Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO

Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO
Episode 92


__ADS_3

“Ansell dan Abi membuat taruhan, dan Ahreum yang menjadi taruhannya!” seru Hanna begitu bebas dari bungkaman tangan Ahreum.


“apa?! dasar bajingan tua!! Beraninya kau!!” seru Nayeon yang kemudian langsung menjambak rambut Abi tanpa ampun hingga membuat kepala Abi ikut tertarik ke belakang, disusul dengan Hanna yang juga ikut kembali menyerang Abi dengan memukul-mukul tubuhnya.


“waaahh..” ucap Franky yang baru saja ikut bergabung seraya memegangi botol air mineral, ia benar-benar tak menyangka akan berada disituasi yang langka seperti ini.


“yak.. hentikan apa kalian anak-anak? Banyak orang yang melihat.” Kata Ahreum yang berusaha untuk memisahkan Abi dari kedua gadis bar-bar tersebut.


“apa kau bodoh! Kenapa kau malah membelanya?! Dia dan atasannya sudah mempermainkanmu.” Geram Nayeon seraya mendorong Ahreum untuk menjauh dari area penyiksaan tersebut.


“yak.. bukan begitu, ini hanya salah paham.” ucap Ahreum yang masih tak ingin menyerah untuk membantu Abi keluar dari amukan kedua karibnya yang semakin menggila.


“SALAH PAHAM BOKONGMU!! Aku juga dengar jika Ansell menikahimu hanya karena mantan kekasihnya itu sudah mati, kau hanya dijadikan pelampiasannya saja Ahreum! Mereka sudah bermain-main dibelakangmu selama ini.” seru Hanna seraya kembali mendorong tubuh Ahreum.



“APA?!” seru seseorang yang baru saja tiba yang tak lain adalah Jeno.


Melihat kedatangan Jeno semakin membuat Ahreum gelisah karena sudah pasti Jeno pun akan ikut-ikutan merisak Abi sama seperti kedua teman perempuannya yang kini sudah lebih dulu menyiksa Abi dengan memukul, menjambak rambut, dan juga mencakari tubuhnya layaknya cara berkelahi para ciwi-ciwi pada umumnya.


“YAK! kebetulan sekali kau datang, dengar ya lelaki ini sudah mempermainkan Ahreum sampai dia menangis darah barusan.” Adu Hanna pada Jeno yang baru saja hadir dengan ransel besar yang berada dibalik punggungnya.


Mendengar penjelasan singkat tersebut, kontan Jeno pun langsung melayangkan beberapa pukulan nya pada Abi hingga membuat Abi pun kini berjongkok karena sudah lemas mendapat serangan brutal sebelumnya dari Hanna dan Nayeon yang tanpa ampun.


Meski memang sebenarnya bisa saja Abi membalasnya dengan kemampuan bela dirinya, namun ia lebih memilih terdiam dan hanya menerima pukulan tersebut karena rasa penyesalan dan bersalahnya pada Ahreum membuat dirinya pasrah dengan hukuman yang diberikannya saat ini.


“sudahlah biarkan saja, lelaki itu tidak akan mati kok, kecuali kalau kakakmu yang memukulnya.” Celetuk Franky seraya menarik lengan Ahreum agar berdiri ditempat yang lebih jauh dari area penyiksaan, kemudian menyodorkan botol air mineral yang sebelumnya Ahreum minta.


“astaga.. aku hanya ingin menghilang saja dari muka bumi ini.” gumam Ahreum yang sudah pasrah dengan semua yang terjadi, sebeb jika ketiga temannya itu bertindak memang sangat sulit sekali untuk dihentikan, kecuali.

__ADS_1


Tiba-tiba saja ada sebuah mobil yang berhenti disamping trotoar membuat pandangan Ahreum dan Franky mengarah pada mobil tersebut.


“waahh sepertinya dia akan berumur panjang.” Celetuk Franky saat melihat kemunculan Bennedict yang turun dari mobil tersebut dengan beberapa rekannya yang lain.


Kemudian mereka pun bergegas memisahkan Hanna, Nayeon dan juga Jeno yang tengah memukuli Abi.


Sementara Hanna, Nayeon dan Jeno yang sudah dipegangi oleh rekan Bennedict, Bennedict sang kapten berjalan mendekati Abi yang masih terjongkok memegangi kepalanya, ternyata ia belum sadar jika dirinya kini telah diselamatkan dari aksi brutal 3 teman Ahreum.


“lepaskan aku!!” bentak Hanna seraya berontak dari cengkraman kuat rekan Bennedict.


“apa kalian anak-anak hah! Masih saja suka berkelahi, kali ini apalagi masalahnya!” seru Bennedict seraya mencoba mengangkat tubuh Abi yang sudah babak belur.


