Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO

Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO
Episode 236


__ADS_3

Setelah selesai mendapat perawatan di UGD, Ansell masih tampak melamun sembari dudukan dipinggiran ranjang, membuat Abi khawatir dengan keadaan mental karibnya itu.


Srreekkkk…, Carrisa menggegeser tirai yang menutup area ranjang Ansell, dengan pandangan menyalaknya ia seakan ingin menumpahkan semua kekesalannya.


“YAK!!” bentak Carrisa yang berhasil membawa jiwa Ansell yang sebelumnya mengembara entah kemana.


Iya, bukan hanya Ansell yang terkejut dengan kemunculan beserta bentakan mamanya, namun Abi dan juga para pasien serta para perawat dan dokter yang berada di UGD kala itu langsung melirik ke arah Carrisa yang tengah berkacak pinggang didepan pria yang dipenuhi balutan kain kassa dan plester diseluruh tubuhnya.


 “Astaga…,” kaget Ansell yang hampir kehilangan jantungnya.


“te…, tenang Nyonya, kita sedang berada dirumah sakit,” bisik Abi yang langsung berlari cepat menghampiri Carrisa.


“Apa yang kau lakukan pada menantu mamah hah?!


Astaga… Lihat wajahmu yang tragis ini (ujar Carrisa seraya memegangi rahang putranya kemudian menggerakannya ke kanan dan ke kiri mencoba mengecek keseluruhan luka yang didapat oleh putranya)


Dimana lagi mama harus melampiaskannya, aissshhh!!


Cepat ceritakan yang sebenarnya terjadi, jika alasanmu tidak masuk akal, mama akan membunuhmu!!” ancam Carrisa yang membuat Ansell menelan ludah dan berubah menjadi bocah berusia 5 tahun yang tengah dimarahi oleh ibunya.


“tenang Nyonya. Mari kita bicarakan….,”


“YAK!!


Berhenti memanggilku Nyonya, kau tak menganggapku sebagai ibumu Abighail?! Aissshhh, sial, kalian berdua hanya membuat kepalaku sakit saja,” sembur Carrisa seraya memegangi kepalanya kemudian duduk dipinggiran ranjang yang berada didepan ranjang putranya


Dengan sigap Abi pun memegangi Carrisa karena takut jika wanita berkepala empat itu terjatuh lantaran saking pusingnya menghadapi kedua putranya yang selalu membangkitkan emosionalnya.


“Aku tak bermaksud menyakiti Ahreum,” ucap Ansell tanpa berniat menjelaskan lebih spesifik apa yang sebenarnya terjadi diantara keduanya.


“tak bermaksud?!


Lalu bagaimana kau menjelaskan keadaan istrimu sekarang Ansell, berhenti bertele-tele dan cepat ceritakan semuanya!” seru Carrisa lagi yang masih belum bisa santai.


“Kenapa kau diam saja?!” imbuh Carrisa ditengah kebisuan putranya.


“Ijinkan Abi yang…,”


“YAK!! Apa kau tak memiliki mulut Ansell, sampai Abi yang menggantikanmu berbicara, atau jangan-jangan kau masih belum bisa melupakan mantan kekasihmu itu yang sudah tiada?


Kau jadi kasar pada Ahreum huh?!”


Amarah mulai menyelimuti tubuh Ansell kala Carrisa menyinggung mantan kekasihnya yang kini telah tiada. Ansell meremas pinggiran ranjang seraya memandangi tajam ibunya seakan ingin menunjukan kemarahannya.


“Sebaiknya kau tak perlu ikut campur ke dalam pernikahanku!” pekik Ansell dengan nafas cepat seakan tengah menahan emosinya.


“yak, Ansell, tenangkan dirimu,” ujar Abi yang beralih ke sisi Ansell.


“Ciihhh!!


Jadi benar….,”


“cukup maah, aku rasa tidak baik jika diteruskan,” cegah Abi yang kembali beralih ke sisi Carrisa yang kini bangkit dari ranjang.


Carrisa pun melipat kedua tangan diatas dadanya seiring dengan hembusan nafas kasarnya.

__ADS_1


“Ikut mama, Ansell!” seru Carrisa yang hendak berjalan lebih dulu, namun menyadari jika putranya itu malah mengabaikannya, ia pun kembali ke hadapan pria angkuh dan arrogan itu.


