Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO

Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO
Episode 233


__ADS_3

3 hari kemudian, suasana diaparteman itu masih terasa canggung dan dingin, meski Ahreum sudah berusaha bersikap baik serta menerima perlakuan kasar suaminya, namun tetap saja meluluhkan hati seorang pria angkuh, juga arrogan itu tidak semudah dirinya mendapat nilai IPK yang sempurna.


Apalagi setelah kekecewaan yang Ansell dapatkan dari Ahreum membuat lelaki itu kembali buas dan ganas. Bahkan untuk 1 ruangan bersama istrinya pun ia enggan, ketika Ahreum mengikutinya ke dapur, dengan cepat Ansell bergegas kembali ke kamarnya. Begitu juga saat Ahreum mengecek keadaan Ansell ke kamarnya, Ansell malah melongos pergi ke kamar mandi.


Situasi dingin itu terus saja berulang dari hari ke hari seolah kini mereka hanyalah 2 orang asing yang tinggal dalam 1 atap.



Sampai..


“Mari kita berpisah saja.” Ucap Ansell usai meneguk air minumnya, ia melirik ke arah Ahreum yang tengah berpura-pura ingin mengambil botol air mineral dilemari pendingin.


“Bahkan ketika aku sudah mengalah untuk diam dan hanya menerima perlakuan kasarmu. Kau masih tak bisa memaafkanku dan lebih memilih berpisah?” sahut Ahreum seraya menatap belakang tubuh Ansell.


“Setelah apa yang sudah kita lalui bersama, perjuanganku mencintaimu sendirian, apa semuanya tidak ada artinya bagimu, Ansell?


Kau sungguh menganggap cintaku hanya omong kosong?” lanjut Ahreum yang membuat Ansell pun memutar tubuhnya dan membalas tatapan istrinya.


“Cinta?


Jangan bercanda, dari awal pun kau tak pernah tertarik padaku, bukan?


Sikap datar dan acuh mu itu sudah menjelaskan perasaanmu padaku Ahreum, bagaimana mungkin kau terlihat biasa saja ketika aku bermesraan dengan perempuan lain.


Jika itu aku, mungkin aku sudah menggila dan membunuh pria itu!


Tapi kau.. hanya pergi begitu saja. Lalu sekarang kau ingin aku percaya jika kau benar mencintaku?!” racau Ansell yang dipenuhi amarah yang menggebu-gebu.


“Sudah ku bilangkan, itu karena aku percaya padamu, aku tak ingin menimbulkan hal yang membuat kita bertengkar seperti ini.” balas Ahreum yang mulai menaikan nada suaranya setelah berhari-hari hanya mengalah dan tetap bersikap lembut.


“Lalu bagaimana kau bisa menjelaskan fotomu yang tengah berpelukan dengan Elios?!” timpal Ansell yang tak mau kalah.


“Itu tidak disengaja Ansell, hubunganku dengannya cukup rumit. Saat itu Elios tak terima jika akhirnya aku bisa bahagia bersamamu lalu secara spontan dia memelukku. Aku bersumpah tak pernah sekalipun bertemu secara sengaja dengannya.


Bahkan aku tak pernah bertukar pesan atau telfonan dengannya selain hari itu. Jika kau tak percaya kau bisa mengecek ponselku.” Jelas Ahreum.


“kau ingin aku percaya pada karanganmu itu Ahreum?


Kau fikir, kau sedang membodohi seorang bocah, hah?!” tukas Ansell tajam dengan mata menyalaknya.


“Aku tidak bohong Ansell, hikkksss.. Aku benar-benar sudah menentukan hatiku sejak lama, aku mencintamu Ansell, hiksss..” rengek Ahreum yang akhirnya menumpahkan air mata kekesalannya karena suaminya itu tak kunjung mempercayainya.


“sudah hentikan!


Air matamu itu sudah tak mempan lagi bagiku. Dan aku tetap pada keputusanku, segera kemasi barang-barangmu untuk sementara kau tinggal dikediamanku saja.


Aku akan dinas ke Amerika. Setelah ku kembali mari kita urus perceraian kita.” Tutup Ansell yang kemudian hendak menarik langkah.


“begitukah?” sahut Ahreum yang membuat langkah Ansell terhenti sesaat, dengan wajah mengerutnya ia menatap wajah Ahreum yang kini menatapnya tajam.


“Bahkan rasa cintamu bisa dengan mudahnya hilang begitu saja.” Sambung Ahreum yang tetap konsisten dengan tatapannya.

__ADS_1


“Apa maksudmu?” ucap Ansell.


“Baik. Jika kau tetap ingin berpisah denganku. Mari kita berpisah, dengan begitu aku bisa bersamanya,” Tutur Ahreum yang sudah tak bisa lagi menahan kekesalannya.


“Apa katamu?!


Berani sekali kau Ahreum!” pekik Ansell tajam yang kemudian melempar gelas yang ada diatas meja ke sembarang arah untuk menunjukan kemarahannya.


Praangggg!!


Seakan hal itu sudah terbiasa bagi Ahreum, kini ia tak lagi terkejut ataupun merasa ketakutan, kedua matanya masih memandangi suaminya yang sedang berada dipuncak emosinya.


“ciiihh!!


Akhirnya kau menunjukan karakter aslimu juga, setelah beberapa hari ini hanya terdiam berpura-pura lemah dan tak berdaya dihadapanku. Kau ternyata tak jauh berbeda dengan gadis murahan dan menjijikan yang berkeliaran diluar sana!!” hardiknya dengan nada tinggi yang sudah mencapai level maksimum.


