Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO

Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO
Episode 147


__ADS_3

Setelah mereka semua berhasil keluar dari Istana hantu yang menyeramkan itu, Nayeon pun langsung menghambur kepelukan Hanna.


“bisa tolong turunkan aku.” Pinta Ahreum yang juga ingin ikut menenangkan karibnya yang tengah dirundung luka.


Dengan hembusan nafas kasarnya Hanna pun menyambut pelukan karibnya meski masih sedikit kesal karena harus melalui hari yang menegangkan demi untuk menemukan Nayeon yang bersembunyi di Istana hantu.


“hikkssss.. hikkksss..” bersamaan dengan belaian lembut dibagian belakang kepalanya tangis Nayeon pun pecah hingga membuat orang-orang disekitar yang tengah berlalu lalang pun melirik dengan tatapan aneh kearahnya.


“hey lihat itu!! tante itu nangis sampai ngompol dicelana karena ketakutan hahahahha!!” goda salah satu anak remaja yang baru saja keluar dari Istana hantu.


Iya mereka adalah para remaja yang masuk bersamaan dengan Ansell, Ahreum, Abi dan Rihanna sebelumnya.


“diam kalian! Pergi sana!” tukas Rihanna lengkap dengan sorot mata tajamnya yang mengarah pada gerombolan remaja tersebut yang kemudian berlarian dengan diselingi tawa mengejeknya.


“sudahlah, meraka hanya anak-anak. Ayo kita pergi ke tempat lain.” Ucap Ahreum seraya merangkul Nayeon dan mencoba membawanya pergi dari area tersebut.


Sementara itu Ansell dan Abi hanya mengikuti ketiganya dari belakang.


Masih diarea Lode wood, namun kali ini mereka berlima berada diarea yang tidak terlalu ramai pengunjung, area peristirahatan yang lokasinya sedikit jauh dari wahana permainan.


Rihanna langsung menggiring Nayeon untuk duduk disebuah bangku yang berada dibawah pohon yang rindang.


“saya akan beli air mineral dulu.” Ucap Abi yang kemudian pergi dari rombongan begitu Rihanna dan Nayeon mendudukan bokongnya dibangku panjang sedangkan Ahreum memilih berdiri saja disamping Nayeon.


Lain hal nya dengan Ansell yang memang tampak acuh sedari tadi, seolah tak memiliki simpati pada gadis yang baru saja dicampakkan itu. Ia lebih memilih mengasingkan diri dengan berjalan sedikit jauh kemudian duduk diayunan besi selagi menunggu para gadis menyelesaikan percakapannya.


Meski telinganya tampak fokus mendengarkan keluh kesah Nayeon namun pandangan Ahreum tetap tertuju pada suaminya yang tengah berayun pelan untuk mengusir rasa bosannya.


“Cassandra..” Ansell bergumam kala pandangannya menangkap sesosok wanita yang tengah berdiri jauh disamping sebuah gedung dan terus menatapnya lekat tanpa ekspresi apapun.


Iya Cassandra adalah wanita yang penah ditolong oleh Ansell sewaktu insiden penculikan istri dan kedua karibnya.


Wanita yang memiliki paras mirip sekali mendiang kekasihnya Ilona gantari.

__ADS_1


Ingin sekali bibirnya tersenyum untuk sekedar menyapa wanita tersebut yang kini masih mengarahkan pandangan intensnya pada dirinya. Namun otaknya seolah membawa ingatannya kembali pada hari dimana ia melihat sosok wanita berbaju hitam yang berdiri disamping pohon rindang.


Iya.. saat dirinya pertama kali mengajak Ahreum jogging pagi diarea taman dekat apartemannya. Tiba-tiba saja sosok wanita misterius dengan paras Ilona muncul lengkap dengan tatapan tajamnya seakan ingin menyampaikan emosi yang mendalam padanya.


Tatapan itu, raut wajah itu, benar-benar sama seperti wanita yang muncul dalam ingatan dan juga mimpinya.


Keyakinannya semakin goyah kala wanita tersebut tiba-tiba mengeluarkan sebuah bucket bunga dari balik tubuhnya yang ramping, memang tak begitu jelas apa jenis bunga tersebut dikarenakan keberadaan mereka yang saling berjauhan.


Namun 1 yang pasti dari bucket bunga tersebut adalah warnanya, warna favorite dari mendiang kekasihnya yaitu violet. Membuat Ansell terkejut hingga membulatkan kedua matanya.


Kedua tangannya memegang erat tali besi ayunan ditengah jantungnya yang semakin berdetak tak terkendali.


“bagaimana mungkin..” gumam Ansell dengan bibir yang bergetar karena merasa tubuhnya kini membeku.