“habislah dia.” Gumam Ahreum seraya mengarahkan pandangannya pada Abi yang malang lengkap dengan raut wajah khawatirnya.


“kau juga Jeno, bukannya memisahkan, malah ikut-ikutan.” Tambah Bennedict seraya menajamkan pandangannya pada ketiga teman Ahreum tersebut, sementara kedua gadis mencoba berontak dari cengkraman kuat rekan Bennedict, Jeno hanya pasrah terdiam dimarahi oleh kakak iparnya tersebut.


“tapi kak Benn..” sela Nayeon ditengah Bennedict memberikan ceramahnya.


“AUGHH SHI*****!! Lelaki itu sudah menyakiti adikmu!! Dia dan atasannya sudah mempermainkan Ahreum dengan melakukan taruhan.” seru Hanna lengkap dengan suara ngegasnya.


“taruhan?” ulang Bennedict seraya menunjukan raut wajah layaknya seseorang yang tengah berfikir keras.


“sudah cukup Hanna, ini hanya salah paham aja kak.” Timpal Ahreum yang kembali mendekat seraya melemparkan pandangannya pada Bennedict yang masih terdiam mencerna perkataan Hanna barusan.


“sal..” belum sempat Hanna membantah perkataan Ahreum, mereka semua dikejutkan oleh serangan mendadak dari Bennedict, meski belum sepenuhnya mengerti apa yang dimaksud oleh Hanna, namun intinya lelaki tersebut sudah melukai hati adiknya hingga membuat dirinya murka kemudian menjotos Abi hingga terkapar dan pingsan seketika diatas aspal.



“bagaimana aku bisa menjadi waras, jika orang-orang disekelilingku ternyata orang gila semua.” Gumam Ahreum seraya memandangi tubuh Abi yang terbaring tak berdaya diatas aspal, dengan dikelilingi ketiga temannya dan juga rekan-rekan dari kakak lelakinya yang ikut panik setelah menyaksikan serangan yang cukup tak terduga tersebut.

__ADS_1


“sudah kuduga, dia akan kheuukkk!” oceh Franky yang berjalan mendekati Ahreum seraya menunjukan gerakan jari jempol yang tengah memotong lehernya. “saat kakakmu datang.” Lanjutnya.


***


Di taman kota yang tak jauh jaraknya dari area sebelumnya, hanya butuh berjalan kaki selama kurang lebih 15 menit saja.


Terlihat Abi tengah terduduk sendirian sembari mengarahkan pandangan kosongnya ke depan, karena masih shock dengan tinju yang dilayangkan oleh Bennedict hingga membuat salah satu hidungnya kini disumpel tisu karena mimisan.


Tak hanya hidungnya yang mengeluarkan darah, wajah serta tubuhnya pun dipenuhi luka lebam dan cakaran yang diakibatkan oleh serangan brutal dari ketiga karib Ahreum.


Sampai tak lama kemudian, Ahreum pun muncul dari arah belakang dengan bungkusan yang berisi salep, serta obat-obtan lainnya yang bisa membantu membuat luka lebam Abi lebih baik. Dan juga 1 botol air mineral ditangan lainnya, gadis itu pun mendudukan bokongnya disamping Abi seraya meratapi wajah kacau Abi yang dipenui luka lebam dan cakaran.


Membuat dirinya menghela nafas sejenak sebelum memberikan bungkusan dan air mineral tersebut pada Abi.


“maafkan kakak dan ketiga temanku ya, aku tahu kak Abi memang tidak sepenuhnya salah, karena yang memiliki ide konyol itu pasti Ansell, kau hanya dijadikan pelampiasan kekesalan mereka saja, karena hanya dirimu yang kebetulan ada disini.”



 Abi pun melepas sumpelan tisu dihidungnya karena sudah merasa jika darahnya tidak akan mengalir lagi, kemudian dilanjut dengan meneguk air mineral yang berada dalam genggaman tangannya sebelum merespon permintaan maaf Ahreum.


“iya, ga apa-apa kok, saya memang pantas mendapatkannya.” Sahut Abi seraya menutup botol air mineral kemudian meletakannya disamping tubuhnya.


“terimaksih salep dan obatnya, nona.” Tambah Abi lengkap dengan senyum tipisnya.


“aku.. belum pernah berpacaran dengan siapapun, tapi seringkali di permainkan oleh lelaki. Jeno adalah cinta pertamaku, dia selalu baik dan terkadang memperlakukanku seperti aku bukan hanya sekedar teman baginya. Hal itu selalu membuatku merasa dia memiliki perasaan yang sama terhadapku, aku menunggu dan terus menunggu seperti orang bodoh.



Bersambung...

__ADS_1


***


__ADS_2