandas Ahreum yang hendak langsung mematikan telfonnya namun..
“kita ketemu di taman aja.” sambar Hanna.
“kau mau cofe?” lanjut Hanna.
“oke.
Caramel macchiato.” Tambah Ahreum, yang mengakhiri percapakannya kemudian bergegas menarik langkah menuju pintu utama.
Begitu Ahreum melewati pintu otomatis, ia pun langsung mendapati sebuah mobil yang terparkir dihadapannya.
Iya, supir yang mengantar dirinya sebelumnya. Sang supir pun lantas turun dari mobil untuk membukakan pintu sebagaimana pelayan yang melayani tuannya.
Dengan senyuman ramah Ahreum pun lantas duduk dikursi belakang. Sang supir kembali mengisi kursi dibelakang kemudi setelah memastikan Ahreum duduk dengan nyaman lalu menutup pintunya.
“langsung pulang saja nona?” tanya sang supir begitu ia sudah duduk dikursinya sembari melirik ke arah kaca yang memantulkan wajah majikannya.
__ADS_1
“tidak pak, kita ke taman kota ya. Aku mau bertemu dengan teman-temanku.” pinta Ahreum disertai senyuman manis yang membuat siapapun merasa nyaman berinteraksi dengan dirinya.
“ahh begitu. Baik nona.” Patuhnya yang kemudian langsung menancapkan gasnya meninggalkan area pekarangan KT. Group.
***
Taman kota.
Terlihat kedua temannya Rihanna dan Nayeon tengah terduduk diatas rerumputan sembari menyemil makanan ringan dan juga cofe yang sebelumnya dibeli dalam perjalanan kemari.
Mereka tengah asik mengobrol dan saling menunjukan sesuatu didalam ponselnya masing-masing membuat Ahreum ikut bahagia.
"akhirnya setelah sekian lama mereka berdua bisa akur juga." Ahreum bergumam.
“Hey teman-teman.” Sapa Ahreum yang kemudian duduk sila disamping Rihanna.
“kau sudah datang, sendiri?” respon Nayeon seraya menyapu ke segala arah kalau-kalau ada yang datang selain Ahreum, misalnya suaminya gitu.
“he’em, supirku menunggu ditempat parkir. Memangnya siapa lagi yang kau harapkan?” sahut Ahreum seraya meraih minuman dirinya yang memang sudah dibelikan sebelumnya oleh Rihanna.
“kukira Ansell akan ikut bersamamu.” Timpal Nayeon seraya menyemil makanan ringannya.
“kau fikir dia seorang pengangguran.” Celetuk Ahreum seraya melirik ke arah Hanna yang tengah asyik memainkan ponsel dan menyemil chiki.
“ahh iya. Hanna mau ngelamar di perusahaan suamimu loh!” seru Nayeon yang merasa ikut senang mengumumkan berita tersebut.
“eyyy!! Kau menggunakan kak Abi sebagai koneksimu ya.” Cibir Ahreum.
“yak! Dia bahkan gak tahu rencanaku ini tahu!
Aku hanya mengatakannya pada Ansell. Tapi dia sama sekali tidak membantu, maksudku aku hanya ingin tahu kriteria seperti apa yang menjadi nilai utama dalam perekrutan karyawan KT. Group. Agar aku bisa mempelajarinya.
Tapi dia malah berkata. ‘Jika aku melihat berkas pelamar atas namamu, akan langsung ku coret!’” adu Rihanna seraya mencoba memeragakan gaya bicara Ansell, yang membuat gelak tawa nyaring dari kedua karibnya.
“hhhahahaa!!
Ku yakin dia gak benar-benar mengatakannya kok, meski dia terlihat arrogan tapi sebenarnya dia sangat manis.” Puji Ahreum sembari senyum-senyum sendiri hingga membuat kedua temannya langsung memasang wajah julid terhadapnya.
“yak! Sepertinya kau sudah jatuh cinta padanya. Kau.. benar-benar menyebalkan.” Celetuk Rihanna yang kemudian menggetik tubuh Ahreum dengan ganas seakan ingin melampiaskan rasa kesalnya dengan membuat Ahreum kegelian.
“Nayeon ayo!! Habisi dia!!” seru Hanna yang langsung dibalas anggukan patuh oleh Nayeon dan ikut menyerangnya dengan menggelitik tubuh mungil Ahreum.
“ahhhaaahhaa!! Iya.. iya hahhaaa.. maaf.. maafkan aku. Hhhaaa!!! Aku menyerah.. aku menyerah.” Rengek Ahreum bersamaan dengan builr air mata yang keluar dari sudut kedua matanya.
__ADS_1
Setelah meminta pengampunan barulah kedua karibnya itu berhenti dan kembali ke tempatnya.
“ahh iya, aku tidak memberitahukan kak Abi ya mengenai pertemuanmu tadi.” Ucap Ahreum disela menyeka bulir air matanya menggunakan punggung jari telunjuk.
“Iya aku tahu. Kak Abi tahu dari supirmu!
Ciihhh!! Kamvret emang, udah tua masih aja suka bergosip.” Dumel Rihanna yang kemudian menyedot es americanonya.
“supirku?
Ahh, dia menguping saat aku berbicara denganmu ditelfon.” Ujar Ahreum yang juga ikut mengaliri kerongkongannya dengan minuman dingin caramel macchiato.
“Jadi bagaimana, apa kak Abi marah besar?” tambah Ahreum.
“tidak, dia bukan type pemarah seperti suamimu. Hanya perlu menjelaskannya dia akan mengerti. Lagipula aku juga tidak merasa selingkuh kok, karena aku sudah menjelaskan situasiku pada Leo, Raffa dan Bram jika aku sudah memiliki kekasih.
Untuk berjaga-jaga ya kan, barangkali mereka langsung tertarik padaku.” Katanya penuh percaya diri seraya menyibakkan rambutnya ke arah Nayeon untuk menambah efek dramatis.
“aiisshh!!” dengus Nayeon yang terkena sibakan rambut panjang Hanna.
“berhenti berkhayal! Kau tak sadar, mereka bertiga tuh lebih tertarik padaku tahu!” seru Nayeon tak mau kalah.
“itu karena aku sudah mengumumkan lebih dulu statusku, coba aja kalau aku bilang masih lajang. Mereka pasti lebih memilih melirikku dibanding dirimu!” sembur Hanna seraya melirik sinis ke arah Nayeon.
“ciihhh!! Percaya diri sekali kau, mereka mana mau sama gadis bar-bar sepertimu. Mereka juga memiliki selera yang tinggi tahu!” sinis Nayeon yang semakin membuat suasana memanas.
“teman-teman..” ucap Ahreum yang mencoba menenangkan keduanya.
“yak! Kau fikir lebih baik dariku hah?!
Kau bahkan lebih gila dariku! Kau tak ingat dengan perlakuanmu pada gadis-gadis yang mengejar Jeno?
Kau menjambaknya, menindasnya, dan bahkan kau pernah hampir menabrak temanmu sendiri!! Apa kau sudah menjual kewarasanmu?!” pekik Hanna yang langsung dibalas jambakan kasar oleh tangan Nayeon yang sudah gatal sedari tadi.
Tak ingin mengalah begitu saja, Rihanna pun langsung membalas jambakan Nayeon dengan lebih agresif.
"seharusnya aku tak bilang begitu tadi." Ahreum bergumam seraya menepuk-nepuk mulutnya.
Lantaran sudah mengucapkan kalimat pujian pada mereka yang kini tampak akrab.
Dan sekarang yang terjadi malah kebalikannya.
***
__ADS_1
Bersambung...