“wanita itu tidak ada Ansell, dia hanya ilusimu saja.” Ucap Ahreum yang tiba-tiba muncul dibelakang Ansell kemudian menutup penglihatan Ansell dengan 2 telapak tangannya membuat tubuh Ansell berangsur membaik.


“tetap tutup matamu sejenak.” Lanjut Ahreum yang langsung dilakukan oleh Ansell, begitu Ahreum melepas tangannya dari kedua mata Ansell yang kini tertutup.


“coba buka sekarang.” Pinta Ahreum yang sudah mendekatkan wajah mungilnya dihadapan wajah suaminya itu yang masih tampak tegang.


Perlahan Ansell pun membukakan kedua matanya yang sudah memerah dan berkaca-kaca seolah ada hantaman luka yang cukup dalam menusuk hatinya.


Namun begitu ia melihat wajah istrinya yang tengah tersenyum teduh padanya, membuat ia kembali membaik seolah luka yang ia miliki telah disembuhkan oleh ketulusan dari gadis mungil tersebut.


Ahreum memegangi bagian rahang suaminya dengan pandangan lekatnya, kemudian mengecup kening Ansell dengan lembut sebelum beralih pada bibirnya yang masih terlihat bergetar.


Sementara itu disisi lain.


“aughhh!! Mereka kekanak-kanakan sekali melakukan hal itu ditempat umum.” Gerutu Hanna seraya mengarahkan pandangannya pada kedua karibnya itu yang menurut pandangannya adalah mereka berdua tengah bermesraan.


“padahal baru saja kemarin malam dia bilang ingin menyerah dan pergi ke sisi dokter Elios.” Lanjtunya lagi yang kemudian menyandarkan tubuhnya ke sandaran bangku seraya melipat kedua tangannya diatas dada.


“apa?” kaget Abi yang baru saja datang membawa 1 kresek penuh air mineral untuk diberikan pada teman-temannya.

__ADS_1


“jadi kemarin nona Ahreum pergi dengan dokter Elios, bukan denganmu?” tambah Abi yang masih tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.


Sementara itu Nayeon hanya bisa terdiam ditengah suasana menegangkan tersebut seakan tak ingin ikut terlibat, karena memang dirinya tidak mengerti pembahasan yang terjadi antara Rihanna dan Abi.


“amm.. diamlah jangan berisik, atau Ansell akan mendengarnya. Mereka sedang bermesaraan tuh, kau ingin membuat mereka berkelahi lagi.” Kata Rihanna seraya menunjuk keberadaan Ahreum dan Ansell dengan sorot matanya.


“tidak.. mereka tidak sedang bermesraan.” Sahut Abi yang menyadari ada yang janggal pada raut wajah keduanya.


Setelah memberikan kecupan hangat untuk suaminya, Ahreum pun langsung memeluk suaminya itu dengan penuh kasih sayang dengan sesekali mengusap punggung Ansell lembut.


“apa maksudmu jelas me..”


“lihat gadis berpakain hitam disamping bangunan tua itu yang tengah memegang bunga.”


“Aluna!” kata Rihanna yang kemudian bangkit dari bangkunya setelah pandangannya sampai pada gadis yang tengah dibicarakan oleh Abi.


“aku sedikit pusing, bisa tolong air nya dulu kak Abi.” Pinta Nayeon lemas yang terabaikan sejenak oleh keduanya.


“ahh iya, maaf nona, sebentar saya bukakan dulu.” Ucap Abi yang kemudian meletakan kantong kresek terlebih dahulu ke bangku yang sebelumnya diduduki Rihanna, ia pun lantaas mengambil 1 botol air mineral dan membuka tutupnya sebelum ia berikan pada Nayeon yang malang.


“siapa Aluna?” tanya Abi, begitu memastikan Nayeon meminum air mineralnya ia pun kembali mengalihkan fokusnya pada Rihanna yang masih menatap lekat gadis misterius itu yang kini tampak menjatuhkan bucket bunganya ke sembarang tempat kemudian pergi berlalu dengan raut wajah masamnya.


“Nay.. kau bisa tunggu sebentar disini dulu, aku akan segera kembali, oke.” Ujar Rihanna yang kemudian pergi berlari dengan menarik lengan Abi tanpa persetujuannya, setelah pamit sejenak pada Nayeon yang tengah mengaliri kerongkongannya.


“he’em.” Respon Nayeon.


-----


“bisa tolong kau jelaskan lebih dulu, apa yang sebenarnya terjadi?” kata Abi ditengah aksi berlarinya bersama Rihanna.


“akan ku jelaskan nanti, untuk sekarang kita harus menangkap gadis itu dulu.” Sahut Rihanna seraya terus mempercepat laju larinya mencoba mencari gadis misterius tersebut.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2