Sementara Ahreum masih terdiam tak bergeming dengan pandangan dalam ke arah suaminya.


Sampai..


Trenneenggg…, suara pintu aparteman terbuka namun tak lantas membuat keduanya berpaling, mereka masih saling melempar tatapan intens dan mengabaikan siapapun yang masuk ke dalam apartemennya saat ini.



“ada apa ini?


Nona Ahreum..” panik Abi kala melihat tubuh Ahreum dipenuhi kain kassa yang membalut kedua tangan serta telapak kakinya. Ditambah wajahnya yang  kacau tak terurus membuatnya diserang kepanikan yang luar biasa.


Barulah setelah mendengar suara Abi, baik Ahreum maupun Ansell memutus pandangannya masing-masing kemudian beralih pada Abi yang masih terdiam diruang tamu dengan raut wajah syocknya.


Apa kau sudah gila?!” seru Abi yang kemudian berlari kecil menghampiri keberadaan keduanya.


Tak lama kemudian muncul sosok pria yang berhasil membangkitkan kembali amarah Ansell.


“Astaga!!” seru Elios yang juga ikut menghampiri ketiganya setelah melihat penampakan Ahreum yang sungguh mengenaskan.


“BERHENTI!!” bentak Ansell yang langsung menarik langkah dan menempatkan dirinya didepan Ahreum seraya menatap tajam ke arah Elios yang hendak mendekati Ahreum.


“Apa yang kau lakukan disini, huh?!” racau Ansell lengkap dengan tatapan menyalaknya menghadap Elios dan tak membiarkannya mendekati istrinya.


“Apa kau yang membawanya kemari?!” tukas Ansell tajam yang kini beralih pada asistennya Abighail.


“Kau benar-benar sudah tidak waras Ansell, bagaimana mungkin kau melakukan hal keji seperti ini pada istrimu sendiri!” balas Abi yang benar-benar tak menyangka jika atasannya itu bisa berbuat brutal pada istrinya sendiri.


“Ini tidak seperti yang kak Abi fikirkan, aku baik-baik saja kak Abi. Dan Ansell tidak benar-benar sengaja melakukannya.” Bela Ahreum yang mencoba muncul dari balik tubuh besar suaminya.



“Bahkan setelah perlakuan kasar Ansell padamu, kau masih membelanya Ahreum?!


Sadarlah, dia tidak mencintaimu Ahreum! Untuk apa kau masih mempertahankan pernikahan ini.” timpal Elios yang juga ikut emosi kala Ahreum masih saja berpihak pada suaminya yang jelas-jelas sudah membuat dirinya banyak mendapatkan luka.

__ADS_1



“Apa katamu?!


Yak! Pergi dari apartemanku sekarang juga!!” seru Ansell.


“Arrggh..” ringis Ahreum seraya memegangi kepalanya hingga membuat semua mata melirik ke arahnya.



“nona, kau baik-baik saja.” Ucap Abi khawatir seraya mencoba menahan tubuh Ahreum yang hampir terjatuh.


“Ahreum..” ucap Elios yang juga ikut merapat dan mengecek keadaan Ahreum.


Namun tentu saja Ansell tak membiarkan Elios menyentuh Ahreum, ia pun mendorong tubuh Elios sekeras mungkin agar menjauh dari keberadaan Ahreum.


Sedang Ahreum kini tengah melawan rasa sakit yang tiba-tiba menyerangnya hingga membuat kedua kakinya terkulai lemah lalu terduduk dilantai dengan Abi yang masih mencoba memegangi bahu Ahreum.


“nona..


Sebaiknya kita ke rumah sakit sekarang.” Ucap Abi.



“Arrggh, kenapa tiba-tiba kepalaku rasanya sakit sekali.” rintih Ahreum lagi.


Brruuggghh!!


Karena tak tahan dengan rintihan Ahreum, akhirnya Elios pun melayangkan tinjunya sekuat tenaga pada keponakannya hingga membuat Ansell pun terdorong lalu tersungkur ke sudut.



Merasa dapat kesempatan untuk mendekati Ahreum, buru-buru Elios berlari dan menghampiri Ahreum yang masih meringis kesakitan.


Melihat Ansell yang mulai bangkit dan hendak menyerang pamannya, dengan cepat Abi menahan tubuh Ansell lalu mendorongnya ke sudut.


“cepat bawa nona Ahreum ke rumah sakit, mas!” perintah Abi yang langsung dibalas anggukan oleh Elios.


Elios pun mengangkat Ahreum dan menggendongnya ala bridal kemudian membawanya keluar dari aparteman.



Meninggalkan Ansell yang kian menggila lantran istrinya dibawa kabur oleh pamannya.


“YAK! APA KAU SUDAH GILA?!


APA YANG KAU LAKUKAN!!”


“KAU YANG SUDAH GILA ANSELL!!


KAU TAK LIHAT SELURUH TUBUHNYA DIPENUHI LUKA, KAU INGIN MENGULANGI KESALAHAN YANG SAMA?! SEPERTI YANG PERNAH KAU LAKUKAN TERHADAP ILONA!!” bentak Abi yang tak kalah ganasnya setidaknya teriakan itu bisa membuat Ansell terdiam beberapa saat.

__ADS_1


 *** 


Bersambung...


__ADS_2