“Ikut mama, jika kau ingin tahu karakter asli dari mantan kekasihmu yang selalu kau banggakan itu. Dan 1 lagi, jika kau masih menganggapku seorang ibu, ibu yang telah melahirkanmu dan memberikan kehidupan yang layak seperti ini.” pungkas Carrisa yang berlalu pergi lebih dulu.


Sementara itu, meski awalnya merasa malas untuk beradu mulut dengan mamanya, ia tetap mengikutinya karena tak dapat dipungkiri bagian hati terdalamnya sangat penasaran dengan apa yang hendak Carrisa sampaikan mengenai mendiang kekasihnya.


...****************...


Diatap rumah sakit, Carrisa sudah menunggu disalah satu bangku yang berada disudut seraya menyilangkan tangan diatas dadanya ia menatap kedua putranya yang masih dalam perjalanan menuju ke lokasi.


“Apa ga sebaiknya kau jujur saja, daripada mama memiliki pandangan buruk terhadapmu,” bisik Abi.


“Diamlah!” ketus Ansell.


“aissshh….,” dengus Abi kesal, lantaran Ansell selalu melimpahkan kekesalannya pada siapapun meski ia tak bersalah.


“Jadi, apa yang mau mama bicarakan, sebaiknya cepat, aku tak memiliki banyak waktu.” Ujar Ansell begitu ia mendudukan bokongnya diatas bangku yang bersebrangan dengan bangku ibunya.


Disusul dengan Abi yang juga ikut mendudukan bokongnya dan hendak menyimak apa yang dibicarakan oleh ibu angkatnya.


“hufftt…,


Dengar ya putraku, Ilona mantan kekasihmu itu selama ini hanya berpura-pura menjadi gadis baik dan lugu. Pada kenyataannya dia gadis urakan yang selalu bersenang-senang diclub, bukan hanya itu  saja…,”


“ciiihh!!


Bukankah mama sudah sangat keterlaluan?


Bagaimana mungkin mama bisa menjelek-jelekan orang yang sudah tiada!


“Ini nihh, ini sebabnya mama dan papa tak pernah memberitahumu tentang gadis nakal itu, karena kau sudah dibutakan oleh rasa cintamu padanya!


Kau bahkan tak mempercayai ibumu sendiri yang sudah mengandung dan melahirkanmu, kau lebih memilih percaya pada gadis yang baru saja kau kenal!”


“Oke baik, bagaimana dengan buktinya mah?” timbrung Abi, kala Ansell yang mulai emosional, Abi dengan cepat mengambil alih dan mencoba menengahi diantara keduanya.


“Oke, tunggu, mama akan tunjukan bagaimana nakal dan urakannya mantan kekasihmu itu,” seru Carrisa yang langsung merogoh saku seragam kerjanya kemudian mengeluarkan ponsel yang dilanjut mengklik-kliknya sebelum diberikannya pada Abighail yang memiliki fikiran rasional.


“ba.. bagaimana mungkin,” Abi bergumam begitu menyaksikan sebuah video dengan Ilona yang menjadi pemeran utamanya.


Iya, gadis itu bergoyang luwes sembari memegangi segelas wine di sebuah club malam dengan pakaian minim berwarna hitam. Diantara para lelaki yang mengelilinginya dengan pandangan liar menggerayangi tubuh semok Ilona.


Namun bukannya risih, Ilona malah tampak sangat bahagia dengan situasi yang menjijikan itu, terlihat dari raut wajahnya yang berbinar serta tak hentinya tertawa bersama para lelaki yang bergoyang mengelilinginya.


“Benarkah ini nona Ilona, ini sungguh tidak mungkin,” komen Abi seraya membulatkan kedua matanya.


Penasaran dengan apa yang dilihat karibnya itu, Ansell pun merebut ponsel milik ibunya dari genggaman Abi.


“Aku memang pernah melihat gaun hitam ini dilemarinya, tapi aku tak pernah melihat dia memakainya selama ini.


Dan juga jam tangan ini, aku berikan padanya saat ulang tahunnya yang ke 22 tahun.


Ada apa ini, bagaimana mungkin dia terlihat seliar ini,” ujar Ansell seraya mengerutkan dahinya, meski ia ingin menyangkal hal yang tengah dilihatnya, namun akal sehatnya berusaha membuat dirinya kembai berfikir logis.


“Bukan hanya 1 kali atau 2 kali dia berganti pria, Ansell. Berulang kali dia bermain-main dibelakangmu, dan yang terpenting adalah, dia…, tak pernah sekalipun mencintaimu.”

