Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO

Terpaksa menikah dengan gadis {LUGU} PSYCHO
Episode 258


__ADS_3

Begitu tubuh Elios menutupi setengah tubuh Ahreum yang terbaring, tiba-tiba kedua mata Ahreum terbuka disusul dengan senyum smikrnya yang tentu saja membuat Elios terkejut namun masih tetap mempertahankan posisinya.


“Halo dokter El!” sapa Ahreum. “Jangan bergerak!” saat Elios hendak menarik tubuhnya dengan cepat Ahreum mencengkram pakaian Elios hingga membut gerakaannya terhenti.


“Lakukan saja, seperti yang kalian rencanakan,” lanjut Ahreum.


“Apa?” respon Elios lengkap dengan kerutan dahinya.


“Cepat lakukan! Atau mereka semua akan curiga,” pekik Ahreum yang tak sabar melihat Elios hanya terdiam membeku sedari tadi.


Segera tubuh Elios meliuk-liuk seakan tengah menikmati kemesraannya dengan gadis yang masih tak sadarkan diri tersebut, membuat Ahreum tertawa geli dengan gerakan intens yang Elios lakukan diatas tubuhnya.


“Ckckckck! Sudah cukup, tanggalkan kaos ku lalu bawa aku ke kamar mandi dengan gerakan seagresif mungkin agar mereka semua percaya jika kau sudah benar-benar tak bisa menahannya,” bisik Ahreum tanpa menggerakan mulutnya.


Langsung saja Elios melaksanakan perintah Ahreum dengan baik, ia melepas kaos yang menutupi tubuh ideal Ahreum kemudian kembali menyerangnya sebelum menggendongnya menuju kamar mandi seperti yang diperintahkan gadis yang terlihat pingsan bagi 2 wanita yang tengah menonton siaran langsung di ruangan berbeda.


“Apa-apan tuh!


Kenapa dia membawanya ke kamar mandi?!” pekik Lilian seraya mendekatkan pandangannya pada benda pipih yang berada diatas meja.


“Sudahlah biarkan saja, yang penting kita sudah mendapat rekaman yang cukup membuat Ansell menggila! (balas Cassandra yang kemudian bangkit dari kursinya)


Kirimkan rekaman itu sekarang padanya, aku tak sabar melihat kehancurannya! Ahhhaahaa!!” imbuh Cassandra sebelum keluar dari ruangan tersebut dan meninggalkan asistennya yang masih memperhatikan CCTV kamar tempat dimana Ahreum dan Elios berada.


...****************...


Di kamar mandi.


“tolong putar tubuhmu,” titah Ahreum begitu Elios menurunkannya.


Tanpa bertanya Elios pun langsung memutar tubuhnya ke belakang, dengan gerakan cepat Ahreum meraih arloji dari dalam br*a-nya.


“Bagaimana kau bisa tahu?” gumam Elios seraya melepas kancing kemejanya 1 per 1, ia melepas kemejanya dan hanya menyisakan kaos hitam polos yang membalut tubuhnya.


“tak penting bagaimana aku tahu,“ sahut Ahreum dengan nada sarkas yang tidak seperti biasanya hingga membuat Elios memutar tubuhnya disertai kerutan didahinya.


“kau terlihat seperti gadis yang berbeda Ahreum,” kata Elios seraya memberikan kemejanya pada Ahreum.


Dengan senang hati Ahreum pun menerima kemeja milik Elios lalu memakainya tanpa mengancingkannya.


“hmmm..” Elios menghela nafasnya melihat Ahreum hanya mengenakan kemejanya dan tidak berniat untuk mengancingkannya.


Saat Elios berbaik hati ingin membantu mengancingkan kemeja yang dikenakan Ahreum, dengan cepat Ahreum menepis tangannya lengkap dengan tatapan tajamnya yang menandakan penolakan keras darinya.


“Baiklah, lalu apa rencanamu sekarang?


Jika wanita itu menyadari rencananya gagal, dia akan…”

__ADS_1


“maka dari itu aku memintamu membawaku kemari untuk mengulur waktu, selagi mereka sibuk berfikiran bahwa kau sedang bermain-main denganku dikamar mandi, kakak dan temanku sedang mencoba mencari Xena.


Aku tahu situasimu dokter El, tapi aku juga tak mungkin membiarkanmu melakukan apa yang mereka inginkan,” papar Ahreum seraya mencoba mengutak-atik arloji yang sekaligus bisa dialih fungsikan sebagai ponsel.


Elios kembali mengerutkan dahinya seakan tak percaya jika gadis yang sedang bersamanya ini adalah Ahreum, gadis manis, ramah dan penuh kehangatan disetiap tutur katanya.


Brrukkkk!!!


Terdengar suara bantingan pintu yang cukup nyaring hingga membuat Elios terhentak dan langsung memelototi pintu kamar mandi dengan 2 mata membulatnya.


“Jika mereka sudah datang kemari itu artinya Xena sudah aman, giliran kita yang berada dalam bahaya sekarang, hahaa!” celetuk Ahreum yang ga ada takutnya sama sekali.



“Apa? Kau yakin Xena sudah aman?” sahut Elios ragu.



“Percayalah padaku, (respon Ahreum sembari mencoba mengikat rambutnya ala ekor kuda, kemudian menaikan celana roknya dan meraih sebuah pistol kecil yang ia sembunyikan dibalik celana roknya)


Apa kau bisa bela diri?” tanya Ahreum seraya bersiaga kalau-kalau para anak buah Cassandra mencoba menerobos masuk ke dalam kamar mandi.


