Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO

Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO
Episode 195


__ADS_3

Ahreum pun bergegas keluar dari persembunyiannya kemudian berlari secepat yang ia bisa menuju keberadaan sosok gadis tersebut yang juga tengah bersembunyi dibalik tiang listrik.


Tak ingin ketinggalan Hanna, Franky dan Nayeon pun ikut berlari menyusul Ahreum untuk menangkap gadis misterius tersebut yang diyakini bisa memberinya pencerahan akan identitas Ilona yang sebenarnya.


Belum sempat langkahnya sampai ke keberadaan gadis misterius tersebut, gadis itu keburu sadar hingga ia pun dengan cepat mengambil seribu langkah menjauh dari orang-orang yang hendak mengejarnya.


Sehingga terjadilah aksi saling kejar-kejaran diantara mereka berlima.


Mereka semua terus berlari tanpa memperdulikan area apa yang tengah dimasuki oleh gadis yang sedang diburunya itu.


Sampai akhirnya mereka pun tersadar jika langkah mereka sudah jauh masuk ke dalam area hutan belantara.


Mendadak Rihanna yang paling depan pun menghentikan langkahnya seketika hingga membuat teman-temannya saling bertubrukan.


“aughh ada apa sih?!” seru Nayeon yang berada tepat dibelakang Hanna.


“kita sudah jauh dari area jalan raya Ahreum, lebih baik kita hentikan aja, hari juga sudah mulai gelap.” Ujar Hanna seraya memutar tubuhnya dan menatap Ahreum lekat seolah tengah meminta persetujuannya.


“Iya nih, kau tak ingat sebelumnya ada pekerja nenekmu yang digigit babi hutan, mungkin aja diarea ini pun masih banyak babi hutan atau hewan buas lainnya yang berkeliaran.” Tambah Franky yang setuju dengan saran yang diajukan Hanna untuk kembali saja alih-alih terus mengejar gadis misterius ke dalam hutan.


“jika begitu, berarti gadis itu juga dalam bahaya kan.” sahut Ahreum seraya mengarahkan pandangannya pada jalanan yang sebelumnya dilalui oleh gadis misterius tersebut.


“siapa perduli, memangnya dia siapa sih!” celetuk Nayeon dengan nada acuhnya.


“dibanding bertanya pada staf panti, kurasa gadis itu lebih berguna. Dia pasti mengetahui banyak hal, jika tidak, mana mungkin dia bisa sampai kemari dan juga mengikuti Ilona diam-diam. Semakin membuatku penasaran dengan apa yang terjadi.” Ungkapnya yang masih menatap lekat jalanan didepannya, ditengah pergelutan sengit antara menyerah dan mengikuti saran dari karibnya atau terus melanjutkan pencariannya.


“kalau begitu kalian kembali aja, biar aku yang akan mencarinya. Aku tak bisa menyerah begitu saja ketika kesempatan berada didepan mata.” Ucapnya mantap yang langsung mengeluarkan ponsel didalam saku celana kodoknya dan hendak memulai pencariannya.


Namun tentu saja lengan Hanna langsung menahannya.


“aku akan ikut bersamamu.” Katanya lengkap dengan sorot mata tajamnya.


“tidak.” Tolak Ahreum seraya menepis tangan Hanna dari lengannya.

__ADS_1


“aku tak ingin membahayakan kalian lagi. Aku bisa menemukannya sendiri.” kekeh Ahreum yang hendak kembali melangkahkan kakinya.


“jika kau pergi maka kita pun harus pergi! Tak perduli apa, kita tidak akan pernah meninggalkanmu.” Tambah Nayeon seraya menahan bahu Ahreum dan menatapnya dalam.


“hmm.. oke oke.. baik.. aku juga akan ikut, tapi jika kita bersama akan sulit menemukannya ditengah hutan yang luas begini, sebaiknya kita bagi 2 tim, 1 ke arah sana dan 1 ke arah sebaliknya.” Timpal Franky yang akhirnya mau tak mau mengiyakan keinginan kuat Ahreum untuk tetap mengejar gadis tersebut.


“oke, aku akan bersama Ahreum, kau bisa bawa Nayeon bersamamu!” seru Hanna yang kemudian mendorong Nayeon ke arah Franky, dan pergi berlari menarik lengan Ahreum masuk lebih jauh ke dalam hutan.


“aiisshhh!! Kenapa dia selalu ingin bersama dengan Ahreum! Menyebalkan.” Dengus Nayeon kesal.


“ayo cepat, waktu kita tidak banyak. Kita harus cepat menemukannya.” Seru Franky yang kemudian menarik Nayeon dan berlari mengambil jalan yang berbeda.