__ADS_1


“tidak…, tidak mungkin, kedua mata itu terlihat sangat tulus,” Ansell membatin, (yang dimaksud Ansell adalah kedua mata yang dimiliki Aluna yang dahulu pernah menyatakan rasa cintanya yang tulus padanya)


“Apa kau masih tak percaya pada mama, Ansell?!


Lihat saja video dan foto lainnya, hasil kerja keras detective swasta yang pernah mama sewa untuk memata-matai gadis itu.


Pada awalnya, mama juga tak ingin bertindak sejauh ini pada gadis itu, namun…, saat nenekmu waktu itu tak sengaja melihatnya keluar dari hotel bersama dengan pria yang lebih tua darinya, nenekmu langsung menceritakannya pada mama yang membuat akhirnya mama dan nenekmu memutuskan untuk ikut campur ke dalam hubungan kalian.


Mama ingin sekali membongkar kebusukan gadis yang selalu kau banggakan itu, tapi kau tak pernah sekalipun memberikan kesempatan pada mama, ketika mama menyinggung namanya kau langsung murka kemudian pergi begitu saja.


Hingga mama dan nenek beralih pada gadis itu, kami terus menekannya agar dia menjauhi dirimu, bahkan kami pun memberikan sejumlah uang yang cukup besar agar dia mau mundur dan berpisah darimu.


Tapi…, betapa liciknya gadis itu, dia tidak menepati janjinya, setelah mengambil uang yang kami berikan. Dia masih tetap berada disampingmu.


Aughhh!! Sungguh menjijikannya gadis itu, benar-benar membuat mama tak bisa berkata-kata. Bagaimana mungkin ada gadis yang tak tahu malu seperti dirinya,” papar Carrisa dengan emosi yang menggebu-gebu seakan tengah mengeluarkan uneg-uneg yang selama ini hanya tersimpan dalam hati.


“kenapa?


Kau fikir mama sedang mengarang cerita hah?! Astaga, sini berikan ponselnya,” sambar Carrisa kala putranya itu malah menatapnya dengan pandangan meragunya, begitu mengutak-atik ponselnya beberapa saat Carrisa pun memberikan kembali akses penuh ponselnya pada Ansell.


“dengarkan, karena kalian sudah bersama cukup lama, kau pasti hafalkan suara kekasihmu itu,” imbuh Carrisa seraya melipat kedua tangan diatas dadanya dan menatap dalam putranya yang kini tengah mendengarkan dengan serius rekaman dari ponsel mamanya.


“baik, saya akan pergi dari kehidupan Ansell, tapi…, kurasa nominal segini masih kurang, masa cuma segini harga putra tante? Ckckckc…,


Kalau segini mah, saya juga bisa minta langsung ke putra tante yang bodoh itu hihihii, tante tahukan dia sudah sangat mencintai saya, dia akan memberikan apapun yang saya mau, bahkan apartemen mewah yang ditinggali kita berdua pun akan dialihkan atas nama saya, hahahaa!!”


“bagaimana, huh?!


Apa kau sudah sadar sekarang Ansell?” lanjut Carrisa begitu rekaman berakhir.


“Kenapa mama tak pernah memberitahukan hal ini padaku?!


Mama membiarkanku seperti orang bodoh selama 5 tahun bersamanya!!” pekik Ansell seraya menghentakan ponsel ibunya ke meja.


“aisshhh!!


Yak!! Mama sudah bilang bukan, saat mama baru menyebut namanya saja kau sudah murka, kau selalu berfikir jika kami melarangmu bersamanya itu karena dia yang hanya berasal dari panti asuhan. Serendah itu mama dimatamu Ansell?


Jika mama berfikiran sepicik itu, lalu bagaimana dengan Abi?


Untuk apa mama mengadopsi Abi, jika mama membenci kaum yang tidak setara atau selevel dengan kita, hah?


Sudah tahu salah, bukannya mawas diri malah mengkambing hitamkan orang lain.


Apa kau sudah benar-benar kehilangan akal sehatmu?


Gadis penipu seperti dia kau bangga-banggakan, sedangkan gadis yang tulus mencintaimu kau buat menderita.


Aughhh!! Punya 2 anak lelaki semuanya sama saja, hanya bisa membuatku sakit kepala!!” dumel Carrisa yang kemudian menyambar ponselnya lalu bangkit.


“Ahh iya, sebaiknya kau persiapkan dirimu, mertuamu ingin kalian segera bercerai,"


...****************...


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2