“bi.. bisa, aku sabuk hitam, tapi a.. apa itu yang ada ditanganmu? Terlihat seperti sebuah pistol,” gugup Elios seraya mundur selangkah dari tempatnya berdiri kala melihaat Ahreum menggengam erat sebuah pistol yang entah darimana.



Brrukkk!! Brrukkkk!!


“BUKA PINTUNYA!! YAK!! KALIAN SEDANG BERMAIN-MAIN DENGAN KAMI HAH!!” teriak seorang pria yang diyakini anak buah Cassandra sembai menggedor-gedor pintu kamar mandi.


Alih-alih terintimidasi dan ketakutan, Ahreum malah tersenyum menyeringai dibalik pintu seakan tengah menunggu saat yang tepat baginya untuk menarik pelatuk pistolnya.


Sedang Elios masih berusaha menyadarkan dirinya dengan situasi yang berubah menjadi sangat menegangkan ini.


“Apa aku sedang bermimpi,” Elios bergumam sendiri dengan rasa takut yang mulai menyelimuti seluruh tubuhnya.


“Aissshh SIAL!! Ayoo dobrak saja!!” perintah salah satu pria berkepala pelontos yang bertugas memimpin kedua anak buahnya.


“baik bos!” balas kedua anak buahnya yang langsung bersiap untuk mendobrak pintu kamar mandi dengan tubuh kekarnya.


“mundur!” ucap Ahreum seraya mendorong tubuh Elios dengan tangannya selagi kakinya melangkah mundur.



BRRRUKKKK!!! Begitu pintu kamar berhasil terbuka lebar ketiganya langsung dikejutkan oleh todongan pistol Ahreum dan senyum menyeringai yang membuat ketiganya membeku seketika, lantaran tak menduga jika gadis mungil itu memiliki sebuah senjata api.


“Halo!” sapa Ahreum sebelum akhirnya melayangkan tendangan memutar pada pria yang berada tepat dihadapannya.

__ADS_1


Tak ingin seorang gadis mungil yang mengurus ketiga pria kekar tersebut, dengan berani Elios maju lalu ikut serta ke dalam pertempuran sengit antara Ahreum dan para anak buah Cassandra.


Iya, Ahreum memilih bertarung lebih dahulu daripada harus menyia-nyiakan peluru selagi dirinya masih bisa mengatasinya.


Meski tubuhnya tak sebanding dengan para pria berotot itu namun tak lantas membuatnya kalah dalam pertarungan, dibantu Elios yang juga memiliki kemampuan bela diri yang cukup mumpuni hingga membuat keduanya berhasil melalui masa-masa kritisnya dan menumbangkan para antek-antek wanita gila tersebut.


Mereka berdua pun berlarian keluar setelah membuat ketiga pria kekar itu tak sadarkan diri dilantai.



“Aughh shitt!! Hhhaahaa!!


Berani sekali kau menipuku Elios!” terdengar pekikan tajam dari arah belakang hingga membuat keduanya lantas memutar tubuhnya secara bersamaan.


Dilihatnya seorang wanita gila yang tak lain adalah Cassandra Leticia tengah berdiri penuh percaya diri tak jauh dihadapannya dengan sebuah pistol yang berada dalam genggamannya.


“Apa boleh buat, karena kalian sudah  berani mempermainkanku, sebaiknya ku bunuh saja kalian berdua!!” geramnya penuh emosi yang langsung mengacungkan pistol tepat ke arah Ahreum berdiri.


DOOORRR!!


Karena gerakannya yang sangat cepat membuat Ahreum lengah dan tak dapat menghindari peluru yang melayang ke arahnya.


...****************...


Sebelumnya, sekitar 1 jam yang lalu saat salah satu anak buah Cassandra bertugas menculik Ahreum dirumah sakit Haneul Jakarta.


Di dalam lift…, setelah membuat Rihanna pingsan dengan 1 pukulan diarea lehernya, lelaki itu merogoh saku celananya kemudian mengeluarkan sapu tangan yang akan ia gunakan untuk membius seorang gadis yang tengah tersenyum penuh arti padanya disudut.


“Kita lihat, setelah kau menghirup aroma ini, apa kau masih bisa tersenyum penuh percaya diri seperti itu, hahahaa!” cibirnya seraya bersiap menangkap tubuh mungil Ahreum.


Namun belum sempat ia melangkahkan kakinya, Ahreum lebih dulu memberikan tendangan memutarnya hingga membuat lelaki itu jatuh tersungkur dengan luka lecet disudut bibirnya.


Merasa harga dirinya sebagai lelaki sejati sudah ternoda, ia pun lantas buru-buru bangkit dan merogoh saku celananya untuk meraih sebuah pistol lalu ditodongkannya tepat ke kening Ahreum.


Bukannya merasa terintimidasi, Ahreum malah cengengesan hingga membuat lelaki yang tengah menodongkan pistol itu hampir kehilangan kendali dan mencoba menarik pelatuk tersebut.


Dengan gerakan secepat kilat menyambar, Ahreum merampas pistol tersebut dari genggamannya kemudian gilirin dirinya yang kini menempelkan ujung pistolnya ke kening lelaki yang refleks mengangkat kedua tangannya.


“ohh tidak, kurasa area ini lebih baik, hahhaaa!!” katanya seraya menurunkan pistolnya tepat ke bagian buwung puyuh lelaki berbadan besar tersebut.


“Ja.. jangan kumohon!” racaunya yang kemudian bertekuk lutut dihadapan Ahreum masih dengan kedua tangan yang ia angkat ke atas.


Ahreum pun tersenyum penuh kemenangan setelah berhasil melumpuhkan lelaki yang berniat mencelakainya.


“Ikuti saja perintah atasanmu, bawa aku pada bos wanitamu Cassandra Leticia,”


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2