***


“gadis itu benar-benar sangat gesit.” Kata Hanna ditengah perjalanannya mengejar gadis yang sudah menghilang entah kemana.


“tidak, dia hanya pandai bersembunyi.” Timpal Ahreum yang seolah mengetahui sesuatu, hingga membuat Hanna melirik padanya.


“tunggu..” tahan Ahreum begitu berlari cukup jauh dirinya kini berhenti tiba-tiba seraya mengedarkan pandangannya ke sekitar.


“gadis itu.. ada disini.” Lanjut Ahreum.


“apa?! apa kau mencium aromanya atau semacamnya?” tanya Hanna yang keheranan mendengar


“itu dia!!” seru Ahreum yang kemudian kembali berlari mengejar gadis tersebut yang ternyata bersembunyi dibalik semak-semak.


Gadis itu keluar setelah Ahreum menyadari keberadaannya yang tak jauh dari area tersebut.


“waaahh luar biasa! Apa dia seekor anjing pemburu!!” pekik Hanna yang kemudian kembali berlari menyusul Ahreum.


Mereka bertiga pun kembali berlarian membelah hutan belantara dengan sesekali terjatuh karena tersandung akar pohon kemudian dengan cepat bangkit kembali dan melanjutkan larinya sekuat tenaga.


Sampai..

__ADS_1


Sang gadis misterius itu terpeleset ke jurang, beruntung tangan sigapnya langsung mencengkram kuat akar pohon yang berada ditepian jurang hingga membuat dirinya bisa bernafas lega untuk beberapa saat.


Sebelum akhirnya akar itu pun tertarik lantaran beban yang cukup berat membuat akar tersebut pun perlahan ikut tertarik.


Tepat saat akar itu keluar sepenuhnya dari gumpalan tanah yang menenggelamkannya, tangan Ahreum dengan cepat menangkap lengan gadis misterius itu hingga membuatnya kini kembali bergelantungan ditepi jurang dengan raut wajah pucat pasi menunjukan jika dirinya benar-benar sangat ketakutan ditengah saat-saat kritisnya.


Melihat karibnya yang kini tengah tengkurap ditepi jurang dengan 1 tangan yang menjulur ke bawah membuatnya terkejut bukan main, hingga ia pun mempercepat laju larinya untuk menghampiri keberadaan karibnya itu.


“ada a..” belum sempat Hanna menyelesaikan kalimatnya ia keburu dibuat terkejut kembali dengan apa yang sebenarnya terjadi.


“astaga!! bagaimana kau bisa jatuh ke jurang.” Gerutu Hanna yang lalu ikut tengkurap disamping Ahreum dan mencoba ikut menarik tubuh gadis malang tersebut.


Berkat bantuan Hanna akhirnya gadis itu pun perlahan terangkat dan keluar dari situasi menegangkannya.


Selang beberapa menit kemudian begitu mereka bertiga sudah bisa bernafas normal kembali, setelah sebelumnya dihadapkan pada hidup dan mati.


Baik Ahreum maupun Hanna kini melirikan tatapan tajamnya serempak ke arah gadis yang terduduk diantara keduanya.


“oke.. oke.. baiklah, aku menyerah. Aku tidak akan kabur lagi.” Katanya dengan nafas yang masih tampak terasa sesak, ia pun menyilangkan kedua kakinya kemudian menatap lurus ke depan seolah tengah bersiap bercerita panjang kali lebar.


“siapa kau sebenarnya?” tanya Ahreum yang lebih dulu membuka percakapan diantara mereka.


“kau mengenal mendiang Ilona?” tambah Rihanna yang ikut serta dalam percakapan intens kala itu.


“yang kau lihat dirumah abu itu bukanlah Ilona. Melainkan Aluna.. saudara kembar Ilona. Dan Ilona yang asli adalah gadis yang kau lihat di pekarangan panti sebelumnya. Ilona sudah memanfaatkan saudara kembarnya sendiri untuk tujuan jahatnya.” Papar gadis tersebut.


“bagaimana?...”


“bagaimana aku bisa tahu?


Tentu aku tahu, karena aku juga berasal dari panti asuhan yang sama dengan mereka berdua, sampai akhirnya aku diadopsi saat aku berumur 14 tahun.” Sela gadis tersebut sebelum Hanna menyampaikan keseluruhan kalimatnya.


“dan aku juga mengenal kau. Ahreum nathania, istri dari CEO KT. Group Ansell Dirgantara.” Tambahnya lagi yang tentu saja membuat Ahreum dan Hanna membulatkan kedua matanya secara bersamaan.

__ADS_1


***


Bersambung…


__ADS_2